Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Keberangkatan


__ADS_3

Dua hari kemudian Qing Yue'er pergi ke alun-alun. Dia ingin melihat apakah ada sisa-sisa pertempuran yang terlihat.


Tapi setelah sampai di tujuan, Qing Yue'er tidak bisa menahan keterkejutan di hatinya. Mulutnya terbuka tapi tidak bisa mengatakan apa-apa.


Kemana perginya tanah alun-alun?


Semuanya tidak tersisa. Semuanya menjadi lubang hitam yang tak berdasar.


Apa yang terjadi? Apakah ini sesuatu yang dibuat manusia?


Saat ini ada seorang wanita dewasa berjalan ke arah Qing Yue'er. Dia telah memperhatikan gadis yang terdiam di tepi jurang.


"Ini adalah kemarahan dewa."


Qing Yue'er menoleh untuk mendapati wanita berdiri tidak jauh darinya. Wanita itu memiliki sepasang mata rubah yang tajam. Rambutnya berwarna perak terlihat sangat panjang. Wajahnya tampak sangat cantik. Di antara kedua alisnya terdapat pola putih seperti 9 ekor rubah.


Qing Yue'er bisa merasakan aura kuat yang tersembunyi di tubuhnya.


"Senior ini, apa yang kamu katakan?"


"Tidak ada manusia yang bisa melakukannya. Ini pasti kemarahan dewa."


Wanita itu berjalan pergi mengabaikan Qing Yue'er. Rambut panjangnya bergoyang hampir menyentuh tanah saat dia berjalan.


Qing Yue'er tertegun kemudian mengabaikan perkataan wanita itu. Dia memanggil Ying Jun keluar.


Qing Yue'er menggandeng tangan mungil Ying Jun dan menuntunnya untuk berjalan bersama.


"....."


"Aku akan menemui temanku. Ayo pergi bersama."


Mereka pergi ke Perserikatan Alkemis. Dia ingin melihat Ji Fan, apakah orang itu baik-baik saja.


"Anak siapa itu? Sangat lucu!"


"Benar, aku ingin mencubit pipi besar itu."


"Ah, aku ingin membawanya kedalam pelukanku."


"...."

__ADS_1


Bisikan-bisikan terdengar di sepanjang jalan. Mereka membicarakan Ying Jun dengan mata berbinar.


Ying Jun hanya bisa memerah. Wajahnya menjadi lebih lucu.


"Tuan, aku ingin kembali saja."


"Tidak perlu, kita sudah sampai."


Mereka memasuki Perserikatan Alkemis lalu berjalan menuju taman belakang.


Seperti biasa, guru Su dan Ji Fan sedang membuat pil bersama. Qi Rong juga ada di sana menyaksikan dengan tangan yang menopang kapalanya di meja. Jika tangannya tidak menyangga, mungkin kepalanya sudah tenggelam di meja.


"Guru,"


Mereka menoleh ke arah suara. Dia melihat gadis yang sudah di kenal dengan anak kecil di gandengnya.


"Ah, kamu... bagaimana kamu bisa mempunyai anak?" Ji Fan bertanya dengan heran.


"...."


"Anak bodoh, apa mereka terlihat sama?" Guru Su mengejek Ji Fan.


"Siapa namamu? Ah, sangat lucu! Ayo ayoo adik kecil ikut dengan gege." Ji Fan segera datang menghampiri Ying Jun. Dia merentangkan tangannya untuk memeluk Ying Jun.


Ying Jun "...."


Leluhur! panggil aku leluhur!


Apa kamu tidak tahu berapa umurku, heh!!


"Jangan bertindak begitu akrab. Atau dia akan takut melihatmu." Qi Rong berkata dengan malas.


"Apa yang kamu tahu!" Ji Fan memprotes.


Qing Yue'er terbatuk. "Dia dipanggil Ying Jun."


"Oh jadi ini little Jun."


Ying Jun "...."


Qing Yue'er "...."

__ADS_1


Lupakan! Terserah apa yang kamu katakan!


Keesokan harinya Qing Yue'er sudah siap berangkat menuju Akademi Xinfeng ketika seseorang masuk ke kamarnya. Bai Fu'er mengamatinya dari samping.


"Yue'er, maaf." Dia berkata sambil menundukkan kepalanya.


Hening.


Karena tidak ada tanggapan, Bai Fu'er mengangkat kepalanya untuk melihat Qing Yue'er. Ketika dia melihat wajah cantik itu, dia tertegun.


Qing Yue'er sedang menatapnya sambil tersenyum. "Kakak, semuanya sudah berlalu."


Qing Yue'er awalnya membenci Bai Fu'er. Tapi setelah mengerti kalau dia hanya anak angkat, dia merasa bersalah padanya. Bagaimanapun seorang anak selalu ingin mendapat kasih sayang utuh dari orang tuanya. Dan Qing Yue'er paham akan perasaan gadis itu.


Bai Fu'er merasa tersentuh. Dia pernah berniat untuk membunuh Qing Yue'er. Tapi gadis itu tidak mempermasalahkan lagi.


Bai Fu'er memeluk adiknya. "Aku baru mengetahuinya malam ini. Ayah sudah menceritakan semuanya. Tidak apa-apa, kita masih memiliki satu sama lain."


"Ya, kita masih memiliki satu sama lain."


"Mari kita berangkat."


Mereka berdua menaiki kuda untuk menempuh perjalanan. Perjalanan ini akan memakan waktu setidaknya tujuh hari.


Semua perbekalan sudah siap. Ayah Bai dan Nyonya Bai mengantarnya di depan gerbang.


"Jaga diri kalian baik-baik." Bai Su berkata dengan suara rendah.


"Ya, Ayah dan Ibu juga harus menjaga diri." Bai Fu'er menjawab.


Kemudian mereka berdua membungkuk sebagai salam perpisahan.


Mereka berdua menaiki kuda masing-masing dan berangkat dengan semangat yang membara.


"Aku tidak menyangka kamu menyembunyikan semuanya dariku selama 15 tahun." Nyonya Bai melirik suaminya.


Bai Su terbatuk. "Em, maafkan aku. Semuanya sudah jelas bukan?"


"Jangan marah lagi. Aku akan memijatmu kalau begitu, apa itu oke?"


Dia merangkul istrinya lalu membawa masuk kedalam.

__ADS_1


Qing Yue'er dan Bai Fu'er menaiki kudanya menuju gerbang kota. Saat mereka tiba di sana, mereka melihat Ji Fan dan Qi Rong sedang menunggunya.


Mereka berempat memacu kudanya dengan cepat menuju perjalanan jauh yang akan merubah jalan kehidupannya. Menyusuri jalan takdir yang akan membawa banyak rintangan.


__ADS_2