
“Hmm! Kalian pantas disingkirkan!” geram Di Feng Xuan. Dia mengepalkan telapak tangannya. Tiba-tiba sosoknya menghilang ke dalam udara kosong.
Qing Yue’er langsung waspada. Tak selang lama setelah itu sosok Di Feng Xuan kembali muncul, tetapi kali ini sedikit aneh. Sosok itu muncul dalam tiga sekaligus. Penampilannya benar-benar sangat mirip dengan Di Feng Xuan, itu seperti hasil kloningan.
Dua sosok Di Feng Xuan masing-masing meluncur mendekati Ying Jun dan Jinlong, sedangkan yang satunya lagi melesat ke arah Qing Yue’er. Di antara tiga sosok itu tidak ada yang tahu yang manakah Di Feng Xuan asli. Semuanya terlihat sama.
Qing Yue’er mengerutkan kening. Sepertinya Di Feng Xuan itu memiliki tingkat kekuatan yang lebih tinggi dari Dewa Alkimia. Dia benar-benar tidak boleh ceroboh.
“Kau ingin melawanku bukan? Sebelum kau bisa, aku sendiri yang akan terlebih dahulu menyingkirkanmu,” ucap Di Feng Xuan dengan dingin.
Bzzzz.
Aura kedewaan yang kuat langsung menyebar dan menindas Qing Yue’er. Namun, itu tidak lantas membuat Qing Yue’er takut. Dia hanya perlu menunda sebentar sampai Taotie selesai menghafal sutra.
Pada saat itu semua sosok Di Feng Xuan akhirnya mulai menyerang. Ying Jun dan Jinlong menyambutnya tanpa ragu. Gebrakan besar langsung tercipta dan mengguncang benua Tongxuan tanpa tertahan apa pun.
Masing-masing sosok binatang ilahi Qing Yue’er menangkis serangan qi spiritual Di Feng Xuan dan juga melepaskan serangan tersendiri.
Ying Jun mengepakkan sayap lebarnya lalu udara di sekitar langsung robek menjadi celah-celah spasial. Di Feng Xuan harus menghindari celah spasial agar tidak tertelan ke tempat yang tidak diketahui.
Elemen Ying Jun adalah es. Dia menurunkan hujan salju dan kristal es yang sangat tajam. Jika kristal-kristal itu menyentuh sesuatu maka sesuatu itu akan langsung membeku dan hancur menjadi kepingan es.
Sosok Di Feng Xuan segera melapisi tubuhnya dengan qi spiritual yang kuat. Tangannya membentuk segel tangan dan sebuah pedang raksasa yang terbentu dari cahaya langsung muncul di atas kepalanya.
Pedang itu langsung bergerak memerangi Ying Jun. Keduanya bertempur dengan sengit, sama seperti Jinlong yang bertempur dengan sosok Di Feng Xuan yang lain.
Elemen Jinlong bertolak belakang dengan Ying Jun. Jika Ying Jun pandai megendalikan es, maka Jinlong adalah pengendali api. Ketika mulutnya terbuka semburan api yang besar dan panas langsung menggulung-gulung di udara.
Tangan kiri Di Feng Xuan memegang tameng berukuran raksasa yang terbuat dari formasi roh. Sementara itu tangan kanannya memegang cambuk panjang yang juga terbuat dari formasi roh.
__ADS_1
Jika Jinlong menyemburkan api maka dia akan menggunakan tamengnya untuk berlindung. Sesekali dia mencambuk dengan kuat yang membuat Jinlong harus menghindar.
Mereka bertempur dengan sengit. Qing Yue’er pun tidak hanya dam. Dia menghadapi Di Feng Xuan yang lain. Untungnya pria itu hanya membuat dua kloningan. Jika lebih dari itu maka Qing Yue’er mungkin akan kewalahan.
Qing Yue’er sudah mengeluarkan trisulanya. Ketika melihat trisula itu Di Feng Xuan langsung terkejut. Sebagai seseorang yang tinggal di Pengadiilan Surgawi tentu saja dia mengenal trisula milik Di Liying.
“Ternyata kau benar-benar memiliki koneksi dengan Dewa-Dewi di Pengadilan Surgawi,” ucap Di Feng Xuan tidak senang.
Qing Yue’er tidak peduli dengan ucapan Di Feng Xuan. Dia hanya mendapatkan trisula itu di alam bawah, bukan dengan sengaja menjalin hubungan dengan Di Liying yang bahkan belum pernah bertemu langsung.
Di Feng Xuan mendengkus. “Itu hanya trisula cacat. Kau tidak akan bisa mengeluarkan kekuatan sepenuhnya.”
Trisula cacat? Qing Yue’er baru ingat, dia telah melupakan sesuatu.
Dengan cepat dia mengeluarkan batu kristal berwarna ungu. Tanpa berpikir panjang dia langsung meleburkan kristal tersebut ke dalam trisula.
Di Feng Xuan yang melihat ini langsung terkejut. Itu adalah Kristal Iblis yang dulu diletakkan sebagai umpan di gua iblis. Ternyata benda berharga itu telah jatuh ke tangan Qing Yue’er.
Whoosshh!
Sosoknya maju dengan cepat dan ….
Boommm!
Ledakan besar langsung terjadi. Suaranya mengguncang langit dan bumi. Seluruh langit Tongxuan Timur berada dalam lingkup kekacauan. Jika pertempuran itu terjadi di tanah maka Tongxuan Timur pasti sudah diratakan.
Kekacauan di langit menyita perhatian orang-orang di benua Tongxuan. Pertempuran antara Dewa, dua ekor binatang ilahi dan manusia berlevel alam surgawi benar-benar membangunkan semua orang.
Orang-orang ternama dari akademi dan kekuatan-kekuatan lainnya tidak hanya tinggal diam. Mereka mulai menonton dan menyaksikan pertempuran dari tempat masing-masing, termasuk petinggi-petinggi Akademi Surgawi.
__ADS_1
Mereka semua tercengang melihat apa yang terjadi. Dalam wajah mereka terlukis sebuah kalimat, “Pertempuran yang mengguncang dunia sedang terjadi.”
***
Sosok Qing Yue’er terlempar bermeter-meter jauhnya. Darah merah mengalir keluar dari lubang hidung dan sudut bibirnya. Penampilannya telah menjadi begitu berantakan.
Belum juga sempat menyeka darah sosok Di Feng Xuan sudah melesat mendekat dan lembali melemparkan serangan. Ledakan-ledakan kembali tercipta.
Qing Yue’er menahan kekuatan destruktif itu dengan kekuatan roh. Namun, dia hanya manusia. Dihadapkan dengan serangan Dewa tubuhnya masih tetap terluka.
“Dia benar-benar orang kejam,” gumam Qing Yue’er. Dia merasa sesak napas dan tubuhnya seperti remuk redam. Namun, bukan Qing Yue’er namanya jika dia merasa putus asa dan menyerah.
Dia mencengkeram erat trisula yang kini sudah mengalami perubahan. Trisula perak itu sekarang tidak sepolos sebelumnya. Terdapat pola bergambar kristal kecil di bagian ujungnya. Aura yang terpancar jauh lebih kuat dan dari sebelumnya.
Qing Yue’er telah berhasil menyempurnakan trisulanya dengan Kristal Iblis!
Di Feng Xuan merengut melihat keberhasilan itu. Dia pikir dengan cara mengganggu gadis itu maka penyempurnaan senjata tidak akan berhasil. Ternyata dia salah.
“Apa kau masih akan bilang ini senjata cacat?” tanya Qing Yue’er. Dia memutar trisula itu, lalu gelombang suara berdengung langsung menyebar luas.
Dengan cepat Di Feng Xuan menutup telinganya. Jangan sampai suara dengungan itu mengelabui pikirannya. Sekarang perasaannya mulai menjadi resah.
Sejauh yang dia tahu trisula itu memang cacat. Jika trisula disempurnakan maka itu benar-benar akan menjadi senjata yang menakutkan. Pikirannya harus kuat agar tidak diambil alih.
Qing Yue’er semakin memutar trisula dan memperkuat pengaruhnya. Dia tidak berharap bisa memengaruhi pikiran Di Feng Xuan, itu pasti akan sulit. Namun, dengan ini setidaknya pria itu tidak akan bisa banyak berkutik.
“Hentikan itu sialan!” geram Di Feng Xuan. Matanya mendelik penuh permusuhan.
Qing Yue’er tersenyum tanpa peduli. Dia tidak berhenti meskipun kekuatannya tersedot banyak. Sembari terus memutar trisula, dia menoleh pada Taotie.
__ADS_1
“Taotie, apa kau sudah selesai?!”
Pada saat itu akhirnya Taotie melompat mendekat. “Ayo lakukan sekarang!”