
Qing Yue'er berjalan mendekati Hong Xiayin. Menurutnya Hong Xiayin tidak akan mati dengan mudah. Meskipun itu luka yang parah tetapi tidak cukup untuk membunuhnya. Lagi pula binatang ilahi tidak akan bisa terbunuh dengan mudah.
Dia tersenyum dan berkata, “Apa kamu melihatnya sekarang? Siapa yang lebih dipihak tuanmu?” Qing Yue'er terkekeh. “Semua kata-katamu sebelumnya tidak cukup untuk membuatku begitu marah. Aku hanya merasa ketidakadilan pada Ying Jun. Bagaimanapun juga dia adalah binatang ilahi milikku.”
Hong Xiayin hanya mendengarkan apa yang Qing Yue'er katakan. “Jadi, aku akan membuatmu hidup di dalam dimensiku. Apa kau tahu tempat apa itu?” tanya Qing Yue'er.
“Tidak ada yang berbahaya. Namun, itu adalah tempat yang penuh dengan salju. Jadi, kupikir kamu akan kesulitan jika harus tinggal di sana. Aku tidak akan meminta maaf padamu,” lanjutnya.
Elemen Hong Xiayin adalah api. Jadi, dia akan mengalami pengekangan jika harus tinggal di tempat bersalju. Ini adalah apa yang Qing Yue'er inginkan. Biarkan wanita itu merasakan beberapa penderitaan. Di masa depan mungkin dia bisa memanfaatkannya untuk kepentingan lain.
Dengan cepat dia langsung mengirim Hong Xiayin ke dalam dimensi. Dia menugaskan Jinlong untuk mengawasinya. Setidaknya sampai wanita itu pulih dari luka-lukanya.
Setelah itu dia kembali lagi untuk menemui Mo Jingtian. Dia membutuhkan penjelasan dari pria itu. Terutama tentang Pulau Langit ini. Namun, ketika dia tiba di depannya, Mo Jingtian langsung menariknya pergi menjauh dari lautan api itu.
“Aku menyarankmu datang ke Pulau Langit ini bukan untuk lautan api itu,” ucap Mo Jingtian yang suasana hatinya sedikit buruk karena ulah Hong Xiayin.
“Kalau begitu untuk apa? Kamu juga tidak memberi tahu apa pun padaku, bagaimana aku bisa tahu?” tanya Qing Yue'er, sedikit memprotes.
Awalnya dia cukup tergiur dengan api itu. Dia pikir itu bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kekuatan. Namun, sepertinya tidak. Tidak ada yang begitu berguna untuknya.
Mo Jingtian menghela napas. Dia hampir lupa jika Qing Yue'er adalah gadis yang menyimpan begitu banyak rasa keingintahuan. Akhirnya dia pun berkata, “Aku akan menunjukkannya padamu.”
Kemudian dia membawa Qing Yue'er ke tempat yang berbeda. Kali ini tempat yang dipijaki adalah sebuah perairan kecil yang mungkin bisa disebut danau. Tanpa ragu dia langsung membawa Qing Yue'er masuk ke dalam danau.
Air dingin langsung menyapu kulit mereka. Namun, itu tidak sampai membasahi pakaian mereka. Keduanya hanya terus meluncur ke bawah tanpa peduli pada hal-hal lain.
__ADS_1
Kecepatan gerakan Mo Jingtian terlalu mengerikan untuk ukuran manusia normal. Qing Yue'er hanya bisa bergidik. Sepertinya pria itu tidak menahan sama sekali. Beruntung dia bukan orang yang takut pada kecepatan.
Danau itu mungkin terlihat sangat kecil, tetapi kedalamannya benar-benar sesuatu yang menakutkan. Bahkan dengan kecepatan seperti itu mereka masih belum tiba di dasar. Apa mungkin ini akan mengarah pada dimensi lain?
Qing Yue'er masih menunggu. Setelah beberapa waktu terlewat, barulah dia melihat dasar danau tersebut. Di sana memang sangat gelap, tidak ada cahaya matahari yang mungkin bisa menembus kedalaman airnya. Namun, dari awal Mo Jingtian memang sudah menyalakan cahaya di tangannya.
“Ck.” Qing Yue'er mendecakkan lidah. “Jika kamu tidak membawaku ke sini, aku ragu bisa menemukannya dengan tanganku sendiri,” ucapnya.
“Ini memang tempat yang cukup tersembunyi," jawab Mo Jingtian setelah mendarat di dasar danau.
“Apa ini benar-benar Pulau Langit milikmu? Mungkinkah kamu berasal dari Celestial?” tanya Qing Yue'er penasaran.
Meskipun masa lalu Mo Jingtian mungkin sudah terlewat hingga bertahun-tahun, tapi dia ingin tahu bagaimana pria itu tumbuh. Dari mana dia berasal sampai bisa menyandang status dewanya.
Qing Yue'er mengikuti Mo Jingtian sambil terus melemparkan pertanyaan. “Aku tidak yakin. Apa kamu berasal dari alam rendah seperti aku? Atau Celestial? Atau mungkin malah kamu sendiri merupakan keturunan dewa?”
Mo Jingtian menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. “Jika aku keturunan dewa maka aku tidak akan berada di sini sekarang.”
“Maksudmu? Apa mungkin kamu akan tinggal di Pengadilan Surgawi?”
“Kamu berpikir terlalu banyak,” ucap Mo Jingtian.
“Kalau begitu apa kamu mungkin berasal dari tempat terpencil dengan banyak tumpukan mayat? Tidak, tidak. Maksudku mungkin dari tempat yang penuh dengan pertumpahan darah?” tanya Qing Yue'er dengan hati-hati.
Mo Jingtian menghentikan langkahnya. Dia sudah tiba di depan dinding danau. Kemudian dia mengetuk dinding tersebut hingga beberapa kali. “Di sini,” ucapnya.
__ADS_1
Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya. “Apa? Maksudmu kamu berasal dari dalam dinding ini?”
“....”
Mo Jingtian menatap Qing Yue'er sebentar. Kemudian dia berkata, “Di sini tempat yang ingin kutunjukkan padamu.”
“Memangnya apa yang ada di dalam?” tanya Qing Yue'er yang kini sudah melupakan topik sebelumnya.
“Kamu akan melihatnya nanti," balas Mo Jingtian.
Kemudian dia melukis formasi di udara dengan pola yang sangat rumit. Setelah selesai dia mendorong dinding di depannya pelan-pelan. Bunyi ‘bzzz’ pun terdengar di telinga. Cahaya terangyang menyilaukan langsung menyapa mereka dari balik dinding.
Qing Yue'er menutup matanya sejenak. Setelah beberapa saat barulah dia membukanya lagi. Kedua matanya langsung membola setelah melihat apa yang ada di balik dinding.
“Woahh! Ini adalah ....”
***
**Halo, semua. Apa kabar?
Maaf sudah membuat kalian menunggu lama. Ternyata aku tidak bisa mulai menulis tepat waktu seperti yg ditargetkan. Aku kasih empat bab dulu ya. 😁
Ternyata sudah setahun novel ini publish. Aku sedikit terkejut, tidak menyangka bisa bertahan selama itu meskipun update-nya lambat. Terima kasih banyak untuk kalian yang sudah membaca karya amatiran ini.
Jangan lupa jaga kesehatan 👍**
__ADS_1