
Qing Yue'er merasa cukup terkejut ketika mendengar kabar tentang Cloud Fairy yang akan pergi meninggalkan Puncak Awan Abadi. Apalagi dengan alasan untuk kembali bertemu kelompok ras peri. Meskipun begitu dia tidak mengatakan atau menanyakan banyak hal.
Perjamuan untuk perpisahan Cloud Fairy akan diadakan dua hari lagi. Qing Yue'er mungkin akan hadir di sana karena Xie Ying Fei belum keluar dari kultivasinya. Dia tidak akan pergi meninggalkan Puncak Awan Abadi selama ibunya belum keluar.
Hari ini Qing Yue'er menemui Mo Jingtian dan pria itu sudah tidak memiliki masalah lagi. Ini membuat perasaannya menjadi lebih lega. Kemarin dia sempat khawatir hingga sepanjang malam tidak henti-hentinya mengirim energi spiritual ke dalam tubuh Mo Jingtian.
“Ying Jun, bagaimana dengan Bulu Terang dan Bulu Gelap? Aku sudah lama tidak melihat mereka.” Qing Yue'er bertanya di dalam benaknya.
“Tentu saja mereka tumbuh dengan baik karena aku yang sudah membesarkannya,” jawab Ying Jun dengan bangga. Meskipun kadang-kadang dia tidak menyukai kedua beruang itu, tetap saja dia merasa senang ketika menyadari selama ini dialah yang sudah membesarkan mereka.
“Kelihatannya kau sangat pintar membesarkan binatang lain. Apa kau tidak ingin membesarkan keturunan sendiri?”
Pertanyaan macam apa itu? Ying Jun merasa ingin memaki Qing Yue'er. Dia tidak pernah memikirkan tentang memiliki anak atau keturunan. Dia adalah golongan binatang ilahi dan itu berarti dia sangat istimewa. Tidak ada yang pantas untuk bersanding bersamanya.
“Gengsimu sangat tinggi,” ucap Qing Yue'er. Dia hampir tahu apa isi kepala Ying Jun.
“Apa aku perlu mencarikan binatang ilahi lain? Mungkin kamu ingin yang sangat cantik? Atau yang memiliki tubuh seindah Cloud Fairy? Atau yang—”
“Berhenti, berhenti! Urusi saja urusanmu sendiri! Bicaramu seperti seseorang yang sudah berpengalaman padahal kamu sendiri belum menikah,” cibir Ying Jun. Hubungan mereka memang lebih seperti seorang teman atau saudara jadi Ying Jun tidak merasa takut mengatakan itu.
Qing Yue'er yang mendengar ucapan Ying Jun akhirnya terkekeh. “Bagaimanapun juga aku ini berkuasa atas keberadaanmu, tapi yang kau katakan ada benarnya juga.”
Saat itu tiba-tiba pintu kediaman diketuk dari luar. Qing Yue'er segera mengibaskan tangannya dan pintu pun langsung terbuka. Dari tempatnya, dia bisa melihat seorang wanita yang penampilannya tidak jauh berbeda dari Su Yanling. Wajahnya sedikit mirip, hanya saja ada titik tahi lalat di pangkal hidungnya.
Meskipun wajahnya mirip, wanita itu memiliki kedinginan dalam ekspresi dan auranya. Dia mencoba menyunggingkan senyum, tetapi Qing Yue'er bisa dengan mudah melihat itu hanyalah senyum paksaan. Siapa wanita itu dan untuk apa muncul di depan pintunya?
“Benarkah kau gadis yang bernama Qing Yue'er?”
Qing Yue'er yang setengah berbaring di kursi panjang, sama sekali tidak merubah posisinya. Dengan santai dia menatap wanita itu dan menjawab, “Benar. Apa kau perlu sesuatu?”
Wanita yang bernama Su Zen itu mendengkus dingin melihat ketidaksopanan Qing Yue'er. Namun, dia datang ke sini untuk meminta bantuan gadis itu jadi dia tidak memprotes atau menegur. “Muridku mendapat hukuman dari Nona Lin. Bisakah kau berbicara pada Nona Lin tentang ini?”
Qing Yue'er mencomot kacang kastanye yang ada di depannya. Sebelum memakannya, dia bertanya, “Muridmu? Siapa yang sedang kau bicarakan?”
Su Zen menyipitkan mata, lalu menjawab, “Shen Miao.”
“Ah, itu.” Qing Yue'er mengangguk mengerti. Jadi Cloud Fairy benar-benar memberikan hukuman pada Shen Miao dan wanita ini yang kemungkinan adalah gurunya, ingin agar Qing Yue'er berbicara pada Cloud Fairy untuk membebaskan Shen Miao.
“Kenapa aku harus melakukan itu? Itu sama sekali tidak ada hubungannya denganku,” ucap Qing Yue'er yang secara terang-terangan menolak Su Zen.
Tentu saja hal itu membuat Su Zen merasa tersinggung. Dia adalah guru yang populer di Puncak Awan Abadi dan banyak orang yang menghormatinya. Namun, gadis itu bahkan tidak mempertimbangkan permintaannya sedikit pun. Bukankah ini sama saja penghinaan?
“Jangan merasa marah. Aku benar-benar tidak memiliki kaitan dengan ini. Alih-alih meminta bantuanku kenapa kau tidak berbicara pada si kecil Ke'er? Aku rasa anak itu bisa membantu.” Qing Yue'er sedikit terkekeh di akhir kalimat.
__ADS_1
“Kau benar-benar ....” Su Zen menatap Qing Yue'er tajam. Bagaimana mungkin dia meminta bantuan pada anak kecil? Tentu saja dia tidak akan mau melakukannya.
“Dengar, Ke'er adalah gadis kecil yang selama ini banyak dirugikan oleh muridmu. Sedangkan aku? Aku hanya orang asing. Apakah aku benar?” Qing Yue'er bertanya sambil mengangkat kedua alisnya. Eskpresinya terlihat begitu menjengkelkan bagi Su Zen.
Ingin sekali Su Zen menampar wajah Qing Yue'er dengan telapak tangannya. Secara tidak langsung gadis itulah yang sudah membuat Shen Miao mendapatkan hukuman. Namun, dia sekali lagi tidak bisa melakukan itu karena dia masih mengharapkan bantuannya.
Ekspresi wajah Su Zen mengeras. Akhirnya dia memuntahkan kalimat lain. ”Aku akan memberimu sesuatu yang sepadan.”
Kedua mata Qing Yue'er sedikit berbinar. “Apa itu?”
Dalam hati Su Zen mendecih melihat bagaimana Qing Yue'er tertarik dengan tawarannya. Sepertinya gadis itu sama saja seperti manusia lain, serakah dan menyukai harta duniawi.
Tentu saja! Siapa yang tidak menyukai hal-hal yang berguna? Hanya orang munafik yang tidak menginginkannya. Namun, Qing Yue'er tidak biaa disamakan dengan manusia pada umumnya karena seleranya jauh lebih tinggi dari mereka.
“Kau bisa memilih antara senjata atau teknik bela diri,” ucap Su Zen. Setelah itu sebuah pedang dengan permata merah muncul di tangan kanannya, sedangkan gulungan teknik bela diri muncul di tangan kiri.
Su Zen menatap Qing Yue'er dengan sombong. “Kau mau menerima tawaranku, kan?”
Sayangnya Qing Yue'er hanya melirik kedua benda itu dengan tatapan tidak tertarik. Dia tidak melihat adanya keistimewaan pada benda itu jadi dia tidak mau repot-repot melakukan apa pun untuk mendapatkannya.
“Kau bisa pergi sekarang. Aku tidak ingin diganggu,” ucap Qing Yue'er, lalu kembali mengambil kacang kastanye untuk dimakan.
“....”
Selain itu, teknik bela diri yang dia tawarkan juga bukan teknik sembarangan. Dia menghabiskan waktu selama beberapa tahun hanya untuk mendapatkannya. Namun, semua ini sama sekali tidak menarik minat gadis itu? Apa dia pikir benda-benda ini hanya sampah yang tidak berarti?
Su Zen berubah menjadi marah. Baru kali ini dia bertemu dengan gadis yang angkuh melebihi siapa pun, bahkan melebihi keangkuhan Nona Lin. “Kau gadis serakah. Diberi tawaran yang bagus tapi memilih menyia-nyiakannya,” ejek Su Zen.
Qing Yue'er tidak tersinggung. Dia mengakui jika dirinya memang serakah. “Aku tidak membutuhkan itu, tetapi jika kau memiliki teknik untuk meningkatkan level spiritualis dunia, aku pasti akan menerimanya dengan senang hati.”
“Teknik untuk meningkatkan kekuatan roh? Memangnya kau ada di level apa?” tanya Su Zen. Ada sedikit harapan di matanya.
Qing Yue'er menjentikkan jari dan cahaya hijau kebiruan muncul di udara. Hal itu membuat Su Zen ingin segera memuntahkan darah. Siapa pun di dunia ini tahu bahwa meningkatkan kekuatan roh jauh lebih sulit daripada meningkatkan level kultivasi. Bagaimana mungkin dia bisa memiliki teknik yang luar biasa seperti itu?! Harapannya langsung lenyap begitu saja.
Su Zen pun mendengkus dingin. Sejak awal gadis itu memang seperti tidak ingin membantunya. Namun, dia sendiri yang terlalu berharap banyak. Seharusnya dia tahu ini hanya akan membuang usaha secara percuma.
“Hmm! Aku menyesal datang meminta bantuanmu!”
Qing Yue'er tersenyum sedikit. “Bukankah aku sudah memberikan solusinya? Minta bantuan pada Ke'er. Kau benar-benar memiliki gengsi yang besar.”
Su Zen menggertakkan gigi, lalu dengan marah dia mengambil langkah pergi. Kali ini dia bersumpah tidak akan berbicara lagi pada gadis itu atau amarahnya benar-benar akan meledak tak tertahankan.
Setelah Su Zen pergi, Qing Yue'er terkekeh geli. Lagi pula dia memang sedikit enggan untuk membantu Shen Miao. Gadis itu adalah salah satu orang yang bersikap buruk pada Ke'er. Selain itu, ketika dia menanyakan di mana letak kediaman Cloud Fairy, Shen Miao juga tidak membantunya.
__ADS_1
Qing Yue'er tiba-tiba mendengar suara langkah kaki yang mendekat. Dia pikir itu orang lain, tetapi ternyata yang muncul adalah ibunya. Qing Yue'er terkejut dan segera mengubah posisinya. “Ibu sudah selesai? Apa ada kabar baik?”
Xie Ying Fei tersenyum dan berjalan mendekati Qing Yue'er. Kemudian dia duduk di kursi lain. “Aku berhasil menerobos. Bukankah kau melihatnya?”
Qing Yue'er akhirnya memeriksa tingkat kultivasi Xie Ying Fei. Wanita itu sudah menginjak level 7 alam surgawi. Auranya terasa lebih kuat dari sebelumnya. “Bagus. Ibuku memang hebat.”
“Ah, tentu aku kalah jauh jika dibandingkan denganmu.” Xie Ying Fei tersenyum. Dia tidak bisa melihat sudah berada di mana level Qing Yue'er. Namun, itu pasti berada di atasnya. Dia sendiri entah karena alasan apa tidak berani menanyakan ini.
“Yue'er, ada yang ingin aku bicarakan,” ucap Xie Ying Fei. Ekspresinya berubah menjadi lebih serius.
Jantung Qing Yue'er langsung berdebar setelah melihat keseriusan di wajah ibunya. Dia takut akan ada hal tidak menyenangkan yang keluar dari mulut ibunya. Mungkin karena dia masih ingat dengan pertengkaran mereka waktu itu.
“Ah, jangan tegang. Aku tidak akan membicarakan masa depanmu.” Xie Ying Fei tersenyum tipis yang membuat Qing Yue'er sedikit lebih santai. “Yue'er, kekuatamu dan aku sangat berbeda. Saat ini kamu 18 tahun, tetapi sudah lebih kuat daripada aku.”
Qing Yue'er diam, mendengarkan ibunya dengan saksama. “Jadi aku sudah memutuskan ini. Tentang kipas Sheng Feng, aku akan menyerahkannya padamu. Kamu lebih layak menjaga benda yang penting seperti itu.”
Kedua mata Qing Yue'er sedikit melebar. Dia tidak menyangka ibunya akan memutuskan hal ini. Bagaimanapun juga kipas Sheng Feng adalah apa yang sudah sejak awal diserahkan oleh ayahnya pada ibunya.
Rasanya sedikit berat menerima kepercayaan itu. Apalagi dia tahu akan ada dewa yang mengincarnya. Namun, daripada mereka mengincar ibunya, sepertinya akan lebih baik juga jika dia yang menanggung ini.
“Itu akan berbahaya. Jika kau tidak mau maka aku yang akan tetap menyimpannya,” imbuh Xie Ying Fei.
“Ibu bisa memercayakan itu padaku.” Qing Yue'er tersenyum. “Aku akan memastikan untuk terus menjaga kipas itu sampai aku bisa membebaskan ayah.”
Xie Ying Fei menarik Qing Yue'er ke dalam pelukannya. Perasaannya sedikit lebih lega. Sebelum dia menutup diri dalam kultivasi memang dia sudah merasa tertekan memikirkan masalah ini. “Aku tidak tahu bagaimana harus berterima kasih padamu. Beruntungnya aku memiliki putri sepertimu.”
“Kita adalah keluarga,” ucap Qing Yue'er. “Ibu tidak perlu berterima kasih padaku.”
Xie Ying Fei melepaskan pelukannya. Kemudian dia pun mengeluarkan kipas Sheng Feng. Dia memandang benda di tangannya itu dengan tatapan sendu. “Seharusnya aku tidak pernah mengeluarkan kipas ini. Sayang sekali aku terlalu ceroboh.”
“Jangan salahkan diri sendiri. Mungkin ini sudah ditakdirkan,” ucap Qing Yue'er.
“Sikapku yang ceroboh akan membuat semuanya menjadi lebih buruk. Jadi aku akan menyerahkan ini padamu agar tidak ada kejadian yang membuatku semakin menyesal. Agar tidak ada yang bisa mengambilnya dari kita.” Kemudian Xie Ying Fei mengulurkan benda itu pada Qing Yue'er.
“Ibu sudah membuat keputusan yang tepat,” ucap Qing Yue'er. Dia pun menerima pemberian itu. Ketika kipas Sheng Feng mendarat di tangannya, itu terasa sangat ringan. Dia ingin membukanya, tetapi hal itu tidak dia lakukan. Khawatir jika itu akan menarik perhatian si pengincar.
“Aku malu melihat banyaknya hal-hal yang harus kau tanggung. Maafkan aku, sungguh.” Xie Ying Fei benar-benar meminta maaf dari lubuk hatinya. Jika dia bisa lebih kuat pasti dia tidak akan membuat Qing Yue'er melakukan semua hal berbahaya ini.
Gadis itu seharusnya bisa hidup layaknya gadis normal, belajar dengan damai dan menjalin pertemanan dengan generasi muda dari klan-klan lain. Namun, Qing Yue'er tidak akan bisa merasakan hal seperti itu. Xie Ying Fei benar-benar merasa buruk untuknya.
“Ibu jangan berkata seperti itu. Cukup hiduplah dengan baik, aku pasti merasa senang.” Qing Yue'er tersenyum dan langsung mengalihkan pembicaraannya. “Sebentar lagi Nona Lin akan mengadakan perjamuan. Dia akan pergi mungkin ke tempat yang jauh.”
Xie Ying Fei menjadi cukup terkejut. Dia baru mendengar kabar ini. “Kalau begitu kita harus menghadiri perjamuan itu. Kita harus mengucapkan perpisahan karena setelah itu kita akan kembali ke klan Xie.”
__ADS_1
“Aku juga berpikir seperti itu.” Qing Yue'er mengangguk beberapa kali.