
“Tidak.”
“Jingtian!”
“Tidak.”
“Mo Jingtian!”
Pria itu masih tidak berhenti melangkah. Akhirnya Qing Yue’er menyerah. Dia menoleh ke belakang, pada Song Yangping yang menatap mereka sambil menggeleng-gelengkan kepala. Mungkin pria itu heran melihat mereka berdua yang kembali bersikap seperti anak kecil.
Mo Jingtian memang sudah berjalan keluar pavilion terlebih dahulu. Pria itu jengkel setelah dia memintanya untuk menikah. Jadi, dia ingin mengejarnya. Namun, sebelum itu, dia perlu berterima kasih pada Song Yangping.
“Tuan Song, aku malu kau harus melihat ini. Dia tidak biasanya bersikap seperti ini.”
Song Yangping tersenyum. Dia berjalan keluar dari paviliunnya lalu mendekati Qing Yue’er. “Kau tahu apa risikonya menikah dengannya?”
“Ya. Dia sudah lama merahasiakan cara untuk mengembalikan kekuatannya karena takut aku akan mati. Dia berusaha memikirkan cara lain, tapi aku tidak bisa melihat sesuatu yang lebih baik. Aku akan senang jika bisa mati sebagai istrinya.”
Perasaan Song Yangping menjadi sendu ketika mendengar itu. Orang yang benar-benar mencintai seseorang tidak akan ragu untuk mengorbankan apa pun. Sama seperti mereka berdua.
Mo Jingtian rela melepaskan kekuatannya demi menjaga kehidupan Qing Yue’er. Sementara gadis itu rela melepaskan kehidupannya demi mengembalikan kekuatan Mo Jingtian. Jika tidak ada seorang pun yang mengalah, mereka tidak akan bisa menemukan jalan akhirnya.
“Kau sudah mengambil pilihan yang benar. Nyawa kehidupan setiap orang di tiga alam tergantung pada kekuatannya. Jika dia tidak ingin mengembalikannya … aku ragu dunia ini akan berjalan dengan semestinya.”
“Dia memang selalu melawan takdir, melawan langit. Namun, aku tidak ingin kali ini dia melakukannya juga.” Qing Yue’er menghela napas. “Aku pasti akan membujuknya.”
“Terima kasih, Nona Qing. Terima kasih.”
Pada saat itu, tiba-tiba Song Yangping berlutut di depannya. Air matanya menetes di wajah tuanya.
“Tuan Song, apa yang kau lakukan?!” Qing Yue’er terkejut dan segera menarik pria tua itu untuk berdiri, tapi itu tidak berhasil. Tuan Song justru bersujud padanya.
“Jika aku tidak melakukannya sekarang, aku tidak akan bisa melakukannya di masa depan. Kau pasti tidak akan membiarkan orang-orang tahu tentang apa yang kau lakukan untuk kedamaian tiga alam. Di sini, aku akan mewakili semua orang untuk berterima kasih padamu.”
Pria tua itu bersujud satu kali lagi. “Terimalah penghormatan dan rasa syukur kami.”
Qing Yue’er yang melihat itu tidak bisa menahan tangisnya. Apa yang Song Yangping katakan membuatnya mengerti betapa pentingnya posisinya. Dia akan selamanya berkubang dalam rasa bersalah jika tidak bisa membantu Mo Jingtian.
“Tuan Song, aku adalah pasangannya. Sejak awal aku sudah diciptakan untuknya. Aku pasti akan mengembalikan kekuatannya, bagaimanapun caranya.”
__ADS_1
Di kejauhan, Mo Jingtian melihat itu sambil mengepalkan tangan. Hatinya merasa sakit. Seseorang yang benar-benar dia sayangi mungkin tidak akan bisa dia jaga untuk waktu yang lama. Kenapa harus seperti ini?
“Memang benar. Seharusnya dewa tidak mencintai manusia, tapi aku justru mencintainya. Maafkan aku, Ayah. Aku telah tidak berbakti …,” gumamnya dengan mata tertutup.
Setelah itu, dia memutar kakinya lalu melangkah pergi. Tanpa dia sadari, bunga yang sebelumnya ada di dekat kakinya tiba-tiba mekar dengan indah. Seorang gadis kecil berusia empat tahun memetik bunga itu dengan wajah berseri.
“Langit sedang bahagia! Langit sedang bahagia!” Dia terkikik lalu berlari mendekati Qing Yue’er dan Song Yangping.
“Kakek! Langit sedang bahagia!” Dia menunjukkan bunga itu pada Song Yangping dengan bahagia. Gadis polos itu tidak tahu situasi di sana yang tidak begitu membahagiakan.
“Mei’er, kenapa kau ada di sini?” Song Yangping mencoba bersikap normal. Dia mengusap air matanya dengan cepat, lalu berdiri menggendong cucunya.
“Kakek, bunga cantik! Langit bahagia!”
Song Yangping tidak mengerti dengan maksud cucunya. Dia hanya bisa menatap Qing Yue’er dengan tidak nyaman. “Cucuku masih kecil. Dia hanya mengatakan omong kosong.”
Qing Yue’er tersenyum tipis. “Mungkin dia benar. Langit sedang bahagia.” Dia mengusap kepala Song Mei’er dengan lembut.
“Aku tidak bisa berlama-lama. Tuan Song, terima kasih sudah membantuku. Kau sungguh peramal yang hebat.”
Pria tua itu menggeleng dengan rendah hati. “Langitlah yang memberkatiku. Nona Qing, berhati-hatilah. Semoga kau bisa kembali ke Celestial tanpa halangan.”
Qing Yue’er mengangguk pelan, lalu tanpa mengatakan apa-apa dia segera melangkah pergi.
Qing Yue’er melihat ke sekitar untuk mencari Mo Jingtian. Namun, pria itu tidak bisa ditemukan. Ke mana perginya?
Dia berjalan keluar dari formasi yang menutupi bangunan organisasi, lalu berjalan menyusuri lembah. Ada banyak pohon-pohon hijau di sekitar. Dia mencari-cari, siapa tahu Mo Jingtian bersembunyi darinya.
Setelah mencarinya beberapa saat, akhirnya dia bisa melihat pria itu sedang duduk di atas batu besar. Dia tampak tenggelam dalam renungannya, bahkan tidak menyadari pendekatannya.
Qing Yue’er melompat naik. Kemudian duduk di dekatnya. Tanpa mengatakan apa-apa, dia menyandarkan kepalanya di pundaknya.
Mo Jingtian menghela napas. Tangan kirinya memeluk pinggang gadis itu. Mereka tidak mengatakan apa-apa, hanya diam untuk waktu yang lama.
Udara di sana sangat sejuk. Perasaan Qing Yue’er menjadi lebih tenang. “Jingtian, ayo kita—”
“Jangan katakan itu lagi.”
Qing Yue’er tersenyum. “Ayo kita kembali ke Celestial. Seluruh urusanku sudah selesai di sini.”
__ADS_1
Mo Jingtian pikir gadis itu akan kembali mengajaknya menikah. Namun, ternyata tidak. Itu membuat ketegangan di hatinya berkurang.
“Apa kau tidak ingin kembali ke akademi terlebih dahulu?”
“Tidak. Mereka akan tahu aku baik-baik saja. Zi Xian pasti akan mengabari kepala akademi.”
“Baik.”
Mereka pun turun dari batu besar itu. Baru saja menginjak tanah, tiba-tiba udara di dekat mereka mengalami fluktuasi. Sebuah portal terbuka dan seorang pria berpakaian hitam terlempar dari dalam portal.
Qing Yue’er menjadi terkejut. Dan ketika menyadari bahwa pria itu adalah Mo Feng, hatinya menjadi cemas. “Apa yang terjadi?!”
Penampilan Mo Feng sangat berantakan. Sudut bibirnya berdarah. Wajahnya pucat pasi dengan beberapa lebam. Pakaiannya memiliki beberapa robekan yang menunjukkan luka sayatan di kulitnya.
Mo Jingtian segera mendukung punggung Mo Feng. Keningnya berkerut dalam melihat bawahan kepercayaannya dilukai seperti itu. “Siapa yang datang kali ini?”
Mo Feng terbatuk beberapa kali. Kemudian dia menatap mereka berdua dengan serius. “Tuan, ini Di Honghuo. Dia … dia sudah menemukan masalah di lubang iblis.”
“Di Honghuo?” Qing Yue’er bertanya tidak mengerti. Itu nama yang masih asing untuknya.
“Itu Dewa Api,” kata Mo Jingtian. Ekspresinya menjadi dingin. “Bagaimana kau bisa bertemu dengannya?”
“Tuan, aku mencarimu di puncak gunung. Ternyata dia ada di sana. Jika bukan karena teknik portal yang kau ajarkan padaku, aku tidak yakin bisa lepas darinya,” ucap Mo Feng dengan sedikit tersengal. Dia terbatuk lagi beberapa kali hingga memuntahkan darah.
“Biarkan aku membantumu.” Qing Yue’er berniat untuk menyalurkan energi spiritual, tetapi Mo Feng segera menggeleng.
“Puncak gunung dekat dengan tempat ini. Kalian harus cepat pergi! Kembalilah ke Celestial. Aku tidak akan mati sekarang.”
“Ini ….”
Qing Yue’er merasa sedikit bingung. Dia sudah membuat Mo Yu mati untuknya dan dia tidak ingin kehilangan Mo Feng juga. Lukanya tidak begitu mengancam nyawanya, tapi itu tetap membuatnya khawatir.
“Dia benar. Kita harus pergi.” Mo Jingtian setuju dengan Mo Feng. Dia tahu luka Mo Feng tidak akan mengancam nyawanya, tapi pria itu juga tidak bisa terus bergerak bersama mereka. Jadi, dia harus ditinggalkan.
“Tuan Song bisa membantunya. Setelah sembuh, dia bisa kembali ke Celestial,” imbuhnya.
Akhirnya Qing Yue’er mengangguk. “Kalau begitu aku akan mengantarnya ke sana.”
Dia segera membawa Mo Feng pada Song Yangping. Hanya dalam sekejap sosoknya menghilang. Mo Jingtian tidak ikut. Dia menunggu di tempat itu selama beberapa saat.
__ADS_1
“Ayo pergi!”
Qing Yue’er kembali dengan pedang terbangnya. Mo Jingtian segera mengikutinya. Setelah itu, kedua sosok itu menghilang tanpa meninggalkan jejak.