Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Air Liur Naga


__ADS_3

Di kejauhan langit, seorang pria tua diam-diam mengawasi pergerakan murid-murid akademi Surgawi. Dia duduk di atas seekor derek putih yang tidak begitu besar. Itu memang derek khusus untuk satu orang saja. Orang tua itu memiliki wajah yang cukup dingin. Jika Qing Yue'er melihat orang ini maka dia akan merasa waspada. Itu adalah ahli alam duniawi yang pernah bertempur melawan Han Qiong.


Orang itu tersenyum. Baru-baru ini dia mendengar musuh bebuyutannya sudah menerima seorang murid baru, jadi siapakah dia? Mungkin dia harus mencari tahu.


Dia bergerak untuk turun menuju akademi Surgawi. Namun hanya dalam kedipan mata, penampilannya tiba-tiba berubah menjadi asing. Sosok tuanya telah berubah menjadi seorang murid pria yang terlihat sangat sopan dan berpendidikan.


"Senior Nie, kenapa kamu kembali?" Seseorang bertanya padanya.


"Aku memiliki sesuatu yang tertinggal," jawabnya dengan datar. "Bisakah kamu menemaniku sebentar?"


Murid yang sebelumnya bertanya akhirnya langsung mengangguk setuju. Senior Nie adalah seseorang yang cukup dihormati di akademi. Tentunya dia senang ketika diminta untuk menemaninya. Sayangnya, dia tidak tahu apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh orang yang dianggap sebagai senior Nie itu.


***


Perjalanan menuju kota Ding membutuhkan waktu selama kurang lebih tiga hari. Orang-orang yang masih berada di alam langit tidak bisa bepergian tanpa beristirahat, jadi kebanyakan murid-murid akademi akan melakukan istirahat di tempat-tempat yang diminati.


Seperti halnya kelompok Qing Yue'er, mereka pun memilih untuk berhenti dan beristirahat di tepi sungai yang letaknya berada di dalam hutan. Tampaknya hutan itu masih jarang dijamah manusia sehingga alamnya masih terasa alami. Pohon-pohon hijau terlihat begitu tinggi dan padat.


Qing Yue'er membasuh wajahnya dengan air sungai yang begitu jernih. Rasa segar langsung dapat ia nikmati ketika air dingin itu membasahi wajahnya. Dia melihat-lihat ke sekeliling. Ada banyak tanaman liar yang tumbuh di tepi sungai. Namun ada satu tanaman yang menarik perhatiannya.


Dengan pelan Qing Yue’er memeriksa tanaman tersebut. Itu adalah sebuah tanaman asing yang tingginya hanya mencapai perutnya. Daunnya sedikit panjang dan memiliki tulang daun yang sangat antik. Ya, tulang daunnya membentuk pola seekor naga melingkar. Bukankah ini sesuatu yang luar biasa?


Selain itu di sekeliling daun-daunnya ada banyak energi spiritual yang seolah melapisinya. Ini adalah pertama kalinya Qing Yue’er melihat tanaman yang luar biasa seperti itu. Jika diperhatikan maka tanaman itu jauh lebih menonjol dari rumpun lain yang berada di sekitarnya.


“Tanaman apa ini?” tanya Qing Yue’er pada Luo Qingqi. Siapa tahu wanita itu mengetahui hal ini.

__ADS_1


Luo Qingqi melihat tanaman tersebut. Seketika matanya langsung melebar, dia terkejut dengan apa yang ada di depannya. “Ini adalah tanaman yang tumbuh dari tetesan air liur naga. Bagaimana bisa ada tanaman ini di sini?” gumamnya yang seolah tidak percaya.


“Air liur naga?” Qing Yue’er juga terkejut. Hal seperti itu seharusnya sesuatu yang sangat langka dan jauh. Namun, mereka berhasil menemukannya di sini. Tentu saja ini merupakan hal yang luar biasa. Jika tanaman seperti ini ada di sini, apakah seekor naga juga ada di sekitar tempat ini? Tapi bagaimana mungkin?


Jing Ling dan Ming Yuxia pun menjadi tertarik untuk melihat. Mereka semua mengamati tanaman itu dengan hati-hati. “Memangnya apa manfaat tanaman ini?”


Luo Qingqi memetik salah satu daunnya dengan hati-hati. “Tanaman ini dapat membantu pengobatan beberapa penyakit langka. Jika dijual maka itu pasti akan menghasilkan banyak batu roh.”


Qing Yue’er langsung tertarik mendengar ini. “Lalu apa kamu pikir ini adalah kemungkinan jika ada seekor naga yang pernah tinggal di sini?”


Luo Qingqi sedikit mengangguk. “Menurut buku yang aku baca, tanaman ini tidak langsung tumbuh begitu saja. Butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa menumbuhkannya dari tetesan air liur naga. Itu pun tidak semuanya akan berhasil tumbuh. Jika tanahnya tidak cocok maka mereka akan mati begitu saja. Jika memang ada seekor naga yang pernah singgah di sini, itu pasti sudah bertahun-tahun yang lalu. Yang jelas itu sudah sangat lama.”


Qing Yue’er mengangguk. Apa yang dikatakan oleh Luo Qingqi memang masuk akal. Setidaknya tanaman itu memerlukan waktu yang lama untuk tumbuh. Namun fakta bahwa ada seekor naga yang pernah singgah ke sini saja sudah cukup mengejutkannya.


“Oh, aku juga tahu satu hal. Tumbuhan ini tidak harus tumbuh dari air liur naga sejati, maksudku mereka akan tumbuh dari air liur binatang yang memiliki garis darah dari ras naga,” ucap Luo Qingqi.


Qing Yue’er pernah membaca tentang pengetahuan ini. Sebenarnya dunia ini begitu luas. Ada banyak hal yang tidak dia ketahui, atau pada intinya dia masih hanya seekor semut yang hidup di antara hutan lebat. Tentang makhluk hidup, manusia dan alam adalah sesuatu yang tidak bisa dipelajari dalam waktu yang singkat. Maka dia akan mempelajarinya sedikit demi sedikit.


Awalnya dia hanya ingin meningkatkan kekuatan untuk mencari tahu tentang identitasnya. Namun itu tidak hanya akan berhenti di sana karena pada dasarnya dia sudah mengetahui kebenarannya. Di sisi lain, seiring berjalannya waktu dia justru semakin menyukai dunia ini. Ada banyak hal menantang yang tidak bisa dia temui di Bumi, dan itu merupakan sebuah keistimewaan yang tidak bisa dinikmati oleh penduduk Bumi pada umumnya.


“Kalau begitu kita tidak boleh menyia-nyiakan tanaman ini bukan?” tanya Qing Yue’er dengan mata yang berbinar. Karena ini adalah hutan liar, maka siapa pun bisa mengklaim kepemilikan pada sumber daya yang ada. Termasuk tanaman air liur naga ini.


“Ya, kita harus mengambilnya!” Jing Ling langsung bersemangat dan mulai memetik daun-daun dari rantingnya. Namun, ketika dia sudah memetik salah satu daun, tiba-tiba daun tersebut langsung menjadi layu.


“Apa yang terjadi?” Qing Yue’er juga merasa bingung. Dia pun menatap Luo Qingqi untuk bertanya.

__ADS_1


“Kalian tiba bisa memetiknya dengan cara yang sembarangan,” ucap Luo Qingqi.


“Lalu bagaimana?”


Luo Qingqi menunjukkan caranya. Dia menuangkan qi spiritual ke tangannya. Kemudian dia melapisi daun yang akan dipetik menggunakan qi spiritualnya. Ini dilakukan untuk melindungi daun itu dari bersentuhan dengan tangan manusia secara langsung dan kasar. Sejujurnya itu sangat rentan dengan gerakan makhluk lain.


Akhirnya semua orang mengerti. Mereka mencoba untuk memetik daun itu dengan cara yang dijelaskan oleh Luo Qingqi. Dan seperti yang sudah diduga, itu memang berhasil. Jadi tanaman itu harus diperlakukan dengan sangat hati-hati atau mereka hanya akan merusaknya.


Luo Qingqi mengambil tas penyimpanan yang memiliki ruang dimensi penyimpanan luas di dalamnya. Merek semua memasukkan daun-daun itu ke dalam tas penyimpanan dengan hati-hati. Setelah semuanya habis akhirnya merek bisa terkekeh senang. Tidak pernah menyangka ternyata mereka bisa menemukan tanaman yang berharga seperti itu. Jika orang lain tahu maka mereka pasti akan tercekik oleh kedengkian.


Kemudian setelah itu mereka melakukan istirahat selama beberapa saat. Mereka melakukan meditasi untuk mengembalikan energi spiritual yang terkuras setelah dipakai untuk terbang dalam jarak yang jauh. Mungkin ini baru sepertiga dari perjalanan mereka. Masih ada banyak jarak yang harus mereka tempuh dan itu memerlukan energi spiritual yang penuh.


Ketika hari menjelang malam, mereka semua bersiap untuk kembali melakukan perjalanan. Itu karena di tengah malam belum tentu hutan yang mereka singgahi akan aman, jadi mereka lebih memilih untuk melanjutkan perjalanan daripada tinggal sampai pagi. Belum lagi mereka memiliki batas waktu untuk sampai di kota Ding. Mereka tidak boleh terlambat sama sekali atau itu akan membuat mereka mendapat diskualifikasi.


Sepanjang malam mereka melakukan perjalanan tanpa henti. Ketika fajar hampir tiba seseorang tiba-tiba datang menghampiri mereka dari belakang. Kebetulan itu merupakan guru dari akademi yang tak lain adalah Xi Muchen. Guru yang pernah memergoki Qing Yue’er ketika sedang berada di kamar Yan Xiao.


Guru Xi menghentikan langkah mereka sejenak. Keempat gadis itu pun langsung memberi hormat untuknya. Namun pria itu tidak begitu menanggapinya. Dia menatap Qing Yue’er dengan mata sedikit gelap. “Kalian akan langsung pergi ke kota Ding?” tanyanya dengan suara yang sedikit dingin.


Luo Qingqi mengerutkan keningnya. Namun itu hanya beberapa saat sebelum akhirnya dia mengangguk. “Itu benar.”


Guru Xi menyunggingkan senyum yang tidak sampai di matanya. “Kalau begitu biarkan kita pergi bersama.”


Qing Yue’er melirik Luo Qingqi. Sedangkan yang dilirik pun sekarang memandangnya dengan makna yang tersirat. "Baik."


Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan tambahan Xi Muchen di depan. Awalnya itu tidak ada perbedaan apa pun, tapi semakin diperhatikan arah mereka menjadi sedikit berbeda. Hal itu membuat Qing Yue'er berhenti. "Guru Xi, kenapa arah yang diambil menjadi berbeda?"

__ADS_1


Xi Muchen berbalik. "Aku akan mengambil alternatif lain."


Qing Yue'er masih tidak bergerak. Dia menyuruh Jing Ling dan Ming Yuxia untuk mundur. Setelah itu dia pun berkata dengan dingin, "Kamu bukan guru Xi."


__ADS_2