
"Nona, dua orang itu menghilang. Mereka mungkin sudah mati," ucap seorang pria dengan kepala yang tertunduk.
Orang yang dipanggil nona itu langsung mencengkeram kuas yang ada di tangannya. Mei Yiran menatap tajam pada bawahannya yang saat ini nampak gemetar. "Jadi orang itu berhasil melarikan diri?"
"I-iya, dia melarikan diri." Pria itu menjawab dengan suara tergagap.
Mungkin orang lain tidak tahu tapi semua bawahan Mei Yiran mengetahui bagaimana sifat nonanya. Dia mungkin terlihat halus di luar, tapi wanita itu memiliki hati yang dingin.
Jika bawahannya membuat sedikit kesalahan saja, mereka akan mendapat hukuman yang kejam. Tentu saja hal itu membuat mereka merasa takut untuk membuat masalah dengan wanita berhati dingin itu.
"Benar-benar tidak berguna!" desis Mei Yiran. Dia membanting kuasnya dengan kasar. Sudah lama sejak seseorang tiba-tiba mengawasinya. Dia paling tidak senang jika ada orang asing yang ikut campur urusannya.
Meskipun dia tidak tahu apakah itu kawan atau lawan, tapi dia sudah dapat memprediksinya. Siapa pun yang mencoba menyelidikinya pasti bukan orang yang berniat baik.
Setelah menenangkan perasaannya, Mei Yiran langsung mengusir bawahannya keluar dari ruangan itu.
"Tenang. Itu hanya masalah sepele," gumamnya. Dengan gerakan yang halus dia mengambil sitarnya dan membelai dengan penuh perasaan. Tatapannya menjadi kosong sesaat.
Ya, dia ingat bagaimana pertama kali bertemu dengan benda di tangannya itu dan bagaimana mereka menjalani waktu bersama.
Sitar itu adalah benda yang dia dapatkan dengan susah payah. Banyak pengorbanan yang dilakukan sebelum benar-benar memilikinya.
"Little White, seseorang mungkin menyelidiki kita, tapi jangan takut. Jika mereka menghalangi jalan kita maka tidak ada yang perlu dikasihani," bisiknya
Setelah itu dia memetik senarnya dengan cara yang tidak biasa. Beberapa saat kemudian sebuah cahaya samar muncul tidak jauh darinya. Cahaya itu membentuk sebuah portal yang menghubungkan ruang jarak jauh.
Mei Yiran berdiri membawa sitarnya. Dengan wajah yang datar dia memasuki portal itu tanpa ragu-ragu. Ketika dia berhasil memasuki portal, sosoknya langsung menghilang tanpa meninggalkan jejak.
***
Ketika hari sudah semakin larut, Qing Yue'er masih sibuk membolak-balik halaman buku yang ada di tangannya. Ya, saat ini dia sedang memeriksa Formula Dewa Alkimia untuk mencari resep pemulihan kekuatan jiwa.
__ADS_1
"Aku menemukannya!" serunya dengan girang.
Ying Jun yang melihat hal itu tidak banyak memberi respon. Dia sudah bisa menebak bahwa buku itu pasti memiliki catatan yang lengkap.
Lagipula Dewa Alkimia bukanlah orang yang sembarang. Sesuatu tentang resep yang berharga seperti itu pasti diketahui dan akan mencatatnya dalam riwayat perjalanan hidupnya.
Taotie yang saat ini sedang dalam bentuk manusia, mengamati Qing Yue'er dengan cermat. Terutama dia sangat tertarik dengan buku di tangan gadis itu.
"Benarkah ini milik Dewa Alkimia?" tanya Taotie dengan heran.
"Memangnya apa jika bukan itu? Kamu pikir seseorang akan sanggup menduplikasinya?" ketus Ying Jun. Dia masih tidak bisa berdamai dengan iblis Taotie.
"Bukan seperti itu. Aku hanya heran bagaimana barang berharga seperti itu bisa berada di sini?"
"Apa maksudmu Qing Yue'er tidak pantas memilikinya?!" teriak Ying Jun.
"Aku tidak berkata seperti itu."
"Diam!" teriak Qing Yue'er untuk menghentikan perdebatan makhluk itu.
Kadang-kadang dia heran, kenapa mereka tidak bisa berdamai sebentar saja? Mereka selalu berdebat tentang hal-hal kecil yang sangat sepele. Apa itu tidak melelahkan?
Setelah diteriaki barulah kedua makhluk itu berhenti. Saling menggumamkan keluhan yang tidak dipedulikan oleh Qing Yue'er. Ya, sekarang dia hanya fokus pada urusannya.
Qing Yue'er melihat resep pil yang tertulis di buku. Namanya adalah Pil Pemulihan Jiwa. Di sana tercatat berbagai bahan yang dia sendiri tidak tahu bagaimana bentuknya.
"Bagaimana aku bisa menemukannya jika bentuknya saja aku tidak tahu." Qing Yue'er menggerutu tidak senang.
Ying Jun mendekat dan merebut buku dari tangan Qing Yue'er. Ada satu halaman kosong di balik lembar yang berisi catatan resep Pil Pemulihan Jiwa. Ying Jun sedikit mengendusnya.
"Apa ada sesuatu yang lain?" tanya Qing Yue'er. Dia memiliki sedikit harapan ketika Ying Jun memasang wajah seriusnya.
__ADS_1
Tanpa menjawab pertanyaan Qing Yue'er, Ying Jun menggerakkan jarinya di atas halaman kosong tersebut. Yang dia lakukan adalah membentuk mantra berpola. Cahaya putih mengikuti jejak gerakannya.
Setelah itu sebuah tulisan tangan mulai bermunculan di atas halaman yang kosong. Hingga beberapa saat, satu halaman itu langsung diisi penuh dengan tulisan tangan yang bergaya elegan.
Aura kuno dan sakral bisa dirasakan meskipun seseorang hanya melihatnya saja. Sudah jelas bahwa orang yang menulis itu pasti bukan manusia biasa.
Qing Yue'er melebarkan matanya seakan tidak percaya. Dia benar-benar terkejut dengan apa yang terjadi. Ternyata ada hal yang tersembunyi di dalam buku itu.
"Apa ini?" tanya Qing Yue'er pada Ying Jun. Dia sama sekali tidak mengerti apa isinya. Itu karena apa yang tertulis di sana bukan menggunakan bahasa yang sama dengan sebelumnya.
Ya, semua orang harus ingat bahwa Formula Dewa Alkimia ditulis menggunakan bahasa inggris. Itulah kenapa hanya Qing Yue'er yang mengerti sehubungan dengan asalnya yang merupakan manusia dari bumi.
Dan di sinilah Qing Yue'er menyadari. Kemungkinan besar Dewa Alkimia juga berasal dari bumi seperti dirinya. Jika ada kesempatan maka dia ingin bertemu dengannya. Mungkin dia akan mendapat informasi apakah dia bisa kembali ke bumi atau tidak.
Ying Jun tampak membaca tulisan-tulisan itu. Setelah beberapa saat barulah dia menjelaskan pada Qing Yue'er.
Dalam tulisan itu Dewa Alkimia menyebutkan ciri-ciri dari bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Pil Pemulihan Jiwa. Namun selain itu Dewa Alkimia juga menyebutkan hal lain yang lebih penting.
Ia menyebutkan bahwa pemulihan jiwa tidak hanya terbatas pada obat saja, tapi ada upaya lain yang bisa dilakukan. Dan itu adalah melenyapkan penyebabnya.
"Hebat!"
Qing Yue'er berseru dengan gembira. Jika hanya melenyapkan penyebabnya, bukankah dia hanya perlu menemukan sitar Mei Yiran dan menghancurkannya?
"Apa kau pikir akan sesederhana itu?" ejek Ying Jun.
"Aku tidak tahu. Daripada susah mencari bahan-bahan langka, bukankah lebih mudah untuk melenyapkan sumbernya saja? Bagaimana pun juga aku memang harus mencobanya," ucap Qing Yue'er dengan percaya diri.
"Ya, memang kita harus mencobanya," gumam Ying Jun.
Waktu malam yang tersisa, Qing Yue'er gunakan untuk bermeditasi. Rasa ngantuk bahkan tidak hinggap di matanya. Mungkin karena dia merasa senang sudah memiliki solusi, atau karena dia tidak sabar untuk bertemu dengan Mei Yiran.
__ADS_1