
Qing Yue'er tidak tahu sudah berapa lama dia tidak sadarkan diri. Dia merasakan sesuatu yang halus menggosok wajahnya. Qing Yue'er merasa terganggu sehingga dia membuka matanya.
"Aaaahhhhh!!!"
Qing Yue'er tidak bisa tidak berteriak. Dalam sekejap mata dia sudah melompat jauh lebih dari 5 meter.
"Kamu.. apa kamu ini?"
Qing Yue'er bertanya dengan heran. Di depannya adalah manusia tapi tidak seperti manusia. Wajah dan tubuhnya semua dililit dengan perban. Itu terlihat persis seperti mumi di dunia modern.
"Maafkan aku jika mengagetkanmu." Orang aneh itu sedikit membungkukkan badannya di hadapan Qing Yue'er.
Qing Yue'er mengamati manusia mumi dengan hati-hati. Apakah orang ini masih manusia? Atau dia mayat hidup?
"Apakah kamu orang hidup?" Qing Yue'er bertanya tanpa berpikir.
Manusia mumi itu tidak menjawab.
Karena dia tidak mau menjawabnya, Qing Yue'er berhenti bertanya. Dia mengamati sekelilingnya.
Ini berbeda dengan apa yang dibayangkan Qing Yue'er. Dia berpikir dia akan mati setelah jatuh kedalam jurang. Tapi siapa yang tahu, dia berakhir di tempat seperti ini.
Pohon bambu hijau berbaris rapi di depan matanya. Tidak ada yang bisa dia lihat kecuali hamparan hutan bambu yang tak terbatas.
"Tolong perhatikan dirimu sendiri." Manusia mumi itu berkata dari belakangnya.
Qing Yue'er tidak mengeti apa yang dimaksud orang itu. Saat itu juga selembar daun bambu meluncur dengan kecepatan kilat menggores pipinya. Darah menetes ke rerumputan dibawah kakinya.
__ADS_1
"Apa-apaan ini?"
Qing Yue'er menoleh kebelakang tapi tidak ada siapapun. Manusia mumi itu telah menghilang tanpa jejak.
Saat Qing Yue'er merasa bingung, puluhan daun bambu segera datang menyerangnya. Qing Yue'er tidak bisa lagi memikirkan hal-hal. Dia harus melenyapkan daun bambu sialan ini.
Qing Yue'er berputar beberapa kali menghindari daun-daun yang menyerangnya. Tapi semakin dia mampu menghindar, semakin banyak daun yang menyerang.
Dia melapisi tubuhnya dengan qi spiritual, kemudian tangan dan kakinya mulai secara membabi buta menyerang daun-daun itu.
Kulitnya mulai tergores dimana-mana. Qi spiritual saja tidak cukup melindungi tubuhnya.
"Itu tidak berhasil."
Qing Yue'er menyipitkan matanya. Dia melepaskan auranya yang meledak. Tangannya membentuk segel dengan cepat. Kemudian sebuah saber es muncul di tangannya.
Qing Yue'er tidak menunggu lama-lama. Dia langsung bergerak dengan cepat.
Tidak lama kemudian semua daun habis di tebas. Tanah dibawahnya sudah dipenuhi dengan daun bambu yang berserakan.
Qing Yue'er mengelap keringat di dahinya. Tapi sebelum dia bisa bernafas lega, gelombang daun lain menyerang sekali lagi. Kali ini jumlahnya lebih banyak dari sebelumnya. Bahkan kecepatannya lebih cepat beberapa kali lipat.
"F*ck!"
Qing Yue'er mengutuk dalam-dalam. Sebenarnya apa tempat ini? Apakah wanita rubah itu sedang mempermainkannya?
Qing Yue'er sekali lagi bertarung melawan ribuan daun bambu. Tapi kali ini Qing Yue'er tidak bisa menghindarinya. Daun-daun itu bergerak terlalu cepat, bahkan sepertinya memiliki mata tersendiri.
__ADS_1
"Aku tidak percaya kalau aku akan kalah dari daun bambu sialan ini!"
Qing Yue'er merasa sangat marah. Dia mulai dengan serius memusatkan perhatiannya. Tiba-tiba dia merasa sesuatu telah terbuka dalam otaknya. Kemudian semuanya menjadi begitu jelas.
Qing Yue'er merasakan indranya menjadi sangat tajam. Bahkan dia bisa merasakan rumput yang bergerak oleh tiupan angin. Dia bisa merasakan cacing yang bergerak di bawah tanah.
Qing Yue'er bisa merasakan lintasan-lintasan daun bambu bahkan dengan mata tertutup. Dia seperti memiliki mata bahkan di punggungnya.
"Ini luar biasa!"
Qing Yue'er tidak pernah merasakan hal seperti ini. Dia menenangkan kejutan di hatinya sebelum tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.
"Hal kecil, setelah bermain denganku sepanjang hari, aku akan melihat apa kamu masih bisa terus bermain?"
Dia memusatkan qi spiritual di kaki dan tangannya. Kemudian dengan mengandalkan kekuatan deteksinya yang menakjubkan, dia mulai menyerang dan menghindar dengan sangat lincah.
Kali ini dia benar-benar tidak tergores. Dia mampu melenyapkan ribuan daun bambu dalam waktu yang singkat.
Nafasnya terengah-engah, tapi semangatnya semakin membara.
"Ayo rubah tua, berikan aku serangan lagi!"
Qing Yue'er berteriak menengadah ke langit. Sayangnya tidak ada yang meresponnya. Hanya ada suara angin yang menderu.
Hening.
Tiba-tiba dia mendengar suara dari belakangnya.
__ADS_1
"Selamat kamu telah resmi menjadi spiritualis dunia."