Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Permainan Akan Dimulai


__ADS_3

"Oh? Dia benar-benar sekuat itu?" Bai Yin Xue mengerutkan alisnya dalam-dalam. "Kalau begitu, aku tidak ingin bertemu dengannya lagi. Ying Jun, bisakah kamu membantuku agar dia tidak datang lagi ke tempat ini?"


Ying Jun menghela napas. Dia tidak bisa dibandingkan dengan pria itu. Jangankan dibandingkan, melihatnya saja benar-benar membuatnya ingin melarikan diri. Jadi jangan berpikir jika dia akan berani melakukan hal konyol seperti mencegah orang itu datang ke tempat ini.


"Jika aku bisa mencegahnya aku pasti sudah melakukannya," jawab Ying Jun.


"Nyatanya kamu melarikan diri saat gadis ini dianiaya," cibir Bai Yin Xue.


Dia tidak senang saat dia ditinggalkan tanpa aba-aba seperti itu. Untungnya pria bernama Mo Jingtian itu tidak benar-benar melakukan sesuatu yang berbahaya untuknya.


"Itu bukan aniaya tapi romansa. Nona, kenapa kamu tidak bisa memahami itu?" Ying Jun menggoda Bai Yin Xue.


Bai Yin Xue, "..."


"Romansa pantatmu! Huh, lupakan. Ying Jun, bukankah kamu ingin mengaktifkan kontrak di antara kita?" Bai Yin Xue berkata sambil menyipitkan mata.


"Hehe, baiklah."


Binatang roh di dunia ini banyak digunakan oleh para kultivator untuk keperluan yang saling menguntungkan. Seperti membantu dalam pertarungan atau sekadar menemani perjalanan.

__ADS_1


Binatang roh juga mampu berkultivasi untuk meningkatkan level kekuatan. Namun, Phoenix adalah hal yang berbeda. Dia bukanlah binatang roh melainkan binatang illahi. Seekor binatang illahi memiliki kekuatan yang berkali-kali lipat lebih kuat dari binatang roh biasa.


Keberadaan binatang illahi adalah sesuatu yang misterius. Kebanyakan dia akan menjadi miliki orang-orang yang memiliki kekuatan menghancurkan bumi. Jika Bai Yin Xue dapat melakukan kontrak dengan binatang illahi, maka dia memiliki keberuntungan yang menantang surga.


Ying Jun terbang ke telapak tangan Bai Yin Xue. Kemudian Bai Yin Xue menggigit jarinya, meneteskan darah ke dalam mulut burung itu. Begitulah cara kontrak dengan binatang dilakukan.


Setelah melakukan kontrak Bai Yin Xue merasakan ikatan yang terjalin dengan Phoenix di dalam benaknya. Dia bisa merasakan keadaan Phoenix. Hidup dan mati, mereka bisa saling merasakan.


"Baiklah hari ini sudah cukup. Aku akan kembali lagi malam ini," ucap Bai Yin Xue sambil berjalan pergi. Lalu sosoknya menghilang setelah dia kembali menyentuh simbol di dahinya.


Bai Yin Xue kembali ke kamarnya yang masih sepi. Dia muncul di tempat semula, yaitu di depan cermin. Kemudian dia memperhatikan simbol biru yang ada di dahinya.


Dia berjalan menuju tempat tidur. Tubuhnya direbahkan untuk beristirahat. Pikirannya kembali ke 17 meridiannya yang sudah terbuka semua. Ini menandakan bahwa dia sudah berada di tingkat 9 alam mortal. Hanya satu langkah lagi untuk menginjak alam Bumi. Bukankah ini terlalu gila?


Berawal dari level 3 lalu meningkat langsung ke level 9. Jika orang lain tahu mungkin mereka akan menjatuhkan rahang. Lagi pula siapa di dunia ini yang akan segila itu dalam melakukan terobosan? Bahkan jenius terkenal tidak akan semudah itu.


Bai Yin Xue tidak tahu apakah pemilik sebelumnya memang tertinggal dalam kultivasi alias sampah atau karena gadis ini terlalu malas berkultivasi sehingga stagnan di level 3 alam mortal. Namun, itu bukan urusannya. Saat ini dia hanya ingin bertahan hidup di dunia asing ini.


Dia mencoba mengingat beberapa kenangan dari pemilik sebelumnya. Dia ingin mempelajari hal-hal pengetahuan tentang dunia ini lebih banyak lagi. Namun, dia tiba-tiba menemukan ingatan yang cukup menarik.

__ADS_1


Saudara tirinya Bai Fu'er, saat ini berada di level 7 alam mortal. Gadis itu selalu berpikir bahwa dia adalah seorang jenius kultivasi. Jenius yang akan memikat siapa pun yang melihatnya, termasuk Putra Mahkota, orang yang selama ini selalu dia idam-idamkan.


Namun, ternyata perasaannya harus kandas saat dia mengetahui tentang riwayat perjodohan Putra Mahkota dengan Bai Yin Xue. Setelah mengetahui hal ini dia langsung terbang dengan kemarahan.


Untuk meredakan amarahnya, dia akan menggertak Bai Yin Xue tanpa sepengetahuan ayahnya. Sedangkan di depan ayahnya, dia akan berbuat lembut selayaknya saudara sedarah yang baik.


"Oh? Sepertinya orang yang meracuniku juga bukan orang asing. Haha ... permainan akan dimulai," ucapnya dengan tawa yang samar. Setelah itu sudut bibirnya dinaikkan menjadi seringaian dingin.


***


Malam hari telah tiba. Suasana masih terdengar tenang. Bai Yin Xue baru saja membersihkan diri dibantu oleh Ah Qing.


"Nona, kenapa simbol itu begitu cantik? Wah, Nona terlihat semakin mempesona!" seru Ah Qing sambil menunjuk pada simbol Phoenix di dahi Bai Yin Xue.


"Benarkah? Aku hanya iseng membuatnya," jawab Bai Yin Xue dengan santai.


"Nona, Nona Pertama mengundangmu untuk makan malam. Apakah kamu akan hadir?" tanya Ah Qing dengan hati-hati.


"Bai Fu'er?" Bai Yin Xue bergumam dengan pelan.

__ADS_1


"Tentu saja, kita akan datang." Bai Yin Xue menjawab dengan ringan seolah-olah tidak masalah dengan hal yang baru saja dia ucapkan.


__ADS_2