
Dugu Linwu berlari menuju ke bangunan utama. Di sana dia langsung menghadap pada kepala sekte Angin Utara. Tindakannya yang terburu-buru sudah menarik perhatian beberapa penatua lainnya. Mereka semua menatapnya dengan penasaran.
“Linwu, untuk apa kamu begitu terburu-buru?” tanya pentua yang lain.
Dugu Linwu tidak menjawab pertanyaan penatua tersebut. Dia langsung menatap kepala sekte dengan serius. “Kepala Sekte, itu, gadis itu datang ke sekte kita,” ungkapnya dengan napas yang masih memburu.
“Gadis siapa? Gadis yang mana?” Kepala Sekte Yang You bertanya dengan heran.
“Kepala Sekte pasti sudah tahu bukan mengenai gadis yang meruntuhkan akademi Surgawi?” tanya Dugu Linwu.
Penatua yang lain langsung mengerutkan keningnya. Mereka menatap Dugu Linwu dengan tatapan menyelidik. “Jangan bilang kalau gadis itu sudah datang ke sini?”
Dugu Linwu langsung mengangguk dengan cepat. “Itu benar. Gadis itu sudah masuk ke dalam penginapan. Bahkan sebelumnya aku sudah berbincang dengannya ketika dia baru masuk ke wilayah sekte.”
Kepala Sekte Yang You menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Wajahnya yang tampak berwibawa tidak banyak bereaksi. “Itu bagus jika kamu sudah berbicara dengannya. Menurutmu bagaimana sikapnya?”
“Tunggu dulu. Kepala Sekte, apa tidak ada maksud tertentu dari kedatangannya?” tanya salah satu penatua yang bernama Ji Aoran. Dia dikenal memiliki mata yang tajam, seperti pikirannya yang juga lebih teliti dan hati-hati.
Kepala Sekte menghela napas panjang. “Kita tidak pernah tahu apakah ada maksud tertentu atau tidak. Namun, selagi dia tidak membuat masalah maka kita harus bersikap dengan benar bukan?”
“Sepertinya tidak mungkin. Lagi pula kita tidak pernah menjalin hubungan yang buruk dengan akademi Surgawi.” Dugu Linwu memberikan pendapat. Selama ini meskipun mereka tidak menjalin persahabatan yang erat tetapi juga tidak pernah membuat masalah satu sama lain.
“Dan aku lihat gadis itu tidak berniat untuk membuat masalah. Sebenarnya dia cukup ramah,” lanjutnya.
Kepala Sekte Yang You setuju dengan pendapat Dugu Linwu. Dia tersenyum dan berkata, “Aku akan menemuinya nanti. Jika bisa maka kita seharusnya menyampaikan iktikad yang baik.”
“Itu baik-baik saja. Aku hanya khawatir jika dia datang ke sini untuk membuat kekacauan. Lagi pula biasanya seorang jenius akan bersikap arogan dan semena-mena.” Ji Aoran memberikan alasannya. Beberapa orang juga tampak setuju dengannya.
“Tidak apa-apa. Kamu selalu menjadi orang yang berhati-hati seperti sebelumnya. Itu juga merupakan hal yang baik. Namun, di sisi lain seseorang juga harus memutuskan tindakan yang bijak.” Kepala Sekte memberikan nasihat bukan hanya untuk Ji Aoran, tetapi juga untuk yang lainnya.
Mereka semua langsung mengangguk mengerti. Kadang-kadang mereka dibuat kagum oleh pemikiran Yang You. Mungkin kepala sekte sebelumnya sudah memilih penerus yang tepat.
“Kalau begitu persiapkan sesuatu yang khusus untuknya. Aku dengar dia adalah gadis jenius. Kita mungkin juga mencoba membangun persahabatan dengannya,” ucap kepala sekte. Dia menatap Dugu Linwu dengan saksama. “Penatua Dugu, tetap mengawasinya. Mungkin dia akan membutuhkan bantuan atau yang lainnya.”
Dugu Linwu mengangguk. “Baik. Aku juga akan memindahkannya ke kamar yang lebih baik.”
Yang You mengangguk. “Bagaimana dengan Zi Xian? Apa dia sudah datang?”
Mendengar pertanyaan itu, banyak ekspresi wajah yang menjadi cemberut. Zi Xian adalah nama wanita yang sempat menghentikan perjalanan pedang Qing Yue'er. Wanita yang lebih suka berperan sebagai pria daripada identitasnya yang sebenarnya.
“Sudah beberapa saat yang lalu,” jawab Ji Aoran.
“Apa dia membuat masalah di sini?” tanya kepala sekte.
“Untuk saat ini masih baik-baik saja. Aku ragu dia akan menjadi anak yang baik.” Ji Aoran menatap kepala sekte dengan pandangan yang rumit. “Kepala Sekte, kenapa dia harus datang ke sini? Tahun lalu dia sudah membuat banyak kekacauan pada para peserta meskipun kompetisi itu bukan diadakan di sekte kita.”
Yang You menghela napas panjang. “Bagaimanapun juga dia adalah putri sahabatku. Aku akan berbicara dengannya nanti.” Setelah itu dia pun berdiri dan berjalan keluar ruangan.
Para penatua hanya menggeleng-gelengkan kepala. Sebenarnya mereka tidak begitu menyukai Zi Xian ini karena sering membuat banyak masalah. Semoga saja tidak ada banyak kekacauan yang terjadi.
***
Qing Yue'er baru keluar dari dimensi ketika pintu kamar diketuk dari luar. Dia segera membukanya dan terkejut ketika melihat Dugu Linwu yang sudah berdiri di sana. “Penatua Dugu? Apa ada sesuatu?”
__ADS_1
Dugu Linwu menggelengkan kepala sambil terkekeh. “Tidak ada, tidak ada. Aku hanya ingin mengantarmu ke kamar yang berbeda. Sepertinya petugas tidak memperlakukan tamu dengan begitu baik.”
Qing Yue'er tersenyum kecil. Dia merasa orang ini sudah berubah saat menatapnya. Mungkin sebelumnya Dugu Linwu memang terlihat ramah, tetapi yang sekarang bahkan lebih ramah lagi. Aneh sekali, pikirnya.
“Sebenarnya aku tidak mempermasalahkannya. Lagi pula aku datang hanya untuk kompetisi.”
“Bagus! Kamu benar-benar datang!”
Tiba-tiba sebuah suara datang dari arah yang berbeda. Qing Yue'er segera menoleh dan melihat wanita berpakaian pria yang sebelumnya sempat bertemu dengannya. Mereka benar-benar bertemu lagi.
Dugu Linwu tersenyum kecut. Kenapa pula Zi Xian muncul di sini? Benar-benar tidak menyenangkan. Sebenarnya dia cukup terkejut juga kenapa Zi Xian ini sepertinya sudah mengenal Xinyu? Apa mereka pernah bertemu sebelumnya?
Zi Xian berjalan mendekati Qing Yue'er. Kipas di tangannya diputar-putar hingga beberapa kali. “Siapa namamu?” tanya dia.
“Zi Xian, bisakah kamu tidak muncul di sini? Jika kamu ingin mengganggu seseorang, kamu bisa pergi mencari orang lain asalkan jangan Nona Xinyu.” Dugu Linwu berkata tidak senang. Ada sedikit peringatan pada nadanya.
“Oh? Jadi namanya Xinyu. Kenapa aku merasa namamu tidak asing?” Zi Xian berkata dengan heran. “Di mana aku pernah mendengarnya?” gumamnya. Dia tampak berpikir dalam-dalam.
Qing Yue'er menatap Zi Xian dan Dugu Linwu secara bergantian. Dia tidak tahu apa hubungan mereka berdua tetapi untuk saat ini dia tidak ingin disibukkan oleh hal yang sama sekali tidak penting. Jadi dia berkata, “Jika tidak ada hal yang penting, aku akan masuk.”
“Tunggu!” Zi Xian menahan Qing Yue'er. “Kenapa begitu terburu-buru? Bagaimana dengan menikmati teh di sore hari?”
“Zi Xian!” Dugu Linwu memanggil wanita itu. Sebenarnya dia tidak ingin dia berdekatan dengan Qing Yue'er. Bagaimana jika wanita aneh itu menyinggung Qing Yue'er? Bagaimana jika sekte Angin Utara ini dijadikan ladang yang sama seperti akademi Surgawi? Itu tidak boleh terjadi.
Qing Yue'er mendengus. Dia melambaikan tangan pada Dugu Linwu. “Tidak apa-apa. Penatua Dugu, silakan tinggalkan kami berdua.”
Dugu Linwu tampak keberatan dengan keputusan Qing Yue'er. Namun, dia juga tidak bisa menolaknya. Pada akhirnya dia hanya menatap Zi Xian dan memberikan peringatan tersirat agar tidak berbuat yang macam-macam. Setelah itu di pun melangkah pergi.
Dia menyeringai. “Ternyata kamu cukup berani juga.”
“Kenapa aku tidak berani?” tanya Qing Yue'er yang berdiri di depan jendela sambil melihat ke arah luar. Ada banyak tanaman hijau serta herbal-herbal yang terpelihara dengan baik. Itu sangat menyenangkan mata ketika dia melihatnya.
“Karena aku adalah Zi Xian!”
“Memangnya siapa Zi Xian? Aku bahkan baru pertama kali mendengarnya,” ucap Qing Yue'er dengan acuh tak acuh.
Zi Xian menjadi cemberut. “Aku ingin menantangmu di kompetisi pedang terbang.”
“Kenapa aku harus menerima tantanganmu?” Qing Yue'er bertanya tanpa menatap wanita itu. “Kamu mungkin memberikan alasan yang bagus,” lanjutnya.
“Karena aku akan memberikan hadiah!” Zi Xian sedikit menggertakkan giginya. Ternyata gadis bernama Xinyu ini orang yang cukup sulit. Namun, dia menjadi lebih tertantang untuk mengalahkannya di kompetisi.
“Apa itu?”
“Apa yang kamu inginkan? Pedang berkualitas? Teknik tingkat tinggi? Atau batu roh dengan jumlah besar?” Zi Xian memberikan pilihan.
Qing Yue'er menggelengkan kepalanya. “Tidak menarik sama sekali,” ucapnya dengan sedikit penyesalan. Kemudian dia menatap Zi Xian dengan penasaran. “Memangnya kenapa kamu begitu tertarik untuk berkompetisi denganku?”
Zi Xian berdehem. “Karena aku baru sadar sekarang.”
Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya, menunggu kelanjutannya sampai Zi Xian kembali berkata, “Ternyata kamu orang yang sudah meledakkan akademi Surgawi. Pantas saja aku merasa namamu sedikit akrab. Dugu Linwu pun memperlakukanmu dengan begitu baik.”
Akhirnya Qing Yue'er menatap Zi Xian lebih dalam. Dia terkejut karena wanita itu sudah mengetahui identitasnya dalam waktu yang singkat. Dia juga menjadi mengerti, ternyata Dugu Linwu sudah mengetahui hal itu. Sepertinya kedatangannya juga sudah diketahui oleh orang-orang sekte Angin Utara.
__ADS_1
“Aku terkejut karena bisa bertemu dengan orang yang spesial sepertimu.” Zi Xian tertawa. “Kemudian jika aku bisa mengalahkanmu di kompetisi ini, bukankah itu akan menjadi prestasi yang bisa dibanggakan? Pada saat itu akan berteriak bahwa seorang Zi Xian bisa mngalahkan jenius Xinyu.”
Qing Yue'er langsung terkekeh. Dia tidak menyangka Zi Xian akan secara gamblang menceritakan tujuannya. Dia menatap wanita itu dan berkata, “Baik, tapi aku menginginkan sesuatu yang lebih spesial.”
“Apa itu?”
“Sesuatu, apa pun itu yang menjadi sumber daya untuk meningkatkan kultivasi,” ucap Qing Yue'er.
“Sumber daya?” Zi Xian tampak terkejut. Dia tidak bisa memprediksi tingkat kultivasi Qing Yue'er. Namun, dia bisa memastikan bahwa gadis itu pasti memiliki tingkat kultivasi di atas rata-rata remaja seusianya. Kenapa dia begitu menginginkan sumber daya?
“Hmm.” Zi Xian berpikir sejenak. Dia sedang memikirkan apakah dia memiliki harta kultivasi yang bisa digunakan untuk bertaruh. Setelah beberapa saat akhirnya dia mengangguk. “Baik. Aku setuju.”
“Bagus.” Qing Yue'er mengangguk puas. “Sekarang bisakah untuk tidak menggangguku?”
“Tentu,” kata Zi Xian. Dia pun berjalan keluar ruangan. Sebelum benar-benar pergi, dia berkata, “Sampai jumpa di kompetisi.”
Qing Yue'er tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia tersenyum senang. Lumayan, dia bisa memanfaatkan kompetisi ini untuk mencari sumber daya. Dia tidak peduli dengan kekalahan karena dia selalu percaya akan kemenangan.
***
Waktu berjalan dengan cepat. Hari kompetisi yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Banyak orang yang sudah datang ke sekte Angin Utara untuk mengikuti kompetisi atau malah sekadar menonton. Semuanya tampak antusias.
“Kamu pikir siapa yang akan menang kali ini? Apakah si pengacau itu datang?”
“Maksudmu Zi Xian? Pasti datang, pasti.”
“Heheh, kekacauan apa yang akan dia buat? Dulu dia melemparkan serangan tersembunyi untuk menyingkirkan saingannya. Apa sekarang dia akan mengulanginya lagi?”
“Heh, siapa yang akan tahu? Itu pasti karena Zi Wanyue yang terlalu memanjakan anak perempuannya.”
“Jangan heran. Wanita itu memang sedikit abnormal.”
“Ssttt! Berhenti berbicara. Lihat, orang yang dibicarakan sudah muncul!”
Zi Xian memelotot pada mereka. Tentu saja dia mendengar apa yang mereka bicarakan. Akan tetapi karena suasana hatinya sedang bagus jadi tidak ada niatan untuk menghukum orang-orang penggosip itu. Dia mengambi napas panjang dan mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang.
Sementara itu Qing Yue'er baru keluar dari penginapannya. Dia bergerak menuju tempat kompetisi yang diadakan di puncak belakang gedung. Di puncak yang cukup tinggi itu ada tanah lapang yang biasanya digunakan untuk berlatih oleh anggota sekte. Di sanalah kompetisi diadakan.
Dia menatap pedangnya dan membelainya sejenak. “Kamu harus memperoleh kemenangan atau aku akan melemparkanmu ke dalam bara api,” ucapnya sambil terkekeh.
Tak selang lama akhirnya dia tiba di tempat kompetisi. Kedatangannya langsung disambut oleh Kepala Sekte Yang You. “Nona Xinyu, kamu sudah datang.”
Qing Yue'er mengangguk. Sebenarnya dia sudah bertemu dengan Yang You. Orang itu sudah mendatanginya pada malam sebelumnya. Dia sangag ramah dan mereka membicarakan banyak hal yang menyenangkan.
“Kamu melihat puncak di sana?” Yang You bertanya sambil menunjuk pada sebuah puncak yang letaknya cukup jauh tetapi memiliki ketinggian yang sama dengan puncak ini.
“Ya, aku melihatnya.”
“Itu akan menjadi tujuan kalian mendarat. Semoga kamu berhasil.”
Qing Yue'er mengerti. Jadi ini memang kompetisi yang cukup sederhana. Orang lain sepertinya tidak berbahaya tetapi dia harus tetap berhati-hati pada Zi Xian. Sepertinya wanita itu cukup berambisi. Apalagi dia sudah mendengar tentang kecurangannya pada kompetisi sebelumnya.
“Tentu. Aku akan berusaha.”
__ADS_1