
Siapa yang mengatakan itu? Semua orang langsung mencari sumber suara. Bagi orang-orang akademi Surgawi, mereka sepertinya tahu suara siapa itu. Namun, di mana orangnya? Kenapa tidak terlihat sama sekali?
“Xinyu, apa itu kamu?” tanya Xie Wuqing. Dia merasa lega setelah mendengar suara Qing Yue'er. Setidaknya ini berarti gadis itu masih hidup. Tinggal mencari saja di mana orangnya.
“Ya, ya. Ini aku,” jawab Qing Yue'er. Dia melihat ke bawah. Bibirnya sedikit berkedut. Dari ekspresi wajah semua orang, sepertinya mereka masih belum menemukan keberadaannya. Heh! Apa dia sekecil itu? Tidak, itu pasti karena Taotie yang terlalu besar.
“Di atas, ya, di atas. Lihat aku, di sini!” teriak Qing Yue'er. Setelah itu barulah semua orang melihat ke puncak kepala Taotie yang terhalang oleh beberapa rambut-rambut halus.
Semua orang langsung tertegun. Bagaimana bisa Qing Yue'er berakhir di atas sana? Apakah gadis itu sudah membuat masalah dengan si Taotie sehingga dia dihukum untuk diletakkan di atas kepalanya?
Xie Wuqing menjadi cemas lagi. “Gadis, bagaimana kamu bisa ada di sana? Apa kamu sudah membuat masalah lagi?!”
“Apa aku terlihat seperti seorang pembuat masalah?” Qing Yue'er bergumam dengan masam. Namun, dia tidak akan menjelaskan tentang ini sekarang. Dia harus melenyapkan iblis-iblis sialan itu terlebih dahulu.
“Iblis bodoh, apa kamu sudah bersenang-senang? Sayang sekali, akhir kalian adalah hari ini,” ucap Qing Yue'er.
Iblis-iblis yang mendengar ucapan Qing Yue'er tidak bisa yakin. Apakah Taotie memang akan menurut pada perintah gadis itu? Ini sulit dipercaya, bagaimana makhluk rakus itu mau tunduk pada manusia?
Pemimpin iblis itu menatap ke atas pada Qing Yue'er. “Gadis, sebaiknya kamu jangan main-main atau aku akan membuatmu menyesal!”
“Lakukan jika kamu mampu.” Qing Yue'er berkata dengan santai.
Iblis itu langsung menggeram. Semua pasukan iblis menatap Qing Yue'er dengan tatapan garang. Jika tatapan saja bisa membunuh maka Qing Yue'er mungkin sudah terbunuh berkali-kali.
Su Yang yang mengetahui bahwa situasinya mungkin akan kacau, akhirnya menarik diri dan memerintah orang-orang untuk mundur. Namun, iblis tidak mau melepas mereka begitu saja. Mereka pun mulai menyerang sekali lagi.
Qing Yue'er mendengus. “Taotie, lakukan sekarang!”
Gggrr!
Taotie langsung menggeram keras. Geramannya menyebabkan dinding gua bergetar dengan keras. Setelah itu dia mulai membuka mulutnya yang sangat besar. Orang yang melihat mulut besar itu hanya bisa tercengang. Ini adalah pertama kalinya mereka semua melihat Taotie secara langsung.
Tentu saja banyak yang bercerita tentang rupanya yang sebesar gunung atau tentang mulutnya yang sangat besar dan lebar. Namun, menyaksikan secara langsung merupakan sebuah kejutan dan kengerian yang nyata.
“Mundur!” Su Yang berteriak setelah selesai dari keterkejutannya. Dia memimpin semua orang untuk mundur.
Sebelum iblis mampu mengejar mereka, tiba-tiba pusaran yang sangat besar dan kuat terbentuk dari mulut Taotie. Pusaran itu langsung terbentuk di udara dan dengan dahsyatnya pusaran itu pun menyapu pasukan iblis.
Bunyi berisik dari angin hasil fluktuasi udara benar-benar memekakkan telinga. Ditambah lagi dengan suara jeritan iblis yang berusaha untuk melarikan diri. Ada beberapa iblis yang berlari menuju pintu masuk sumur. Mereka mungkin berpikir bahwa itu adalah ide yang baik. Namun, tentu saja itu tidak bisa karena ada segel yang sudah dipasang oleh Ying Jun. Siapa pun tidak akan bisa keluar dari tempat ini.
Su Yang dan yang lainnya hanya bisa menyaksikan bagaimana iblis itu mulai masuk pusaran dan dibawa ke mulut besar Taotie yang sejak tadi sudah terbuka. Hanya dalam waktu yang singkat iblis-iblis itu sudah lenyap tanpa sisa.
Tentu saja pemandangan ini membuat orang-orang bergidik ngeri. Ada pikiran di kepala mereka juga tentang bagaimana jika Taotie masih belum puas dan malah berniat untuk memakan mereka semua. Namun, sepertinya mereka tidak perlu khawatir tentang hal ini.
__ADS_1
Tiba-tiba Taotie yang besar itu naik turun seperti sedang melompat kegirangan. Tentu saja ruangan itu terlalu sempit untuk menampung lompatan-lompatan Taotie. Hasilnya gua itu mulai meruntuh.
“Bodoh, berhenti melakukan hal konyol seperti itu!” Qing Yue'er berseru pada Taotie. Dia sendiri mengetuk langit-langit gara-gara tingkah laku Taotie.
“Aku sedang bahagia, biarkan aku bersenang-senang,” ucap Taotie.
“Lakukan setelah kita semua keluar. Hancurkan tempat ini agar di masa depan tidak ada kejadian serupa." Qing Yue'er melompat turun dari kepala Taotie. Akhirnya Taotie hanya bisa menurut pada ucapan Qing Yue'er.
Niu Ren dan kelompoknya menatap Qing Yue'er dengan penghormatan yang sama sekali baru. Bukan hanya gadis itu memiliki binatang illahi, ternyata dia juga memiliki Taotie yang kemungkinan selama ini selalu disembunyikan. Surga, kenapa ada orang seperti itu?
Mereka masih tertegun sampai akhirnya Qing Yue'er sudah tiba di depan mereka. Tidak ada yang pernah menduga jika akademi Surgawi sudah mengangkat seorang murid yang luar biasa seperti itu. Tidak bisa dibayangkan, entah kata apa lagi yang bisa mewakilkan perasaan mereka.
“Ehm!” Niu Ren berdehem untuk mengembalikan perasaannya. Kemudian dia pun tersenyum. “Xinyu, terima kasih banyak telah menyelamatkan kami.”
“Benar, jika tidak ada kamu pasti kita semua mungkin sudah mati,” timpal Xiao Ling.
Qing Yue'er melambaikan lengan bajunya dan tersenyum sedikit. Kemudian dia berkata, “Aku sudah menjamin keselamatan Paman dan aku tidak mungkin membiarkan janjiku itu tidak ditepati.”
Semua orang menatap Qing Yue'er dengan bingung. “Paman? Siapa maksudmu?”
Qing Yue'er mendekati Xie Wuqing dan menggelayutkan tangannya. “Ya, ini pamanku.”
Jawaban itu tentu saja membuat orang lain merasa heran. Paman? Itu berarti selama ini mereka sudah tertipu oleh akting kedua orang ini? Kenapa mereka merasa tidak percaya dengan kebenarannya?
“Aku tidak ingin membuat Paman merasa malu karena ternyata aku lebih luar biasa darimu,” jawab Qing Yue'er sambil tertawa.
Xie Wuqing hanya terkekeh saja mendengar alasan Qing Yue'er. Sementara itu orang lain mulai merasa percaya. Jadi kedekatan mereka selama ini bukan karena mereka adalah sepasang kekasih, lebih tepatnya karena persaudaraan. Betapa menyenangkannya.
Sementara semua orang berdecak kagum, Chen Yi masih terdiam. Dia teringat dengan Li Xia yang sudah mati dengan cara yang tidak wajar. Jujur saja di merasa kehilangan. Mereka adalah teman dekat. Jika Qing Yue'er mengeluarkan Taotie lebih awal pasti Li Xia tidak akan mati.
“Sayang sekali, dia sudah mati,” ucapnya.
“Kamu tidak bisa menyalahkan orang lain." Xiao Ling menepuk pundak Chen Yi. Dia bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh perempuan itu.
“Tidak, aku hanya merasa tidak baik-baik saja.”
“Sebaiknya kita pergi dari sini. Mungkin tidak ada hal baik di sini.”
Akhirnya mereka pun berencana untuk pergi. Sebenarnya mereka masih penasaran tentang Taotie tetapi jika Qing Yue'er tidak mau menjelaskan lebih jauh maka mereka juga tidak akan memaksa. Mungkin mereka akan mengetahuinya di lain hari.
Anggota dari kelompok akademi Surgawi mulai bergerak pergi. Sementara Qing Yue'er tidak akan pergi sekarang. Dia masih penasaran dengan kedalaman lorong ini. Mungkin ada sesuatu yang bisa dia temukan.
Su Yang melihat Qing Yue'er yang tidak bergerak. Akhirnya dia bertanya, “Gadis, apa kamu tidak akan pergi sekarang?”
__ADS_1
“Tidak. Seharusnya segel sumur sudah terbuka. Kalian bisa pergi lebih dulu. Tuan Su, aku meminta kalian untuk langsung merawat luka-luka mereka setelah keluar dari sini,” ucap Qing Yue'er.
“Itu tentu saja. Kami pasti akan membantu. Berhati-hatilah. Seharusnya tidak ada bahaya lagi.” Su Yang pun pergi bersama kelompoknya. Dia masih harus menyiapkan hadiah sebagai ucapan terima kasih untuk kelompok akademi Surgawi.
Qing Yue'er menyaksikan kepergian mereka. “Ying Jun, segel itu sudah terlepas, 'kan?”
“Ya, kamu tenang saja.”
Akhirnya Qing Yue'er mengangguk. Dia menatap Taotie yang masih bertengger di sana. “Taotie, kamu tunggu saja di sini. Aku hanya akan pergi sebentar.”
“Aku tidak mau menunggu lama,” ucap Taotie. Sayangnya Qing Yue'er sudah pergi tanpa mendengarkan ucapannya. Dia hanya mendengus dan menunggu dengan sabar.
Qing Yue'er memasuki lorong lebih dalam. Entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang menarik di dalam lorong. Atau setidaknya dia harus memeriksa apakah segel penghubung Jurang Iblis masih ada atau tidak.
Lorong yang dia masuki ternyata sangat panjang. Setelah beberapa saat dia masih belum menemui ujungnya. Di bagian dindingnya ada bara api yang menjadi penerang lorong. Merah dan dia tidak bisa mengatakan apakah itu terlihat menakutkan atau malah indah.
Setelah bergerak beberapa saat akhirnya dia tiba di ruangan yang cukup luas. Di depan masih ada lorong lagi yang mungkin menjadi jalan menuju Jurang Iblis. Namun, dia akan berhenti di sini sebentar karena ada sesuatu yang menarik perhatiannya.
Di tengah ruangan yang luas ini, dia melihat sebuah platform batu berukuran sedang. Di atasnya ada sebuah batu berwarna merah mencolok. Apakah itu merupakan bara api?
Qing Yue'er yang penasaran akhirnya mendekatinya. Setelah lebih dekat akhirnya dia bisa melihatnya secara lebih dekat. Itu adalah sebuah batu kristal berwarna merah delima. Ada pendar cahaya merah yang menyelimuti permukaannya.
“Apa ini?” Qing Yue'er menjadi penasaran. Dia ingin menyentuhnya tetapi niatnya segera diurungkan. Hal itu membuat Mo Jingtian merasa heran.
“Kenapa kamu tidak mengambilnya?” tanya Mo Jingtian.
“Aku mungkin tidak boleh ceroboh. Apa ini baik-baik saja?”
“Tidak apa-apa. Itu adalah batu kristal yang terbentuk dari darah Burung Api.”
Qing Yue'er menjadi penasaran. “Darah Burung Api?"
“Burung Api adalah burung khusus yang tinggal di Jurang Iblis. Kamu belum pernah bertemu dengan mereka jadi pasti tidak tahu. Burung itu memiliki jumlah yang langka. Jika darah mereka menetes di tanah Jurang Iblis maka akan menciptakan kristal ini secara alami.” Mo Jingtian menjelaskan.
“Memangnya apa fungsinya? Apa itu sesuatu yang berharga?”
“Tentu saja. Kamu pikir iblis itu menyimpannya di sini untuk apa?” Mo Jingtian bertanya dengan sedikit kekehan. “Untuk iblis kristal itu bisa digunakan untuk menempa tubuh. Namun, bagi manusia itu bisa digunakan untuk meningkatkan level kultivasi.”
“Benarkah?” Kedua mata Qing Yue'er langsung berbinar. Tanpa menunggu lebih lama lagi akhirnya dia mengambil kristal itu. Heh, dia memang sedang mencari sumber daya. Akhirnya dia menemukannya meskipun itu hanya satu kristal.
***
Jangan lupa like, komen dan vote biar author makin semangat.
__ADS_1