Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Rencana Lain


__ADS_3

Qing Yue'er berjalan meninggalkan kediaman Niu Ren. Sebenarnya sejak kembali dari perburuan binatang roh, dia selalu merasa ada mata yang mengawasinya. Namun, tidak ada orang yang menyerangnya lagi sejak terakhir kali di penginapan kota Ding.


Perasaannya tidak pernah salah. Mungkin orang yang mengawasinya adalah orang yang menyerangnya malam itu. Hanya saja akan terlalu sulit untuk menemukan orang tersebut. Jadi, dia telah memutuskan untuk memanfaatkan keberadaan Niu Ren.


Saat ini dia berjalan di bawah langit malam. Tidak da banyak orang yang berada di luar. Dia melewati koridor yang terbuka. Tiba-tiba matanya menangkap cahaya gelap yang melesat ke arah barat daya. Qing Yue'er langsung mengerutkan kening. Cahaya itu menuju tepat ke arah kediaman Han Qiong.


Perasaan Qing Yue'er menjadi tidak tenang. Tidak mungkin ada musuh yang datang bukan? Jika memang ada musuh Han Qiong, saat-saat seperti ini sangatlah menguntungkan untuk mereka. Itu karena Han Qiong tidak akan bisa melawan dengan maksimal.


Dengan kecepatan kilat, Qing Yue'er melesat mengikuti cahaya itu dari bawah. Setelah dia sampai di sana ternyata cahaya itu berhenti di depan kediaman Han Qiong. Pada saat itulah dia melihat orang yang tidak asing baginya. Yang dia sendiri tidak tahu kedatangan orang itu untuk sebuah pertemanan atau permusuhan.


"Gadis, kekuatanmu sudah naik dan berada di tingkat yang sama sekali baru." Shangguan You berbalik menatap Qing Yue'er. Sekarang wajahnya terlihat berbeda, tampak lebih tua beberapa tahun dari sebelum-sebelumnya.


"Pak Tua, untuk apa kamu datang ke sini?" Qing Yue'er bertanya dengan nada menyelidik.


"Aku ingin bertemu dengan gurumu," ucap Shangguan You. Aura yang terpancar dari tubuhnya tidak memiliki permusuhan seperti sebelumnya. Apa mungkin orang tua itu datang untuk tujuan yang lain?


"Tidak bisa sekarang." Qing Yue'er menggelengkan kepala.


"Memangnya kenapa?" tanya Shangguan You.


"Karena guru tidak bisa diganggu untuk saat ini. Jangan bilang kamu ingin mengacaukannya!"


"Gadis, kamu terlalu picik. Kalau dia tidak bisa menemuiku maka katakan saja, tidak perlu mengatakan hal buruk seperti itu," ucap Shangguan You tidak senang.


Qing Yue'er mengangkat bahunya acuh tak acuh. Lagipula mereka pernah melakukan konfrontasi dan tentunya dia tidak akan semudah itu untuk berbaik hati pada orang tua itu. Bukankah ini perasaan yang normal?

__ADS_1


Dia melihat Shangguan You yang hendak pergi. Tiba-tiba sekelebat pikiran masuk ke kepalanya. Kedua mata hitamnya berkilat dengan cahaya tertentu. Pada saat itulah dia berseru, "Tunggu!"


Shangguan You langsung berbalik menghadap Qing Yue'er. Dia tidak tahu apa yang akan dikatakan oleh gadis itu. Menurutnya murid Han Qiong itu memiliki sikap yang tidak bisa ditebak. Jadi dia menunggu sampai Qing Yue'er mengatakan sesuatu yang membuatnya bertanya-tanya.


"Kamu memiliki guru yang sama dengan guru Han?" tanya Qing Yue'er. Dia berjalan mendekati Shangguan You hingga membuat pria tua itu mengernyitkan dahi.


"Kamu sudah tahu hal itu, kenapa kamu harus menanyakannya?"


"Kalau begitu bukankah kamu adalah paman guru? Mmm, haruskah aku memanggilmu seperti itu?" Qing Yue'er tersenyum lebar. Sekarang auranya terasa lebih bersahabat. Semua penolakan dan permusuhan seolah lenyap begitu saja.


Shangguan You mendengus. "Ya, terserah apa katamu."


"Begini, ah, bukankah lebih baik kita mengobrol di tempat yang layak?" tanya Qing Yue'er. "Ayolah, bawa gadis ini keluar sebentar saja. Mari kita mengobrol di luar." Matanya mengisyaratkan permohonan, membuat siapa pun tidak tega untuk menolaknya.


Shangguan You menghela napas. "Baiklah, ikut denganku."


Setelah kedua orang itu pergi, seseorang keluar dari kediaman Han Qiong. Dia tak lain adalah Xiao Mo. Wajahnya berkerut tidak senang. Baru saja dia merasa seperti ada seseorang yang datang ke kediaman ini. Namun, setelah dia memeriksanya ternyata tidak ada apa pun di sana. Apa perasaannya salah?


Dia mungkin orang yang bisa menerawang, tapi bukan dengan bebas. Sesuatu hanya akan masuk ke otaknya tanpa kehendaknya. Dia sendiri tidak tahu apa yang memengaruhi penerawangannya. Lalu karena sekarang dia tidak menemukan apa pun, akhirnya dia kembali masuk ke dalam.


Sementara itu, Qing Yue'er dan Shangguan You berhenti di sebuah pondok. Pondok itu dibangun dari kayu dan terlihat begitu sederhana. Letaknya berada di atas perbukitan hijau yang tentunya sangat sepi. Di belakang pondok itu ada asap yang mengepul dan suara batuk-batuk dari seseorang. Shangguan You mengajak Qing Yue'er untuk datang ke bagian belakang pondok.


Qing Yue'er mengikuti Shangguan You dari belakang. Dia melihat-lihat ke sekeliling dengan tatapan ingin tahu. Ternyata ini benar-benar suasana yang sangat alami. Dia sibuk dengan pikirannya sendiri hingga mereka sampai di bagian belakang pondok.


Seorang pemuda sedang mengipasi tungku yang sudah bobrok. Beberapa bagian bahkan sudah pecah. Jika itu orang lain mungkin mereka sudah membuangnya. Namun, orang ini masih memakainya meskipun wajahnya sudah menjadi hitam oleh asap.

__ADS_1


Ketika pemuda itu melihat kedatangan Shangguan You, wajahnya langsung gembira. "Guru! Akhirnya Guru datang juga."


Qing Yue'er mengangguk diam-diam. Jadi pemuda itu adalah murid Shangguan You. Pemuda itu mengalihkan pandangan padanya. Kemudian tersenyum ramah sebelum mengulurkan tangannya yang hitam dipenuhi arang.


Shangguan You langsung memelototi muridnya sendiri. "Sudahi pekerjaanmu. Masuklah ke dalam. Aku akan berbicara dengan gadis ini."


Pemuda itu mengungkapkan kekecewaam di wajahnya. Kemudian dia tersenyum lagi pada Qing Yue'er sebelum akhirnya masuk ke dalam pondok. Baru saja dia ingin berkenalan dengan gadis cantik tapi gurunya yang galak itu sudah terlebih dahulu menendangnya pergi. Ini benar-benar tidak adil untuknya.


Setelah pemuda itu pergi, Shangguan You duduk di bangku yang ada di sana. Dia menuang teh ke cangkir dan menyesapnya. Sedangkan Qing Yue'er masih berdiri untuk melihat halaman belakangnya. Di sana adalah hamparan hitam yang kemungkinan merupakan pepohonan hijau.


Setelah beberapa saat akhirnya dia duduk di di hadapan Shangguan You. Pria tua itu memandangnya dan bertanya, "Apa yang ingin kamu bicarakan?"


Qing Yue'er tersenyum. "Aku ingin bertemu dengan kakek guru."


Ucapannya langsung membuat Shangguan You tersentak. Dia tidak menyangka gadis itu akan mengatakan hal seperti ini. Mmm, apa mungkin ada niat tersembunyi? Dia tidak yakin, tapi kenapa pula gadis itu ingin bertemu dengan kakek gurunya?


"Tidak, jangan berpikir sesuatu yang negatif dulu. Ah, aku sebenarnya sudah lama mengaguminya. Guru sering menceritakan beberapa hal dan aku tertarik untuk menemuinya secara langsung," ucap Qing Yue'er dengan antusias.


"Kenapa Han Tua tidak langsung mengajakmu ke sana? Aku tidak yakin guruku mau menemuimu." Shangguan You tidak yakin dengan hasilnya. Tidak semua orang bisa bertemu dengan gurunya. Atau lebih tepatnya gurunya yang tidak mau menemui siapa pun. Ya, orang tua itu selalu tertutup pada orang lain.


"Tidak, aku sangat yakin akan hal itu. Aku memiliki hal yang mungkin akan membuatnya tertarik." Qing Yue'er mencoba meyakinkan Shangguan You. Ini akan mudah jika dia bisa membujuk pria tua itu.


"Hal apa itu?"


"Kamu akan tahu nanti. Aiya, aku tidak mungkin akan melakukan kerusuhan. Bagaimanapun aku hanya gadis kecil, aku tidak mungkin bisa mengalahkan atau membuat kekacauan pada kakek guru bukan? Jika kamu meragukan hal ini, itu berarti kamu sendiri yang meremehkan kekuatan kakek guru."

__ADS_1


Shangguan You berpikir dalam-dalam. Apa yang dikatakan oleh gadis itu memang masuk akal. Lagipula mereka memang memiliki silsilah perguruan. Dan gadis di depannya ini memang berbakat. Jika gurunya mau menemui Qing Yue'er pasti orang tua itu akan menganggukkan kepala dengan setuju. 'Gadis ini memang luar biasa.'


__ADS_2