Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Serang!


__ADS_3

Istana Shenghuo yang awalnya terlihat baik-baik saja, seketika berubah menjadi penuh dengan hingar-bingar setelah pasukan istana Tianjun mulai menampilkan diri. Ratusan orang dengan seragam putih dan senjata hebat di tangan masing-masing membuat mereka kalang kabut.


“Junlai, keluarkan semua pasukan yang kita punya sekarang! Jangan lupa tingkatkan pertahanan di gerbang istana! Aku dan para Penatua akan mengaktifkan formasi pelindung klan!” Liu Wen yang merupakan kepala klan Liu menjadi semakin waspada. Dia memerintahkan apa yang harus dilakukan pada Liu Junlai.


“Baik!” Liu Junlai segera pergi untuk melaksanakan tugasnya.


“Para Penatua, bantu aku untuk mengaktifkan formasi!” perintah Liu Wen yang tentunya langsung disetujui oleh para penatua klan.


Kemudian mereka mulai bergerak menuju kedalaman istana. Di sana mereka mendekati inti formasi yang sudah ditanam sejak ratusan tahun yang lalu. Formasi itu adalah formasi perlindungan yang hanya akan diaktifkan apabila ada serangan besar-besaran.


Kali ini Liu Wen akan mengaktifkannya. Meskipun itu akan memerlukan banyak energi tapi itu masih lebih baik untuk mencegah pasukan klan Xie masuk ke istana Shenghuo.


Para penatua mulai duduk melingkari inti formasi. Setelah saling memberi aba-aba mereka pun secara kompak mulai menyalurkan qi spiritual ke dalam inti formasi. Sedangkan Liu Wen yang merupakan seorang spiritualis dunia ikut menyalurkan kekuatan spiritualnya untuk mulai mengaktifkan formasi.


***


Di luar sana sebagian pasukan klan Xie sudah ada yang berhasil menerobos gerbang istana Shenghuo. Rupanya penjagaan mereka memang tidak begitu kuat sehingga pasukan klan Xie terasa lebih mudah masuk. Pasukan-pasukan itu berada di bawah pimpinan Xie Song yang memang sudah berangkat lebih awal.


Di sisi lain Xie Ying Fei juga memimpin sebagian pasukan yang tersisa. Namun, dia tidak memasuki gerbang bagian depan. Sebaliknya dia membawa pasukan untuk memutar hingga berakhir di sisi belakang istana Shenghuo.


Ya, dia ingin istana Shenghuo mengalami serangan depan dan belakang. Namun, ketika mereka semua hendak menerobos gerbang belakang tiba-tiba cahaya transparan muncul dan menghalangi semua orang. Cahaya transparan itu semakin melebar dan berakhir melingkupi seluruh istana.


Xie Ying Fei yang melihat ini langsung mengerutkan keningnya tidak senang. Rupanya mereka cukup cepat juga untuk mengaktifkan formasi perlindungan. Ini bukan hal yang baik. Ayahnya sudah masuk istana dan orang tua itu hanya ditemani oleh beberapa penatua saja.


“Semuanya, ambil beberapa langkah mundur! Aku akan mencoba menghancurkan formasi ini!” seru Xie Ying Fei, memerintahkan pasukan untuk mundur.


Semua orang pun langsung mengikuti perintahnya. Xie Ying Fei menggenggam pedangnya erat-erat. Dengan gerakan yang mantap dan kuat dia menarik bilah pedang dari dalam sarungnya. Cahaya putih yang menyilaukan mata langsung keluar dari sana.


Dengan kuat Xie Ying Fei menebaskan pedangnya ke arah formasi yang melindungi istana Shenghuo. Tebasan pedang itu menghasilkan cahaya putih yang melesat dengan kecepatan kilat hingga menghantam dinding formasi.


Boomm!


Bunyi ledakan hebat langsung terdengar dari hasil hantaman itu. Meskipun begitu formasi pelindung tersebut masih tidak mengalami perubahan apa pun. Seolah-olah itu adalah formasi yang tidak akan terganggu meskipun angin dan badai menghantam.


Meskipun begitu, Xie Ying Fei tidak merasa putus asa. Sekali lagi dia mencoba meruntuhkan dinding formasi yang masih berdiri kokoh. Kali ini formasi itu sedikit bergetar tetapi masih tidak memperlihatkan tanda-tanda kerusakan.


Perasaan Xie Ying Fei menjadi sedikit tegang. Bukannya apa, dia hanya takut ayahnya yang ada di dalam sana tidak bisa mengendalikan pertempuran. Biar bagaimanapun saat ini mereka berada di wilayah kandang harimau.


“Aku tidak percaya kalau aku tidak bisa menghancurkan formasi ini,” gumamnya dengan serius.


Tiba-tiba tawa yang cukup keras datang dari balik dinding formasi. Itu adalah tawa seorang pria yang terdengar begitu menjengkelkan. Semua orang langsung mencari tahu siapa orang yang tertawa mengejek seperti itu.


Seorang pria yang tampak berusia empat puluh tahun berdiri di udara sambil menggendong tangannya di belakang. Tubuh tegaknya berdiri dengan kesombongan luar biasa. Dia menatap Xie Ying Fei dengan senyum yang lebar.


“Ying Fei, sudah lama aku tidak melihatmu. Ternyata kamu masih sama cantiknya seperti dulu,” ucap pria yang ternyata bernama Liu Shaoqing.


“Apa aku harus menganggap ini sebagai pujian?”

__ADS_1


Liu Shaoqing terkekeh. “Dan kamu masih sama arogannya seperti dulu.”


Xie Ying Fei mengerutkan keningnya tidak senang. “Aku tidak ingin mendengarkan omong kosongmu,” ucapnya dengan datar. Kemudian dia mengubah posisinya menjadi duduk bersila di udara.


“Percuma saja, kamu tidak akan bisa menghancurkan ini,” ucap Liu Shaoqing dengan santai. Dia membelai dagunya sendiri sambil berkata, “Bagaimana kalau kamu memikirkan solusinya?”


“Apa maksudmu?”


“Ying Fei, jangan berpura-pura tidak tahu. Kau tahu bagaimana perasaanku selama ini,” ucap Liu Shaoqing.


Ekspresi Xie Ying Fei langsung berubah. “Jangan bermimpi, Liu Shaoqing. Kamu tidak akan mampu untuk menggantikan posisinya. Bahkan, kamu tidak pantas hanya untuk mengelap sepatunya.”


Liu Shaoqing tidak banyak mengubah ekspresinya. Dia hanya menyilangkan tangannya dengan santai. “Hais, kalau begitu silakan berjuang untuk meruntuhkan dinding ini.”


Dia tersenyum sambil memperhatikan wanita yang saat ini sedang bersiap untuk menghancurkan formasi. Sejujurnya dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Sudah dari dulu dia menyukai Xie Ying Fei. Namun, wanita itu benar-benar sulit untuk digoyahkan. Bahkan, setelah suaminya yang tidak diketahui asal-usulnya itu pergi, dia masih tidak bisa mendapatkan simpatinya.


Dulu dia sering mendapatkan hukuman dari Liu Wen karena terlalu sering mencoba menemui Xie Ying Fei. Namun, wanita itu tidak merasa tersentuh sama sekali dengan pengorbanannya.


Itu terjadi sudah beberapa tahun yang lalu dan ini adalah pertemuannya setelah sekian lama. Ternyata wanita itu benar-benar tidak banyak berubah. Dia tidak ingin menjadi munafik, di Celestial juga pasti banyak pria yang menyukai Xie Ying Fei. Namun, kebanyakan dari mereka hanya menyimpannya diam-diam.


“Shaoqing, jangan berpikir macam-macam! Jangan kamu pikir aku tidak melihatmu sekarang!”


Tiba-tiba transmisi suara memasuki kepala Liu Shaoqing. Dia hanya menganggukkan kepalanya dengan cemberut. Liu Wen itu pasti sedang memantaunya juga. Mungkin pria tua itu takut kalau dia akan membiarkan Xie Ying Fei masuk. Kenyataannya dia juga tidak akan sebodoh itu.


Xie Ying Fei tidak tahu apa yang dipikirkan Liu Shaoqing. Saat ini dia memfokuskan qi spiritualnya di kedua telapak tangannya. Ledakan cahaya yang menyilaukan langsung tercipta ketika dia menyatukan telapak tangannya. Setelah itu dia langsung meluncurkan serangan ke dinding formasi.


Boomm!


Dinding formasi itu tampak bergoyang hingga beberapa kali. Kelihatannya itu sudah tidak kokoh lagi tapi ternyata tetap saja sangat sulit dihancurkan. Ini benar-benar membuat Xie Ying Fei merasa waswas. Pantas saja dia pernah mendengar gosip tentang formasi istana Shenghuo yang sangat kuat. Sekarang akhinya dia tahu, itu memang bukan omong kosong semata.


Sementara itu pasukan yang dipimpin oleh Xie Song sudah berada di dalam wilayah istana Shenghuo. Mereka sudah mulai menyerang dan memasuki bangunan istana. Bunyi senjata yang beradu, ledakan yang bergema atau hingar-bingar pertempuran mulai terasa begitu jelas.


Xie Song mengangkat kepalanya menghadap ke langit. Dia bisa melihat ada dinding formasi yang sudah menyelimuti istana Shenghuo. Dia tidak tahu apakah Xie Ying Fei sudah masuk ke istana ini atau belum sejak formasi itu mulai terbentuk.


Jika wanita itu belum masuk maka kemungkinan hanya dia dan pasukannya yang ada di sana. Ini sama sekali bukan hal baik, dia tidak akan mungkin bisa menundukkan klan Liu sendirian.


“Hahaha. Xie Song, apakah kamu datang ke sini untuk menyerahkan harta itu? Seharusnya bukan seperti ini caranya.”


Whoossh!


Tiba-tiba seorang pria yang sama tuanya dengan Xie Song muncul dari udara kosong. Orang itu tak lain adalah Liu Wen yang sudah selesai mengaktifkan formasi. Sekarang dia sudah bisa mulai bermain dengan Xie Song. Lagi pula Xie Ying Fei tidak akan mungkin bisa masuk ke istana.


“Jangan memikirkan hal yang tidak akan mungkin kamu dapatkan, Liu Wen,” balas Xie Song dengan sengit. Sudah sejak lama dia membenci orang ini. Mungkin seharusnya ini adalah waktu yang tepat untuk melepaskan kebenciannya.


“Xie Song, aku rasa kamu tidak tahu ini. Putri tercintamu itu belum masuk ke istana Shenghuo. Dan dia tidak akan mungkin bisa menghancurkan formasi leluhurku. Jadi, jangan berharap kalau kamu akan bisa keluar dari tempat ini hidup-hidup. Ingat, aku adalah tuan rumah, akulah yang memegang kendali situasi,” ucap Liu Wen dengan sombong. Kedua matanya menatap Xie Song dengan tatapan mengejek.


Mendengar hal itu membuat Xie Song mengerutkan kening. Ternyata hasilnya tidak seperti yang dia bayangkan. Liu Wen ini memang memiliki otak yang cerdik untuk berpikir menguncinya di sini.

__ADS_1


Sebenarnya bukan karena Liu Wen memiliki otak yang cerdik. Awalnya Liu Wen mengaktifkan formasi untuk mencegah pasukan klan Xie masuk. Tidak menyangka ternyata pasukan mereka dibagi menjadi dua kelompok. Ini mengejutkannya karena hanya pasukan Xie Song yang berhasil menerobos sebelum formasi terbentuk.


Tentu saja Liu Wen mendapatkan keuntungan dari kejadian ini. Dalam artian dia memiliki kesempatan untuk menghancurkan Xie Song di dalam kandangnya tanpa pernah merencanakan semuanya. Ini merupakan kesempatan emas baginya.


Dia terkekeh keras. Dengan nada penuh kemenangan dia berkata, “Xie Song, kamu benar-benar melemparkan dirimu sendiri ke dalam kandang harimau.”


“Jangan terlalu percaya diri, Liu Wen. Aku tidak akan pernah mewujudkan mimpimu.” Xie Song mengibaskan lengan bajunya. Kemudian sebuah kapak besar dan panjang muncul di tangannya. Kemunculan kapak itu membuat aura Xie Song menjadi terasa lebih kuat dan berat.


Liu Wen langsung menyipitkan matanya. Kemudian dia menyeringai dingin. “Hah, sepertinya kita harus bertemu tanding di sini,” ucapnya. Kemudian tangannya bergerak cepat membentuk segel tangan. Cahaya yang menyilaukan langsung terbentuk dan dengan kecepatan kilat melesat ke arah Xie Song.


Boom!


Bunyi ledakan yang mengguncang langsung terdengar di seluruh istana Shenghuo. Xie Ying Fei yang berada di luar pun bisa mendengarnya. Dia menggelengkan kepalanya beberapa kali. Pasti ayahnya sudah mulai bergerak untuk menyerang. Tidak, dia tidak bisa hanya berputus asa di sini.


Dengan cekatan Xie Ying Fei langsung menggumamkan sebuah mantra misterius. Tiba-tiba udara di sekitarnya langsung berfluktuasi dengan aneh. Beberapa saat kemudian seekor binatang yang begitu besar muncul dari udara kosong.


“Ggrrr!”


Liu Shaoqing yang mengamati ini dari jauh menjadi lebih serius. Dia menatap waspada pada Xie Ying Fei. Wanita itu akhirnya mengeluarkan binatang pelindungnya. Itu adalah seekor harimau putih yang merupakan salah satu dari beberapa binatang ilahi.


Sebelumnya dia memang pernah mendengar kalau Xie Ying Fei memiliki harimau putih sebagai binatang kontraknya. Namun, dia belum pernah melihat dengan kepalanya sendiri. Sekarang akhinya dia melihatnya secara langsung. Ini memang tidak bisa dianggap enteng.


Xie Ying Fei menatap harimau putihnya dengan serius. “Bantu aku menghancurkan formasi itu.”


Harimau putih itu langsung menggeram sebagai tanda persetujuan. Kakinya mundur beberapa langkah, mengambil ancang-ancang untuk menyerang formasi. Namun, sebelum dia melakukan aksinya tiba-tiba suara pekikan burung terdengar dari langit.


Xie Ying Fei dan orang-orang di sana langsung mendongak ke atas. Mereka melihat cahaya berwarna biru kristal yang melesat dengan kecepatan kilat.


“Ibu, lakukan sekarang!” teriak Qing Yue'er sembari melompat dari punggung phoenix.


Xie Ying Fei yang mendengar ini langsung menganggukkan kepalanya mengerti. Kemudian dia pun berseru pada harimaunya, “Lakukan sekarang!”


“Ggrrr!”


Harimau putih itu langsung berlari dengam cepat menuju dinding formasi. Bersamaan dengan itu, Ying Jun pun melakukan hal yang sama. Tubuh besarnya langsung melesat menghantam dinding transparan dengan dahsyat.


Boomm!


Formasi yang kokoh itu langsung bergetar dengan hebat. Retakan kecil mulai bermunculan di permukaannya. Tanpa menunggu sampai formasi kembali pulih kedua binatang itu kembali mendobrak dinding formasi dengan keras.


Bunyi ledakan kembali bergema. Tanah di bawah kaki langsung berguncang keras. Retakan-retakan pada dinding formasi menjadi semakin luas dan menyebar di banyak sisi.


Sekali lagi Ying Jun dan harimau putih itu menghantam formasi dengan keras. Ledakan yang bahkan lebih dahsyat dari sebelumnya kembali mengguncang istana Shenghuo. Formasi yang katanya sangat kuat itu seketika langsung runtuh menjadi kepingan-kepingan samar, sebelum akhirnya menghilang ke dalam ketiadaan.


Qing Yue'er dan Xie Ying Fei tersenyum dengan puas. Memang, kerja sama akan membuat semuanya terasa lebih mudah. Namun, kerja sama antara ibu dan anak seperti mereka adalah sesuatu yang mungkin akan jarang ditemui.


“Bergerak sekarang! Ubah klan Liu menjadi reruntuhan!”

__ADS_1


“Serangg!”


Pasukan klan Xie yang sempat tertunda akhirnya memiliki kesempatan untuk melanjutkan ke ranah pertempuran. Kali ini mereka akan mulai menumpahkan darah di istana Shenghuo.


__ADS_2