
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Qing Yue'er pergi menengok biji yang dia tanam. Dia pikir upayanya akan berhasil, tetapi ternyata biji itu masih tidak mengalami perubahan apa pun. Dia menjadi berpikir lagi, apa mungkin itu membutuhkan waktu yang lama?
“Yo, bukankah ini baru sehari? Jangan menyerah, mungkin kamu harus menambahkan bahan yang lain,” usul Ying Jun.
“Bahan yang lain? Memangnya apa?” Qing Yue'er membelai dagunya untuk berpikir. Apakah dia perlu mencari pupuk yang lain? Sepertinya itu tidak perlu. Lagipula, biji yang aneh seperti ini pasti tidak akan berpengaruh terhadap pupuk biasa.
“Aku tidak tahu.” Ying Jun mengangkat kedua bahunya.
Qing Yue'er akhirnya kembali membawakan botol air Yin Yang. Dia menuangkannya lagi pada benih itu. Benar, ini baru sehari. Sepanjang hidupnya dia tidak diajarkan untuk mudah menyerah. Jadi, dia akan tetap merawat benih itu selama beberapa waktu lagi.
Setelah selesai dengan urusan benih, dia pun keluar dari dimensi dan membawa beberapa botol air Yin Yang. Dia pergi menemui Jing Ling dan Luo Qingqi secara bersamaan. Kemudian dia pun menyerahkan botol-botol itu kepada mereka.
“Tingkatkan kekuatan kalian,” ucapnya.
Jing Ling yang sudah pernah menerima air itu pun merasa sangat senang. Itu akan banyak membantu kultivasi mereka. “Ah, terima kasih, terima kasih. Aku akan berusaha untuk menerobos, sekarang.”
Luo Qingqi merasa heran. Dia memeriksa air itu dan tidak bisa berkata apa-apa. Mungkin dia harus mencobanya supaya tahu seberapa besar manfaatnya. “Terima kasih.”
Qing Yue'er mengangguk. “Apa kalian tahu di mana tempat yang memiliki banyak pegunungan? Mungkin bisa yang bersalju sepanjang tahun.”
“Hmm, bersalju, ya?” Luo Qingqi tampak berbikir dalam-dalam. “Mungkin ada di Tongxuan Utara. Aku pernah mendengarnya, di sana ada salah satu puncak yang akan selalu ditutupi salju sepanjang tahun.”
“Tongxuan Utara ...,” gumam Qing Yue'er dengan pelan. Sejak pagi tadi, dia telah berpikir untuk mencari bunga Lanhua berkelopak tiga. Itu pasti ada dan dia ingin tahu seperti apa rupa dan fungsinya. Namanya juga warisan, pasti merupakan sesuatu yang berharga bukan?
Jika dia harus mengandalkan kakek guru pasti itu hanya akan membuang banyak waktu. Sekarang dia juga sulit melakukan terobosan karena tidak memiliki sumber daya yang bisa membantunya. Ada baiknya dia melakukan perjalanan sembari meningkatkan kekuatannya.
Selain itu, arah Tongxuan Utara juga merupakan arah menuju kuil Nushen. Jadi, dia akan melakukannya dalam sekali jalan. Lima bulan adalah waktu yang pas.
Qing Yue'er menatap Jing Ling dan Luo Qingqi dengan serius. “Apa kalian mau ikut denganku?”
“Kamu akan pergi ke sana?” tanya Luo Qingqi dengan heran.
“Itu benar.” Qing Yue'er mengangguk. Dia tidak menyembunyikan masalah ini dari siapa pun.
“Untuk urusan apa?”
“Menunggu pembukaan kuil Nushen sambil mencari sesuatu yang lain. Jika kalian tidak ingin ikut denganku, maka kita mungkin juga membuat kesepakatan untuk bertemu sebelum kuil Nushen dibuka. Kita bisa bertemu di sana sesuai tempat yang disepakati.”
Jing Ling menatap Luo Qingqi untuk meminta pendapat. Sedangkan yang ditatap tampak memikirkan banyak hal. Setelah beberapa saat akhirnya dia sudah memutuskan. “Mungkin lebih baik kita bertemu di kuil Nushen saja. Aku, Jing Ling dan Yuxia akan meningkatkan kultivasi terlebih dahulu.”
Qing Yue'er mengangguk. Dia tidak keberatan dengan keputusan mereka. “Itu baik-baik saja. Seminggu sebelum pembukaan kuil kita akan bertemu di tepi pantai Laut Utara. Saat itu aku harap tidak ada hal buruk yang terjadi.”
“Tentu saja. Sepertinya kepala akademi dan beberapa guru yang lain juga akan pergi ke sana. Jadi, kamu tidak perlu mengkhawatirkan kami. Cukup dengan pedulikan dirimu sendiri,” ucap Luo Qingqi dengan tulus.
“Itu bagus jika banyak orang yang ikut.” Qing Yue'er menjadi lega. Akhirnya dia bisa pergi dengan perasaan yang nyaman. “Ngomong-ngomong kapan Yuxia akan kembali?”
“Belum tahu.” Jing Ling menggelengkan kepala. “Dia mungkin diam-diam memeriksa keadaan ayahnya.”
“Memang, dia hanya dingin di permukaan tetap hatinya ternyata sangat hangat," komentar Qing Yue'er. Dia masih ingat jika dulu Ming Yuxia sangat kecewa pada ayahnya dan tidak berniat untuk kembali. Namun, sepertinya gadis itu masih belum benar-benar melupakannya.
“Bagaimanapun juga ikatan antara anak dan orang tua tidak akan mudah untuk diabaikan,” timpal Luo Qingqi. Dia sedikit banyak tahu tentang cerita Ming Yuxia ataupun Jing Ling.
__ADS_1
“Ngomong-ngomong aku juga sudah lama tidak pulang. Kira-kira seperti apa keadaan di sana?” Jing Ling menatap ke kejauhan dan merenungkan perjalanannya selama ini. Memang sudah lama sejak di pergi mengikuti Qing Yue'er. Dia tidak tahu apakah keluarganya baik-baik saja atau tidak.
Bukan hanya Jing Ling, Qing Yue'er pun memikirkan hal yang sama. Waktu memang sangat cepat berlalu. Rasanya seperti baru kemarin dia meninggalkan akademi Xinfeng. Dan sekarang dia malah sudah menghancurkan akademi besar di Dataran Tengah.
Dia hanya bisa berharap untuk keselamatan kerabatnya di kerajaan Linxiang, untuk gurunya juga di akademi Xinfeng. Mereka akan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Jika diberi kesempatan, maka di masa depan dia akan mengunjungi mereka.
“Kalau begitu aku akan pergi untuk menemui guru Han,” ucap Qing Yue'er untuk menghentikan sentimentalnya. Kemudian dia pun melangkah keluar dari ruangan. Sementara Jing Ling dan Luo Qingqi lebih memilih untuk memulai meditasi.
Qing Yue'er masuk ke dalam kediaman gurunya. Rumah itu anehnya tidak memiliki banyak kerusakan. Mungkin gurunya banyak menanam formasi untuk perlindungan. Apalagi saat bencana terjadi orang tua itu sedang menutup. Jadi pasti keamanannya lebih kuat.
“Xiao Mo, kenapa kamu masih berkutat dengan herbal-herbal itu?” Qing Yue'er bertanya iseng.
“Bukan urusanmu,” balas Xiao Mo secara singkat.
Qing Yue'er terkekeh. “Kamu memiliki bakat yang cukup bagus. Rajin-rajinlah untuk berlatih.”
“Semua orang mengatakan seperti itu.” Xiao Mo berkata dengan kepercayaan diri yang tinggi. Kemudian dia menatap Qing Yue'er. “Kamu ingin menemui tuan?”
Qing Yue'er mengangguk. Kemudian Xiao Mo kembali berkata, “Pembuat masalah.” Setelah itu dia pergi meninggalkan gadis itu yang masih mematung.
“....”
“Apa? Dia menyebutku pembuat masalah?” Qing Yue'er memicingkan matanya. Namun, dia tidak melakukan apa pun pada anak itu. Sebaliknya dia langsung mencari gurunya di halaman belakang. Biasanya orang tua itu ada di sana.
“Guru, muridmu datang,” sapanya ketika sudah menemukan Han Qiong.
“Hmm, apa kamu butuh sesuatu?”
Qing Yue'er menggelengkan kepalanya. Dia duduk dan langsung berbicara ke intinya. “Aku akan pergi ke Tongxuan Utara.”
“Itu memang benar, tetapi aku memiliki sesuatu yang harus dicari di wilayah itu,” ucap Qing Yue'er serius. “Guru mendengar saat itu kakek guru menyebut tentang bunga Lanhua berkelopak tiga bukan?”
“Ya. Jadi, kamu ingin mencari bunga itu?”
Qing Yue'er mengangguk. “Aku harus mencarinya.”
“Kenapa kamu yakin itu berada di Tongxuan Utara?” Han Qiong merasa heran. Meskipun dia tidak memahami mengenai bunga tersebut tetapi setidaknya dia sudah memikirkan kemungkinan-kemungkinannya.
“Pertama, aku yakin itu adalah Anggrek Salju. Kedua, aku berpikir tempat yang diselimuti salju sepanjang tahun. Bagaimana menurut Guru?” Wajah Qing Yue'er dipenuhi oleh harapan.
“Itu memang masuk akal.” Han Qiong mengangguk-anggukkan kepalanya. “Ada salah satu puncak di Tongxuan Utara yang bernama Beifeng Xue. Itu memang tempat yang diselimuti salju sepanjang tahun.”
“Beifeng Xue ....” Qing Yue'er tersenyum. “Jadi, aku akan pergi ke sana.”
“Itu bagus juga. Setelah selesai kamu bisa langsung pergi ke pantai jika pembukaan kuil Nushen sudah mendekat.” Han Qiong menyetujui rencana Qing Yue'er. Gadis itu sudah semakin dewasa dan itu bagus untuk memiliki rencananya sendiri.
“Namun, puncak Beifeng Xue dikatakan berbahaya. Kamu harus berhati-hati,” sambungnya.
Qing Yue'er mengangguk dengan senang. “Tentu.”
Seperti itulah akhirnya Qing Yue'er berpamitan pada Han Qiong. Dia juga pergi menemui kepala akademi untuk membicarakan tentang rencananya. Kepala akademi tidak keberatan dengan itu dan hanya memintanya untuk berhati-hati.
__ADS_1
Qing Yue'er tentunya mengangguk. Setelah itu dia pun pergi untuk mulai mempersiapkan perjalanannya. Sebenarnya dia tidak akan membawa banyak hal. Semua yang dia butuhkan sudah ada di dalam dimensi, mulai dari senjata dan keperluannya lainnya.
Akhirnya pada hari berikutnya Qing Yue'er benar-benar pergi meninggalkan akademi. Dia menggunakan pedang terbang untuk menempuh perjalanan menuju Tongxuan Utara. Karena dia masih memiliki waktu jadi dia juga tidak terlalu terburu-buru. Mungkin dia akan turun ke beberapa tempat untuk sekedar singgah.
Sementara itu di tempat lain seorang pemuda sedang memutar-mutar kipasnya dengan senang. Barusan dia mendapat informasi dari bawahannya jika gadis yang menjadi targetnya sudah keluar dari wilayah akademi seorang diri. Ini adalah kesempatan yang sangat bagus.
“Ke mana dia pergi?” Tanya Hua Tian.
“Tongxuan Utara. Belum pasti di mana tepatnya,” jawab bawahannya.
“Bagus. Ayo pergi sekarang. Aku ingin melihat seberapa tinggi kemampuannya hingga saat itu dia bisa mengalahkan Liu Teng.” Hua Tian berkata sambil berlalu keluar dari ruangan. Kemudian dia bersiul sekali.
Setelah beberapa saat seekor burung asing berwarna hitam, turun menghampirinya. Ukurannya cukup besar, mungkin akan cukup untuk ditumpangi oleh satu orang.
Hua Tian langsung melompat naik ke punggungan burung dan berkata, “Xiao Yu, bawa aku ke Tongxuan Utara.”
Burung itu tampak menganggukkan kepala sebelum akhirnya mulai mengepakkan sayapnya. Mereka pun bergerak cepat menuju arah yang sudah ditentukan.
***
Qing Yue'er masih menikmati perjalanannya. Dia sudah melewati beberapa daerah yang cukup ramai. Ada banyak pegunungan yang cukup indah juga ketika dia mengamati dari ketinggian. Dia selalu menyukai saat-saat yang menenangkan seperti ini.
Perjalanan menuju Tongxuan Utara akan memakan waktu selama dua hingga tiga hari. Karena Qing Yue'er tidak merasa lelah akhirnya dia tidak mengambil waktu untuk beristirahat. Lagipula dia tidak menanggung orang lain jadi dia merasa lebih leluasa untuk mengatur perjalanan.
Serabut awan terasa sangat pekat. Qing Yue'er merasa sedikit terganggu. Akhirnya dia mempercepat laju pedangnya. Ketika baru saja keluar dari kumpulan serabut awan, dia dikejutkan oleh kemunculan seseorang yang sangat tiba-tiba.
Qing Yue'er sontak menghentikan laju pedangnya. Kedua alisnya terangkat sebelum akhirnya bertanya, “Siapa kamu?”
Dia melihat bahwa itu adalah pria muda dengan senyum dingin yang menghiasi wajahnya. Pria itu duduk di atas burung aneh yang tidak diketahui olehnya. Sepertinya dia belum pernah bertemu dengan orang ini sebelumnya.
“Siapa aku? Kamu pikir siapa aku?” tanya Hua Tian. Sejujurnya ini juga pertama kalinya dia melihat Qing Yue'er secara langsung. Dia hanya mengikuti jejak dan auranya serta petunjuk dan ciri-ciri yang ditunjukkan oleh Liu Teng.
“Jika kamu tidak mengatakannya, apa kamu pikir aku akan tahu?” Qing Yue'er bertanya dengan sinis. Dari pandangan pertama, dia sudah dapat menilai jika pria ini adalah orang yang cukup kejam. Sepertinya juga dia datang bukan untuk sebuah pertemanan.
“Kamu memang benar.” Hua Tian tertawa lebar. “Aku adalah orang yang sudah menyuruh Liu Teng untuk mengambil naga itu darimu.”
Qing Yue'er sedikit terperanjat. Jadi, ini orang yang bernama Hua Tian? Dia tidak menyangka kalau ternyata dia akan diberi kesempatan untuk bertemu langsung dengannya. Ini cukup menarik.
“Jadi kamu Hua Tian,” ucap Qing Yue'er. Kemudian dia tersenyum tipis. “Masih ingin mengambil naga milikku?”
Hua Tian mendengus. “Tentu saja. Memangnya untuk tujuan apa aku datang mencarimu jika bukan untuk itu? Apa kamu pikir aku akan membalaskan kematian Liu Teng?” Dia tertawa lagi. “Itu tidak mungkin.”
“Kamu cukup banyak bicara.” Qing Yue'er berkata dengan santai.
Ketenangan yang melekat dalam diri Qing Yue'er cukup membuat Hua Tian merasa jengkel. Sebenarnya Liu Teng lebih lemah darinya karena sudah bertahun-tahun tinggal di alam rendahan ini. Namun, dia sendiri berbeda.
Hua Tian selalu tinggal di Celestial. Dia datang ke tempat ini hanya karena mencari binatang yang kuat. Jadi tentu saja kekuatannya berada di atas Liu Teng. Karena dia lebih kuat seharusnya Qing Yue'er merasa lebih waspada padanya. Namun, gadis itu masih terlihat tenang dan tidak terganggu.
“Jadi, ingin melepaskan naga dengan sukarela atau memilih untuk bertempur denganku?” Hua Tian memberikan dua pilihan.
Qing Yue'er tersenyum. “Usahamu hanya sia-sia, Hua Tian. Naga itu sudah melakukan kontrak hidup dan mati denganku.”
__ADS_1
Tentu saja Hua Tian tidak akan memercayai ucapan Qing Yue'er. Memangnya apa yang membuat gadis itu layak? Dia mendengus dingin dan berseru, “Omong kosong! Jangan melebih-lebihkan dirimu sendiri!”
“Itu baik-baik saja jika kamu tidak percaya. Kalau begitu, aku akan memilih untuk sebuah ... pertempuran.”