
Whoossh!
Qing Yue'er mengeluarkan trisula panjangnya dan dengan cepat diayunkan ke depan. Wanita itu segera bergerak mundur melepaskan cengkeramannya. Qing Yue'er tidak merasa lega ataupun puas, tetapi justru semakin intens melayangkan serangan.
Trisula di tangannya berputar-putar dan mengancam siapa pun yang mendekat akan dipukul mundur. Wanita di depannya pun tidak hanya diam. Tangannya dilapisi dengan qi spiritual tebal yang dalam sekejap mengubah kuku jarinya menjadi cakar-cakar besi.
Ketika trisula Qing Yue'er mendekat, wanita itu memukulnya menggunakan tangan kosong. Hal itu terjadi berkelanjutan hingga beberapa kali. Tidak ada hasil memuaskan, lalu wanita itu menangkap serangan trisula Qing Yue'er dan mencengkeram senjata itu dengan kuat.
“Gadis baik, kenapa kamu begitu tidak toleran?”
Qing Yue'er menatap wanita itu penuh ejekan. “Kamu melukaiku dan berharap aku diam?” Dia menatap ke sekitar dan melihat mayat-mayat hidup yang sebentar lagi akan menjangkaunya. “Ying Jun, keluar dan hancurkan mereka!”
“Baik.” Ying Jun segera melesat keluar dari dimensi dan terbang menuju rombongan mayat hidup yang sebentar lagi akan mencapai Qing Yue'er.
Kemunculan Ying Jun yang tiba-tiba langsung membuat wanita itu terkejut. Selama bertahun-tahun tidak ada kabar apa pun mengenai phoenix biru, ternyata gadis muda itulah yang memilikinya. Seharusnya dia menyadari itu sejak melihat simbol di dahi Qing Yue'er.
Dia tampak menghela napas. “Tidak menyangka ternyata kamu memiliki kekuatan sebagus ini,” ucapnya tanpa melepaskan cengkeramannya pada trisula Qing Yue'er.
“Siapa kamu?! Kenapa berpura-pura menyamar menjadi ibuku?!” tanya Qing Yue'er dengan keras.
“Aku hanya melaksanakan perintah untuk menahanmu lebih lama. Ternyata kamu berjalan dengan harta yang bagus.”
“Jangan berpikir mengambil apa pun dariku,” ejek Qing Yue'er.
Wanita itu tertawa, tetapi kemudian berusaha menahan tawanya. “Aku tidak ingin mengambil apa pun darimu, tetapi aku ingin menghancurkannya.” Seringaian kejam terbentuk di wajahnya.
Qing Yue'er mengerutkan keningnya. Sepertinya wanita itu berada di bawah perintah seseorang untuk menahannya di sini. Jadi ini hanya trik? Lalu bagaimana dengan ibunya? Kelihatannya ada seseorang yang sedang mengincar ibunya.
Tangan kanan Qing Yue'er mengeratkan genggaman trisulanya. Kedua matanya menatap lawannya lebih tajam. Dia baru menyadari bau harum yang terlalu menyengat dari tubuh wanita itu. Ini membuatnya pusing.
Qing Yue'er mengabaikan hal itu. Dia menghimpun kekuatannya, lalu dengan tiba-tiba dia langsung menusukkan trisula itu ke depan dengan kekuatan penuh.
Woosshh.
Wanita itu menghindar dengan cara menjatuhkan diri ke tanah. Kemudian tubuhnya melesat cepat di permukaan tanah menuju Qing Yue'er. Kakinya bergerak menendang bagian kaki Qing Yue'er yang sebelumnya sudah terluka. Dia terlalu cepat hingga gadis itu tidak bisa mengelak.
Qing Yue'er segera dipukul mundur. Darah merah terciprat ketika luka di kakinya berbenturan dengan kaki lawannya. Itu benar-benar menyakitkan, tetapi dia tidak mungkin bisa mengeluh di situasi seperti sekarang.
Darah segar mengaliri kulit putih Qing Yue'er. Dia menggigit bibirnya lalu mencoba menggunakan qi spiritual untuk menyembuhkan lukanya. Namun setelah beberapa kali mencoba, tidak ada banyak perubahan yang terjadi. Kemungkinan wanita itu menggunakan trik tertentu saat mencoba melukainya.
__ADS_1
Akhirnya Qing Yue'er berhenti membuang waktu, dia bergerak merobek ujung pakaiannya hanya dengan sekali sentakan. Setelah itu dia langsung mengikat lukanya dengan potongan kain tersebut. Kemarahan kini mulai menguasai hatinya.
“Gadis, kau terlihat sangat menyedihkan. Namun aku harus memuji ketangguhanmu,” ucap wanita itu, lalu meniup kuku jarinya dengan elegan. “Lihat. Mayat-mayat itu pasti akan habis di tangan phoenixmu.”
Qing Yue'er menoleh dan melihat pertempuran Ying Jun. Mayat hidup dipangkas habis oleh kekuatan dahsyat Ying Jun. Kekuatannya memang tidak perlu diragukan, apalagi sekarang dia hampir mencapai kekuatan aslinya. Ini membuat Qing Yue'er merasa cukup puas. Dia mengalihkan pandangannya dan kembali pada tujuannya.
“Mari kita segera akhiri ini,” ucap Qing Yue'er dengan dingin.
“Apa? Tidak. Bukankah aku sudah bilang akan menahanmu di sini lebih lama?” Wanita itu menyunggingkan senyum lebar.
Qing Yue'er tidak peduli dengan jawaban itu. Dia mengetukkan ujung trisulanya ke tanah, lalu gelombang qi spiritual yang kuat langsung menyebar. Kali ini dia akan keluar habis-habisan. Wanita itu memiliki tingkat kultivasi yang tidak bisa dilihat, tetapi Qing Yue'er bisa memperkirakan. Kemungkinan satu tingkat di atasnya.
“Kau tidak akan bisa!”
Trisula di tangan Qing Yue'er melayang ke udara lalu berputar dengan cepat seperti sebuah gasing. Kemudian dia mendorongnya hingga trisula itu melesat ke arah musuh. Dari tempatnya berdiri Qing Yue'er mengendalikan arah gerak trisula agar bisa menyerang target.
Whoossh whoossh!
Wanita itu menjadi waspada. Cakar-cakar besi di tangannya memudar dan sekarang digantikan oleh sebilah pedang. Tubuhnya bergerak cepat untuk menghindari putaran trisula. Pedangnya diayunkan untuk menangkis trisula dan mencoba untuk menjatuhkan senjata itu.
Bunyi benturan logam terdengar nyaring di telinga. Qing Yue'er tidak bisa bergerak bebas lantaran kakinya yang terluka, tetapi dia terus menggunakan qi spiritual untuk mengendalikan pergerakan trisulanya.
Entah kenapa wanita itu segera mundur. Napasnya naik-turun tidak teratur. Ada ketegangan dan ketakutan pada saat dia melihat percikan api. Hal ini bisa dirasakan oleh Qing Yue'er. Dia mengangkat sudut alisnya dengan heran. Namun tak lama kemudian dia menyunggingkan senyum kemenangan.
Qing Yue'er menutup matanya. Pikirannya bekerja keras untuk mengingat sesuatu. Setelah beberapa saat dia kembali membuka matanya. Trisula itu ditarik kembali ke tangannya. Bibirnya bergerak menggumamkan mantra.
Beberapa saat kemudian dia melangkahkan kakinya ke depan, lalu jejak awan langsung tercipta di belakangnya. Itu sama sekali bukan awan biasa karena awan itu kemudian menyebar dan membentuk kobaran api yang menyala-nyala.
Wanita itu langsung tertegun melihat apa yang Qing Yue'er lakukan. Dia melihat gadis itu yang berlari dengan kecepatan kilat mengitarinya. Seketika awan tebal tercipta dan berubah menjadi kobaran api di lintasan di mana Qing Yue'er berlari. Suhu udara naik beberapa kali lipat seiring dengan api yang semakin besar.
Ekspresi wanita itu berubah menjadi panik. Dengan cepat dia mengeluarkan qi spiritual yang kemudian berubah menjadi gelombang air. Gelombang air bergerak untuk menyiram api yang sudah diciptakan oleh Qing Yue'er.
Tentu saja Qing Yue'er tidak tinggal diam. Sejujurnya dia memang lebih bagus dalam menguasai air dan es. Jadi hanya dengan cara yang sederhana dia bisa menyerap air itu, lalu melenyapkannya.
Wanita itu menatap Qing Yue'er dengan horor. Bagaimana mungkin gadis itu bisa dengan mudahnya melenyapkan air yang dia ciptakan? Ini benar-benar situasi yang tidak terduga dan membuatnya merasa takut. Bagaimana dia bisa melenyapkan api-api itu jika dia tidak bisa menggunakan air?
Qing Yue'er terkekeh. “Jadi kelemahanmu adalah api,” ucapnya.
Tatapan wanita itu berubah menjadi kebencian. Ejekan dan ejekan yang sebelumnya ditunjukkan, kini sudah lenyap. Benar, api adalah kelemahannya. Dia benci api karena api sudah membakar jiwanya selama bertahun-tahun tanpa menemui kematian. Kebencian itu mengakar jauh hingga sering kali bisa melemahkan tubuhnya.
__ADS_1
Qing Yue'er meningkatkan intensitas apinya. Dia melihat wajah wanita itu yang mulai memucat. Sepertinya api benar-benar membuatnya tidak berdaya. Qing Yue'er tidak tahu jika Langkah Awan Berapi yang diperoleh dari kuil Nushen akan digunakan dalam situasi seperti ini. Menakjubkan.
“Bibi, katakan di mana ibuku?! Aku bisa saja membakarmu sekarang,” tanya Qing Yue'er dengan nada yang ramah.
“Sekalipun kau membakarku, aku tidak akan pernah mengatakannya!” teriak wanita itu.
Api menjadi semakin besar dan naik beberapa meter tingginya. Qing Yue'er memutar trisulanya dengan santai, lalu dengan tiba-tiba dia melempar trisulanya hingga melesat ke depan.
Whoossh!
Kali ini situasi sudah terbalik. Wanita itu tidak bisa menghindar dan tombak bermata tiga itu langsung menusuk kakinya. Posisinya tepat seperti luka di kaki Qing Yue'er.
Wanita itu hampir terjatuh, tetapi Qing Yue'er tidak membiarkan hal itu terjadi. “Kamu harus merasakan seperti apa rasa sakitnya,” ucapnya dengan dingin. Dia kembali mengendalikan senjatanya, lalu trisula yang masih menancap di kaki wanita itu mulai berputar merobek kulit dan mencabik daging hingga beberapa kali.
Teriakan keras lolos begitu saja. Tubuh wanita itu akhirnya jatuh ke bawah. Dia tidak bisa berdiri menahan rasa sakit di salah satu kakinya. Apalagi sekarang tubuhnya terasa lebih lemah karena api yang masih belum padam juga. Dia menjadi heran kenapa Qing Yue'er masih bisa bertahan dengan luka mengerikan di kakinya.
Darah menetes di kaki wanita itu, sama seperti apa yang terjadi pada Qing Yue'er. Namun ada hal yang mengejutkan. Warna darah itu bukanlah merah, melainkan ungu gelap. Qing Yue'er mengerutkan keningnya. Darah ungu identik dengan iblis, mungkinkah wanita itu adalah salah satu dari golongan ras iblis?
“Siapa kamu sebenarnya?” tanya Qing Yue'er penuh selidik.
Wanita itu menyipitkan matanya. Tiba-tiba dia tertawa terbahak-bahak dengan mata yang menyimpan kebencian begitu kuat. “Apa benar kamu adalah orang yang sudah menutup pintu itu? Kamu tahu lorong sisa pertempuran dewa dan iblis?”
Qing Yue'er terkejut. Tentu saja dia tahu. Itu adalah lorong yang berada di pusat Dataran Tengah. Waktu itu iblis memang keluar dan membuat kekacauan di masyarakat sehingga Akademi Surgawi mengirim dia dan beberapa murid lainnya untuk mengatasi masalah itu. Apa hubungannya dengan wanita ini?
“Kamu benar-benar manusia munafik! Apa dengan menutup lorong itu lalu iblis akan berhenti begitu saja?” Wanita itu kembali tertawa. “Bodoh!”
Dahi Qing Yue'er berkerut semakin dalam. Dia ingat saat itu Mo Jingtian sudah menutup lorong itu dan dia yakin tidak akan ada iblis yang bisa keluar dari sana. Namun kenapa orang ini mengatakan hal seperti barusan? Apakah mungkin ada banyak lorong-lorong lain yang bisa digunakan oleh iblis untuk keluar ke dunia luar?
“Jangan berpikir untuk menjadi pahlawan! Kamu ... hanya dengan dirimu saja tidak akan bisa menghentikan rencana mereka. Hahaha ....”
Qing Yue'er merasa jengkel mendengar tawa itu. Trisulanya bergerak dan dengan cepat menusuk perut wanita itu. Namun hal ini tidak berhasil menghentikan tawanya. “Hahaha. Ibumu ... aku tidak tahu ada di mana. Orang-orang Pengadilan Surgawi ... pasti sedang mengincarnya.”
“Jadi kau tidak mengetahuinya?” Qing Yue'er benar-benar kehabisan kata-kata. Dia pikir wanita itu bisa dimanfaatkan untuk mencari di mana keberadaan ibunya, tetapi hasilnya sedikit mengecewakan.
Saat itu tiba-tiba tombak es meluncur dan menusuk tepat di dahi wanita itu. Dia tampak terkejut tetapi tidak memiliki kesempatan untuk melihat siapa yang mengirim serangan. Dalam sekejap kesadarannya lenyap dan dia mati begitu saja.
“Wanita iblis! Bagaimana bisa ada makhluk seperti itu di Celestial?” Ying Jun bergerak mendekat. Sekarang dia sudah berubah wujud menjadi manusia. Jadi yang barusan melempar tombak es adalah Ying Jun.
Qing Yue'er menggelengkan kepalanya. Dia masih terkejut dengan informasi yang baru saja didengar. Bagaimana mungkin ada iblis di Celestial? Itu pertanyaan yang bagus. Jika iblis bisa lolos lalu apa gunanya gerbang Celestial? Selain itu rencana apa yang dimaksud oleh wanita itu? Kenapa Pengadilan Surgawi mengincar ibunya?
__ADS_1
Tiba-tiba Qing Yue'er merasa sakit kepala karena diserbu pertanyaan yang begitu banyak. Sepertinya ada banyak hal berjalan tanpa dia ketahui. Iblis, Celestial, Pengadilan Surgawi, kenapa semuanya tiba-tiba menjadi membingungkan?