Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Seperti Iblis Merangkak


__ADS_3

Jing Ling memperhatikan Qi Rong yang saat ini sedang lahap memakan sup pangsit. Pria itu sepertinya benar-benar kelaparan. Kali ini dia ingin membicarakan bisnis yang sesungguhnya.


Dia berdehem. "Jadi kau sedang mencari seseorang?" tanya Jing Ling. Memang sebelumnya Qi Rong sudah menceritakan tentang kedatangannya ke kota ini.


"Ya, aku benar-benar harus cepat menemuinya," ucap Qi Rong.


Dia telah menyelesaikan makannya. Namun, tiba-tiba rasa malas mulai datang menggelayutinya. Memang makanan saja tidak cukup untuk memberikan energi. Dia seperti orang yang setiap saat selalu kekurangan energi.


"Seperti apa cirinya? Mungkin aku bisa membantu," ucap Jing Ling.


"Tapi tentunya dengan satu syarat bukan?" Qi Rong bertanya sambil menguap. Dia sudah bisa menebak apa yang ingin dibicarakan oleh Jing Ling. Dia selalu yakin tidak ada orang yang berbuat baik tanpa tujuan lain.


"Heheh, kau memang pintar." Jing Ling terkekeh. "Aku ingin mengajakmu bergabung denganku."


Qi Rong menguap sekali lagi. "Bergabung untuk apa? Jangan bilang mencuri sitar ... ah sitar apa pun itu yang sebelumnya wanita itu bicarakan?"


"Hebat! Kau menebaknya dengan benar." Jing Ling bertepuk tangan dengan senang.


"Tidak. Aku terlalu malas, lagipula aku bisa mencari temanku sendiri. Dan yang paling penting adalah aku tidak ingin ikut campur dengan masalah orang lain," tolak Qi Rong.


Dia adalah orang baru di sini dan belum mengenal kekuatan-kekuatan yang memiliki pengaruh besar. Bagaimana jika orang yang memiliki sitar itu adalah entitas kuat yang berpengaruh di sini? Bukankah itu sama dengan mencari kematian?


"Cih, jangan naif. Apa kau pikir mencari seseorang akan semudah itu? Di kota seluas ini apa kau benar-benar bisa menemukan temanmu itu dalam waktu yang cepat? Lagipula aku mengajakmu bukan semata-mata aku ingin menipumu. Banyak orang-orang yang sudah menjadi korban, tidakkah kamu memiliki sedikit rasa kemanusiaan?"


Jing Ling mengejek Qi Rong. Umur mereka mungkin tidak terpaut begitu jauh, tapi pemikiran mereka memang berbeda. Seandainya Xinyu masih di sana, dia juga tidak akan mau untuk mengajak orang ini.


Qi Rong tertegun mendengar ucapan Jing Ling. Memang apa yang dikatakan gadis itu benar. Tidak akan semudah itu untuk bisa menemukan Qing Yue'er. Tunggu dulu, kenapa dia tidak memanfaatkan ini untuk mencari Qing Yue'er juga?

__ADS_1


"Baiklah, aku akan ikut denganmu," ucap Qi Rong setelah memikirkannya.


"Bagus bagus. Jadi seperti apa ciri-ciri orang yang kamu cari?" tanya Jing Ling.


Tangan Qi Rong mengusap dagunya sendiri. Untuk menjelaskan ciri-ciri Qing Yue'er sepertinya terlalu kompleks. Namun yang paling menonjol adalah parasnya yang cantik melebihi siapa pun.


"Dia cantik," ucap Qi Rong.


Jing Ling langsung mendengus. Wanita cantik tentu sangat banyak jumlahnya di dunia ini dan preferensi cantik di mata setiap orang pasti berbeda-beda. "Katakan lebih detail, bagaimana aku bisa mengerti."


"Aiyoh, akan lebih baik jika ada kuas. Aku akan menggambarkannya secara rinci. Dan aku percaya kamu pasti akan menjadi rendah hati setelah melihatnya," ucap Qi Rong dengan kebanggaan tertentu.


Jing Ling tidak begitu percaya dengan ucapan Qi Rong. Menurutnya wanita tercantik yang pernah dia temui adalah Xinyu, dan sepertinya tidak akan ada yang bisa mengalahkan kecantikannya.


Namun dia menjadi penasaran juga. Seperti apa cantiknya hingga Qi Rong begitu membanggakan temannya itu. Akhirnya dia meminta seseorang untuk membawakan kertas dan kuas. Setelah itu dia pun memberikannya pada Qi Rong.


"Heheh, kamu akan segera melihatnya." Qi Rong menerima dan langsung menggerakkan tangannya untuk mulai menggambarkan Qing Yue'er.


Setelah beberapa saat Jing Ling sedikit tertegun. Meskipun lukisan Qi Rong tidak begitu bagus, tapi setidaknya dia bisa menggambarkan semuanya dengan baik. Dia terkejut saat penampilan Xinyu mulai tercipta di atas kertas.


"Yo, ini teman yang kau maksud? Kamu tidak sedang mengkhayal 'kan?" Kedua mata Jing Ling menyipit. Dia hanya tidak yakin kalau Xinyu akan mempunyai teman dengan model seperti Qi Rong yang udaranya begitu malas.


"Aku tidak sedang melamun dan ini serius," jawab Qi Rong.


"Kalau gadis ini aku mengenalnya." Jing Ling berkata dengan wajah cemberut. Dia jadi ingat dengan menghilangnya Xinyu.


"Kau tahu? Di mana dia? Aku harus menemuinya!" Qi Rong berseru dengan gembira. Dia sontak berdiri karena terlalu antusias.

__ADS_1


"Dia menghilang. Aku juga tidak tahu ke mana dia pergi," ucap Jing Ling. Setelah itu dia pun menceritakan tentang kronologis kejadian di Danau Kunpeng.


Setelah mendengar cerita Jing Ling, Qi Rong merasa terkejut. Dia bingung juga bagaimana harus menemukan keberadaan Qing Yue'er. Namun, dia tiba-tiba merasa ini adalah sesuatu yang tidak bisa dipercaya. Bertemu dengan Jing Ling dalam situasi seperti itu, bukankah ini adalah sebuah kebetulan yang menakjubkan?


***


Di sisi lain yang begitu jauh dari kota Fuli, seseorang merangkak naik dari tempat yang begitu tersembunyi. Orang itu memiliki wajah dan penampilan yang hampir tidak bisa dikenali.


Pakaiannya sangat kusut dan memiliki banyak sekali noda yang tidak diketahui asalnya. Wajah dan rambutnya pun begitu berantakan. Dia merangkak dengan napas yang terputus-putus.


Ketika sudah sampai di tanah rerumputan yang datar, dia langsung menjatuhkan tubuhnya begitu saja. Menelungkup di atas rerumputan sebuah hutan hijau.


Setelah beberapa saat napasnya menjadi lebih stabil. Mulutnya mulai mengeluarkan tawa yang bergema di kesunyian hutan. Tawa itu langsung membuat penghuni hutan merasa ketakutan. Mereka semua bersembunyi untuk menghindari ditemukan oleh orang tersebut.


"Akhirnya aku keluar!" seru Qing Yue'er dengan senang. Dia benar-benar berhasil melewati mimpi buruk yang tidak mungkin bisa dibayangkan oleh orang lain. Hanya dia yang tahu bagaimana sakitnya dia melewati api penyucian.


Udara yang dipancarkan oleh Qing Yue'er benar-benar berbeda dengan sebelumnya. Jika dulu dia memiliki aura yang dingin dan terangsingkan, sekarang dia telah menjadi lebih dingin dan tajam. Ada sisi gelap lain yang terpancar dari tubuhnya. Mungkin itu adalah pengaruh dari perjuangannya di Jurang Iblis.


Qing Yue'er mungkin tidak menyadarinya. Namun dia memang terlihat seperti telah berubah menjadi pribadi yang lain. Dia lebih terlihat seperti iblis yang merangkak keluar dari dunia bawah.


"Aku lelah sekali," ucap Qing Yue'er. "Biarkan aku tidur sebentar."


Qing Yue'er memejamkan matanya. Dia ingin melupakan mimpi buruk yang telah terjadi. Bahkan dia enggan memeriksa hasil apa yang telah didapatkan dari Jurang Iblis. Saat ini dia hanya ingin menstabilkan tubuh dan emosinya.


***


Jangan lupa dukung author dengan cara like, vote dan komen ya.

__ADS_1


__ADS_2