Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Hong Qiuyue


__ADS_3

“Le—paskan ... aku!”


Qing Yue'er membungkuk di depan gadis yang saat ini masih menggeliat kesakitan. Tangannya bergerak ke arah wajah yang hampir terlihat sama seperti wajahnya. Kemudian dalam sekali sentakan, dia menyingkirkan topeng kulit yang melapisi wajah gadis tersebut.


Kerutan samar terbentuk di dahi Qing Yue'er. Wajah itu tampak asing. Sepertinya dia belum pernah melihatnya. Jadi, benar apa yang sebelumnya A'Qing katakan. Sebelum dia sampai di kamar ini dia memang bertemu dengan A'Qing di koridor.


***


Saat itu A'Qing hendak pergi ke kamar Bai Su. Dia benar-benar terkejut setelah bertemu dengan Qing Yue'er yang asli. Rasa ketakutan memang sudah menghantui pikirannya selama beberapa hari terakhir. Melihat Qing Yue'er di depan mata membuatnya ingin segera melarikan diri.


Qing Yue'er yang melihat hal itu langsung merasa ada sesuatu yang tidak beres. Untuk apa A'Qing melarikan diri jika tidak merasa sudah melakukan kesalahan? Pasti gadis itu mengetahui beberapa hal.


Dengan gerakan yang lebih cepat, Qing Yue'er langsung menghentikan A'Qing dari melarikan diri. “Tetap di sana!”


Di bawah kekuatan Qing Yue'er, A'Qing tidak bisa berontak. Dia hanya bisa menunduk untuk menghindari tatapan dingin Qing Yue'er.


“Kenapa kamu ingin melarikan diri?” tanya Qing Yue'er.


A'Qing bungkam. Dia tidak mengatakan apa-apa dan masih diam menunduk. Hal itu membuat Qing Yue'er semakin tidak senang. “Masih ingin bungkam? Apa aku harus menggunakan kekerasan untuk menghadapimu?”


“Aku tidak akan mengatakannya,” ucap A'Qing dengan lirih.


“Baik.” Qing Yue'er mengangguk. “Kau tahu, A'Qing. Aku membenci pengkhianatan.”


A'Qing langsung mengangkat kepalanya. Dia menatap nanar pada Qing Yue'er. “Kamu tidak tahu bagaimana rasanya ketika diancam oleh sebuah kematian bukan? Sekarang silakan lakukan apa pun yang kamu mau,” ucapnya. Ada sedikit kebencian dan ketakutan dalam sorot matanya.


Qing Yue'er semakin tidak mengerti. Dia menggelengkan kepalanya tidak habis pikir. Siapa bilang dia tidak pernah diancam oleh kematian? Semua orang tahu sudah berapa kali dia dihadapkan dengan situasi berbahaya dan mematikan.


“Aku hanya ingin kamu mengatakan apa yang sedang terjadi. Melihatmu seperti ini pasti kamu mengetahui semuanya, 'kan?” Qing Yue'er bertanya dengan pelan. Dia masih mencoba bersabar menghadapi gadis di depannya itu.


A'Qing tampak terdiam sejenak. Setelah beberapa saat barulah dia mulai berbicara. “Seseorang bernama Hong Qiuyue datang padaku. Dia adalah murid dari Hong Ming.”

__ADS_1


Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya. Dia ingat siapa Hong Ming yang dimaksud. Dia adalah seseorang yang awalnya digunakan oleh Ling Tian untuk menekan perjodohannya. Meskipun itu di masa lalu tapi dia masih mengingatnya. “Jadi gadis yang menyamar bernama Hong Qiuyue?”


A'Qing langsung mengangguk. “Dia mencari tahu banyak informasi mengenaimu. Jika aku tidak mengatakannya maka dia akan membunuhku.” A'Qing menatap Qing Yue'er dengan mata lebar. “Kamu harus tahu bagaimana perasaanku!”


“Jadi selama ini kamulah orang yang sudah membantu orang itu?”


“Ya.” A'Qing mengangguk dengan cepat. “Akulah yang membeberkan semuanya. Aku tidak mau mati sekarang. Lagi pula asalmu bukan dari keluarga Bai ini. Jadi, kamu sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka. Jika sesuatu terjadi pada mereka bukankah itu juga bukan urusanmu?”


Plak!


Satu tamparan berhasil melayang. Qing Yue'er menatap A'Qing dengan wajah dinginnya. “Kamu pikir siapa yang selama ini sudah menganggapmu sebagai keluarga?! Siapa yang sudah memberikanmu tempat tinggal dan menghidupimu?”


A'Qing memegang pipinya yang terasa sakit. Dia menatap Qing Yue'er dengan marah. “Tapi aku tidak ingin mati!”


Qing Yue'er menarik napasnya dalam-dalam. Tidak menyangka ternyata A'Qing akan melakukan pengkhianatan semacam ini. Apa arti kesetiaan yang sesungguhnya? Itu adalah ketika seseorang mau melakukan apa pun bahkan mengorbankan nyawanya hanya untuk seseorang.


Jujur saja dia merasa sedikit kecewa. A'Qing jelas tidak memiliki hal tersebut. Dia pikir dulu A'Qing adalah seseorang yang bisa diandalkan, tapi sekarang semuanya berbeda. Apa mungkin kepergiannya dari sini sudah banyak mengubah kesetiaan A'Qing?


Qing Yue'er tidak bisa mengabaikan masalah ini. Jika dia tidak datang sekarang mungkin keluarga Bai akan benar-benar lenyap dan tanah kerajaan Linxiang mungkin akan jatuh di tangan Hong Qiuyue. Itu adalah sesuatu yang tidak boleh terjadi.


“Kematian,” jawab A'Qing.


Qing Yue'er mengangguk. Kemudian dia memberikan sebuah belati kepada A'Qing. “Lakukan sendiri atau aku yang harus melakukannya?”


A'Qing menatap belati itu dengan senyum mengejek. Mulutnya sudah terbuka, siap untuk berteriak memanggil Hong Qiuyue. Namun, Qing Yue'er segera melemparkan belati itu ke dalam mulut A'Qing.


Whoossh.


Kedua mata A'Qing langsung membola. Belati yang sangat tajam sudah menancap di rongga mulutnya. Darah merah menetes dan mulai membasahi pakaiannya.


Tidak hanya sampai di sana. Qing Yue'er menarik belati itu lagi dan kembali melemparnya hingga beberapa kali. Dia tidak akan mengampuni seseorang seperti A'Qing. Jika dia tidak kejam sekarang maka orang lain yang akan bermain kejam dengannya.

__ADS_1


Qing Yue'er menarik belati itu. Kali ini dia menyayat pada bagian lainnya. Pada saat itu A'Qing belum benar-benar mati. Namun, pada sayatan-sayatan selanjutnya dia tidak bisa menahan rasa sakit itu. Pada akhirnya dia tetap menjadi orang yang mati. Dia memang tidak mati di tangan Hong Qiuyue, tapi dia tetap mati meskipun di tangan orang yang berbeda. Takdir kematian memang tidak bisa dia lawan.


***


“Hong Qiuyue, Hong Qiuyue ....” Qing Yue'er bergumam dingin. “Kenapa kamu harus mencari masalah di keluarga ini? Benar-benar bodoh!”


Hong Qiuyue menatap Qing Yue'er dengan tubuh yang bergetar. Rumor tentang kekejaman Qing Yue'er ternyata bukan hanya rumor semata. Itu memang kebenaran. Bukan hanya itu, kekuatannya bahkan tidak dapat di deteksi sama sekali. Pantas saja Sekte Hujan Darah langsung dibantai ketika datang ke sini.


“Jenis kematian seperti apa yang kamu inginkan?” tanya Qing Yue'er.


“Kamu gadis sialan! Seharusnya kamu tidak datang sekarang!” seru Hong Qiuyue dengan sedikit bersusah payah.


Qing Yue'er mendengus. Dia melakukan pemukulan terakhir hingga Hong Qiuyue dilumpuhkan. Setelah itu dia beralih menatap Bai Su. “Ayah, bagaimana aku harus menghukumnya?”


Bai Su menatap haru pada Qing Yue'er. Kemudian dia menggeleng. “Lakukan sesukamu. Ayah tidak akan ikut campur.”


“Baik.” Qing Yue'er mengangguk. Kemudian dia memanggil beberapa pengawal yang ada di sana. Jumlahnya ada empat orang yang datang. Setelah itu Qing Yue'er memerintah, “Gantung gadis ini di gerbang kota! Aku ingin setiap orang di sudut Linxiang mempermalukannya.”


“Tidak! Kamu tidak bisa melakukan ini padaku!” teriak Hong Qiuyue yang berakhir sia-sia.


Para pengawal itu tidak memedulikan teriakan Hong Qiuyue. Sebaliknya mereka langsung menyeret gadis itu keluar dari kediaman Bai dengan semangat tinggi.


“Heh, bukankah Nona Qing ingin gadis ini dipermalukan?” tanya seorang pengawal yang paling muda.


“Iya, memangnya kenapa?” tanya pengawal yang lain.


“Apa kalian ingin mendapat penghargaan lebih dari Nona Qing?”


“Tentu saja kami ingin. Apa kamu punya ide?”


“Lihat, aku akan melakukan sesuatu.”

__ADS_1


Kemudian pengawal itu mulai melucuti pakaian Hong Qiuyue dengan semangat. Sementara itu ketiga pengawal lainnya hanya tertawa terbahak-bahak. Mereka pun menggantung Hong Qiuyue dengan tubuh yang polos tanpa pakaian. Besok pagi seluruh kota pasti akan digemparkan dengan pemandangan ini.


Hong Qiuyue benar-benar tidak bisa melakukan apa pun. Dia lumpuh tapi rasa sakit dari potongan rambut Qing Yue'er tetap menggerogoti tubuhnya. Saat ini dia benar-benar hampir menjadi mati rasa. Hanya ada rasa sakit dan penyesalan yang bisa dia ratapi.


__ADS_2