
Qing Yue'er menyeka keringatnya. Ratusan boneka yang masuk ke ruangan itu akhirnya hanya tersisa beberapa. Mereka bertiga mampu menghabisi boneka-boneka itu dalam waktu yang ditentukan. Tentu saja hal itu membuat tim penguji merasa takjub. Mereka yang mengamati kinerja Qing Yue'er hanya bisa mengangguk-angguk dengan puas.
"Tidak perlu ada gelombang kedua. Mereka memang harus menjadi murid sekolah ini. Orang-orang berbakat harus bisa menjadi milik akademi kita," ucap Jin Tua.
"Ah, tunggu! Sepertinya ada yang salah!"
"Apa yang salah?" Semua orang langsung bertanya dengan heran. Mereka mengamati lempengan batu yang ternyata kini telah mengeluarkan batu kerikil baru. Namun batu itu beberapa kali lipat lebih besar dari ketiga batu kerikil yang ada di sana.
Wajah semua orang langsung berubah menjadi pucat seketika. Mereka langsung mengalihkan muka pada seorang penatua yang saat ini sedang tersenyum kuda. "Aku minta maaf. Aku sungguh tidak sengaja melakukan kesalahan saat membuat formasi."
"Gao Tua, bagaimana kamu bisa begitu ceroboh?! Cepat ambil kembali boneka yang satu itu! Apa kamu gila?!"
Gao Ran menggaruk kepalanya. "Pada saat formasi diatur, aku sudah membuat kesalahan. Dan itu tidak akan bisa ditarik lagi. Bagaimana aku harus melakukannya?"
"Kenapa kamu baru mengatakannya sekarang?!" Jin Tua memarahi Gao Ran. Dia tidak tahu kalau pria tua itu ternyata sudah membuat kesalahan di awal formasi. Itu memang sesuatu yang fatal.
"Aku pikir mereka tidak akan berhasil. Jika mereka tidak selesai dalam waktu tiga pembakaran dupa, maka boneka yang terakhir ini tidak akan keluar," ucap Gao Ran untuk membela diri.
"Kamu si tua bodoh!" Jin Tua memaki Gao Ran dengan marah. Dia sudah berusaha sebaik mungkin dalam mengatur formasi yang dia pikir sudah benar. Ternyata Gao Ran merusaknya begitu saja. Bagaimana mungkin dia tidak marah?!
"Berhenti bertengkar! Apa yang harus kita lakukan? Apa kita harus masuk ke sana untuk menangkap boneka itu?"
"Tidak bisa. Itu akan mematahkan formasi dan menyebabkan boneka itu meledak di sana. Kalian tahu sendiri ledakan boneka itu akan menyebabkan suatu kehancuran."
"Lalu ... bagaimana ini?"
Semua orang berubah menjadi panik. Mereka tidak menyangka akan ada hal yang tidak terduga semacam ini. Jika mereka tahu maka mereka akan melakukan tindakan pencegahan. Sayangnya kadang-kadang seteliti apa pun manusia, mereka masih bisa melakukan kesalahan yang tidak disengaja.
Jika tim penguji sedang dilanda kepanikan, maka Qing Yue'er tidak merasa jauh berbeda dari mereka. Dia pikir ujian yang dihadapi hanya menghabisi boneka-boneka ini saja, tapi kenapa sekarang ada boneka lain yang ukurannya berkali-kali lipat dari yang sebelumnya?
"Apakah mereka sedang bercanda? Bagaimana mereka bisa mengirim makhluk besar seperti ini?" Jing Ling bertanya dengan wajah memucat. Dia mendongak untuk menatap makhluk yang besar dan tinggi menjulang. Kebahagiaan yang muncul karena telah selesai menghadapi ujian langsung sirna begitu saja. Ternyata masih ada kesulitan lain yang menanti mereka.
Qing Yue'er mengerutkan keningnya. Boneka yang satu ini jelas lebih kuat dari boneka lainnya. Kekuatannya mungkin setara dengan tahap awal alam duniawi. Bagaimana mungkin dia bisa menghadapinya? Ini hanya mimpi di siang hari.
"Kamu tidak akan bisa mengalahkannya. Biarkan Ying Jun yang menghadapi boneka itu," ucap Mo Jingtian.
__ADS_1
"Itu tidak akan diketahui bukan? Bagaimana jika orang-orang di sini merasakan adanya binatang ilahi?" Qing Yue'er bertanya dengan ragu. Itu akan merepotkan jika mereka harus bertentangan dengan petinggi-petinggi akademi. Apalagi jika itu untuk mengincar Ying Jun, itu adalah hal yang ingin dia hindari.
"Jangan khawatir, aku akan menutup auranya."
Ucapan Mo Jingtian langsung meredakan kecemasan Qing Yue'er. Kemudian dia langsung mengeluarkan Ying Jun dari dalam dimensinya.
Whooshh!
Hanya dalam sekelebat Ying Jun langsung melesat ke arah boneka besar itu dengan kecepatan kilat. Boneka yang tinggi menjulang langsung terbelah menjadi dua ketika dia terpotong oleh sayap tajam Blue Phoenix. Tanpa berlama-lama Ying Jun langsung masuk kembali ke dalam dimensinya.
Perubahan yang terjadi tentunya membuat tim penguji merasa bingung. Di atas lempengan batu yang mereka awasi, semua aura dalam batu kerikil telah hilang begitu saja. Koneksi mereka seperti baru saja terputus secara sepihak. Entah itu karena mengalami kerusakan atau ada hal lain yang mempengaruhinya.
"Apa lagi ini? Kenapa auranya lenyap? Mereka tidak mungkin mati begitu saja 'kan? Bukankah boneka itu bahkan belum menyerang?"
Pertanyaan itu membuat orang lain melotot. Mereka sudah tidak bisa berpikir lebih lanjut. Hal-hal terjadi diluar perkirakan mereka, tentunya itu membuat mereka kalang kabut.
"Formasi sudah patah. Cepat periksa ruangan!" Jin Tua tiba-tiba berkomando pada rekan yang lain. Akhirnya mereka semua langsung keluar dari ruang pengawasan. Meskipun mereka bingung kenapa formasi patah dengan tiba-tiba, tetapi mereka tidak termenung dalam diam. Sebaiknya mereka melihat sendiri apa yang sebenarnya terjadi di dalam ruangan tertutup itu.
Qing Yue'er dan kedua temannya langsung menjatuhkan diri ke lantai. Mereka merasa lelah, beruntung Qing Yue'er memiliki banyak kartu truf di lengan bajunya. Hal itu memang banyak membantu ketika dalam kesulitan.
Tiba-tiba pintu dibuka dengan keras dari luar. Ada beberapa tim penguji yang muncul dan masuk ke dalam. Mereka terkejut ketika melihat boneka besar itu sudah terbelah menjadi dua. Bagaimana itu bisa terjadi?
"Gadis, apa kalian baik-baik saja?" Han Qiong bertanya pada Qing Yue'er dan lainnya.
"Bagaimana kami bisa baik-baik saja? Ini sangat menakutkan ketika boneka besar ini datang. Anehnya, aku tidak tahu apa yang terjadi kenapa tiba-tiba boneka ini terbelah begitu saja," ucap Qing Yue'er. Saat ini dia mulai bermain peran.
"Jadi, ini bukan kalian yang memusnahkannya?" Gao Ran bertanya dengan heran.
Qing Yue'er tampak menghela napas dengan pasrah. "Tentu saja bukan. Apa kalian pikir orang seperti kami akan bisa mengalahkannya? Bahkan lututku bergetar ketika pertama kali melihatnya."
Kelompok penguji langsung mengangguk dengan setuju. Ketiga gadis itu hanya remaja yang masih berada di alam langit, tidak mungkin jika mereka bisa mengalahkan boneka pamungkas ini. Namun jika bukan mereka, lalu siapa yang sudah melakukannya? Mungkinkah ada seseorang yang membantu mereka?
Jin Tua kemudian mendekati boneka yang sudah terbelah. Dia memeriksa untuk mencari sesuatu yang mungkin mencurigakan. Namun tidak ada yang bisa dia temukan.
"Apa mungkin formasi kita sendiri yang telah menyebabkan hal ini? Tapi apa itu mungkin?" gumamnya.
__ADS_1
"Bukan, aku rasa ada seseorang yang membantu gadis-gadis ini, tapi siapa? Itu tidak mungkin kepala sekolah 'kan?"
"Hmm, ini terlalu misterius. Kita tidak bisa menebaknya begitu saja," ucap Jin Tua. "Lupakan ini untuk sekarang. Yang terpenting mereka telah selamat dan lolos dari ujian."
Qing Yue'er hanya berdiam diri tanpa mengatakan apa-apa. Wajahnya yang pucat terlihat seperti baru saja lolos dari bahaya besar. Dia memang ahli dalam bermain peran.
"Baiklah, karena kalian sudah berhasil mengalahkan mereka maka kalian sudah lolos dalam ujian. Dengan ini kami menyatakan bahwa kalian sudah resmi menjadi murid akademi," salah satu tim penguji berkata pada ketiga gadis itu.
"Terima kasih." Qing Yue'er berkata dengan tenang.
Setelah itu Han Qiong sedikit menegur kecerobohan tim penguji. Jika tidak ada seseorang yang membantu Qing Yue'er maka ketiga gadis itu pasti sekarang tidak akan selamat. Dia juga tidak akan menyangka akan ada hal seperti ini. Namun keberuntungan ketiga gadis itu memang sesuatu yang luar biasa.
"Ayo kembali, aku akan meminta Xiao Mo untuk mengantar kalian ke asrama," ucap Han Qiong.
Setelah itu mereka pun keluar dari ruang pengujian dan kembali ke kediaman Han Qiong. Ini sudah larut, dan sudah waktunya untuk menentukan asrama.
***
Di sisi lain akademi, seorang pria sedang menuang teh ke dalam cangkirnya. Dia memiliki aura yang anggun dan sedikit rasa feminim. Pria itu tak lain adalah Xie Wuqing yang saat ini sedang merasa santai.
Namun, tiba-tiba seseorang masuk ke dalam kamarnya dengan langkah tergesa-gesa. "Kakak Senior, aku baru saja mendengar sebuah berita yang fantastis!"
Xie Wuqing langsung terkekeh. Melihat Teng Luo sama seperti sedang melihat biang gosip. "Berita apa itu? Kenapa kamu begitu antusias?"
"Bagaimana aku tidak antusias? Aku mendengar akademi kedatangan tiga murid baru yang datang dari pintu belakang. Dia diangkat sebagai murid guru Han," ucap Teng Luo dengan cepat. Bahkan ludahnya sampai melompat berceceran ke mana-mana.
"Hanya itu? Kenapa kamu harus mengadukannya padaku?" tanya Xie Wuqing dengan heran. Menurutnya kedatangan murid baru adalah hal yang biasa, dan dia tidak begitu tertarik dengan hal seperti ini.
"Kakak, jika itu hal biasa maka akademi tidak akan dibuat gempar. Kau tahu, mereka memiliki penampilan seperti peri surgawi. Sungguh penampilam yang begitu cantik." Kedua mata Teng Luo berbinar-binar ketika membayangkan wajah ketiga murid baru itu. Ah, jika dipikirkan terus mungkin dia akan segera jatuh cinta.
Xie Wuqing yang mendengar kecantikan seperti itu langsung mengangkat kedua alisnya. Namun apa yang dia pikirkan tentunya berbeda dari pria lain. Dia berpikir secara berani, bagaimana jika itu adalah Qing Yue'er? Kenapa dia berpikir seperti itu, tentu saja karena di matanya orang yang paling cantik adalah Qing Yue'er dan Xie Ying Fei. Bahkan ibunya sendiri tidak secantik kedua wanita itu.
"Lihat, akhirnya kamu tertarik juga 'kan? Besok, besok pagi kita harus melihat mereka. Ini tidak boleh disia-siakan!" seru Teng Luo.
"Ya, sepertinya kita harus menemui mereka," ucap Xie Wuqing. Dia sudah menunggu kedatangan Qing Yue'er di sini. Jadi setiap ada tanda-tanda kedatangan gadis itu, dia harus mencoba melihatnya.
__ADS_1