Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Malam Perjamuan


__ADS_3

Istana Guang menjadi begitu ramai malam ini. Halaman taman yang luas sudah dipersiapkan untuk acara megah itu. Meja-meja, kursi-kursi, semua ditata dengan rapi.


Gentong-gentong arak disusun di pinggir taman. Jumlahnya sangat banyak. Jika orang tidak tahu, mereka akan berpikir arak itu akan digunakan untuk memandikan orang satu kampung.


Hua Mingshan merasa sakit kepala ketika berdiri di menara sambil mengamati kedatangan tamu-tamu yang jumlahnya begitu banyak. Dan mereka semua adalah orang-orang terkemuka di Celestial.


“Yanzhi, aku tidak mengerti kenapa Hua Yan melakukan ini. Aku sudah mengatakan untuk tidak mengundang terlalu banyak orang, tapi dia …. Dia benar-benar!”


Pria tua itu menjadi kesal sendiri kepada putranya. Sekarang dia tidak tahu apakah orang-orang sudah mempersiapkan semuanya dengan benar.


Bagaimana jika dapur mereka tidak memasak dengan cukup? Bagaimana jika meja-meja dan kursi di taman tidak diatur untuk orang sebanyak itu? Bagaimana dengan araknya? Hiburannya?


Dia menjadi pusing. Selain karena semua yang sudah disebutkan, dia juga tidak mengerti kenapa Hua Yan ingin melakukan pemborosan seperti ini.


Seorang wanita paruh baya yang wajahnya masih terlihat cukup muda menghela napas panjang. Dia adalah Hua Yanzhi, satu-satunya adik Hua Mingshan yang masih hidup.


“Aku juga tidak mengerti. Namun, belakangan ini Hua Yan dan Tian’er sangat sibuk. Sepertinya mereka sudah mempersiapkan untuk ini semua,” katanya.


“Kupikir dia hanya akan mengundang beberapa puluh orang, tapi ini …. Aiyyah!” Hua Mingshan mengibaskan lengannya dengan jengkel.


“Kakak, sekarang sudah banyak yang datang. Kita juga tidak mungkin menghentikan ini atau mengusir mereka. Lebih baik kita segera turun dan menyambut semua orang agar tidak ada yang merasa tersinggung.”


“Kau benar.”


Akhirnya Hua Mingshan menarik napas panjang dan mengangguk lemah. Sudah sampai seperti ini, tidak ada yang bisa dia lakukan. Mungkin dia bisa menggunakan acara ini untuk mempererat hubungannya dengan para kultivator yang lain.


Hua Mingshan dan Hua Yanzhi turun dari menara diikuti oleh beberapa penjaga. Mereka pergi menuju halaman taman yang sudah ramai. Orang-orang langsung menyambutnya dengan hangat.


Para tamu membawa hadiah ulang tahun yang berbeda-beda. Orang-orang yang kurang dekat dengan Hua Mingshan memberikan hadiahnya kepada para pelayan. Sedangkan mereka yang cukup dekat dengan pria tua itu langsung maju ke depan untuk menunjukkan hadiahnya.


Seorang pria tua berjubah biru membawa kotak kayu kecil ke depan. Kotak itu diukir dengan elegan. Dia tertawa dan tersenyum pada Hua Yan dan Hua Mingshan.


“Ini benar-benar hari yang baik, Hua Tua. Selamat untuk ulang tahunmu,” ucap pria tua itu dengan riang.


Hua Mingshan tersenyum melihat teman lamanya. “Jin Heyang, terima kasih. Kupikir kau masih sibuk dengan murid-muridmu.”


Jin Heyang tertawa. “Khusus di hari ulang tahunmu ini, guru-guru Akademi Zhuhong semua datang. Kurasa mereka akan segera sampai.”

__ADS_1


“Benarkah?”


Hua Yan tersenyum. “Ayah, itu benar. Aku memang mengundang guru-guru dari banyak akademi di Celestial. Tentu saja Akademi Zhuhong termasuk.”


“Ah, kelihatannya kau tidak tahu menahu tentang ini, Hua Tua?”


Hua Mingshan tertawa pelan. “Aku memang menyerahkan urusan perjamuan ini kepada Hua Yan. Aku sudah tua, tidak memiliki energi lagi untuk melakukan hal-hal itu.”


Mereka pun tertawa bersama. Setelah itu, rombongan guru-guru dari beberapa akademi datang. Hua Yan dan Hua Tian langsung menyambut mereka. Sementara Hua Yanzhi mengatur Hua Mingshan untuk duduk di kursi utama.


Halaman taman itu menjadi semakin ramai seiring berjalannya waktu. Hua Mingshan mengedarkan pandangannya ke sekeliling lalu mengerutkan kening setelahnya.


Dari sekian banyaknya tamu undangan, dia tidak melihat seorang pun yang datang dari istana lain. Mungkinkah mereka belum datang? Atau Hua Yan lupa mengundang mereka?


“Yanzhi, aku tidak melihat anggota istana lain di sini,” ucapnya pada Hua Yanzhi yang duduk di dekatnya.


“Mungkin mereka belum datang. Seharusnya orang penting seperti mereka tidak dilewatkan oleh Hua Yan.”


Tepat setelah itu, seorang pria muda bersama seorang pelayan berjalan mendekat. Dia tak lain adalah Yuan Yichuan yang mewakili Istana Rongyao dan ayahnya.


Ayahnya memintanya pergi agar Istana Guang tidak tersinggung. Jika tidak seorang pun datang dari Istana Rongyao, pasti keluarga Hua tidak akan senang.


“Tuan Hua, selamat atas ulang tahunmu. Semoga langit selalu memberkatimu,” ucap Yuan Yichuan dengan sopan. Dia membungkuk lalu menyerahkan hadiahnya yang berupa gulungan berpita ke depan.


Hua Mingshan tersenyum hangat. Dia meminta seorang pelayan untuk menyimpankan gulungan pemberian Yuan Yichuan ke belakang.


“Terima kasih, Nak. Terakhir kali aku melihatmu adalah lima tahun yang lalu. Siapa yang menyangka kau sudah tumbuh menjadi pria yang tampan dan gagah.”


Yuan Yichuan menanggapi pujian itu dengan senyum tipis. “Aku masih perlu belajar dari senior sepertimu, Tuan Hua. Maaf karena ayahku tidak bisa datang. Dia secara pribadi memintaku untuk mewakilinya.”


“Ah, aku baru saja mempertanyakan itu. Kupikir kalian tidak menerima undangannya.”


“Ayah, aku memastikan sendiri undangannya sudah sampai. Jika memang tidak ada yang datang, maka itu pasti kesengajaan,” ucap Hua Yan dengan nada sarkas.


“Itu memang kesengajaan,” balas Yuan Yichuan yang membuat orang-orang di sekitar menatapnya dengan heran.


Apa maksud pria itu?

__ADS_1


“Adikku akan segera memiliki hari yang baik, jadi … keluarga Yuan kami memang sedikit sibuk,” lanjut pria itu dengan tetap tenang. Jika Yuan Xin’er mendengar ini mungkin dia akan memukulnya karena sudah mengatakan omong kosong di depan begitu banyak orang.


“Oh?” Hua Mingshan langsung terkejut. “Adikmu, apakah itu Yuan Xin’er?”


“Benar sekali.”


Pria tua itu menoleh pada Hua Tian dengan sedih. Dia pikir cucunya akan memiliki kesempatan untuk mendekati putri pemimpin Istana Rongyao. Ternyata gadis itu sudah memiliki masa depannya sendiri.


Di antara gadis-gadis di Celestial, hanya ada beberapa yang menonjol dan menarik perhatian Hua Mingshan. Di antaranya adalah Yuan Xin’er. Meskipun gadis itu orang yang cukup tertutup, bakatnya sudah menyebar di seluruh Celestial.


Sayang sekali ….


“Kakak, ini sudah semakin malam. Tamu-tamu juga sudah datang. Kenapa kita tidak segera memulai perjamuan?” Hua Yanzhi bertanya untuk menyela pikiran Hua Mingshan.


Dia tahu apa yang pria tua itu pikirkan. Namun, dengan karakter Hua Tian yang manja, sombong dan semena-mena, siapa gadis jenius kelas atas di Celestial yang mau memiliki hubungan dengannya?


Lupakan Yuan Xin’er, bahkan murid-murid peringkat bawah di akademi belum tentu menerimanya. Kecuali jika gadis itu adalah gadis licik yang hanya melihat status dan harta seseorang.


“Bibi, kenapa terburu-buru? Masih ada tamu yang belum hadir,” ucap Hua Yan dengan sabar.


“Siapa maksudmu? Apakah anggota Istana Tianjun?”


“Itu dia!” Hua Tian mengangguk dengan cepat. Sudah sejak lama dia menanti kedatangan Qing Yue’er. Di antara banyaknya orang, hanya gadis itu yang kehadirannya sangat dia tunggu.


Hua Yanzhi menarik napas panjang. “Baiklah. Mungkin mereka akan segera tiba.”


Hua Yan segera menggeleng. Keningnya berkerut dalam. “Tidak biasanya Istana Tianjun terlambat dalam acara. Apa mereka memang tidak ingin datang?”


Pada saat itulah suara seorang gadis tiba-tiba menggema di seluruh taman, “Jika itu kakekku, dia pasti tidak akan terlambat. Tapi aku … aku memang lebih suka membuat orang lain menunggu lama.”


Semua orang terkejut dan seketika menoleh pada sumber suara. Siapa yang berani berbicara dengan begitu angkuh di depan banyaknya kultivator dari seluruh Celestial?


Beberapa saat kemudian, mereka pun melihat seorang gadis berparas cantik yang berjalan berdampingan dengan pria berambut putih yang wajahnya ditutup topeng. Jubah putih mereka begitu serasi dengan aura mereka yang menyatu.


Pria-pria muda yang belum pernah melihat kecantikan Qing Yue’er langsung tercengang, sementara gadis-gadis yang melihat Mo Jingtian yang misterius dan penuh energi maskulin segera memerah dengan malu.


Siapa tepatnya kedua orang itu?

__ADS_1


__ADS_2