
Tebing Akhir Kematian adalah tempat yang dulu banyak ditakuti oleh manusia dan dihindari sebisa mungkin. Namun, sejak Jing Ling diminta oleh Qing Yue'er untuk menyebarkan berita tentang keberadaan harta di dalam tebing akhinya banyak orang yang tertarik dan bertaruh pada keberuntungan.
Para pemburu harta dari berbagai penjuru banyak yang sudah mencoba memasukinya, berniat untuk mengambil harta yang ada di dalam jurang. Namun, siapa pun yang masuk tidak ada yang pernah bisa kembali. Untuk orang-orang yang rakus pasti tidak akan berpikir panjang, tapi beberapa orang mulai menjadi masuk akal dan menyerah.
Ketika Qing Yue'er tiba di atas tebing, hanya ada beberapa orang yang terlihat berkeliaran di sana. Dia tidak begitu memedulikannya, sebaliknya lebih peduli pada jurang yang berada tepat di depannya.
Tidak menyangka waktu sudah lama berlalu. Mungkin sudah dua tahun lebih sejak dia datang ke sana. Meskipun begitu ternyata tidak ada banyak yang berubah. Dia pikir dengan membuat orang-orang menerobos masuk maka formasi perlindungan di bawah sana akan banyak melemah. Namun, Tebing Akhir Kematian itu masih tetap berbahaya seperti sebelumnya.
“Xinyu, ini luar biasa,” ucap Jing Ling yang masih merasa tidak percaya. Ya, tidak percaya bahwa dirinya yang beberapa saat sebelumnya berada jauh di Tongxuan Utara, kini sudah berpindah ke Tongxuan Timur hanya dalam waktu yang singkat.
“Aku rasa aku harus segera pulang,” lanjutnya.
Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya. “Tidak sekarang. Bukankah kamu penasaran dengan isi jurang ini?”
“Tidak, aku mungkin akan mati jika harus masuk ke dalam. Lebih baik aku memanfaatkan kesempatan ini untuk pergi menemui keluargaku,” ucap Jing Ling dengan yakin. Meskipun dia masih tidak mengerti seberapa kuat pria yang berada di samping Qing Yue'er, tapi yang jelas dia tidak ingin menjadi beban untuk siapa pun.
“Aku tidak akan memaksamu, tapi mungkin kamu akan kehilangan kesempatan besar,” kata Qing Yue'er.
“Itu sudah lebih dari cukup jika kamu bisa kembali dengan selamat. Dan kamu ....” Jing Ling menunjuk pada Mo Jingtian. “Awas saja jika Xinyu sampai terluka.”
“Itu tidak akan terjadi,” ucap Mo Jingtian.
“Bagus. Kalau begitu aku mungkin akan pergi sekarang.”
“Jing Ling, apa kau akan kembali ke akademi Surgawi lagi?” tanya Qing Yue'er untuk memastikan rencana Jing Ling.
“Ya, tapi waktunya masih belum tahu. Tentunya aku akan menunggu sampai kamu keluar dari jurang ini dulu,” sahut Jing Ling.
Qing Yue'er mengangguk. “Aku mengerti. Pulanglah ke rumah, mereka pasti merindukanmu.”
Jing Ling menyunggingkan senyum tipis. “Hati-hati dan selamat tinggal.”
Qing Yue'er tersenyum dan mengangguk. Dia mengamati Jing Ling yang mulai pergi menjauh. Rumah gadis itu memang tidak terlalu jauh dari lokasi ini. Dan dia juga membebaskan apa yang akan dilakukan oleh Jing Ling.
__ADS_1
Setelah sosok Jing Ling benar-benar menghilang, Qing Yue'er menoleh menatap Mo Jingtian. “Sekarang apa yang harus kita lakukan?”
“Masuk ke dalam,” kata Mo Jingtian. Tanpa menunggu respons Qing Yue'er dia langsung menarik gadis itu dan melompat ke jurang bersama-sama.
Orang yang melihat bagaimana mudahnya Mo Jingtian melompat masuk tanpa menggunakan senjata atau perlindungan apa pun tentunya merasa tidak habis pikir. Bahkan kultivator yang menggunakan berbagai macam cara masih tidak bisa kembali, bagaimana kabarnya dengan yang melompat dengan acuh tak acuh?
“Pria dan gadis itu pasti pasangan yang gila,” pikir mereka semua.
Sementara itu Qing Yue'er mengeratkan pegangannya pada jubah Mo Jingtian saat mereka meluncur di udara kosong. Siapa yang bilang dia tidak takut? Dia takut tapi dia percaya pada kemampuan Mo Jingtian. Pria itu pasti tidak akan membiarkannya celaka.
Kedalaman jurang itu tidak bisa dipastikan. Qing Yue'er hanya melihat kabut-kabut awan yang dilewati. Semakin turun semakin kuat pula bau darah yang menyeruak ke hidungnya. Anehnya kali ini dia tidak merasa tarikan gravitasi yang kuat. Mungkin ini karena Mo Jingtian.
Setelah beberapa lama akhirnya Qing Yue'er melihat cahaya samar yang terlihat seperti jaring. Jaring cahaya itu menghalangi siapa pun yang akan masuk ke dalam jurang.
Sorot mata Qing Yue'er menyusut. Di sana dia melihat berbagai macam potongan tubuh manusia. Jumlahnya tidak bisa dihitung lagi. Kaki, tangan, kepala dan bahkan, hal kecil seperti jari kelingking pun tampak tersangkut di atas jaring cahaya itu.
“Itu adalah ....”
“Tidak ada yang berhasil? Bagaimana kamu bisa tahu?” tanya Qing Yue'er heran.
“Tentu saja. Jika ada seseorang yang sudah berhasil masuk maka formasi ini harus sudah hilang.”
Qing Yue'er mengangguk mengerti. “Kalau begitu bagaimana kita bisa melewati ini?”
Mo Jingtian tidak menjawabnya. Dia hanya meluncurkan sebuah serangan yang sangat sederhana. Cahaya berwarna emas keluar dari telapak tangannya dan melesat dengan kecepatan kilat menuju jaring cahaya itu.
Dengan gerakan cepat dia menarik Qing Yue'er dan melesat beberapa meter ke atas. Kedua tangannya menutup telinga Qing Yue'er hingga sebuah ledakan yang menggetarkan tebing terjadi.
Qing Yue'er hanya bisa membulatkan matanya saat menatap ledakan itu. Bahkan di saat dia sudah menjauh dari ledakan, udara di sekitarnya masih terasa menyakitkan. Tidak bisa dibayangkan jika mereka tidak menjauh dari pusat ledakan.
“Tidak apa-apa, berkat idemu dulu kekuatan formasi ini memang menjadi lebih lemah. Orang-orang serakah ini yang sudah membantu melemahkannya,” ucap Mo Jingtian.
“Aku pikir ide itu tidak berfungsi. Jadi korban ini memang sudah melemahkan formasi,” kata Qing Yue'er yang merasa lebih senang. Dia menatap jaring cahaya yang sudah semakin memudar dengan potongan-potongan tubuh manusia yang mulai berjatuhan ke bawah.
__ADS_1
Orang-orang kesulitan masuk ke Tebing Akhir Kematian, sedangkan Mo Jingtian dengan hanya satu serangan saja bisa menghancurkan formasi. Perbedaan kekuatannya terlalu jauh. Pria ini memang tidak bisa dibandingkan dengan manusia normal.
“Sekarang kita bisa masuk dengan mudah,” ucap Mo Jingtian mengembalikan pikiran Qing Yue'er. Kemudian dia kembali membawa gadis itu meluncur ke bawah.
Sementara itu, di luar tebing orang-orang mulai menerka-nerka apa yang sedang terjadi. Mereka tentu saja mendengar ledakan yang menggema dari dasar jurang. Apakah seseorang membuat kekacauan di dalam sana? Atau mungkin itu perbuatan pasangan gila yang beberapa saat lalu baru melompat masuk?
“Apa kita harus memeriksanya?”
“Apa kamu ingin mati sekarang? Jika iya maka jangan mengajakku!”
“Tunggu, kenapa aku merasa gravitasi itu menghilang?”
“Yang benar saja?”
Mereka akhirnya mendekati jurang untuk memeriksanya. Wajah mereka langsung cerah ketika merasakan bahwa gravitasi dari dalam jurang tersebut memang benar-benar menghilang.
“Luar biasa! Ini sungguh luar biasa!”
“Cepat! Cepat masuk ke dalam! Kita harus mendapatkan beberapa harta juga!”
***
AN.
Saya ingin berbicara sebentar. Kalian pasti banyak yang menunggu kelanjutan cerita ini. Mohon maaf karena sebelumnya saya banyak bolong update.
Beberapa pembaca mungkin sudah tahu tentang kebijakan baru Noveltoon/Mangatoon. Tidak tahu bagaimana dengan pendapat author yang lain, tapi jujur saja ini cukup memberatkan saya.
Beberapa kali saya berpikir untuk berhenti di tengah jalan, tapi sepertinya ini sedikit sulit mengingat banyak pembaca yang sudah menyukai cerita ini. Jadi, kedepannya mungkin saya tidak akan serajin bulan-bulan sebelumnya.
Tolong diingat ya, saya tidak akan memaksa siapa pun untuk menunggu. Jika kalian tidak sabar maka silakan baca saja cerita lain yang lebih memuaskan.
Terima kasih.
__ADS_1