
Langit mulai menggelap saat matahari tertelan bumi. Istana kerajaan tampak bergejolak dengan nyala api di sekitar halamannya. Dua orang diikat tinggi di sebuah tiang yang di bawahnya terdapat tumpukan kayu bakar. Jika kayu bakar itu dinyalakan orang diatasnya pasti akan terpanggang sampai gosong.
Bai Su dan Xie Wuqing terikat dengan lemah. Mereka tidak mengkhawatirkan hidupnya sendiri tapi mereka takut Bai Yin Xue akan datang ke sini dan menyebabkan masalah.
"Tuan Bai, lagi-lagi kami menyebabkan masalah. Maaf, seharusnya kamu tidak pernah terlibat dengan hal ini."
Xie Wuqing berkata dengan lemah. Suaranya sangat serak sehingga terdengar menakutkan di telinga. Tubuhnya sudah terluka parah dan sudah banyak memuntahkan darah.
"Tidak, aku sudah berjanji sebelumnya pada Nona Xie Yingfei jika aku akan menjaga anaknya dengan baik. Aku sama sekali tidak menyesal." Bai Su masih tersenyum saat ini.
Xie Wuqing hanya bisa bergumam. "Kamu memang orang yang baik."
Di sekeliling mereka banyak orang-orang berdiri yang berpakaian merah gelap. Itu adalah beberapa anggota yang dikirim dari sekte Hujan Darah.
Sebuah tawa kejam terdengar dari belakang. "Yoo, aku ingin melihat bagaimana gadis itu akan menghadapi ini?"
"Senior Mu, dia hanya gadis lemah yang berlindung di bawah sayap pamannya. Sekarang pamannya tertangkap disini, memangnya apa yang bisa dia buat?" Hong Ming berkata dengan penuh ejekan.
Suara lain menimpali, "Ah, apa dia cantik? Mungkin bisa digunakan untuk bantal di tempat tidurku, ha ha ha."
Seseorang yang dipanggil Senior Mu oleh Hong Ming menjawab lagi, "Benar, itu ide yang bagus. Saat dia datang dia mungkin akan menangis darah, ha ha ha."
Raja Ling Tian hanya bisa menggelengkan kepalanya. Saat ini mereka benar-benar tidak berdaya di depan sekte Hujan Darah. Xie Wuqing mungkin kuat tapi bagaimanapun juga dia masih hanya seorang pemuda.
Dibandingkan para penatua dari sekte besar tentu saja dia masih kurang. Raja Ling Tian tidak ingin menyinggung orang-orang dari sekte Hujan Darah, jadi dia hanya melihat kejadian ini dengan mata tertutup.
Saat ini di langit yang gelap tiba-tiba sinar dengan warna biru terang melintas dengan cepat. Orang-orang di halaman istana semua mendongak untuk melihat ke atas. Mereka tercengang dengan apa yang terlihat di matanya.
Seorang gadis berpakaian putih terang duduk di atas phoenix biru. Wajah cantiknya terlihat sedingin es. Rambut panjangnya berkibar tertiup angin.
Bai Yin Xue mendarat tepat di halaman luas istana kerajaan. Dia melihat dua orang yang sangat dia kenal masing-masing diikat di sebuah tiang. Amarah di hatinya menjadi semakin bergejolak.
Setelah mendarat, dia turun dengan anggun dari punggung phoenix. Matanya melintas melihat orang-orang yang duduk di atas kursi kehormatan.
"Ling Tian, seperti inikah caramu merawat rakyatmu?" Bai Yin Xue bertanya dengan acuh tak acuh pada seseorang yang memakai mahkota di kepala.
"Yin Xue, apa yang kamu katakan!" Raja Ling Tian berkata dengan marah.
Bai Yin Xue tertawa terbahak-bahak terdengar sangat menyenangkan di telinga. "Sampah sepertimu yang berlindung di kawanan serigala, cihh sungguh menjijikkan!"
"Gadis, mulutmu sangat tajam." Hong Ming berkata dengan dingin.
Senior dari sekte Hujan Darah yang bernama Mu Qiang menatap Bai Yin Xue dengan tajam. Matanya melirik phoenix biru dengan penuh keserakahan.
__ADS_1
"Serahkan phoenix biru itu dan aku akan mempertimbangkan untuk membebaskan ayah dan pamanmu." Mu Qiang berkata dengan tenang.
Bai Yin Xue tertawa lagi. "Bagaimana jika aku tidak menyerahkannya?"
"Maka kalian akan mati!" jawab Mu Qiang dengan dingin.
Bai Yin Xue hanya tersenyum mengabaikan Mu Qiang. Dia menoleh untuk melihat orang yang terikat di tiang. "Ayah, paman apa kalian mendengarku?"
Xie Wuqing merespon dengan terbatuk.
Bai Yin Xue tersenyum dan bertanya lagi, "Lalu apakah aku boleh membantai orang-orang ini?"
Xie Wuqing tertawa terbahak-bahak. "Lakukanlah keponakan, ha ha ha. Selama kamu memiliki kekuatan, lakukan apa pun sesukamu!"
Orang-orang dari sekte Hujan Darah mencemooh mendengar hal ini. Memangnya siapa dia pikir untuk melepaskan pembantaian disini? Hanya gadis kecil seperti itu tapi mulutnya begitu besar.
"Bagus. Phoenix mari kita lakukan! Hindarkan ayah dan paman!"
Ying Jun memekik lalu berputar beberapa kali di udara. Kabut tebal langsung menyelimuti orang-orang yang ada di bawah. Mu Qiang dan yang lainnya segera menjadi waspada.
"Ling Tian, apa kamu yakin tidak akan menolongku?" Bai Yin Xue kembali menoleh ke arah Raja Ling Tian. Yang ditanya hanya terdiam tidak menjawab.
Bai Yin Xue tertawa lebar. Kali ini tawa itu membuat punggung mereka menggigil.
"Hati-hati kabut beracun!" Mu Qiang berteriak dari belakang.
"Ying Jun, jangan sisakan hidup seseorang. Bunuh mereka semua yang ada disini!" Bai Yin Xue berteriak.
Kabut tebal menutupi penglihatan sebagian orang. Bai Yin Xue mengambil kesempatan ini untuk membebaskan ayah dan pamannya. Saat dia tiba di depan tiang, Hong Ming telah berdiri di sana sambil menyeringai. Bai Yin Xue menjadi waspada.
Jari-jarinya bergerak untuk mengkondensasi qi spiritual. Kemudian panah es kecil yang sangat tajam muncul di tangannya. Dengan cepat dia melemparkan panah itu ke arah Hong Ming. Sayangnya pria tua itu dapat menghindar dengan cepat.
Panah es menabrak pilar kayu dan kayu itu langsung membeku sebelum kemudian runtuh dalam sesaat. Hong Ming menelan ludahnya. Jika panah itu menembus tubuhnya bukankah dia akan langsung runtuh menjadi bongkahan es?
Bai Yin Xue mengeluarkan panah es dari tangan kanan dan kiri bersamaan. Dia bergerak dengan sangat cepat tidak membiarkan Hong Ming menghindar lebih jauh.
Woosshh! Woosshh!
Segala hal yang terkena panah es itu langsung runtuh menjadi bongkahan es. Dalam sekejap halaman di sekitar tiang besar sudah diisi dengan runtuhan es.
Bai Su dan Xie Wuqing yang melihat kejadian ini dari atas langsung menatap lebar pada sosok putih yang bergerak dengan lincah. Apakah ini Bai Yin Xue yang mereka kenal?
Saat Bai Yin Xue bertarung dengan Hong Ming, sedangkan Ying Jun menghadapi serangan Mu Qiang. Udara dingin datang dari pertempuran mereka. Serpihan es berjatuhan dari udara ke tanah.
__ADS_1
Mu Qiang berada di level 1 alam langit sehingga dia bisa terbang di udara walaupun hanya dalam jangka waktu yang singkat. Meski begitu dia sama sekali bukan tandingan Ying Jun. Dalam sekejap Mu Qiang sudah terdorong ke tanah sambil meludahkan darah.
"Sial!" Mu Qiang mengutuk dalam-dalam.
Phoenix mengabaikan Mu Qiang yang terduduk di tanah. Dia berputar di udara dan menjatuhkan hujan es di seluruh halaman. Setiap orang yang terkena hujan itu langsung membeku.
Kabut beracun telah melemahkan tubuh mereka sehingga tidak mudah untuk berlari. Mereka menjerit saat tubuhnya mulai membeku menjadi patung-patung es.
Hong Ming melihat keadaan saat ini dan hatinya bergetar. Seharusnya tidak seperti ini. Seharusnya dia yang membantai. Kenapa sekarang mereka yang menjerit kesakitan?
***
Hong Ming tidak fokus karena dia menyadari bahwa keberadaan mereka semakin melemah. Hal itu membuatnya tidak menyadari sebuah panah dingin yang bergerak menembus jantungnya.
Matanya melebar menatap Bai Yin Xue. Dia tidak percaya dengan apa yang terjadi. "Kamu ... kamu ..."
Tubuhnya mulai kaku, napasnya menjadi sulit. Dalam waktu yang singkat dia telah berubah menjadi patung es. Dia tidak pernah menyangka hidupnya akan diambil oleh gadis kecil yang hanya berumur 15 tahun.
Bai Yin Xue mendekati patuh es Hong Ming dan menyentuhnya dengan ringan. Itu hanya sentuhan ringan tapi patung itu langsung runtuh menjadi serpihan es yang tidak berarti. Hilang, tubuh dan organnya semua hilang tidak ada yang tersisa.
Bai Yin Xue menatap tangannya sendiri. Ini adalah teknik yang baru dipelajari dari Ying Jun. Dia tidak pernah berpikir teknik ini menjadi begitu kuat. Dia tersenyum sesaat lalu bergerak untuk membebaskan ayah dan pamannya.
Setelah semua selesai Bai Yin Xue melihat keadaan di sekitarnya. Tidak ada hujan darah yang berbau amis. Tidak ada sungai yang depenuhi aliran darah. Hanya ada tumpukan es yang sangat dingin membuat orang yang melihat langsung menggigil.
Dalam keputus asaan Ling Tian berteriak memohon. "Yin Xue, tolong luangkan hidupku. Aku tidak berdaya untuk menolongmu sebelumnya!"
Bai Yin Xue tersenyum mengejek. "Dari awal aku sudah memberimu kesempatan, tapi kamu terdiam tidak menyuarakan apapun."
Ying Jun terbang keatas Raja Ling Tian dan membuka mulutnya lebar-lebar.
"Tidak! Jangan mendekat!" Ling Tian berteriak ketakutan.
Tubuh orang tua itu langsung tersedot kedalam mulut Ying Jun. Phoenix itu benar-benar menelannya bulat-bulat!
"Oh, ini tidak enak sama sekali." Dia bersendawa dan bergumam dengan rendah.
Bai Su tercengang melihat ini. Rajanya sendiri ditelan bulat-bulat oleh binatang roh. Kekuatan macam apa itu? Diam-diam dia juga menggigil saat melihat Bai Yin Xue.
"Tuan, ada satu orang yang meloloskan diri." Ying Jun melapor pada Bai Yin Xue.
"Apa itu Mu Qiang?"
"Ya, dia menggunakan aray pemandek jarak."
__ADS_1
Bai Yin Xue menghela nafas. "Biarkan saja untuk saat ini. Kamu kembalilah dulu."
Phoenix itu mengangguk dan langsung menghilang dari udara tipis. Dia kembali ke dalam ruang dimensinya.