
Kakek guru menatap Qing Yue'er dengan penasaran. Gadis itu tampak berseri-seri ketika melihatnya. Mungkin karena dia benar-benar sudah menemukan jawabannya. Kemudian gadis itu pun bertanya, "Apa kakek guru melihat ukiran lanhua atau anggrek berkelopak tiga di permukaan kotak batu?"
Kedua alis kakek guru langsung terangkat. "Apa jawabanmu mengarah pada bunga itu?"
Qing Yue'er mengangguk. "Itu benar. Anggrek Salju. Sebuah anggrek 'putih' yang juga 'indah.' Dia tidak hidup di tempat gersang, tapi di atas dataran tinggi yang kemungkinan bisa dikatakan sebagai 'di atas lembah.'" Perasaan Qing Yue'er menjadi begitu antusias. "Dia tidak hidup layaknya manusia normal dan itulah kenapa dia 'suci' karena jauh dari kehidupan duniawi."
Kakek guru langsung terkejut mendengar analisa Qing Yue'er. Dia masih tidak mempercayainya jadi dia pun bertanya, "Lalu?"
Qing Yue'er melanjutkan. "Namun, dia memiliki sikap yang 'arogan.' Ya, dia arogan karena merasa dialah yang paling tinggi dari yang lain. Tidak, bukan hanya itu. Aku pikir ini pasti bukan anggrek sederhana. Mungkin dia memiliki sesuatu yang luar biasa sehingga membuatnya merasa begitu arogan. Sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh makhluk-makhluk lainnya!"
Kakek guru mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia tidak bisa berkata-kata selama beberapa saat lamanya. Kemudian dia merasa semuanya masuk akal. Apa yang dijelaskan oleh gadis itu benar-benar sesuai dengan ketentuan yang pasti ditulis di dalam kotak batu.
"Bisakah aku melihat sesuatu yang ada di dalam kotak batu?" tanya kakek guru.
Qing Yue'er tidak merasa ragu. Kemudian dia pun mengambil gulungan kertas usang dari udara kosong. Dia menyerahkannya pada kakek guru. "Kakek Guru harus memeriksanya."
Orang tua itu mengambil gulungan kecil dari tangan Qing Yue'er dan membukanya dengan perlahan. Tulisan di sana ditulis dengan sederhana dan sangat singkat. Isinya sama persis seperti yang gadis itu katakan.
"Berdiri di atas lembah, dia adalah sesuatu yang paling suci. Dia putih dan indah. Sayangnya, sikapnya terlalu arogan."
Qing Yue'er menunggu apa yang akan dikatakan oleh kakek guru. Dia tidak menyangka kalau ternyata dia berhasil menemukan jawaban ini. Seharusnya dia tidak akan salah. Dia sudah sangat yakin. Meskipun dia sendiri tidak tahu di mana bunga itu berada. Namun, dia tetap yakin, pasti itu benda yang berharga.
Sebenarnya banyak yang dapat mewakilkan teka-teki itu. Namun, dia sudah memikirkannya baik-baik. Hanya sebuah tanaman yang akan tetap 'suci' tanpa memiliki dosa. Manusia dan binatang tentu lebih banyak membuat kesalahan selama masa hidupnya. Jadi yang paling memungkinkan adalah tanaman dan di tutup kotak batu sendiri ada ukiran bunga anggrek.
Kakek guru berdehem dan memotong semua jalan pikiran Qing Yue'er. Kemudian dia tersenyum. "Aku menyetujui pemikiranmu. Semuanya masuk akal."
Qing Yue'er menghela napas dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. "Masalahnya kita tidak pernah tahu apakah tanaman itu benar-benar ada dan di mana letaknya."
Kakek guru terkekeh dan mengembalikan gulungan kertas pada Qing Yue'er. "Aku sendiri baru mendengar hal semacam ini. Apakah orang bernama Hua ini bisa dipercaya? Kita tidak pernah tahu."
Bibir Qing Yue'er mengerut. Sebenarnya dia memiliki sedikit keyakinan jika semua ini bukanlah kebohongan. Apalagi menilai dari pesan yang ditinggalkan oleh orang bernama Hua di dinding rumah batu. Seolah-olah orang itu memang ingin mewariskan sesuatu pada orang yang ditakdirkan. Seharusnya itu memang benar adanya.
"Akan tetapi, kamu sudah melakukan banyak usaha bahkan untuk menemuiku di sini. Aku yakin Han Qiong bahkan tidak mengetahui kedatanganmu ke tempat ini bukan?" Kakek guru tersenyum menatap Qing Yue'er. "Jangan berhenti pada apa yang sudah kamu mulai. Jika kamu yakin itu benar-benar ada maka lanjutkan usahamu. Siapa yang akan tahu pada jalan takdir?"
Qing Yue'er seperti mendapat semangat yang sama sekali baru. Dia senang karena orang tua itu mendukungnya. Akhirnya dia mengangguk dengan semangat. "Aku pasti akan menemukan Anggrek Salju berkelopak tiga."
"Bagus. Cucuku harus seperti itu," ucap kakek guru dengan senang.
Qing Yue'er menyimpan gulungan kertasnya. Kemudian dia memikirkan tentang seseorang dan berniat untuk menanyakannya pada kakek guru. Seharusnya orang tua itu mengenalnya. "Kakek Guru, aku ingin bertanya tentang seseorang."
"Siapa?"
"Cloud Fairies. Apakah Kakek Guru mengenalnya?" tanya Qing Yue'er. Wajahnya menatap orang tua di depannya dengan penasaran.
"Wanita itu?" Kakek guru menatap ke kejauhan. "Tentu aku tahu, aku juga mengenalnya."
__ADS_1
Jantung Qing Yue'er berdetak dengan cepat. Benar saja seperti yang dia duga. Keberadaan yang kuat dan sulit ditemukan seperti Cloud Fairies memang hanya diketahui oleh orang-orang yang sama kuatnya. Seperti kakek guru ini. Bahkan murid-muridnya pun sulit untuk menemuinya.
"Jadi di mana Cloud Fairies berada?" tanya Qing Yue'er.
Kakek guru menatap Qing Yue'er dengan heran. "Kenapa kamu mencarinya?"
"Temanku sudah cukup lama dibawa pergi olehnya. Aku tidak mungkin membiarkannya begitu saja." Qing Yue'er menjawab dengan serius.
"Sebenarnya dia beberapa kali datang menemuiku. Yah, tapi itu sudah beberapa hari yang lalu. Sekarang aku sendiri tidak tahu di mana dia. Dia sungguh wanita yang sulit. Maksudku ... kamu sendiri pasti merasa wanita itu terlalu arogan bukan?" Kakek guru menatap Qing Yue'er dan memberikan penilaiannya pada Cloud Fairies.
Qing Yue'er mengangguk dengan pasti. "Dia memang sulit. Aku heran kenapa dia tidak membiarkan orang lain melihat keberadaannya. Bahkan jika itu hanya berpapasan di udara. Benar-benar konyol."
Kakek guru tertawa mendengar penuturan Qing Yue'er. Dia sudah mengetahui tentang sikap arogan Cloud Fairies. Namun, dia sendiri tidak memiliki hubungan apa pun dengan wanita itu jadi dia tidak merasa harus menegurnya. Selain itu asal usulnya juga terlalu misterius. Kedalaman kekuatannya pun tidak begitu jelas.
"Memang benar Cloud Fairies membawa seorang pria muda yang sepertinya beberapa tahun lebih tua darimu. Dan pria muda itu juga memiliki bakat yang bagus," ucap kakek guru.
Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya. Dia merasa penilaian orang tua itu terlalu tinggi. Dia sudah kenal lama dengan Qi Rong dan pria itu tidak begitu unggul dalam bakatnya. Mungkin jika dibandingkan dengan orang lain Qi Rong memang unggul, tapi jika dibandingkan dengan orang-orang Dataran Tengah, pria itu tidak begitu bagus. Apa memang benar orang yang dilihat kakek guru adalah Qi Rong yang dia maksud?
Dia tidak bermaksud menjatuhkan si pemalas itu. Namun, dia selalu menilai sesuatu dengan realistis. Apa mungkin temannya itu sudah meningkat karena telah mengikuti Cloud Fairies selama beberapa saat? Jika memang begitu maka itu adalah hal yang baik. Namun, jika orang yang dilihat kakek guru bukanlah Qi Rong maka ....
Qing Yue'er menepis pikirannya yang sudah ke mana-mana. Dia menatap kakek guru dan bertanya, "Lalu apakah dia mungkin datang kembali ke sini?"
"Tidak ada yang tahu. Jika kamu menginginkannya maka aku akan mengirimkan pesan ketika wanita itu berkunjung," ucap kakek guru. Ternyata dia orang tua yang baik.
"Itu bagus kalau begitu. Aku pasti akan menunggu berita dari kakek guru. Mmm, tapi tolong jangan biarkan Cloud Fairies mengetahuinya."
Qing Yue'er mengangguk dengan senang. Dia pikir sekarang urusannya sudah selesai jadi dia bersiap-siap untuk pergi. "Kakek Guru, terima kasih karena sudah membantuku."
"Aku tidak membantumu, kamu yang menemukan jawabanmu sendiri. Aku hanya menuntaskan rasa penasaranku saja," ucap kakek guru dengan tenang. Dia sebenarnya merasa senang dengan kunjungan gadis itu. Ternyata ada seseorang yang sangat berbakat dan berotak cerdas seperti itu.
"Kalau begitu Xinyu akan pergi sekarang. Salam dari cucumu." Qing Yue'er bangkit dan membungkuk pada kakek guru yang sebenarnya dia sendiri tidak tahu siapa namanya. Setelah itu dia pun berbalik dan berjalan keluar dari ruangan tertutup itu.
Kakek guru menatap punggung gadis muda yang kian menjauh. Matanya berkilat dengan antisipasi. Dia tidak tahu kenapa saat melihat gadis itu ada perasaan lain yang tidak terkatakan. Bahkan auranya saja sudah terasa berbeda sejak mendekati bangunan ini.
Dia telah mencoba untuk menyelidiki ke dalam diri Qing Yue'er, mencoba mengorek rahasia-rahasianya. Namun, itu terlalu sulit. Tidak, memang ada sesuatu yang lain di dalam tubuh gadis itu. Dia merasakan aura binatang illahi yang berbaur dan aura lain yang terlalu samar.
Akhirnya dia melihat gadis itu yang menghilang setelah melangkah melewati ambang pintu. Ah, sepertinya dia tidak bisa mengetahui lebih banyak.
Qing Yue'er melihat Shangguan You yang masih menunggunya di tempat semula. Ekspresi pria itu menyiratkan banyak pertanyaan dan kebingungan. Pastinya dia ingin tahu apa yang telah dibicarakannya dengan kakek guru.
Benar saja, setelah melihat kedatangannya Shangguan You langsung bertanya, "Apa yang kalian bicarakan? Kenapa begitu lama?"
"Banyak sekali," kata Qing Yue'er, "tentang siapa namaku dan bagaimana aku bisa berakhir menjadi murid guru Han." Qing Yue'er terkekeh misterius. "Sebenarnya dia memperlakukanku cukup baik, mungkin karena aku adalah murid satu-satunya guru Han."
Shangguan You menatap Qing Yue'er dengan tatapan menyelidik. Dia meragukan kebenaran itu. Bagaimana mungkin gurunya akan membuang waktunya hanya dengan mendengarkan celotehan gadis ini. Namun, dia juga heran karena tidak mampu melihat kebohongan dari ekspresi Qing Yue'er.
__ADS_1
Dia sangat tahu bagaimana sikap gurunya dan dia juga yakin jika gadis ini pasti hanya mencari alibi. Dia menjadi takut sendiri. Gadis ini pandai berakting dan itu adalah sesuatu yang bisa sangat menakutkan. Dia mendengus dan bertanya, "Apakah guru tidak memberikan pesan untukku? Mungkin dia ingin menemuiku?"
Qing Yue'er menggeleng dan mumupuskan harapan Shangguan You. "Tidak, dia tidak mengatakan apa pun tentangmu."
Shangguan You hanya bisa menghela napas. "Kalau begitu ayo pergi sekarang."
Qing Yue'er mengangguk dan kembali mengikuti Shangguan You. Dia akan tersesat jika tidak memiliki seseorang untuk memimpin jalan. Dia menatap lautan awan yang membuatnya merasa tenang. Mungkin di masa depan dia akan datang lagi ke tempat ini.
***
Di sisi lain akademi Surgawi telah menjadi cukup panas. Murid-murid yang memiliki binatang roh api sudah kembali dari sesi interogasi. Mereka semua merasa tidak senang dengan tindakan akademi. Ternyata semua uji binatang roh itu memiliki tujuan untuk menyelidiki kematian Ling Suyao. Kebenaran ini langsung tersebar dan membuat murid lain merasa tidak senang.
Sudah ditetapkan dalam aturan jika murid yang mati atau mengalami kecelakaan pada saat perburuan biantang roh tidak akan dipermasalahkan. Entah itu karena dibunuh atau sesuatu yang lain, seharusnya akademi tidak melanggar aturan itu. Apa karena yang mati adalah Ling Suyao jadi akademi tidak mau membiarkannya begitu saja?
"Memangnya kenapa jika itu adalah Ling Suyao? Apa Niu Ren yang sudah memerintahkan ini semua? Aku benar-benar tidak percaya."
"Siapa yang akan tahu apakah itu Niu Ren atau malah guru He? Aku pikir itu pasti guru He, dia yang sangat menyayangi muridnya bukan?
"Ah, jangan membicarakannya lagi. Aku sangat marah, tapi aku senang karena tidak ada satu binatang milik murid-murid yang terbukti sudah membunuh Ling Suyao."
"Benarkah? Itu bagus kalau begitu. Jadi binatang-binatang kalian memang tidak bersalah."
Banyak murid yang membicarakan masalah ini. Mereka merasa tidak puas dan hanya bisa menggerutu dengan teman yang lain. Namun, di sisi lain ada seseorang yang merasa sangat marah. Itu adalah guru He. Saat ini dia sedang menghadap Niu Ren dan mendiskusikan semuanya.
"Tidak ada hasil. Tidak ada di antara binatang api itu yang terbukti telah menyerang Ling Suyao," ucap He Jin. Dia menatap Niu Ren dengan jengkel. Itu karena pria itu sudah terlihat kurang antusias.
"Kalau begitu bukankah mungkin kematian Ling Suyao memang bukan dikarenakan murid akademi?" Niu Ren bertanya dengan tenang.
"Siapa yang akan tahu? Mungkin dia menyembunyikan kejahatannya dengan pintar." He Jin menyilangkan tangan dengan tegas.
Tiba-tiba saat mereka sedang ribut, seseorang mengetuk pintu dengan keras. He Jin segera berteriak, "Masuk!"
Pintu pun terbuka dan seorang murid yang tampak asing masuk ke dalam ruangan. Dia memberi hormat pada Niu Ren dan He Jin. Setelah itu dia langsung diberi pertanyaan oleh He Jin. "Ada apa kamu datang ke sini?"
Murid itu tersenyum sebentar. "Aku tidak tahu apakah ini mungkin patut diselidiki, tapi aku mendengar percakapan beberapa murid perempuan."
"Hmm?" He Jin mendengus. "Percakapan macam apa?"
Murid itu mulai bercerita. Pada saat itu dia baru selesai mengikuti uji binatang roh. Kemudian saat dia keluar dari lapangan, dia mendengar tentang binatang roh seorang gadis yang sudah diganti. Itu adalah gadis lain yang tanpa sengaja mengatakannya dengan ceroboh.
Saat itu dia berada di tempat yang cukup jauh, tapi dia dapat mendengarnya dengan cukup jelas. Awalnya dia tidak terlalu mengindahkannya, tetapi dia juga ingin mendapat itikad baik dari guru He. Jadi dia pun memberitahu sekarang. Siapa tahu ini memang sesuatu yang penting.
"Siapa gadis yang mengganti binatangnya?" tanya He Jin.
"Dia senior di sini, kebetulan namanya cukup terkenal. Dia adalah ... Luo Qingqi."
__ADS_1
***
Jangan lupa vote, like dan komen ya.