
"Apa kamu serius? Mereka menemukanku?" tanya Jing Ling tidak yakin.
Belum sempat Qing Yue'er merespon pintu kamar mereka sudah dipukul dengan keras. Tanpa menunda lagi Qing Yue'er membentuk penghalang dari kekuatan roh untuk menyembunyikan keberadaan Jing Ling.
"Kamu ...." Jing Ling tercengang saat menyadari bahwa gadis yang tanpa sengaja dia datangi ini ternyata adalah seorang spiritualis dunia. Dia tidak bisa menahan rasa kagumnya. Benar-benar bakat yang langka.
Pantas saja gadis itu bisa mendeteksi musuh yang mengejarnya. Lalu mengingat bagaimana dirinya memperlakukan spiritualis dunia dengan kasar, Jing Ling merasa sedikit malu. Mungkin nanti dia harus meminta maaf pada gadis itu.
"Tunggu di sini. Jangan keluar dari pembatas tidak peduli apa pun yang terjadi," ucap Qing Yue'er.
Bukan karena dia sedang menakut-nakuti Jing Ling. Dia hanya merasa ada aura berbeda yang berhenti di depan kamarnya. Mungkin saja itu adalah orang yang menjadi musuh Jing Ling.
Jing Ling hanya mengangguk. Dia melihat gadis berpakaian putih itu yang berlalu pergi meninggalkannya. Baru kali ini dia melihat gadis muda yang menjadi spiritualis dunia. Selama hidupnya dia hanya pernah satu kali melihat seorang spiritualis dunia, itu pun tidak jauh-jauh dari teman ayahnya yang sudah tua.
Qing Yue'er tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Jing Ling. Saat ini dia sedang memperbaiki ekspresinya senatural mungkin. Ya, dia harus bermain peran lagi.
Dia membuka pintu dengan gerakan malas. Dua pria dewasa berdiri di luar kamarnya. Pria ya satu memakai pakaian hitam sedangkan yang satunya lagi memakai jubah semerah darah.
"Malam-malam mengganggu, apa ada sesuatu yang kau butuhkan?" tanya Qing Yue'er. Dia menaikkan alisnya dan menatap kedua pria itu dengan acuh tak acuh.
Pria berpakaian hitam itu mengerutkan keningnya. "Kami mencari seseorang, apa kau melihat penyusup masuk?"
"Penyusup? Kau yakin ada penyusup?" tanya Qing Yue'er dengan tidak yakin. Dia melongok ke dalam kamarnya sendiri.
"Bisakah kau membantuku memeriksanya? Aku menjadi takut," lanjutnya dengan sedikit gidikan ngeri. Hal ini membuat Ying Jun menghela napas. Mungkin sikap Qing Yue'er sudah tidak bisa diubah.
Pria berjubah merah menatap Qing Yue'er dengan saksama. Dia merasa ada sesuatu yang mengganjal tapi tidak tahu apa itu. Dia hanya mendapatkan sosok gadis polos yang nampak gelisah.
"Periksa ke dalam," ucapnya.
"Baik."
Qing Yue'er mengikuti pria berpakaian hitam. Pria misterius yang berjubah merah pun ikut masuk ke dalam. Dia masih saja mengamati gerak-gerik Qing Yue'er yang menurutnya sedikit janggal.
__ADS_1
"Tidak ada bukan? Kalian membuat gadis ini takut saja," gerutu Qing Yue'er. Dia memasang wajah cemberut.
"Tidak ada, tapi kamu juga tidak buruk."
Kalimat itu sontak membuat Qing Yue'er waspada, tapi ekspresinya masih tetap tidak berubah. Dia menatap pria berjubah merah dengan penuh pertanyaan. "Apa maksudmu?"
Tanpa aba-aba pria berjubah merah itu menyerang Qing Yue'er. Tangannya mengeluarkan qi spiritual yang cukup kuat. Ternyata dia hanya berada di level dua alam langit, setara dengan Qing Yue'er.
"Ah, t-tunggu! Bagaimana kau bisa menyerang gadis lemah ini? Sebenarnya apa yang kalian inginkan?!" tanya Qing Yue'er. Tangannya disembunyikan di belakang tubuhnya sambil melangkahkan kaki ke belakang.
"Ingin tahu, heh?" Pria berjubah merah itu menarik serangannya. Dia berjalan mendekati Qing Yue'er.
Saat itulah kesempatan datang. Dengan gerakan cepat Qing Yue'er mengibaskan tangannya dan beberapa benda putih melesat ke arah pria itu.
Woshh! Woosshh!
Panah es meluncur ke segala arah. Qing Yue'er menyerang kedua pria yang saat itu sempat lengah. Kesempatan yang sempurna untuk melakukan serangan dadakan.
***
Jing Ling menelan ludah saat melihat Qing Yue'er bertempur melawan kedua musuhnya. Dia akan terkagum-kagum saat melihat bagaimana gadis cantik itu melemparkan serangan.
Serangan panah es menabrak salah satu pilar dan membekukannya. Semakin lama area bekunya akan melebar dan beberapa saat kemudian pilar itu pun runtuh mengakibatkan getaran hebat.
Ternyata selain memiliki kekuatan roh, gadis itu juga memiliki tingkat kultivasi yang lebih tinggi darinya! Padahal usianya jelas lebih muda darinya. Kali ini Jing Ling harus mengakui bahwa dia sudah bertemu dengan seorang genius langka.
Bunyi ledakan membuyarkan pikiran-pikiran Jing Ling. Dia terpana ketika menyaksikan dua pria yang sudah tergeletak berlumuran darah. Apa ini serius? Secepat itu dia menghabisi orang-orang ini?
Jing Ling hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sambil mendecakkan lidah. "Kamu sangat keren!"
Dia keluar dari penghalang dan mendekati Qing Yue'er. Dengan jengkel dia menginjak dada kedua pria itu secara bergantian. "Sialan kalian! Berani bermain denganku beginilah akibatnya!"
Qing Yue'er hanya menguap malas mendengar ucapan Jing Ling yang begitu percaya diri. Jika bukan karena dia yang menolongnya mungkin gadis itu belum tentu bisa selamat dari orang-orang ini.
__ADS_1
"Siapa namamu?" tanya Qing Yue'er setelah duduk di kursi.
"Jing Ling! Namaku Jing Ling, putri kedua keluarga Jing. Lalu kamu?" Jing Ling bertanya dengan antusias. Dia adalah sosok yang akan sangat bersemangat jika bertemu dengan orang-orang mengagumkan. Sebaliknya dia akan sangat membenci jika ada orang yang menyinggungnya.
"Panggil saja aku Xinyu. Siapa orang-orang ini? Kenapa mereka mengejarmu?"
Jing Ling ikut duduk. Dia terdiam sejenak. Setelah beberapa saat akhirnya dia mengungkapkan pikirannya. "Kau tahu Mei Yiran bukan? Ini, orang-orang ini adalah salah satu yang menjadi pelindungnya."
"Apa kamu membuat masalah dengannya?" tanya Qing Yue'er.
"Dia yang membuat masalah, bukan aku. Huh, keluargaku tentu saja tahu apa yang sedang wanita busuk itu lakukan," jawab Jing Ling. Dia menggertakkan giginya ketika mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu.
Saat itu dia sedang bersama dengan kakaknya, Jing Ke. Ya, beberapa hari yang lalu keluarga Jing mereka mengundang Mei Yiran untuk melakukan pertunjukan sitar.
Awalnya semua baik-baik saja. Jing Ling bersama dengan Jing Ke hanya melihatnya dari paviliun. Mereka tidak terlalu antusias dengan hiburan semacam itu. Ketika suara sitar mengalun, Jing Ling merasakan perubahan yang buruk pada kakaknya.
Jing Ke adalah seseorang yang tidak berkultivasi karena memiliki kelainan fisik dari kecil. Hal itu membuatnya sering dikecam sebagai pria yang lemah. Dan ketika suara sitar mulai mengalun, Jing Ling bisa merasakan bahwa energi dari dalam tubuh Jing Ke seperti memudar.
Entah itu benar atau salah tapi Jing Ke memang semakin memucat. Dia mengatakan bahwa tubuhnya terasa tidak nyaman. Akhirnya Jing Ling memutuskan untuk membawa Jing Ke kembali ke kediamannya.
Sejak itu Jing Ke menjadi sakit-sakitan. Keluarga mereka sudah mengundang dokter mau pun alkemis, tapi tetap tidak menghasilkan apa pun.
Jing Ling menceritakan semuanya pada Qing Yue'er. Entah kenapa dia merasa bahwa Qing Yue'er bukan gadis yang jahat, hal itu membuat dia nyaman menceritakan masalahnya meskipun mereka baru saling mengenal.
"Jadi malam ini kamu berniat untuk menyelidiki Mei Yiran?"
"Ya, sayangnya wanita itu terlalu waspada. Aku yakin jika dia dibiarkan hidup nyaman di kota ini maka semua penduduk mungkin akan lenyap di tangannya."
Qing Yue'er mengangguk mengerti. Meskipun keluarga Jing mungkin tahu seberapa berbahayanya permainan sitar Mei Yiran, tapi mereka tidak bisa berbuat terlalu banyak. Itu semua karena nama Mei Yiran sudah melekat dengan baik di otak para penduduk.
Seandainya keluarga Jing memaksa untuk menangkap Mei Yiran maka penduduk akan merasa marah dengan ketidakadilan yang terlihat. Mereka mungkin berpikir bahwa penguasa kota mereka telah menyalahgunakan kekuasaannya hanya untuk pembalasan dendam putranya.
Ini memang sedikit rumit tapi Qing Yue'er menjadi semakin penasaran, sebenarnya apa tujuan Mei Yiran dan apa teknik yang digunakan oleh wanita itu?
__ADS_1