Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Seekor Ular Putih


__ADS_3

Qing Yue'er kembali dalam sekejap. Dia melihat Jing Ling yang sudah kehilangan kesadarannya. Sepertinya racun lebah sudah semakin masuk ke tubuhnya. Dengan gerakan cakatan dia pun meminumkan madu ke mulut Jing Ling. Dia tidak tahu nama madu itu, tapi itu memang barang yang luar biasa. Tak berapa lama kemudian racun di tubuh Jing Ling mulai dinetralisir dengan baik.


"Xinyu, apa kamu baik-baik saja. Lebah-lebah itu tidak menyakitimu?" tanya Luo Qingqi. Dia sebenarnya penasaran dengan apa yang digunakan Qing Yue'er untuk bisa mendapatkan madu itu.


"Jangan khawatir. Mereka hanya lebah-lebah bodoh," ucap Qing Yue'er.


Luo Qingqi lalu mengangguk tanpa bertanya apa-apa lagi. Itu baik-baik saja selama mereka berempat tidak mengalami masalah lagi. Setelah beberapa saat akhirnya dia bisa melihat Jing Ling mulai tersadar. Warna ungu di tangannya ternyata sudah menghilang. Itu berarti racunnya sudah sepenuhnya dinetralisir.


"Aku hidup? Hoho, akhirnya aku hidup lagi!" Jing Ling berseru dengan takjub. Dia pikir dia akan mati begitu saja, tapi ternyata Qing Yue'er bisa menyelamatkannya.


"Hidup lagi bagaimana?! Kamu bahkan belum mati, bagaimana kamu bisa hidup lagi?" kecam Luo Qingqi.


"Aiya, bukan begitu Kakak Luo. Aku pikir aku sudah mendekati kematian. Xinyu aku harus berterima kasih padamu."


"Kita sudah berteman sejak lama. Aku tidak mau melihat mayatmu digerogoti serangga di hutan ini," ucap Qing Yue'er. "Kita mungkin beristirahat sebentar, sambil menunggumu benar-benar pulih."


Akhirnya mereka beristirahat selama beberapa saat. Setelah waktu siang telah berlalu akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju wilayah yang lebih dalam.


Qing Yue'er mengedarkan kekuatan rohnya untuk mendeteksi keberadaan binatang roh. Seharusnya itu sudah mulai muncul di area ini. Suara-suara sahutan binatang pun menjadi diam ketika kelompoknya datang. Mereka pasti sudah dapat mendeteksi aura manusia.


Luo Qingqi melihat ke arah kanopi. Daun-daun yang begitu rimbun biasanya menjadi tempat persembunyian yang baik. Siapa tahu ada binatang-binatang roh yang bersembunyi di sana. Matanya berbinar ketika dia menangkap ekor putih yang menggelantung di atas sana. Dia bisa merasakan aura binatang roh yang memang berbeda dari binatang liar biasa.


"Aku melihat sesuatu," ucap Luo Qingqi.


Qing Yue'er ikut melihat ke tempat di mana Luo Qingqi memandang. Itu adalah ekor menjuntai yang terlihat seperti ekor ular. "Cobalah untuk menangkapnya."


"Ya, aku juga berpikir demikian," ucap Luo Qingqi. Kemudian dia pun mulai terbang untuk memeriksa binatang itu. Ketika dia berhasil tiba di atas kanopi, akhirnya dia mengetahui binatang apa itu.


Seekor ular putih sedang melingkar di atas dahan. Tubuhnya melingkar tapi ekornya masih terlihat menjuntai. Bagian kepalanya terdapat corak berwarna merah yang mencolok. Itu adalah binatag roh, tapi tidak tahu apa namanya. Ular itu terlihat sedang tertidur, sepertinya itu yang membuatnya tidak dapat merasakan keberadaan Luo Qingqi.


Kesempatan itu membuat Luo Qingqi merasa senang. Dengan gerakan yang cepat dia pun langsung menangkapnya tanpa kesusahan. Itu benar-benar sesuatu yang menguntungkan.

__ADS_1


Ketika ular itu sudah berada dalam cengkeraman Luo Qingqi, barulah dia terbangun. Perasaannya tentu saja terkejut. Dia hanya ingin melakukan tidur siang karena terlalu lelah dalam melatih kemampuannya. Siapa yang akan tahu ternyata dia akan jatuh ke tangan manusia.


"Ular yang baik, aku tidak akan melukaimu. Apa kamu mau berkawan denganku?" tanya Luo Qingqi.


Kedua mata ular putih itu langsung menatap Luo Qingqi dengan cara yang mengejek. Hanya manusia yang memanfaatkan kelengahannya, itu tidak pantas untuk dijadikan teman. Setidaknya mereka harus melalui perkelahian dulu sebelum mereka melakukan kesepakatan atau sesuatu.


Luo Qingqi merasa tertarik dengan corak merah yang ada di kepala ular. Tangannya bergerak berniat untuk memegang corak itu, tapi tiba-tiba sesuatu yang aneh terjadi. Kedua mata ular berubah menjadi merah berapi dan pola di kepalanya pun bersinar dengan warna merah seperti api. Ular itu membuka mulutnya dan semburan api segera keluar dari sana.


"Apa?!" Karena semuanya terlalu tiba-tiba akhirnya Luo Qingqi secara refleks melemparkan ular putih itu kembali ke dahan. Dia menggunakan qi spiritual untuk melindungi dirinya sendiri dari serangan api.


Ular putih itu mendapatkan kesempatan untuk melarikan diri. Dengan kecepatan kilat, dia pun bergerak pergi ke dahan yang lainnya. Namun, Luo Qingqi juga tidak bisa dianggap remeh. Dia langsung mengejar ular itu dan menembakkan serangan agar ular itu mau berhenti.


"Ular putih, jika kamu mau maka kita bisa melakukan kontrak hidup dan mati. Jika kamu mati maka aku juga akan mati," ucap Luo Qingqi di sela aksi mengejarnya. Sejak awal dia sudah tertarik untuk mendapatkan ular itu. Apalagi setelah dia melihat keistimewaan ular dalam serangan apinya, itu semakin membuatnya ingin memiliki ular tersebut.


Ular putih itu tidak memedulikan tawaran Luo Qingqi. Dia sudah hidup selama puluhan tahun dengan bebas. Menjadi binatang kontrak untuk manusia mungkin akan membuat kebebasannya dirampas. Itu bukan hal yang diinginkan olehnya.


"Kamu masih tidak mau? Kalau begitu jika kamu mau menjadi binatang kontrakku maka aku akan memberimu sepotong daging setiap hari!" tawar Luo Qingqi lagi.


Ular itu menoleh dan menjulurkan lidahnya untuk mengejek Luo Qingqi. Bahkan di tempat ini dia bisa memakan daging setiap hari dengan bebas. Apa yang spesial dari itu? Bahkan tanpa menjadi binatang kontrak dia sudah memakan daging setiap hari.


"Aku tidak akan mengurungmu layaknya binatang lain. Aku pasti tidak akan mengikat kebebasanmu!" Ya, itu adalah sesuatu yang dia tahu secara umum. Beberapa binatang roh menolak melakukan kontrak karena tidak mau kebebasannya direnggut. Jadi dia menawarkan hal yang lebih umum.


Benar saja ular putih itu langsung berhenti. Dia berbalik untuk menatap Luo Qingqi dengan mata yang menyipit. "Apa kau serius? Jangan menipuku!"


Kedua mata Luo Qingqi kembali berbinar. Ternyata metode ini berhasil. Selain itu dia juga merasa takjub karena ular itu ternyata bisa berbicara menggunakan bahasa manusia. Sekarang keputusannya menjadi semakin yakin, dia harus menjalin kontrak dengan ular tersebut!


"Ya, jadi kamu ingin kebebasan? Aku akan membiarkanmu bebas asal kamu mau ikut denganku dan melakukan kontrak," ucap Luo Qingqi.


"Kontrak hidup dan mati. Jika bukan itu maka aku tidak mau!"


"Iya, mari lakukan sekarang. Aku tidak akan menipumu." Luo Qingqi terbang mendekati ular itu dan ternyata ular itu tidak melarikan diri. Jadi, sepertinya dia telah berhasil memikat ular putih itu agar mau melakukan kontrak dengannya.

__ADS_1


Luo Qingqi menggigit jarinya dan membawanya ke mulut ular yang terbuka. Darah merah segera menetes dan jatuh ke mulut ular itu. Setelah itu ikatan kontrak pun akhirnya terjalin. Dia mengulurkan tangan agar ular itu mau merambat ke lengannya. Namun, ternyata dia ditolak.


"Aku bukan seekor betina, jangan dekat-dekat denganku!"


"Ah?" Luo Qingqi terkejut karena ular putihnya mengatakan hal seperti itu. Bukankah jantan atau betina bukanlah masalah bagi mereka?


Namun, pemikiran ular itu berbeda. Jika dia bisa mencapai ketinggian tertentu, maka dia bisa melakukan transformasi menjadi manusia. Saat itu dia akan berubah menjadi seorang pria, bukankah mereka tidak bisa bergaul begitu bebas?


"Kamu terlalu konyol," ucap Luo Qingqi. Dengan gerakan yang cepat dia pun meraih ular putih itu dan membawanya turun ke tanah. Dia harus memberitahu kabar gembira ini pada kelompoknya.


Sebenarnya Qing Yue'er bisa melihatnya dengan baik. Dia mengetahui apa yang sudah terjadi. Yang menarik perhatiannya bukanlah hal lain, melainkan keistimewaan ular putih itu. Serangannya berupa api, apakah dia memiliki garis darah dari ras naga? Apa itu mungkin?


Dia berpikir dengan cermat. Itu bukan tidak mungkin jika ular putih tersebut memiliki garis darah istimewa seperti itu. Jika dirawat dengan baik maka binatang itu akan menjadi binatang roh yang luar biasa. Belum lagi binatang yang memiliki garis darah ras naga bisa bertransformasi menjadi naga sejati. Bukankah ini menakjubkan?


"Tidak semudah itu untuk menemukan binatang roh dengan garis darah ras naga. Ular itu tidak memiliki garis darah yang istimewa seperti itu. Namun, ular putih tersebut memang binatang roh yang masuk dalam jajaran kelas atas," ucap Ying Jun tiba-tiba.


"Hmm, setidaknya binatang itu memang luar biasa. Dalam hal ini Luo Qingqi telah mendapat keberuntungan yang cukup bagus." Qing Yue'er membalasnya.


"Ah, tapi itu juga bukan tidak mungkin jika di hutan ini ada binatang dengan garis darah seperti itu. Jika memang ada maka kamu harus mendapatkannya." Ying Jun berkata dengan penuh harap.


"Ya, jika memang ada maka aku harus mendapatkannya."


"Selamat Kakak Luo, kamu akhirnya mendapatkan binatang roh," ucap Jing Ling dan Ming Yuxia. Mereka juga ikut merasa senang karena salah satu dari mereka akhirnya telah mendapatkan binatang roh.


Sebenarnya bukan hanya Luo Qingqi, Qing Yue'er pun sudah mendapat binatang roh yang berupa lebah beracun. Namun, dia tidak mau mengakuinya karena dia ingin membiarkan lebah-lebah itu merasakan penyiksaan dulu. Setelah itu mungkin dia baru akan membiarkan lebah beracunnya mendapat pelatihan dari Ying Jun.


Selain itu dia juga harus memikirkan cara untuk menggantikan racun bunga Kelabu untuk menjadi sumber racun lebah. Mungkin dia harus menciptakan racun yang lebih mematikan. Jadi jika sewaktu-waktu dia ingin membunuh kelompok orang, dia hanya perlu mengerahkan pasukan lebah beracun miliknya dan itu akan membuat musuh terbunuh dengan mudah.


"Itu ide yang bagus," gumamnya.


Sementara itu Luo Qingqi telah menjadi begitu bahagia. Dia pun berkata, "Aku sudah mendapatkan binatang roh. Jadi, kalian juga harus mendapatkannya."

__ADS_1


Jing Ling mengangguk. Mereka semua harus mendapatkan binatang roh dan yang pasti haruslah binatang yang lain dari yang lain. Kemudian semua orang menjadi lebih semangat. Terutama Jing Ling dan Ming Yuxia. Kedua gadis itu sangat ingin memiliki binatang roh.


Sedangkan Qing Yue'er masih santai mengikuti arus waktu. Dia sangat percaya diri, dalam perburuan ini dia pasti akan menambah daftar binatang lagi ke dalam dimensinya.


__ADS_2