
Qing Yue'er dan Ying Jun pergi memasuki Pulau Langit. Tempat itu memiliki banyak pepohonan yang cukup rimbun. Udara di sana memang sangat lembab. Ada juga aliran sungai yang airnya terus mengalir hingga terjun ke laut yang berada jauh di bawah Pulau Langit tersebut.
Di tempat itu juga terdapat beberapa bukit kecil yang ditumbuhi oleh rerumputan hijau. Namun, ada satu bukit yang diselimuti oleh warna cokelat kemerahan. Qing Yue'er menjadi penasaran dengan perbedaan itu. Akhirnya dia bergerak mendekati bukit tersebut untuk melihat-lihat.
Tak selang lama dia pun berhasil tiba di bawah bukit. Perasaannya menjadi sedikit tercengang ketika menyadari bahwa warna kemerahan itu berasal dari barisan jamur yang jumlahnya tidak bisa dihitung lagi.
“Aku pikir ini sesuatu yang berharga,” gumam Qing Yue'er dengan nada kekecewaan.
“Kamu harus memeriksanya. Bagaimana kita bisa tahu kalau ini hanya jamur biasa?”
Qing Yue'er tidak membalas ucapan Ying Jun. Dia mengulurkan tangannya untuk menjangkau salah satu dari jamur-jamur itu. Sebelum itu tidak lupa dia melapisi tangannya menggunakan kekuatan roh terlebih dahulu. Ya, dia perlu mengantisipasi hal buruk yang mungkin saja terjadi.
Ketika tangannya sudah tiba di depan jamur tiba-tiba cahaya merah menembak dari bawah jamur tersebut. Cahaya hijau mendarat tepat di punggung tangan Qing Yue'er. Sengatan rasa sakit langsung membuat gadis itu tersentak kaget.
“Hati-hati, sepertinya ada sesuatu di bawah sana,” ucap Ying Jun tiba-tiba.
Qing Yue'er segera menarik tangannya. Untungnya dia sudah waspada sejak awal atau mungkin tangannya sudah dilumpuhkan oleh serangan sebelumnya. Dia menjadi penasaran apa yang bersembunyi di balik jamur itu.
Dengan gerakan cepat Qing Yue'er mengirim serangan ringan pada jamur tersebut. Asap kemerahan langsung mengepul saat jamur yang berwarna cokelat kemerahan itu tiba-tiba menguap. Tak hanya sampai di sana, jamur itu terus menguap hingga lenyap dan hanya menyisakan sisa pangkalnya yang tertancap di tanah.
Saat itu tiba-tiba sebuah titik merah melesat dengan kecepatan tinggi disertai dengan suara desingan. Titik merah menghilang ke sela-sela jamur yang saling berimpitan.
Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya. Dia mengedarkan kekuatan rohnya untuk memeriksa, tapi yang dia temukan hanya energi alam yang sangat kaya dari jamur-jamur itu. Titik cahaya itu benar-benar tidak bisa dideteksi. Akhirnya Qing Yue'er mengabaikannya dan kembali meluncurkan serangan ringan ke salah satu jamur terdekat.
Hal yang sama pun terjadi lagi. Jamur itu menguap dan hanya menyisakan pangkalnya di tanah. Namun, kali ini Qing Yue'er merasa terkejut. Titik cahaya merah tiba-tiba melesat ke arahnya, tepat menuju ke wajahnya. Tentu saja dia tidak hanya tinggal diam. Tangannya bergerak cepat untuk menangkap cahaya merah itu.
Whoossh.
“Lepaskan aku!” Tiba-tiba suara lengkingan tinggi terdengar di telinga. Ini membuat Qing Yue'er bertanya-tanya. Dia membuka tangannya sedikit dan terkejut setelah melihat makhluk yang ada di tangannya.
__ADS_1
“Ah? Kamu adalah ....”
“Lepaskan aku, bodoh! Lepasakn aku!”
Qing Yue'er langsung menutup telinganya. Makhluk kecil itu benar-benar membuat telinganya berdenyut. Aneh sekali, makhluk apa itu? Bagaimana suaranya begitu nyaring?
Ying Jun yang menyaksikan ini langsung menarik tangan Qing Yue'er yang masih mencengkeram makhluk kecil itu. Dia memeriksa lalu terpaku sejenak. Beberapa saat kemudian dia malah tertawa terbahak-bahak.
“Yoh, aku tidak menyangka akan bertemu dengan makhluk kerdil ini,” ucap Ying Jun dengan keras.
Hal itu membuat makhluk kecil itu memelotot marah. “Makhluk kerdil kepalamu!”
“Hahah, bukankah itu benar?”
“Tunggu, tunggu.” Qing Yue'er menyela. “Jadi, apa makhluk ini?” dia bertanya dengan heran.
Sebenarnya makhluk kecil itu memiliki penampilan yang tidak berbeda jauh dengan manusia. Bola matanya berwarna cokelat kemerahan, kulitnya berwarna putih pucat. Mungkin yang berbeda adalah telinganya yang sedikit panjang dan runcing.
Ying Jun mencolek-colek kepala makhluk kecil itu hingga kepalanya terantuk-antuk beberapa kali. Makhluk itu menatap marah dan bersiap untuk menggigit jari milik Ying Jun. Sungguh tidak menyangka dia akan bertemu dengan manusia setelah bertahun-tahun bersembunyi dari mereka.
“Jangan macam-macam atau aku akan memanggil teman-temanku!” seru makhluk itu dengan marah.
Qing Yue'er akhirnya menjauhkan Ying Jun. Dia benar-benar ingin tahu tentang makhluk itu. “Ying Jun, jangan membuat keributan.”
“Aih, dia adalah peri jamur,” ucap Ying Jun dengan enteng.
“....”
Peri jamur katanya? Qing Yue'er langsung terdiam. Kemudian dia mengamati makhluk itu dengan lebih teliti lagi. Jika diperhatikan baik-baik memang ada sepasang sayap yang terlihat kecil dan sangat transparan. Surga, itu benar-benar ... peri jamur?
__ADS_1
Ying Jun kembali tertawa. “Bukankah itu lucu? Sebenarnya aku juga heran, bagaimana di dunia ini ada peri jamur? Tidak adakah peri yang sedikit lebih bagus? Misalnya peri langit, peri surgawi atau—”
“Diam! Kamu pikir hanya karena kami tinggal di sekitar jamur lalu kamu bisa meremehkan kami begitu saja, hah?” Makhluk itu kembali berteriak.
Ying Jun langsung mendecakkan lidahnya sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali. Dia memang pernah mendengar tentang peri jamur ini. Tidak menyangka dia akan melihatnya di sini. Katanya mereka memang tinggal di sekitar jamur. Melihat keadaan ini sepertinya memang benar.
“Aku hanya mengutarakan pikiranku. Bagaimana itu bisa dianggap meremehkan?” tanya Ying Jun yang merasa lucu.
Qing Yue'er menghela napasnya. Kemudian dia menatap peri jamur itu dengan teliti. “Kamu benar-benar peri jamur ya?” gumamnya sambil menekan-nekan beberapa anggota tubuh peri kecil itu.
“Berhenti menyentuh tubuhku! Kalian manusia sialan!”
Qing Yue'er menarik tangannya kembali. “Aiya, jangan berteriak seperti itu. Tidakkah kamu akan kehabisan energi?”
Makhluk kecil itu memutar bola matanya. “Nona, cepat lepaskan aku atau aku akan memanggil teman-temanku!” ancamnya lagi.
“Aku tidak takut. Panggil saja mereka lalu aku akan menangkap kalian dan menggoreng kalian semua menjadi kerupuk,” ucap Ying Jun sambil menyeringai.
Peri jamur itu menjadi semakin marah. Baru kali ini dia mendengar ada seseorang yang dengan beraninya berkata ingin menggoreng mereka menjadi kerupuk. Ini benar-benar sebuah penghinaan yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Dia harus menunjukkan bahwa makhluk kecil seperti mereka juga memiliki kekuatan yang tidak bisa diremehkan.
“Sejak awal aku memang membenci ras manusia. Kalian benar-benar arogan dan serakah!”
Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya. ”Peri Jamur, aku sungguh tidak bermaksud untuk menyinggungmu. Kau tahu? Sebenarnya aku justru penasaran dan ingin mengenal kalian dengan baik. Ini adalah pertama kalinya aku bertemu dengan makhluk sepertimu,” ucap Qing Yue'er dengan jujur.
“Omong kosong! Siapa yang kamu pikir akan percaya?!”
Qing Yue'er hanya menghela napasnya. Malas sekali jika harus menjelaskan dan membujuk agar peri jamur itu percaya. Tiba-tiba dia mendengar peri jamur itu berteriak dengan suara yang lantang.
“Semuanya! Keluar sekarang! Kalahkan dua manusia kurang ajar ini!”
__ADS_1
Tiba-tiba suara desingan terdengar dari atas bukit. Awalnya itu hanya satu dan sebentar, tapi semakin lama suara desingan itu menjadi semakin banyak dan datang dari segala arah.
Qing Yue'er mengerutkan keningnya. Dia melihat banyak titik cahaya merah yang melesat dari segala arah. Jumlahnya tidak bisa dihitung, yang pasti itu sangat banyak. Mereka benar-benar keluar semua!