
“Siapa kamu?” tanya Shen Miao. Keningnya berkerut dalam karena sebelumnya dia belum pernah melihat Qing Yue'er. Sama seperti Shen Miao, Meng Xuanyi juga belum pernah melihat Qing Yue'er jadi ada banyak kecurigaan di hatinya.
“Aku? Aku adalah tamu pendatang baru di sini,” jawab Qing Yue'er. Kemudian dia mengeringkan pakaiannya dengan cepat sebelum akhirnya mendekati Ke'er.
Shen Miao segera menyembunyikan Ke'er di belakang tubuhnya. “Apa yang barusan kau lakukan?” tanya Shen Miao penuh selidik.
“Kakak Shen, dia bukan orang jahat,” sela Ke'er dari belakang.
Shen Miao mendengkus tidak percaya. “Kamu anak kecil, bagaimana kamu bisa yakin kalau dia memiliki niat buruk atau tidak? Jangan bermain-main dengannya, jangan bermain-main dengan orang asing!”
Ke'er ingin berteriak menjelaskan, tetapi Qing Yue'er menggelengkan kepala sebagai isyarat agar tetap diam. Akhirnya Ke'er hanya diam di tempat dan tidak mengatakan apa-apa lagi.
“Nona, bisakah kau menjelaskan apa yang terjadi? Apa kau memiliki token identitas tamu?” tanya Meng Xuanyi, sedikit lebih sopan dari Shen Miao.
Ditanya tentang token identitas tamu, tentu saja Qing Yue'er tidak punya. Dia masuk ke Puncak Awan Abadi tanpa formalitas. Dia hanya mengikuti Cloud Fairy dan setelah itu langsung diberi tempat tinggal. Apakah ini situasi yang cukup fatal?
“Aku tidak punya,” balas Qing Yue'er. “Maaf, tapi aku harus menemui Kakak Lin. Ini hal yang penting jadi tolong jangan mempersulit jalanku.”
Shen Miao mendecih tidak senang. “Tidak akan semudah itu. Identitasmu saja masih sangat diragukan. Bagaimana jika sebenarnya kamu adalah seorang penyusup?” Dia menggerakkan tangannya, lalu beberapa orang langsung datang mengelilingi Qing Yue'er.
“Haiz. Aku tidak ingin ada keributan di sini, apalagi pertumpahan darah. Bisakah kau membiarkanku pergi saja?” Qing Yue'er menggosok hidungnya. Kemudian tanpa sengaja matanya menangkap seorang wanita yang sebelumnya dia temui di jalan sebelum datang ke danau.
“Nah, kamu ....” Qing Yue'er menunjuk pada wanita itu. “Bukankah sebelumnya kita sudah bertemu? Bisakah kamu menjelaskan ini padanya? Ayolah, bagaimana mungkin aku menyusup di sini?”
Semua orang langsung menoleh pada wanita yang ditunjuk Qing Yue'er. Hal ini membuat wanita itu menjadi gugup lantaran tidak biasa menjadi pusat perhatian orang banyak. Dia mengangguk dengan ragu. “Aku memang melihatnya, tapi aku tidak benar-benar tahu identitasnya.”
Menurutnya, siapa pun yang berjalan dengan bebas di Puncak Awan Abadi pasti adalah orang yang sudah memiliki izin masuk. Jadi dia berpikir jika Qing Yue'er pasti bukan penyusup yang diam-diam masuk ke Puncak Awan Abadi.
Sementara orang-orang di danau sedang meributkan Qing Yue'er, Cloud Fairy masih belum sadar tentang hal itu. Saat ini dia baru saja memasang belenggu pada Dewa Alkimia untuk berjaga-jaga. Pria itu masih belum sadar juga. Ini bukan masalah untuknya.
Tiba-tiba seseorang masuk dengan terburu-buru. Itu Luo Nian. Dia segera melaporkan apa yang sedang terjadi di danau. “Nona, ada hal aneh yang terjadi di danau. Belum lama ini ada ledakan cahaya yang membubung ke langit dari kedalaman danau.”
“Cahaya apa? Apa seseorang ada di sana?” tanya Cloud Fairy dengan heran.
“Cahaya merah. Belum diketahui apa penyebabnya, tetapi sudah ada banyak orang yang datang ke sana. Sekarang mereka sedang menyelidiki Nona Qing.”
__ADS_1
“Qing Yue'er?”
Luo Nian mengangguk yakin. Cloud Fairy akhirnya menerawang jauh. Setelah beberapa saat dia pun berjalan keluar sambil berkata, “Aku akan melihatnya.”
Ketika Cloud Fairy tiba di danau, suasana sudah terasa panas dan menegangkan. Beberapa orang sudah dikuasai emosi, sedangkan Qing Yue'er dengan wajah polosnya berusaha untuk tidak mengeluarkan serangan apa pun.
Kedatangan Cloud Fairy membuat semua orang terkejut. Jarang sekali wanita itu menunjukkan diri di depan kerumunan. Namun keributan ini sudah menarik perhatiannya. Ini membuat mereka semua merasa bersemangat dan ingin melakukan aksi penjilatan.
“Nona Lin, lihat. Ini adalah orang yang sudah menyebabkan semua keributan ini. Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya sudah dia lakukan di dasar danau. Itu pasti hal yang berbahaya,” tutur Shen Miao dengan keyakinan penuh.
Qing Yue'er memutar bola matanya malas. Sejak tadi wanita itu terus menyudutkannya. Padahal dia sama sekali tidak menyinggung Shen Miao atau membuat masalah padanya. Namun ini bukan hal yang mengherankan untuknya. Lagi pula dia sudah terbiasa. Jika bukan dia yang mencari masalah maka masalah yang akan datang mencarinya.
“Apa yang terjadi?” tanya Cloud Fairy.
“Biarkan Ke'er yang menjelaskan!” Tiba-tiba Ke'er ambil suara. Dia keluar dari belakang Shen Miao dan menatap Cloud Fairy dengan serius. Dia tidak terlihat seperti gadis kecil pada umumnya.
“Nona Lin, ini berawal dari aku yang menarik Kakak cantik itu ke sini. Aku menunjukkan penampilan cahaya misterius yang selama ini sudah menarik perhatianku. Setelah itu Kakak cantik itu mau membantuku dan akhirnya masuk ke dalam danau.”
“Penampilan cahaya misterius?” Cloud Fairy beralih menatap Qing Yue'er.
“Nona Lin, tolong pertimbangkan dengan baik. Apakah gadis itu pantas dipercaya?” Shen Miao menunjuk pada Qing Yue'er.
Cloud Fairy menatap Shen Miao dengan datar. “Siapa namamu?”
“Shen Miao, namaku Shen Miao.” Dia sedikit kecewa lantaran Cloud Fairy yang tidak mengenalnya.
“Shen Miao, bersiaplah jika sewaktu-waktu aku memberimu hukuman,” ucap Cloud Fairy dengan nada yang tidak menyenangkan. Kemudian dia beralih menatap Ke'er. Senyum tipis muncul di bibirnya. “Namamu Ke'er, kan? Gadis baik. Sekarang kembalilah, aku akan memanggilmu nanti.”
Ke'er langsung mengangguk, tidak mau membantah apa pun yang diperintahkan Cloud Fairy. Kemudian dia pun melihat wanita itu yang meluncur memasuki danau. Ternyata Nona Lin lebih mengesankan dari yang dia duga.
Qing Yue'er diam-diam menyunggingkan senyum lebar pada Shen Miao. Senyum itu terlihat sangat mengejek. Tentu saja itu membuat Shen Miao merasa marah. Namun di situasi ramai seperti itu dia tidak bisa melakukan apa-apa. Hanya bisa menatap penuh kebencian pada sosok Qing Yue'er yang menghilang ke dalam air.
“Sial!”
***
__ADS_1
Cloud Fairy mengikuti Qing Yue'er memasuki lorong gelap. Dia benar-benar tidak tahu ternyata ada tempat seperti ini di dalam danau. Selama ini dia hampir tidak pernah menginjakkan kaki di danau ini. Apalagi dia sudah menghabiskan banyak waktu di dunia bawah hanya untuk mencari sutra.
Dia terus maju hingga berhasil keluar dari lorong. Ajaibnya tempat di depan sana tidak memiliki air sedikit pun, padahal seluruh lorong gelap yang mengarah ke sana dipenuhi oleh air.
Bukan hanya itu, hal lain yang mengejutkan adalah banyaknya batu-batu merah dengan ukuran raksasa yang tergeletak secara acak. Jumlahnya sangat banyak hingga hampir memenuhi seluruh ruangan.
Cloud Fairy berjalan mendekati batu-batu itu untuk memeriksanya. Mulutnya masih tertutup karena dia masih tidak percaya ada hal seperti itu yang tersimpan di dalam danau. Tangannya menyentuh permukaan batu dan dia sedikit tersentak ketika merasakan gelombang energi spiritual yang berputar di dalamnya.
“Ini ....” Cloud Fairy menatap Qing Yue'er dengan heran.
Qing Yue'er sendiri tidak bisa mengidentifikasi batu itu. Namun yang jelas itu adalah sumber daya untuk meningkatkan kultivasi. Meskipun warnanya merah, itu berbeda dengan Kristal Burung Api yang pernah dia dapatkan. Batu ini memiliki energi spiritual yang lebih kuat beberapa kali lipat.
“Bagaimana mungkin aku tidak pernah mengetahui apa pun tentang ini?” Cloud Fairy menyilangkan tangan di dada.
“Petunjuknya ada di titik cahaya yang terus berputar di permukaan air danau. Sayang sekali mereka tidak memercayai penglihatan Ke'er,” ucap Qing Yue'er.
“Gadis itu memiliki mata yang hebat bukan?” Cloud Fairy menjadi heran sendiri. “Sama seperti kamu yang juga bisa melihat cahaya itu,” imbuhnya.
Setelah beberapa saat terdiam, Cloud Fairy tiba-tiba terkekeh. “Ayo, ayo. Kita bisa menggunakannya dengan bebas bukan? Yue'er, cobalah untuk menerobos. Kau mungkin memiliki banyak hari yang sibuk setelah ini.”
Qing Yue'er menjadi sumringah. Tentu saja ini adalah keberuntungan yang sama sekali tidak diduga pada awalnya. Dia hanya secara cuma-cuma bermain-main dengan Ke'er. Ternyata itu membawa hal baik untuknya.
“Kau bisa melakukannya sekarang. Aku akan memberi tahu orang lain untuk tidak mendekati tempat ini dulu agar mereka tidak mengganggu,” ucap Cloud Fairy. “Aku juga akan menyampaikan ini pada ibumu,” lanjutnya.
“Apa kau tidak akan menerobos?” tanya Qing Yue'er.
“Tentu saja aku juga akan melakukannya. Ketika kau membuka mata nanti, aku pasti ada di sini juga.”
“Terima kasih banyak.” Qing Yue'er tersenyum simpul.
Cloud Fairy mengangguk dan pergi meninggalkan tempat itu. Qing Yue'er adalah seseorang yang sudah membantunya. Lebih tepatnya mereka adalah partner yang sudah melawan Dewa Alkimia. Jadi dia tidak akan bertangkai kering alias kikir pada gadis itu.
Setelah Cloud Fairy pergi, Qing Yue'er bergerak mencari tempat yang nyaman untuk menyerap energi spiritual dari batu-batu merah itu. Beberapa saat kemudian akhirnya dia duduk di ruang kosong yang dikelilingi oleh bebatuan merah.
Dia mengambil napas dalam-dalam dan mulai menutup mata dalam posisi lotusnya. Sebelum benar-benar memulai, dia terlebih dahulu mengingatkan diri sendiri agar tidak mengeringkan semua energi spiritual dari sana. Benar, jangan sampai dia menjadi tidak tahu malu.
__ADS_1