
Puncak Awan Abadi berjalan seperti biasanya selama hari-hari ini. Namun, beberapa orang masih penasaran dengan apa yang ada di dalam danau. Hanya saja mereka tidak berani mempertanyakan hal itu pada guru ataupun mencoba menyelidiki sendirian.
Ini sudah hampir satu minggu berlalu. Qing Yue'er, Cloud Fairy dan Xie Ying Fei masih berdiam diri dalam meditasi dan kultivasi. Menjelang sore, Qing Yue'er merasa sudah tiba di puncaknya. Namun, sepertinya dia tidak bisa mencapai terobosan.
Semakin tinggi level kultivasinya, maka semakin sulit baginya untuk menerobos. Dia benar-benar membutuhkan sumber energi spiritual yang banyak. Jika dia menyerap semua batu-batu itu mungkin dia bisa menerobos. Namun, dia tidak mungkin melakukan itu. Dantiannya memang terlalu rakus.
Qing Yue'er membuka matanya dan langsung menemukan ibunya dan Cloud Fairy yang juga ada di sana. Tidak menyangka ternyata Cloud Fairy telah membiarkan ibunya mencicipi harta tersembunyi ini. Wanita itu memang baik.
Dengan hati-hati Qing Yue'er berlalu pergi meninggalkan danau. Sekarang dia sudah muncul di permukaan air dan segera mendarat di tepian. Dia terkejut ketika melihat Ke'er yang berlari menghampirinya. Gadis itu tampaknya memang sedang menunggunya.
“Kakak kenapa lama sekali?” tanya Ke'er.
Qing Yue'er menahan senyumnya. “Aku tidak tahu kau sedang menungguku.” Dia mengusap kepala Ke'er dengan lembut. “Ada apa?”
“Ke'er ingin tahu nama Kakak,” ucap Ke'er. Sorot matanya dipenuhi oleh harapan.
“Namaku? Qing Yue'er,” ucap Qing Yue'er dengan perlahan.
Ke'er tersenyum senang. “Aku akan mengingat nama itu.”
Qing Yue'er mengangguk. “Ini sudah sore. Ke'er, kembalilah ke asrama. Seniormu mungkin sedang mencarimu.”
“Baik.” Ke'er langsung menuruti perintah Qing Yue'er. Dia melambaikan tangan mungilnya dan dengan cepat berlari meninggalkan danau yang sepi. Sekarang tidak ada orang di sana. Hanya suara cicitan burung sesekali terdengar.
Qing Yue'er melabuhkan tubuhnya di gazebo tepi danau. Kemudian dia membuka lilitan kain di kakinya, lalu memeriksa luka yang disebabkan oleh wanita iblis itu. Ternyata sudah sembuh jadi dia tidak memerlukan balutan kain penutup lagi.
Saat sedang menunduk tiba-tiba dia merasakan seseorang datang dan duduk di sampingnya. Aroma cendana memasuki indranya dengan lembut. Tanpa melihat pun Qing Yue'er tahu siapa yang datang.
__ADS_1
“Kau terluka?” tanya Mo Jingtian yang melihat bekas luka di kaki Qing Yue'er.
“Ini bukan luka serius.” Qing Yue'er mengangkat kepalanya dan tersenyum pada pria di sebelahnya. “Aku bertemu dengan wanita iblis saat perjalanan menuju ke tempat ini,” tuturnya.
“Dia yang melukaimu?” Kemudian Qing Yue'er mengangguk.
“Memang sudah seharusnya mereka dibantai. Dikirim ke dunia bawah hanya berlaku untuk menunda mereka.” Ekspresi Mo Jingtian menjadi lebih keras.
“Aku juga ingin membicarakan itu, Jingtian. Kenapa bisa ada iblis di tempat seperti Celestial? Bukankah gerbang Celestial tidak menerima ras iblis masuk?” tanya Qing Yue'er dengan wajah yang serius.
Mo Jingtian menghela napas panjang. “Karena mereka mendapat bantuan dari Tuan Pengadilan Surgawi.”
Qing Yue'er terkejut mendengar ini. Jadi keganjilan itu berasal dari Pengadilan Surgawi. “Kenapa ... apa ini mungkin? Jingtian, kenapa Tuan Pengadilan Surgawi melakukan hal seperti ini? Menyelundupkan iblis masuk ke Celestial?”
“Orang yang tidak melihat sendiri pasti tidak akan percaya. Yue'er, kalau kuberi tahu, Pengadilan Surgawi itu seolah memiliki dua kubu secara tidak langsung. Sebagian dewa mengikuti Tuan Pengadilan Surgawi, sebagiannya lagi lebih netral dan tidak tahu-menahu mengenai rencana Tuan Pengadilan Surgawi.”
“Kalau begitu apa mungkin sudah ada banyak iblis yang berhasil masuk ke Celestial?”
“Jumlahnya belum bisa diperkirakan. Aku belum memeriksa mereka semua,” balas Mo Jingtian.
Qing Yue'er tiba-tiba menatap Mo Jingtian dengan sendu. Dia tidak tahu apakah pria itu memiliki orang-orang untuk membantu. Tidak tahu apakah beberapa dewa membantu Mo Jingtian atau tidak. Atau mungkin pria itu melakukan semuanya sendiri. Dia tidak tahu.
“Jingtian, apa aku bisa ikut campur pada masalah ini?” tanya Qing Yue'er. Dia tidak tahu seberapa lelah pria itu. Jika bisa, dia ingin bekerja sama.
Mo Jingtian menatap Qing Yue'er selama beberapa saat. “Aku sudah memikirkannya. Aku tidak ingin kau membantuku, tetapi aku ingin kau menggunakan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan.”
Senyum Qing Yue'er mengembang. “Katakan, apa itu?”
__ADS_1
“Melenyapkan iblis-iblis yang bersembunyi di Celestial,” kata Mo Jingtian.
Qing Yue'er segera mengangguk tanpa berpikir panjang. Hal ini membuat Mo Jingtian kembali berbicara, “Kenapa kau begitu mudah mengangguk? Ini bukan hal yang sederhana. Kau tahu, secara tidak langsung ini adalah perlawanan terhadap Tuan Pengadilan Surgawi.”
“Aku tidak peduli itu. Coba biar aku bertanya, apa Dewa Alkimia mengincar kipas Sheng Feng juga karena perintah Tuan Pengadilan Surgawi?”
Mo Jingtian mengangguk.
“Kalau begitu apakah ayahku memiliki beberapa masalah di sana? Maksudku, mungkin Tuan Pengadilan Surgawi mempersulit ayahku. Ini bukan hal yang tidak mungkin, kan?”
Mo Jingtian tidak menjawab. Qing Yue'er menggela napas dan berkata, “Melihat tanggapanmu seperti ini agaknya apa yang aku duga memang benar. Jadi aku tidak akan takut melawan Tuan Pengadilan Surgawi itu.”
Qing Yue'er sudah memikirkan ini. Jika dia ingin membebaskan ayahnya maka dia juga akan melawan Tuan Pengadilan Surgawi. Melihat bagaimana Dewa Alkimia memiliki sifat yang buruk juga membuat dia tidak begitu menyukai Pengadilan Surgawi.
Tidak peduli seberapa kuat seseorang, tidak peduli seberapa tinggi derajatnya, jika dia memanfaatkan posisinya dan menggunakannya untuk hal buruk maka dia tidak pantas mendapat penghormatan darinya.
Mo Jingtian bisa melihat tekad yang kuat di mata Qing Yue'er. Dia tersenyum tipis dan mendukung apa yang gadis itu pikirkan. “Kau bisa melakukan apa pun yang kau mau, tetapi berjanjilah untuk selalu berhati-hati.”
Qing Yue'er tersenyum dan mengangguk. Kemudian dia berbaring dan meletakkan kepalanya di atas pangkuan Mo Jingtian. Pria itu hanya bisa terdiam dan membiarkannya dalam posisi seperti itu.
“Jingtian, aku ingin tahu apa tujuan Tuan Pengadilan Surgawi membiarkan iblis masuk ke Celestial,” ucap Qing Yue'er. Perasaannya menjadi sangat nyaman ketika tangan Mo Jingtian bergerak menyelipkan rambutnya yang sedikit berantakan.
“Kuncinya ada di kipas Sheng Feng,” balas Mo Jingtian.
“Kenapa dengan kipas itu?”
“Ada rahasia yang ayahmu sembunyikan di sana.”
__ADS_1
Qing Yue'er menjadi semakin ingin tahu. Namun, sebelum dia bertanya, Mo Jingtian sudah terlebih dahulu berkata, “Lain kali. Lain kali kita akan membukanya. Jadi aku tidak akan mengatakan apa pun sekarang.” Akhirnya Qing Yue'er mengangguk dan tidak bertanya lebih lanjut. Dia akan menunggu sampai hari itu tiba.