Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Hasil Kompetisi


__ADS_3

Boomm!


Suara ledakan akhirnya terdengar ketika Qing Yue'er mendarat di tanah dengan membawa energi spiritual. Tanpa menoleh ke belakang dia langsung memutar tubuhnya dan tangannya meraup ke depan dengan cepat.


Wosshh!


Tidak berhasil. Tongkat rotan itu malah diayunkan ke arah tubuhnya. Ternyata sekarang Daoist Black Three berinisiatif untuk melakukan serangan menggunakan tongkat rotan.


Kalau begitu dia bisa menggunakan cara yang digunakan oleh Jing Ling. Dia mungkin harus menangkap tongkat rotan itu seperti bagaimana Jing Ling menangkap cakram.


Woshh!


Tongkat rotan terayun dengan membawa banyak kekuatan. Qing Yue'er sedikit mencondongkan tubuhnya ke samping untuk menghindar. Lalu tangannya yang telah dilapisi qi spiritual pun bergerak untuk menangkap tongkat rotan.


Namun semuanya tidak semudah itu. Ternyata Daoist Black Three sudah mengantisipasi hal itu. Akhirnya Qing Yue'er hanya bisa menangkap udara kosong. Dia mendengus. Sepertinya dia harus memikirkan cara lain.


"Pak Tua, bukankah kamu terlalu mempersulit gadis ini?" Qing Yue'er berkata penuh keluhan. Dia seperti seorang cucu yang sedang merajuk pada kakeknya.


Daoist Black Three akhirnya terkekeh. Melihat Qing Yue'er seperti itu membuat dia mengingat cucunya yang sudah lama tidak berjumpa. Cucunya sudah pergi untuk memulai pelatihan di sebuah akademi. Dia hanya akan pulang setiap beberapa tahun sekali. Dan sekarang mungkin sudah hampir lima tahun sejak mereka bertemu.


Cucunya adalah laki-laki, tetapi sifatnya memang sedikit manja. Sangat mirip dengan Qing Yue'er yang saat ini sedang mengeluh. Ngomong-ngomong akan lebih baik jika mereka berdua bisa bertemu.


Ketika Daoist Black Three kehilangan pikirannya, Qing Yue'er langsung bergerak cepat untuk mengambil tongkat rotan.


Whoosshh!


Qing Yue'er tertawa penuh kemenangan. Akhirnya dia telah berhasil merebut tongkat rotan dari tangan orang tua itu.


"...."


Orang-orang yang melihat bagaimana tongkat itu direbut pun merasa bingung. Mereka harus mengakui bahwa otak Qing Yue'er cukup licik juga. Mereka ingin memprotes tetapi tidak ada aturan yang bisa menyalahkan tindakan Qing Yue'er.


Memang di kompetisi yang bebas seperti ini, tidak ada aturan ketat yang terjalin. Hal itulah yang seringkali menyebabkan banyak terjadinya kecurangan. Namun jika dipikir-pikir, Qing Yue'er dan Daoist Black Three bukan sedang melakukan kompetisi. Lebih tepatnya itu hanya konflik pribadi mengenai tongkat rotan.


"Haish, mereka benar-benar hanya membuat keributan," ucap Ding Yuhua. Dia merasa ini sedikit konyol.

__ADS_1


Daoist Black Three merasa telah dicurangi, dia ingin marah tapi amarahnya tidak keluar. Akhirnya dia lebih memilih untuk membelai janggutnya seperti biasa. "Aku tidak menyangka kamu akan begitu licik."


Qing Yue'er memegang tongkat rotan yang ada di tangannya. Dia merasakan getaran resonansi di dasar hatinya. Sekarang dia sudah semakin yakin, pasti tongkat rotan itu memiliki hubungan tertentu dengannya. Akan tetapi apa itu?


"Pak Tua, haruskah aku menggantinya dengan sesuatu?" tanya Qing Yue'er setelah berpikir beberapa saat. Sepertinya dia harus menebus sikapnya.


Kedua mata Daoist Black Three langsung berbinar. Akhirnya ada kesempatan yang baik. Dia terkekeh, "Aku ingin kamu melakukan sesuatu."


"Apa itu?" tanya Qing Yue'er.


"Datanglah ke Akademi Surgawi. Aku ingin kamu menyampaikan sesuatu untuk cucuku," ucap Daoist Black Three.


Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya. Ternyata aktingnya benar-benar membuat orang tua itu mengingat cucunya?


Sebenarnya dia tidak berniat seperti itu. Dia hanya tahu kalau kebanyakan pria tua akan memiliki kasih sayang terhadap generasi muda. Dan di sini dia ingin membuat Daoist Black Three merasa lemah dengan keluhannya. Dia tidak menyangka kalau hal itu akan berhasil.


Namun dia juga merasa heran. Kenapa orang tua itu memintanya untuk bertemu dengan cucunya? Jika memang dia ingin menemui cucunya, kenapa tidak langsung datang ke akademi saja?


Ngomong-ngomong Akademi Surgawi adalah akademi di mana Han Qiong tinggal. Dan itu tempat yang kemungkinan besar akan dia tuju. Bukan karena dia ingin belajar di sana, melainkan dia ingin mengetahui perihal rune yang terukir di atas token batu.


Setelah berpikir beberapa saat akhirnya Qing Yue'er menyetujui permintaan Daoist Black Three. "Baiklah. Aku bisa datang ke tempat itu."


Orang tua itu terlihat sangat senang. "Bagus. Kalau begitu tongkat rotan itu sudah resmi menjadi milikmu!"


Qing Yue'er memutar tongkat rotan itu, kemudian dia menuangkan qi spiritual ke dalamnya. Setelah itu dia menancapkan tongkat rotan itu ke tanah dengan kuat.


Baangg!


Suara ledakan terdengar begitu keras. Tanah di bawah kaki langsung bergetar, debu-debu mengepul mengotori udara. Banyak orang-orang merasa takjub dengan apa yang baru saja terjadi. Ternyata tongkat itu bisa menghasilkan ledakan yang dahsyat?


"Uhuk!"


Qing Yue'er terbatuk oleh debu yang bertebaran. Dia tidak terlalu siap, sehingga tidak dapat mengantisipasi apa yang terjadi. Setelah udara kembali bersih, dia menatap tongkat itu dengan takjub. Ternyata itu memang bukan tongkat biasa.


Jing Ling mengerjapkan kedua matanya. Dia merasa heran juga dengan tongkat rotan itu. Meskipun itu hanya terlihat seperti lilitan rotan biasa, ternyata itu sama sekali tidak sederhana. Memang mata Qing Yue'er bisa melihat hal-hal dengan begitu baik.

__ADS_1


Setelah perebutan tongkat itu selesai, Daoist Black Three memutuskan untuk keluar dari arena. Dia membiarkan Qing Yue'er menang dan melanjutkan pertandingan. Sebenarnya dia sudah tidak memiliki banyak ketertarikan dengan pertandingan ini, lagipula dia sudah terlalu biasa memegang tiga besar. Bahkan dia sudah beberapa kali menjadi pemenang.


Kali ini karena Qing Yue'er bahkan bisa menang dari Daoist Black Three, orang-orang menjadi penuh pertimbangan. Jika Daoist Black Three saja bisa dikalahkan oleh Qing Yue'er, bagaimana dengan mereka yang kekuatannya lebih rendah dari Daoist Black Three? Bukankah itu sama saja dengan mengantarkan diri pada kekalahan?


Meskipun Qing Yue'er belum mengungkap tingkat kultivasinya, orang-orang sudah bisa menebak-nebak kira-kira sudah sampai mana kekuatannya. Belum lagi dia adalah gadis yang penuh tipu daya. Mereka menjadi enggan untuk menantangnya.


"Apa kalian benar-benar tidak akan menantangnya?"


"Sayang sekali tuan Liu tidak datang, jika dia datang pasti gadis itu sudah dikalahkan sejak tadi."


"Benat, tuan Liu sudah sering memenangkan kompetisi ini. Entah kenapa sekarang dia tidak datang."


"Kalau begitu sudahlah. Biarkan gadis itu menang untuk sekali."


Pada akhirnya tidak ada seorang pun yang mau menantang Qing Yue'er. Mereka semua sudah merasa takut lebih dulu.


Qing Yue'er menghela napasnya. Padahal dia yakin masih ada orang-orang yang memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi darinya. Namun dia tidak tahu kenapa mereka tidak mau menantangnya. Bukankah dia hanya gadis yang lugu? Kenapa mereka semua memandangnya seolah-olah dia adalah seorang monster?


Jika Ying Jun tahu pikiran Qing Yue'er, maka dia pasti akan mengejek. Lugu kepalamu!


Ding Yuhua berjalan mendekati Qing Yue'er sambil tersenyum. "Nona, mungkinkah kami diperbolehkan mengetahui identitasmu?"


"Identitasku?" Qing Yue'er tertegun. "Aku bukan siapa-siapa. Aku hanya melakukan perjalanan jauh, itu saja."


Dia menjawab dengan jujur, tetapi Ding Yuhua malah menganggapnya berbeda. Pria itu berpikir bahwa biasanya orang-orang yang memiliki latar belakang istimewa pasti akan menyamar dengan baik. Sepertinya gadis itu juga seperti itu. Dia menjadi penasaran, jadi dari kekuatan mana gadis itu berasal?


Jika Qing Yue'er tahu pemikiran Ding Yuhua, maka dia pasti sudah memukulnya dengan tongkat rotan. Dia benar-benar gadis yang melakukan perjalanan jauh untuk meningkatkan kekuatan, bukan orang-orang dari kekuatan besar yang sedang menyamar.


Mungkin asalnya memang istimewa, tetapi ini bukanlah sebuah penyamaran. Bukankah begitu?


"Baiklah. Untuk pengambilan hadiah, Nona bisa ikut denganku," ucap Ding Yuhua.


Qing Yue'er mengangguk. Setelah itu dia pun pergi mengikuti Ding Yuhua. Sebenarnya dia cukup penasaran juga, teknik bela diri apa yang kira-kira sudah disediakan sebagai hadiah?


***

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen ya


__ADS_2