
Dewa Alkimia mengerutkan kening. Kedua matanya menyipit menatap Qing Yue'er. “Kamu adalah ....”
Qing Yue'er tersenyum manis. Namun di balik senyum tersebut terdapat banyak makna yang tersirat. “Benar. Apa aku masih harus menegaskan identitasku? Aku adalah Qing Yue'er, putri Xie Ying Fei dan Qing Yexuan. Aku adalah gadis yang sebelumnya kau cari dengan alasan untuk hukuman atas pembebasan Taotie. Aku juga adalah orang yang ikut berkonstribusi pada kehancuran klan Liu-mu.”
Tidak ada yang menyangka jika Qing Yue'er akan mengakui semuanya dengan begitu mudah. Bahkan mungkin hanya dalam satu kali tarikan napas. Tidak ada ketakutan sedikit pun dalam setiap ucapannya. Hal ini membuat mereka semakin terkejut, terutama Cloud Fairy.
Cloud Fairy dan Qing Yue'er memiliki hubungan yang cukup aneh. Bukan pertemanan, tetapi juga bukan permusuhan. Sejak berpisah di gerbang Celestial, Cloud Fairy tidak berpikir akan bertemu dengan Qing Yue'er lagi. Namun, takdir telah membawa mereka di sini.
Hal yang membuat Cloud Fairy lebih terkejut adalah identitas Qing Yue'er. Bagaimana mungkin dia tidak terkejut ketika mengetahui bahwa gadis yang sempat dia repotkan di benua Tongxuan adalah putri dari seorang dewa?
Bertentangan dengan Cloud Fairy, Dewa Alkimia justru menjadi semakin murka. Kebencian di matanya berkali-kali lebih kuat dari sebelumnya. Bahkan tangannya sampai gemetar karena menahan kemarahan dan kebencian yang terlalu kuat.
“Aku akan membunuhmu ....” Kalimat ini keluar dari sela-sela giginya yang terkatup.
“Tidak bisa. Seharusnya dewa tidak semena-mena membunuh manusia. Bukankah manusia memiliki takdirnya sendiri?” Qing Yue'er berjalan mendekati dinding transparan dan memasukinya tanpa menemukan banyak masalah. Setelah itu dia pun bergerak mendekati kedua wanita yang sudah menantinya.
“Untunglah Ibu baik-baik saja,” ucap Qing Yue'er dengan senang.
“Kenapa kamu datang ke sini?” Xie Ying Fei bertanya heran.
“Aku akan menemani Ibu ke Puncak Awan Abadi.”
Mendengar Puncak Awan Abadi yang disebutkan, Cloud Fairy langsung tertarik. Namun, dia tidak sempat bertanya ketika tiba-tiba lonjakan energi datang dari arah depan. Ternyata Dewa Alkimia sedang mempersiapkan serangannya.
Cloud Fairy, Xie Ying Fei dan Qing Yue'er langsung mengangkat kewaspadaan. Xie Ying Fei mengeratkan pegangan kipas Sheng Feng. Sedangkan Qing Yue'er mengeluarkan trisula yang membuat Dewa Alkimia terkejut.
__ADS_1
“Trisula Dewi Air! Bagaimana kamu bisa memilikinya?!” Dewa Alkimia berseru, tetapi kemudian dia mendengkus. “Persetan dengan itu! Kalian yang melawanku akan pergi menuju kehancuran!”
Langit dan awan kini semakin menghitam. Kilatan mulai timbul, memecah kegelapan langit. Udara menjadi menyesakkan ketika suara ledakan mulai menggema. Qing Yue'er dan Xie Ying Fei bergerak maju menyambut serangan Dewa Alkimia. Gelombang qi spiritual saling menghantam satu sama lain.
Dewa Alkimia tidak menggunakan senjata apa pun. Dia hanya mengandalkan kekuatan fisik dan qi spiritual yang kuat. Sebagai dewa tentunya dia sudah berada di tingkat yang sama sekali berbeda.
Xie Ying Fei mengayunkan kipasnya, lalu angin yang sangat kuat langsung datang menyerang Dewa Alkimia. Qing Yue'er sendiri melakukan serangan pada jarak dekat. Jadi dia lebih melakukan kontak langsung dengan Dewa Alkimia.
Berbeda dengan pasangan ibu dan anak itu, Cloud Fairy lebih memilih menunggu sejenak. Dia masih mengamati situasi dan menunggu saat yang tepat untuk ikut mengirimkan serangan. Dari tempatnya, dia bisa melihat bagaimana Xie Ying Fei dan Qing Yue'er bergerak.
Tatapan Cloud Fairy jatuh pada Xie Ying Fei. Wanita keturunan Xie itu memiliki kekuatan yang lemah. Dia hanya unggul karena memiliki kipas Sheng Feng. Jika kipas itu diambil maka dia bisa mati hanya dengan jentikan jari.
Kemudian Cloud Fairy beralih menatap Qing Yue'er. Ini mengejutkan karena kekuatannya sudah meningkat begitu banyak. Dia tidak bisa membayangkan ada gadis muda yang memiliki kekuatan seperti itu. Tidak salah jika dia akan menyebutnya sebagai jenius langka.
Boomm, boomm!
Ledakkan dan gemuruh masih terus berlanjut. Dewa Alkimia merasa semakin marah karena menghadapi kedua wanita itu ternyata tidak semudah yang dia bayangkan. Belum lagi masih ada satu wanita yang hanya mengamati ini. Jika ketiganya bersatu maka dia akan menemui sedikit kesulitan.
Qing Yue'er merasa lebih bersemangat. Dia mengangkat trisulanya tinggi dan langsing mengayunkan lagi ke depan. Aura dari level 8 alam surga menjadi sedikit lebih kuat. Senyum misterius tiba-tiba tersungging ketika dia mengingat sesuatu.
“Dewa busuk, ada satu hal yang ingin kuberi tahu padamu,” ucap Qing Yue'er di sela serangannya.
“Gadis sialan! Berani kau memanggilku seperti itu?!” Dewa Alkimia menjadi semakin naik pitam, tetapi Qing Yue'er tidak peduli.
“Kau tahu? Sebenarnya aku menemukan catatan hidupmu. Buku tebal itu banyak berisi ilmu. Haruskah aku mengucapkan terima kasih padamu?”
__ADS_1
Kalimat itu membuat Dewa Alkimia tersentak selama beberapa detik. Pada saat itulah Cloud Fairy menyeringai. Sebuah anak panah berwarna perak tiba-tiba muncul di tangannya. Sebelum Dewa Alkimia menyadari apa yang akan terjadi, Cloud Fairy segera melemparkan panah itu ke depan.
Woosshh!
Bunyi siulan dan retakan udara langsung terdengar. Anak panah yang membentuk cahaya perak itu melesat dengan kecepatan mengerikan. Tidak sampai kedipan mata, anak panah sudah tiba di depan Dewa Alkimia. Tanpa pandang bulu panah itu langsung mendarat tepat di dada Dewa Alkimia.
Qing Yue'er dan Xie Ying Fei yang melihat ini langsung terkejut, tetapi secara bersamaan juga merasa senang. Mereka tidak membiarkan ini begitu saja, tetapi justru melemparkan serangan mematikan.
Boomm, boomm!
Dewa Alkimia langsung terlempar ke belakang. Wajahnya menjadi merah karena menahan amarah yang menjadi semakin besar. Ini adalah pertama kalinya dia dijatuhkan oleh manusia biasa sejak dia menjadi dewa. Bukankah ini penghinaan untuknya?
Panah Cloud Fairy yang menembus dada langsung dicabut. Meskipun dia menerima rasa sakit, tetapi dia tidak akan mati begitu saja. Apalagi dia adalah Dewa Alkimia, penguasa ilmu alkimia di dunia ini. Tentu saja dia tidak akan lumpuh dengan mudah. Sebuah eliksir muncul di tangannya, lalu dia segera meminumnya.
“Yue'er, dia mungkin tidak akan bisa mati, tapi kita bisa menyegel kekuatannya,” ucap Cloud Fairy tiba-tiba.
“Bagaimana caranya?” tanya Qing Yue'er. Dia juga sudah berpikir jika membunuh dewa pasti akan menjadi sebuah kesulitan besar. Bahkan dia tidak tahu apakah dewa bisa mati atau tidak.
Pandang Cloud Fairy berubah menjadi serius. Tiba-tiba sesuatu muncul di tangannya, yaitu dua buah gulungan yang sudah tua. Salah satu dari dua gulungan itu merupakan hal yang sudah tidak asing bagi Qing Yue'er. Ya, itu tak lain adalah sutra yang diperoleh dari Mo Jingtian ketika kuil Nushen di benua Tongxuan dibuka.
Qing Yue'er menjadi heran sekaligus penasaran. Sebenarnya apa fungsi sutra itu? Mungkinkah itu bisa digunakan untuk mengunci kekuatan dewa?
***
Kalian jangan lupa follow akun author ya 😉
__ADS_1