
Qing Yue'er berniat kembali ke asramanya sendiri setelah pembicaraan dengan kepala akademi selesai. Namun, tiba-tiba dia teringat pada Jing Ling yang belum ia temui lagi setelah serangan He Jin berakhir. Gadis itu juga tidak menemuinya, entah karena alasan apa. Apa mungkin Jing Ling terlalu sibuk?
Akhirnya dia menginjakkan kaki di depan kamar asrama milik Jing Ling. Dia mengetuk pintunya dan yang keluar dari dalam adalah Ming Yuxia. Mereka memang berbagi kamar yang sama. “Yuxia, di mana Jing Ling?”
Ming Yuxia menggelengkan kepalanya dengan ragu. “Sepertinya dia baru saja pergi.” Saat berbicara dia tidak menatap mata Qing Yue'er sama sekali.
Qing Yue'er sedikit tertegun. Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan darinya oleh Ming Yuxia. Gadis itu tidak pandai berbohong atau semacamnya. Dia pun tersenyum dan berkata pada Ming Yuxia, “Dia ada di dalam bukan?”
Ming Yuxia langsung menggeleng lagi. “Tidak, dia tidak ada di dalam dan—maaf aku masih memiliki urusan lain. Aku benar-benar sibuk akhir-akhir ini.”
Qing Yue'er terdiam. Dia melihat Ming Yuxia yang langsung menutup pintu. Apa-apaan mereka ini? Dia ingin mendobrak pintu itu tapi dia mengurungkan niatnya. Mungkin besok-besok mereka akan bertemu lagi.
Akhirnya dia kembali lagi ke asrama. Seperti biasanya, Luo Qingqi yang penasaran pun langsung menanyakan hal-hal padanya. Namun, karena suasana hatinya tidak begitu baik, dia pun hanya menjawab secukupnya saja. Hal itu membuat Luo Qingqi merasa heran. “Ada apa denganmu? Kenapa kamu terlihat sangat lesu?”
“Ah, Qingqi, apa kamu melihat Jing Ling atau Ming Yuxia akhir-akhir ini?” tanya Qing Yue'er.
Luo Qingqi tampak berpikir selama beberapa saat. Setelah itu dia pun menggeleng. “Tidak. Ah, tunggu. Aku rasa aku melihatnya kemarin.”
“Di mana?”
“Saat aku pergi ke perpustakaan akademi.” Luo Qingqi tampak berpikir lagi. “Mereka tidak begitu antusias. Tidak seperti biasanya, tapi aku tidak begitu memikirkannya. Mungkin hanya lelah atau sesuatu yang lain.”
Sesuatu yang lain.
Qing Yue'er memikirkannya. Apa mungkin mereka memiliki masalah tertentu hingga tidak mau bertemu dengannya? Atau ini hanya perasaannya saja jika mereka sedang menjauh darinya sedikit demi sedikit. Qing Yue'er menggelengkan kepalanya. Mungkin dia yang terlalu berlebihan.
“Mungkin memang begitu,” ucapnya lirih.
Hari berikutnya dia pun mencoba untuk menemui Jing Ling dan Ming Yuxia. Namun, kali ini giliran keduanya yang tidak ada di asrama. Qing Yue'er mencoba mencari-cari di mana kira-kira teman-temannya itu berada. Sudah sampai siang, tapi dia tidak berhasil menemukannya.
Dia mendengus tidak senang. “Baik, aku akan ikut bermain bersama kalian,” gumamnya. Setelah itu dia pun kembali ke asramanya sendiri. Saat itu dia melihat Luo Qingqi yang sedang menerima tamu.
“Kebetulan kamu kembali, murid ini mengatakan kalau Niu Ren ingin bertemu denganmu,” ucap Luo Qingqi saat melihat kedatangan Qing Yue'er.
“Katakan padanya saat ini aku tidak mau diganggu. Tidak perlu ada pertemuan-perteman apa pun lagi. Lagipula besok kita akan pergi ke wilayah pusat. Bukankah jika ingin membicarakan sesautu dia bisa mengatakannya besok?” Qing Yue'er berkata panjang, ada gerutuan juga dalam nadanya.
“....”
Luo Qingqi akhirnya mendorong Qing Yue'er untuk segera masuk ke kamar. Sepertinya gadis itu sedang dalam suasana hati yang buruk, jika dibiarkan tetap di sini siapa yang akan tahu apa yang mungkin dilakukan oleh Qing Yue'er?
“Ah, begini, katakan saja jika Xinyu memang sibuk terkait dengan keberangkatannya besok. Jadi dia tidak bisa bertemu dengan siapa pun. Tolong sampaikan seperti itu,” ucap Luo Qingqi pada orang yang menjadi utusan Niu Ren.
Orang itu pun mengangguk. “Baik. Kalau begitu aku akan pergi sekarang.”
Luo Qingqi mengangguk dan melihat sampai orang itu pergi. Barulah dia menutup pintu dan berbalik. “Mungkinkah kamu masih belum bertemu dengan Jing Ling?”
__ADS_1
“Tidak, aku yakin sekali mereka sedang menghindariku.” Qing Yue'er menghela napas. “Biarkan saja, aku akan melihat sampai mana mereka akan seperti itu.”
Luo Qingqi mengangguk setuju. “Tidak apa-apa. Jangan memikirkannya, mereka seharusnya yang berterima kasih padamu.”
Memang benar, di sini orang yang banyak menerima bantuan dari Qing Yue'er adalah Jing Ling dan Ming Yuxia. Sedangkan Qing Yue'er sendiri tidak akn terpengaruh bahkan jika Jing Ling dan Ming Yuxia pergi. Maksudnya, orang yang paling membutuhkan adalah mereka, bukannya Qing Yue'er.
Tidak tahu apa yang ada di pikiran Jing Ling dan Ming Yuxia, tapi Luo Qingqi juga tidak bisa buru-buru menilai. Mungkin ada alasan tertentu yang membuat mereka berdua seperti itu?
***
Hari yang ditunggu oleh Qing Yue'er akhirnya tiba. Ini adalah hari yang sudah dijadwalkan oleh kepala akademi terkait dengan keberangkatannya. Ketika matahari mulai naik akhirnya Qing Yue'er pergi keluar gerbang. Dia akan menunggu orang lain yang akan ikut dalam misi itu.
Beberapa saat kemudian, dia pun melihat sesuatu yang cukup mengejutkannya. Niu Ren berjalan berdampingan dengan paman Wuqing dan juga Yan Xiao. Selain itu di belakang mereka juga ada beberapa murid senior lain yang namanya sebenarnya cukup terkenal.
Tidak hanya ada murid lelaki, murid perempuan pun ada beberapa yang ikut. Di antaranya adalah Xiao Ling yang beberapa kali telah bertemu dengan Qing Yue'er. Kemudian ada pula Li Xia dan Chen Yi. Mereka semua memiliki reputasi yang bagus di akademi.
Qing Yue'er merasa senang karena bisa berada dalam satu kelompok dengan mereka semua. Apalagi dia berada dalam kelompok yang sama dengan pamannya. Dia langsung memberi salam ketika orang-orang itu menghampirinya. Mereka sepertinya sudah tahu jadi keberadaan Qing Yue'er tidak begitu mengejutkan.
“Ah, Xinyu, aku senang bisa melakukan misi bersama denganmu,” ucap Xiao Ling dengan senang. Senyumnya mengembang saat menatap Qing Yue'er.
Sebenarnya orang-orang ini adalah senior yang tidak ikut dalam perburuan binatang roh, kecuali paman Wuqing tentunya. Mungkin karena mereka sudah memiliki cukup binatang roh atau mungkin juga karena memiliki hal lain yang harus dilakukan. Tentunya level mereka berbeda dengan murid lain.
Qing Yue'er tersenyum. “Aku senang bisa bersama para senior juga.”
Xiao Ling tersenyum. “Jangan malu-malu, bagaimanapun juga kami sudah mengakui kehebatanmu.”
Chen Yi juga mengatakan hal yang tidak jauh berbeda. Mereka memiliki sikap yang cukup bagus terhadap Qing Yue'er. Namun, tidak ada keakraban yang langsung terjalin. Sebenarnya Qing Yue'er tidak bisa menilainya dengan pasti. Dipuji seperti itu sungguh membuat dia merasa canggung.
“Sudahlah, kalian membuatnya merasa malu. Kita mungkin bisa pergi sekarang,” ucap Xie Wuqing untuk mengalihkan fokus semua orang. Dia bisa merasakan ketidaknyamanan Qing Yue'er. Apalagi dia juga melihat bagaimana cara Niu Ren menatap gadis itu.
Ini tidak bisa dibiarkan. Sepertinya dia harus melanjutkan rumor yang dulu orang-orang pikir kalau dia memiliki hubungan spesial dengan Qing Yue'er. Bukannya apa, dia sendiri tidak ingin orang lain menyukai Qing Yue'er.
“Xinyu, sudah lama aku tidak melihatmu.” Xie Wuqing mulai mengajak bicara Qing Yue'er.
“Kita bisa sering bertemu mulai sekarang.” Qing Yue'er tersenyum pada pamannya. Kemudian dia mendekatinya untuk sekedar terlihat lebih dekat.
Niu Ren yang melihat ini hanya bisa berdehem. Dia memang pernah mendengar rumor tentang kedekatan Xie Wuqing dengan Qing Yue'er. Dia tidak pernah berpikir jika itu adalah kenyataan. Jika dipikir-pikir memang siapa pria yang tidak akan menyukai gadis cantik semacam Qing Yue'er?
“Baiklah kita bisa pergi sekarang,” ucap Niu Ren pada akhirnya. Tidak ada yang tahu apa yang ada dalam pikirannya.
Semua orang mengangguk. Akhirnya mereka mulai bergerak di langit. Beberapa orang ada yang menggunakan pedang terbang tapi Qing Yue'er tidak menggunakan apa-apa. Hanya terbang dengan santai ditemani oleh pamannya.
“Aku mendengar kamu telah melenyapkan guru He?” tanya Xie Wuqing dengan penasaran. Rumor itu tentunya sudah tersebar luas di akademi.
Sebenarnya itu memang sedikit mengherankan karena tidak ada peringatan apa pun pada Qing Yue'er yang telah membunuh dan membuat kekacauan di akademi. Jika itu murid lain pasti sudah diberi hukuman atau seringan-ringannya pasti sudah diberi peringatan.
__ADS_1
Namun, mungkin ada alasan kenapa tidak ada hal seperti itu. Seperti misalnya karena Niu Ren atau mungkin kepala akademi sendiri yang telah memutuskan untuk tidak memberi kesulitan apa pun pada Qing Yue'er.
“Itu memang benar. Orang tua itu terlalu menjengkelkan, dia melukai teman-temanku dan juga binatang roh milikku,” jawab Qing Yue'er. Di depan pamannya dia tidak merasa harus berbohong.
“Binatang roh yang mana?” tanya Xie Wuqing.
“Dua ekor beruang Ying Yang. Mereka masih kecil, bukankah itu sangat disyangkan?” Qing Yue'er menatap Xie Wuqing untuk meminta pendapatnya.
Xie Wuqing pun terkekeh. “Itu mungkin karena kamu memiliki terlalu banyak binatang roh. Aku bahkan tidak mengetahui semuanya,” godanya.
Qing Yue'er terdenyum. “Lihat saja nanti, aku akn memiliki lebih banyak lagi.”
***
Sementara kelompok Qing Yue'er sedang dalam perjalanan, Luo Qingqi keluar dari asramanya. Dia melangkah dengan cepat dan berakhir di depan kamar asrama Jing Ling. Dia merasa tidak senang dengan kelakuan dua gadis itu.
Memang dia akan terlihat tidak bermasalah ketika berada di depan Qing Yue'er. Akan tetapi sebenarnya dia tidak menyukai jika Jing Ling bersikap seperti itu.
Dia mengetuk pintu. Beberapa saat kemudian Jing Ling muncul di hadapannya. Gadis itu cukup terkejut ketika melihatnya. Mungkin itu karena sebelumnya dia tidak pernah mengunjungi Jing Ling terlebih dahulu.
“Kakak Luo, ada apa?” tanya Jing Ling. Dia menjadi canggung ketika melihat ekspresi Luo Qingqi yang tidak biasa. Apakah perempuan itu telah mengetahuinya?
“Jing Ling, ada apa denganmu? Kamu harus memberiku kejelasan.” Luo Qingqi berbicara secara langsung.
“Apa maksudmu?”
“Xinyu telah pergi. Aku hanya ingin tahu kenapa kalian menjauhinya,” ucap Luo Qingqi.
Jing Ling menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia menatap Luo Qingqi dengan rasa bersalah. “Kamu tahu aku sudah banyak menyulitkan Xinyu. Aku rasa semuanya harus dihentikan. Sejak saat dia menyelamatkanku dari guru He, aku mulai memikirkannya.”
“Memikirkan apa?” tanya Luo Qingqi yang masih tidak mengerti.
“Tingkatku dan dia itu sama sekali berbeda. Jika aku memutuskan untuk tetap bersamanya, itu hanya akan berakhir menyulitkannya. Bukan hanya aku tapi Ming Yuxia pun demikian.” Jing Ling menatap Luo Qingqi berharap untuk pengertiannya.
“Aku tahu, ini memang fakta yang tidak bisa dipungkiri. Hanya saja caramu salah, setidaknya katakan sesuatu. Aku rasa Xinyu sedikit mencemaskanmu,” ucap Luo Qingqi.
Jing Ling menghela napas. “Ke mana dia pergi?”
“Menjalankan misi. Kamu tahu? Orang yang ikut adalah senior-senior di sini. Aku rasa itu bukan misi yang sederana.”
Wajah Jing Ling langsung terkejut. Dia tidak menyangka kalau Qing Yue'er akan pergi hanya dalam beberapa hari. Dan sekarang dia tidak tahu kapan gadis itu akan kembali. Apalagi ini misi yang sepertinya akan berbahaya.
Dia merasa bersalah. Memang seharusnya dia tidak seperti ini. Bagaimana jika Qing Yue'er memikirkannya sepanjang hari dan itu akan menghambat misinya?
“Aku—”
__ADS_1
“Tidak apa-apa. Tunggulah sampai dia kembali, pada saat itu jelaskanlah semuanya.” Luo Qingqi menatap Jing Ling lekat-lekat. Gadis itu memang belum cukup dewasa. “Aku pergi sekarang.”
Jing Ling hanya bisa mengangguk dan melihat kepergian Luo Qingqi. Apa yang dikatakan perempuan itu memang benar. Dia telah melakukan cara yang salah. Tidak tahu kenapa dia bisa melakukan hal seperti itu. Ini benar-benar keluar dari karakternya. Baik, dia akan menunggu sampai Qing Yue'er kembali.