Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Menguping Pembicaraan


__ADS_3

Mei Yiran telah merasakan seseorang baru saja menguping pembicaraannya dari luar. Namun ketika dia membuka pintu, tidak ada satu orang pun yang ada di sana. Pasti orang itu sudah pergi.


"Sial! Bahkan di tempat terpencil seperti penginapan pun masih ada yang ingin ikut campur!" seru Mei Yiran sambil membanting pintu. Perasaan damainya telah berubah menjadi jengkel.


"Kenapa kau begitu marah? Sitar itu sudah tak lagi di tanganmu, apa yang kau takutkan?" tanya seseorang yang ada di dalam kamar yang sama. Itu adalah perempuan yang mungkin usianya beberapa tahun lebih tua darinya.


Perempuan itu memiliki wajah yang tak kalah cantik dengan Mei Yiran. Dan karena dia memiliki usia yang jauh lebih dewasa jadi tubuhnya pun lebih terlihat matang.


"Justru karena sitar itu tidak ada di tanganku sehingga aku merasa khawatir," balas Mei Yiran.


"Apa kau takut seseorang menyerangmu di saat kau tak memegang senjata?"


Mei Yiran mendengus. Dia berjalan menuju tempat duduk yang ada di seberang wanita itu. Setelah duduk di sana dia pun meneguk anggur dari cangkir dengan kasar.


"Kakak, bukan itu yang aku takutkan," ucap Mei Yiran.


"Jadi?" Wanita yang ternyata adalah kakak perempuan dari Mei Yiran pun mengangkat kedua alisnya. Dia sangat tahu tentang kepribadian adiknya yang mungkin sedikit kurang sabaran.


"Aku tidak mempercayai istana kerajaan. Di sana bukan tempat yang aman," jawab Mei Yiran.


Kakak Mei Yiran yang bernama Mei Xin, terkekeh. Dia tahu mungkin adiknya itu sedang berbohong, tapi ucapannya memang masuk akal. Sitar itu sekarang ada di istana kerajaan yang ada banyak orang keluar masuk.


Istana kerajaan mungkin terdengar kuat dan aman, tapi seseorang harus tahu seberapa luasnya dan seberapa banyak orang-orang yang ada di sana. Semakin banyak orang maka itu juga rentan akan bahaya.


"Sudahlah. Kamu belum begitu dewasa, mungkin belum cocok untuk masuk ke dalam masalah seperti ini. Aku akan membicarakannya dengan Tuan Baili dan ayah agar mereka tidak lagi melibatkanmu," ucap Mei Xin.


Mei Yiran tersenyum senang pada kakak perempuannya. Namun senyumnya lenyap ketika mengingat sitarnya. Mungkin dia tidak akan bisa bertemu dengan sitarnya lagi.


***

__ADS_1


Di kamar sebelah, Jing Ling masih menguping pembicaraan Mei Yiran. Karena tingkat kultivasinya telah naik menjadi level 3 alam langit, dia pun berhasil menyembunyikan auranya dengan baik.


Dia terkejut dengan informasi yang dia dapatkan. Sitar itu ada di kerajaan? Lalu ada pula orang bernama Baili serta ayah dari Mei Yiran yang terkait?


Dia berpikir dengan hati-hati. Ada kemungkinan bahwa orang yang merencanakan semua plot ini adalah keluarga Mei Yiran dan seseorang bernama Baili itu. Namun tujuan apa yang sebenarnya mereka rencanakan? Lalu di sini Mei Yiran berperan sebagai figuran saja?


Jing Ling menggaruk kepalanya. Kenapa ini semakin rumit? Untuk mendapatkan sitar itu haruskah dia pergi ke istana kerajaan dan mencurinya?


Jing Ling bangkit dari duduknya dan memicingkan matanya untuk melihat pria muda yang sejak tadi hanya menguap sambil berjaga di depan pintu.


"Siapa kamu? Apa kau juga sedang mencoba menyelidikinya?" tanya Jing Ling penuh selidik.


Qi Rong menggelengkan kepalanya dengan malas. Dia bahkan malas untuk menjawab pertanyaan Jing Ling dan bersiap untuk keluar dari kamar itu. Sepertinya orang yang ada di kamar sebelah sudah tidak mencarinya.


"Tunggu! Siapa yang mengizinkanmu keluar?" Jing Ling mengeluarkan qi sipritualnya dan membuatnya mengunci Qi Rong agar tetap diam di tempat.


Dia sendiri hanya berada di puncak alam bumi. Siapa yang mungkin bisa melawan ahli alam langit? Daripada membuang tenaga dengan cuma-cuma, lebih baik dia menyimpannya.


Jing Ling tidak langsung membebaskannya. Dia memeriksa tingkat kultivasi Qi Rong dan hanya mengangguk-angguk saja. Dia tidak merasakan permusuhan dari pihak lain, kemungkinan pemuda itu bukan musuhnya.


"Kawan, bisakah kau melepaskanku? Aku benar-benar hanya orang lewat saja. Jika kau ada masalah dengan orang di sebelah maka ...."


Sebelum kalimat Qi Rong selesai, Jing Ling langsung membungkam mulut pria itu dengan qi spiritual. Bagaimana ada orang sebodoh itu?


Mereka ini bisa dianggap sedang bersembunyi, tapi kenapa orang bodoh di depannya ini berbicara dengan keras? Bagaimana jika Mei Yiran mendengarnya?


Benar saja, tak selang lama dia mendengar langkah kaki yang bergerak menuju pintu kamarnya. Setelah itu dia mendengar ketukan yang datang dari luar.


"Bodoh!" Jing Ling merutuki kebodohan Qi Rong. Sepertinya keberadaannya sudah ditemukan.

__ADS_1


Jing Ling melihat ke arah jendela. Dia harus melarikan diri. Karena dia bertindak sendirian maka dia tidak boleh ceroboh, berbeda halnya jika dia masih bersama Xinyu. Mungkin dia akan merasa lebih percaya diri.


Dengan gerakan yang cepat Jing Ling belari ke arah jendela. Ketika hendak melompat keluar, dia menoleh ke arah Qi Rong. Napasnya mendengus.


Woosshh woosshh


Langkah kakinya begitu gesit. Dia membawa Qi Rong dan melemparkannya begitu saja ke bawah. Tentu saja Qi Rong hanya bisa menangis dalam hati. Siapa pun bisa membayangkan bagaimana rasanya jika dia jatuh dari lantai dua.


Jing Ling tidak memperhatikan hal itu. Dia sendiri ikut melompat ke bawah. Namun, karena dia memiliki kemampuan terbang jadi tubuhnya bisa mendarat dengan sempurna.


Selangkah setelah Jing Ling melompat, Mei Yiran telah mendobrak pintu. Dia mendapati kamar yang sudah kosong. Tidak salah lagi, pasti orang yang ada di sini adalah orang yang sama dengan yang telah mengupingnya tadi.


Dia berlari untuk memeriksa jendela, melongok ke bawah tapi sudah tidak ada siapa pun di sana. Sudah bisa dipastikan bahwa mereka berhasil melarikan diri.


"Sialan, lagi-lagi aku kurang teliti. Sepertinya mereka sudah mendengar semuanya," gumam Mei Yiran. Wajahnya berubah menjadi gelap ketika amarah mulai melanda hatinya.


***


Jing Ling melirik Qi Rong yang kini sedang mengaduh kesakitan. Memang sebelumnya dia tidak memikirkan masalah ini. Yang terpenting dia sudah membuat pria itu tidak tertangkap oleh Mei Yiran. Bukankah ini juga sebuah kebaikan?


"Kamu benar-benar gadis sialan," rutuk Qi Rong.


Tentu saja dia merasa jengkel. Meskipun dia tergolong kuat untuk ukuran manusia normal, namun sebelumnya dia sedang dikunci oleh kekuatan Jing Ling. Hal itu menyebabkan dia tidak bisa menggunakan qi spiritual untuk melindungi tubuhnya pada saat jatuh ke tanah.


"Apa? Bukankah aku sudah membantumu pergi? Bagaimana jika aku membiarkanku tetap di sana dan tertangkap oleh wanita iblis itu? Kamu benar-benar tidak tahu terima kasih." Jing Ling mengejek Qi Rong.


Namun, setelah dipikirkan baik-baik, mungkin dia bisa memanfaatkan orang ini. Dia tidak memiliki partner bukan? Bagaimana jika dia menjadikan pria itu sebagai rekan untuk menggantikan Xinyu?


Itu ide yang bagus.

__ADS_1


__ADS_2