
Di bawah langit malam yang gelap, sebuah bencana seakan-akan sedang terjadi. Puncak tertinggi di benua Tongxuan Utara, Beifeng Xue, mengalami banyak guncangan. Salju dari bagian puncak mulai gugur ke bawah. Itu pemandangan yang cukup menakutkan.
Apa yang menyebabkan hal itu terjadi tak lain adalah dua makhluk besar yang sedang bertempur karena sesuatu yang masih belum diketahui. Namun, apa pun penyebabnya, itu mungkin bukan hal yang sepele.
Qing Yue'er yang ada di sekitar pertempuran juga mengalami kesulitan. Pertempuran kedua makhluk besar itu membuat gumpalan salju terlempar ke mana saja. Dia harus menghindari lemparan salju itu. Namun, setiap kali dia menghindar, entah kenapa lemparan salju seakan mengikutinya.
Ini membuatnya merasa sedikit kesal. Dia tidak bisa fokus menonton pertempuran itu. Belum lagi dia harus menghindar apabila ada reruntuhan salju dari atas puncak mendatanginya. Memang, seseorang harus tahu jika puncak Beifeng Xue ini memiliki struktur yang sedikit terjal dan tidak merata.
Boomm!
“Ggrrr!”
“Heh, monster, bukankah sebelumnya kita sudah membuat perjanjian yang adil? Aku menguasai puncak sisi barat, sedangkan kamu yang menguasai sisi timur. Jangan rakus!” Tikus besar itu berkata dengan nada bersungut-sungut.
Makhluk humanoid langsung menggeram setelah mendengar ucapan tikus. “Tikus licik! Apa kamu pikir aku tidak tahu kalau kamu juga pernah melanggar perjanjian itu? Saat itu aku hanya diam. Sekarang aku melanggar untuk sebuah kepentingan tetapi kamu langsung mengajakku bertempur seperti ini.”
“Heh? Omong kosong! Kapan aku pernah melanggarnya? Jangan membuat lelucon!” protes tikus besar. Saat ini dia terlihat sangat marah. Hidungnya yang besar tampak kembang kempis.
“Aku tahu kamu tidak akan mungkin mengakuinya. Makanya aku datang ke sini untuk memberimu pelajaran. Makhluk rakus yang tak tahu malu!”
“....”
Qing Yue'er yang menonton ini dari bawah hanya bisa menggelengkan kepala tidak berdaya. Dia tidak menyangka penyebab pertempuran itu adalah karena pelanggaran perjanjian tentang wilayah kekuasaan. Jadi makhluk yang sering berebut wilayah bukan hanya manusia saja, tetapi makhluk-makhluk besar ini juga tidak berbeda.
Boomm!
Suara ledakan terdengar lagi. Kedua makhluk besar itu kembali menyerang satu sama lain. Saat itu tikus besar mendorong makhluk humanoid hingga beberapa langkah. Tanpa sengaja salah satu kaki humanoid itu menginjak sesuatu.
“....”
Ekspresi wajah Qing Yue'er menjadi sangat kompleks. “Rumah saljuku ....” Dia hanya bisa meratap saat melihat rumah salju yang dibangun dengan kerja kerasnya itu diinjak dengan mudahnya oleh makhluk humanoid.
Sebelum dia bisa merasa baik-baik saja, tiba-tiba reruntuhan salju yang sangat besar datang menggelinding dari atas. Qing Yue'er cepat-cepat bergerak menyingkir. Jika tidak maka dia akan segera tertimpa reruntuhan itu.
Whoosshh!
Boomm!
Reruntuhan itu akhirnya mendarat dengan cukup keras. Setelah Qing Yue'er berhasil menyingkir, dia menatap kedua makhluk penyebab masalah itu dengan wajah marah. Sepertinya dia harus mengambil sebuah tindakan.
“Berhentiii!” teriak Qing Yue'er dengan lantang yang kemudian langsung menarik perhatian tikus besar dan makhluk humanoid. Mereka berdua menatap Qing Yue'er sebentar sebelum kembali bertempur lagi. Siapa yang akan peduli dengan manusia sekecil itu?
Qing Yue'er yang sudah diabaikan pun menjadi semakin jengkel. Dengan berani dia terbang ke depan dan berhenti tepat di tengah, di antara kedua makhluk itu.
“Aku katakan sekali lagi, berhenti!” serunya.
Kehadirannya langsung menghentikan dua makhluk yang masih memendam amarah. Mereka menatap Qing Yue'er dengan mata memicing sebelum akhirnya secara bersamaan berkata, “Makhluk kerdil! Jangan mengganggu kami!”
“....”
Qing Yue'er menarik napas dan mengembuskannya dengan perlahan. Dia harus bersabar, jangan mudah marah. Setelah merasa perasaannya menjadi lebih baik, dia pun berkata, “Aku manusia, tentu saja kecil jika dibandingkan dengan kalian.”
Kemudian dia mendengus sebentar. “Heh, kalian ini benar-benar tidak bisa melihat diri kalian sendiri. Lihatlah seberapa besar tubuh kalian! Lihat juga apa yang sudah kalian lakukan! Apa kalian ingin mengubah puncak ini menjadi tanah lapang?”
Tangan Qing Yue'er disilangkan di dadanya lalu matanya menatap kedua makhluk itu secara bergantian. Dia memarahi kedua makhluk besar itu seperti seorang guru yang sedang memarahi murid nakalnya.
Tikus besar menjadi ragu setelah mendengar ucapan Qing Yue'er. Dia pun mengalihkan pandangannya pada seluruh puncak Beifeng Xue yang sudah berubah. Banyak reruntuhan salju di mana-mana dan itu memang membuat kekacauan.
Makhluk humanoid juga melakukan hal yang sama. Dia baru menyadari bahwa pertempuran mereka itu sudah menyebabkan kerusakan. Jika mereka masih melanjutkan mungkin seperti yang Qing Yue'er katakan, puncak Beifeng Xue akan berubah menjadi tanah lapang.
__ADS_1
“Tapi ....” Makhluk humanoid itu bergumam sendiri.
“Apa? Dan ada satu lagi.” Qing Yue'er menunjuk pada makhluk humanoid itu. “Kamu tahu? Kamu sudah menginjak rumah buatanku!” teriaknya dengan jengkel. “Apa kamu tahu kalau aku sudah membuatnya dengan penuh kasih sayang?”
“....”
Kemudian kedua makhluk itu menatap pada bekas injakan kaki makluk humanoid. Di sana ada bebatuan yang sudah dibuat menjadi gepeng. Itu pasti rumah yang dimaksud oleh gadis kecil itu. Mereka langsung menatap Qing Yue'er dengan wajah prihatin.
Qing Yue'er mendengus. “Berhubung aku adalah orang yang baik hati, maka aku tidak akan menuntut balas pada kalian. Ya, hanya hentikan pertarungan kalian saja. Lagi pula kenapa kalian ini tidak berdamai saja, heh? Bukankah itu akan lebih menyenangkan?”
Dia tahu tikus besar itu akan membalas ucapannya jadi dia segera menyela, “Aiya, kalian boleh melanjutkan pertempuran lagi tapi jangan di sini.”
Tikus besar itu mengeluarkan cicitan yang tidak diketahui apa maksudnya. Kemudian dia berkata, “Itu akan tergantung bagaimana monster ini akan bersikap.”
“Heh, kenapa aku? Bukankah kamu yang ingin menantangku?” Makhluk humanoid itu mencemooh, “Masih saja tidak bercermin!”
Qing Yue'er menggaruk kepalanya. “Aiya, sudah, sudah. Lebih baik kita mengobrol bersama saja, bagaimana?” tawarnya.
Sebenarnya ada alasan kenapa dia ikut campur pada masalah mereka ini. Pertempuran keduanya banyak membuat kerusakan dan dia tidak mau jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada Anggrek Salju yang sedang dia cari.
Bukan hanya itu, dia juga ingin menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Mungkin dia bisa menanyakan beberapa hal pada mereka atau setidaknya untuk mencari sebuah petunjuk.
Sebagai seseorang yang banyak melakukan perjalanan, dia harus menjadi orang yang banyak mempertimbangkan hal-hal. Dia juga mungkin harus banyak memanfaatkan peluang yang ada. Bukankah begitu?
Kedua makhluk itu menatap Qing Yue'er dari atas ke bawah. Meskipun sebenarnya mereka jarang menampakkan diri di depan manusia, tetapi mereka sudah sering melihatnya. Beberapa manusia memiliki karakter yang arogan dan perusak. Beberapa lagi adalah orang-orang yang penuh kehati-hatian dan penakut.
Namun, gadis yang muncul di depan mereka ini sepertinya berbeda. Dia terlalu kompleks dan tidak bisa ditebak. Gadis itu tidak terlihat seperti gadis baik hati yang dikatakan. Dia mungkin sedikit arogan, tetapi tidak begitu menjengkelkan.
“Hmm, kamu tidak akan melakukan hal-hal buruk, 'kan?”
Qing Yue'er mengerutkan bibirnya. Dia mendongak menatap mereka berdua. “Aku ini sangat kecil, bagaiman aku bisa berani melakukan hal buruk pada kalian yang begitu besar?”
“Kalau begitu, ayo ikut denganku. Aku memiliki tempat yang lebih nyaman untuk berbicara.” Makhluk humanoid itu menjadi lebih ramah. Dia mengulurkan tangannya ke depan Qing Yue'er, maksudnya untuk membiarkan gadis itu naik ke telapak tangannya.
Tanpa keraguan Qing Yue'er langsung naik ke sana. Dia tidak berpikir jika makhluk besar ini akan memakannya. Sepertinya dia bukan golongan monster seperti itu. Apalagi di puncak salju ini sangat jarang ada manusia. Dia pasti sudah mati kelaparan sejak lama apabila yang menjadi makanannya adalah manusia.
Kemudian makhluk humanoid itu bergerak lebih naik menuju bagian atas puncak Beifeng Xue ini. Tikus besar itu pun mengikutinya dari belakang. Sebenarnya mereka adalah musuh bebuyutan sejak lama. Namun, jika diperhatikan mereka justru lebih terlihat seperti teman lama yang tidak mampu menunjukkan kebaikan satu sama lain.
Qing Yue'er mungkin dapat merasakan hal ini juga. Kadang-kadang ada makhluk yang tidak dapat menyadari perasaannya sendiri. Mereka pikir hatinya begitu membenci yang lain, tetapi apa yang sebenarnya terjadi tidaklah begitu. Dan dua makhluk besar ini mungkin juga seperti itu.
Mereka bergerak naik selama beberapa saat. Setelah itu akhirnya mereka tiba di sisi yang lain. Itu tempat yang cukup nyaman untuk berdiskusi. Apalagi pemandangannya terlihat sangat cantik.
Qing Yue'er dapat melihat langit yang lebih cerah dan banyak bertabur bintang. Dia juga dapat melihat daratan Tongxuan Utara dari tempatnya berdiri. Tentu saja itu tidak secemerlang gemerlap dunia modern. Namun, itu membuatnya merasa tenang.
Kemudian dia diturunkan oleh makhluk humanoid. Setelah itu dia mencari sesuatu yang bisa dijadikan tempat duduk. Kebetulan ada bonggol kayu dan dia pun langsung mengambilnya.
Qing Yue'er duduk mengahadap dunia luas. Udara dingin sedikit menusuknya tetapi dia langsung meningkatkan lapisan qi spiritual untuk melindunginya. Di kanan kirinya, duduk dua makhluk yang begitu besar.
Mereka memiliki kesamaan, yaitu sama-sama putih. Qing Yue'er berjubah putih lalu kedua makhluk itu juga berbulu putih. Mungkin sedikit lucu.
“Heh. Bukankah seperti ini lebih nyaman?” Qing Yue'er berkata dengan senang.
“Kenapa kamu datang ke puncak dingin ini? Dan sendirian?” tanya tikus besar.
“Aku ingin melihat-lihat saja. Siapa yang akan tahu ternyata aku bertemu dengan kalian,” ucap Qing Yue'er. Dia menatap ke kejauhan selama beberapa saat. Kemudian dia bertanya, “Apa sebelumnya ada banyak manusia datang ke sini?”
“Tidak juga. Lagi pula apa yang bisa mereka cari di sini?” gumam si tikus besar.
“Siapa yang tahu?”
__ADS_1
“Hmm, tapi pernah juga ada manusia yang datang memporak-porandakan puncak ini. Bahkan aku sempat melawannya juga,” ungkap makhluk humanoid.
Qing Yue'er merasa tertarik. “Untuk apa?”
Makhluk humanoid itu terkekeh sebentar. “Mencari sesuatu yang konyol. Apa katanya? Harta,” dia mencemooh, “bagaimana ada harta di tempat seperti ini? Jika itu ada pasti aku sudah melihatnya.”
“Aku tidak begitu peduli jika mereka mencari harta atau apa pun itu. Aku hanya tidak suka bagaimana cara dia merusak tempat ini. Lihat, bukankah tidak ada pohon apa pun di sini? Itu semua karena perbuatannya,” tutur si tikus besar yang langsung disetujui oleh makhluk humanoid.
“Apakah orang itu berhasil menemukannya?” tanya Qing Yue'er dengan waspada. Apakah mungkin ada seseorang yang sudah mengetahui tentang Anggrek Salju? Atau mungkin itu malah orang-orang keturunan Hua?
“Sepertinya tidak. Dia pergi dengan kemarahan. Mungkin karena tidak berhasil menemukannya.”
Qing Yue'er akhirnya merasa sedikit lega. Namun, sebelum bisa menemukan Anggrek Salju, dia belum bisa benar-benar lega. Ini masih belum pasti untuknya. Dia menatap kedua makhluk itu bergantian, “Kapan itu terjadi?”
“Sudah sangat lama. Bertahun-tahun yang lalu,” kata tikus besar. “Dia orang yang kuat.”
Dugaan Qing Yue'er mengarah pada keturunan Hua. Mungkin memang ada yang sudah mengetahui tentang warisan dari nenek moyang mereka. Mungkin orang itu juga memperkirakan anggrek itu ada di sini. Sepertinya dia harus segera menemukannya. Siapa yang akan tahu jika sewaktu-waktu mereka akan datang lagi?
Kemudian mereka pun masih melanjutkan pembicaraan. Qing Yue'er mencoba mengorek informasi dari mereka berdua. Namun, dia masih belum mendapatkan hal-hal yang kira-kira bisa dijadikan petunjuk.
Pada saat itu tiba-tiba mereka mendengar suara angsa yang cukup keras. Itu sungguh mengganggu dan kedua makhluk besar itu menjadi sedikit jengkel.
“Dia benar-benar tidak pernah merasa jera,” gerutu si tikus besar.
“Dia memang menjengkelkan. Sikapnya banyak membuat kesal binatang lain.”
Qing Yue'er menjadi terkejut. Ini adalah malam hari, bagaimana bisa ada suara angsa? “Bukankah itu suara angsa? Mungkinkah ada angsa salju?”
Makhluk humanoid itu mengangguk. “Itu benar. Namun, jangan heran, angsa salju itu memang arogan. Dia sering melakukan hal yang tidak normal. Apakah ada angsa yang masih berkeliaran di malam hari? Mungkin hanya dia yang seperti itu.”
“Arogan, ya?” Qing Yue'er membelai dagunya sambil berpikir. “Apakah ada sesuatu lain yang arogan? Sebentar, aku ingin bertanya. Apakah kalian pernah melihat bunga anggrek di sini?”
Si tikus besar tiba-tiba tertawa. “Anggrek? Bagaimana mungkin? Lotus Salju mungkin ada, tetapi kalau anggrek itu mustahil.”
Qing Yue'er tidak memercayai ucapan itu. “Apa kamu yakin?”
“Tentu saja, aku sangat yakin. Bagaimana menurutmu?” Tikus itu bertanya pada makhluk humanoid. Kemudian pertanyaannya langsung dijawab dengan persetujuan.
“Memang. Sudah berpuluh-puluh tahun aku hidup di tempat ini dan belum pernah melihat bunga anggrek. Sesekali aku hanya melihat Lotus Salju.”
Qing Yue'er mengerutkan keningnya. Apa mungkin dia telah salah menyimpulkan rahasia itu? Perasaannya menjadi frustrasi. Tidak mungkin perjalanan ini hanya berakhir sia-sia belaka. Akan tetapi tunggu dulu, mungkin dia harus kembali memikirkan kalimat yang ditulis di atas gulungan kertas itu.
Berdiri di atas lembah, dia adalah sesuatu yang paling suci. Dia putih dan indah. Sayangnya, sikapnya terlalu arogan.
Apa itu?
Tiba-tiba mata Qing Yue'er berkilat. Kemudian dengan cepat dia langsung bertanya, “Kalau begitu adakah sesuatu yang lebih arogan dari angsa itu?”
“Tidak ada. Di sini hanya dia yang paling menjengkelkan. Namun, setiap kali binatang lain ingin memusnahkannya, angsa itu tetap bisa melarikan diri. Aku sebenarnya heran bagaimana dia bisa melarikan diri hingga berkali-kali.”
“Itu memang aneh,” tumpal si tikus besar.
Jantung Qing Yue'er mengalami akselerasi. Kemudian dia tertawa terbahak-bahak. “Tidak aneh! Itu tidak aneh! Aku menemukannya!”
Kedua makhluk itu menatap Qing Yue'er dengan heran. Kenapa gadis itu tiba-tiba tertawa terbahak-bahak? Mereka ingin bertanya tetapi gadis itu sudah meluncur dengan kecepatan kilat.
“Ke mana kamu akan pergi?!” teriak tikus besar. Kemudian dia mendengar gadis itu yang menjawab dengan sebuah teriakan.
“Menangkap harta!”
__ADS_1