
Jauh di dalam perairan Celestial, dua orang sedang bersama. Seorang pria dan wanita. Satu adalah Di Moxie dan satunya adalah Di Liying.
Mereka sudah mendengar tentang perjamuan ulang tahun di Istana Guang yang akan diadakan besar-besaran. Hal-hal seperti ini memang tidak akan bisa lepas dari telinga dewa.
“Di Liying, bagaimana kau akan melihat masalah ini?”
Di Liying menatap pria yang duduk di atas kursi kebesaran. Dia tersenyum. “Jika tidak ada dewa yang turun tangan, aku takut setelah ini Celestial akan hancur.” Suaranya terdengar lembut.
“Selain Di Futian, tidak ada dewa yang bisa turun tangan secara langsung,” kata Di Moxie.
Jika seorang dewa muncul di sana dan mencegah apa pun yang terjadi, Baili Linwu akan langsung mengetahuinya sebagai musuh. Setelah itu, siapa yang tahu apa yang akan terjadi?
Itulah kenapa meskipun seorang dewa menentang Baili Linwu, mereka tidak akan menunjukkannya secara terang-terangan. Atau memilih untuk terlihat netral.
“Dia tidak ada di Celestial sekarang,” gumam Di Liying. “Di Feng Xi membawanya pergi. Namun, aku tidak tahu ke mana tepatnya.”
Di Moxie memejamkan matanya. Beberapa saat kemudian mata birunya itu kembali terbuka. “Aku tahu siapa yang bisa membantu.”
“Siapa itu?”
Senyum tipis muncul di bibir Di Moxie. Dia berdiri lalu menuruni tangga kristal di bawah kakinya. “Jika dewa tidak bisa turun tangan, maka dewa bisa mengutus manusia untuk pergi.”
Alis Di Liying sedikit terangkat. “Siapa manusia yang berhak menerima tugas mulia ini?”
Di Moxie tersenyum. “Aku akan menemuinya. Di Liying, tetap awasi Pengadilan Surgawi. Jika ada sesuatu yang penting, beri tahu aku.”
Di Liying menunduk lalu memberikan salam kedewaannya. “Baik.”
Setelah itu kedua sosok itu menghilang. Yang satu pergi ke Pengadilan Surgawi, yang lain pergi ke pusat Celestial.
***
Selama dua hari ini Qing Yue’er sibuk mempersiapkan diri. Mungkin akan ada pertempuran yang tidak bisa dihindari di Istana Guang. Jadi, dia harus mempersiapkan semuanya dengan baik.
Saat ini, dia berdiri di lantai atas menara sambil menatap trisulanya yang retak. Senjata itu rusak setelah pertempurannya melawan Di Feng Xuan di Benua Tongxuan. Mungkin itu tidak akan bisa digunakan lagi.
“Senjata terbaikku sejauh ini benar-benar direduksi menjadi sampah. Apakah ada cara untuk memperbaikinya?”
Dia menghela napas. “Lupakan. Bahkan jika bisa diperbaiki, waktunya tidak akan cukup.”
Hanya tersisa malam ini dan beaok. Apa yang bisa dia lakukan dengan itu? Mungkin dia harus meninggalkan trisula itu di sudut kamarnya.
Dia berbalik dan berjalan menuju tangga. Tiba-tiba suara pria yang sangat lembut memasuki telinganya.
__ADS_1
“Kenapa tidak biarkan aku membantumu?”
Qing Yue’er mengerutkan kening. Dengan cepat dia menoleh. Pada saat itulah dia melihat pria berjubah cyan yang tersenyum padanya.
Wajahnya terlihat halus dan tampan. Rambut hitamnya tergerai seperti air terjun. Mata birunya menunjukkan karisma yang begitu kuat.
Namun, yang paling mencuri perhatian Qing Yue’er adalah aura kedewaannya. Dia sering merasakan aura kedewaan dari Mo Jingtian. Jadi, itu sudah tidak asing lagi baginya.
Qing Yue’er menjadi waspada. Siapa entitas tinggi yang ingin menemuinya? Apakah ini dewa yang baik atau yang licik dan jahat?
Di Moxie tersenyum tipis. “Nona Qing, jangan khawatir. Aku tidak akan mencelakaimu dan orang-orangmu.”
Mata Qing Yue’er menyipit. Dia hanya di sana sendirian. Jika orang ini menyerangnya, tidak akan ada yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan diri.
“Siapa kamu?”
Di Moxie tidak menjawab. Dia menatap trisula di tangan Qing Yue’er lalu melambaikan tangannya. Trisula itu langsung melayang kepadanya.
“Nona Qing, bisa memiliki trisula Dewi Air adalah sebuah keberuntungan,” ucap Di Moxie sambil memegang trisula yang sudah retak.
Sebagai dewa, pria itu tentu mengetahui identitas senjata itu. Qing Yue’er tidak terkejut. Dia hanya tidak mengerti apa tujuannya menemuinya.
“Jika aku bisa memperbaiki trisula ini, apakah kau akan berjuang untuk menegakkan keadilan di Istana Guang?”
Pertanyaan itu membuat Qing Yue’er terkejut. “Apa kau akan membiarkanku melakukan itu?”
Trisula itu kembali melayang di udara. Di Moxie menyatukan tangannya membentuk segel khusus. Kedua matanya dipejamkan.
Cahaya putih melayang dari segel tangannya menyelimuti trisula yang mulai berotasi. Suara dengungan samar terdengar. Namun, itu bukan dengungan yang menyakitkan.
Qing Yue’er menjadi tertarik melihat itu. Kedua matanya berbinar ketika retakan-retakan di permukaan trisula mulai diperbaiki secara perlahan.
Sepertinya dewa yang satu ini benar-benar bukan orang jahat. ‘Aku mungkin bisa memercayainya,’ gumamnya dalam hati.
Trisula itu terus berotasi. Semakin lama cahaya putih yang menyelimutinya menjadi semakin terang. Segel tangan Di Moxie tidak berhenti. Dia terus memperbaiki senjata itu meskipun membutuhkan banyak kekuatan.
Beberapa saat kemudian, ledakan cahaya terang menyebar. Qing Yue’er menutup matanya atau jika tidak mungkin matanya akan buta.
Setelah cahaya itu menghilang, dia kembali membuka matanya. Trisula itu melayang kembali ke arahnya dengan kondisi yang sangat baik. Tidak ada retakan-retakan lagi seperti sebelumnya.
Qing Yue’er menjadi takjub. Dia segera mengambil senjata itu dan mencoba merasakannya. Jiwa trisula itu benar-benar terasa hidup dan bersemangat, bahkan rasanya lebih kuat dari sebelumnya.
Dia menatap Di Moxie dengan takjub. Dewa ini benar-benar hebat. Siapa dia sebenarnya? Tanpa ragu lagi dia segera membungkuk hormat.
__ADS_1
“Terima kasih sudah memperbaiki trisula ini. Maaf atas ketidaksopananku sebelumnya.”
Di Moxie tersenyum tipis. “Nona Qing, tidak perlu sopan. Aku memercayaimu seperti bagaimana Di Futian melakukannya.”
Qing Yue’er sedikit terkejut. Dewa ini juga mengetahui hubungannya dengan Di Futian. Mungkinkah mereka memiliki hubungan yang cukup dekat?
“Nona Qing, memiliki senjata dewa saja tidak cukup. Aku bisa membantumu meningkatkan level kultivasimu saat ini. Namun, ini mungkin akan terasa-”
“Bukan masalah!” Dengan cepat Qing Yue’er segera menjawab bahkan sebelum Di Moxie menyelesaikan kalimatnya. Dia benar-benar terlihat begitu bersemangat.
Di Moxie terkekeh kecil. Akhirnya dia mengerti kenapa Mo Jingtian sangat menyukai gadis itu alih-alih dewi-dewi cantik di Pengadilan Surgawi. Sikapnya memang berbeda dengan mereka.
Qing Yue’er berdecak kagum melihat pria itu terkekeh. Apakah seorang dewa harus begitu tampan? Entah itu Mo Jingtian, Di Feng Xi yang hanya dia lihat dari jauh, atau bahkan Di Moxie yang baik ini.
Tapi tidak. Sepertinya tidak semua dewa begitu. Hanya dewa-dewa baik di sisi Mo Jingtian yang memiliki penampilan di atas rata-rata.
Dia terkekeh memikirkan ini. Jangan sampai Mo Jingtian tahu dia mengagumi mereka atau siapa yang tahu kecemburuannya?
Pada saat itu, Di Moxie mengeluarkan sebuah mutiara berwarna putih yang sangat cantik. Dia mendekati Qing Yue’er dan menyerahkan mutiara itu padanya.
“Ini adalah mutiara dari bangsa merfolk di laut utara. Benda ini bisa meningkatkan kultivasi seseorang dengan risiko rasa sakit yang mungkin menyerang meridian. Jika kau bisa mengolahnya dengan baik, menerobos satu atau dua level tidak akan masalah.”
Kedua mata Qing Yue’er langsung berbinar. Dia menatap mutiara putih di tangannya dengan takjub. Menerobos satu atau dua level? Bukankah itu artinya dia bisa menerobos ke ranah roh perak?
Qing Yue’er kewalahan dengan rasa antusiasnya. Dia segera membungkuk lagi pada Di Moxie. “Aku tidak tahu bagaimana harus berterima kasih padamu.”
Di Moxie tersenyum. “Nona Qing, jika kau bisa mengatasi masalah di Istana Guang, itu sudah cukup untukku. Mungkin hanya kau yang bisa membantu kami.”
“Aku akan berusaha sebaik mungkin,” ucap Qing Yue’er dengan sungguh-sungguh. Dia sudah menerima kebaikan ini jadi hatinya akan merasa tidak nyaman jika menyia-nyiakannya.
Kemudian dia teringat dengan keberadaan Mo Jingtian. Apakah pria ini mengetahuinya? Haruskah dia bertanya padanya?
“Jika ada sesuatu yang ingin kau tanyakan, silakan,” kata Di Moxie seolah mengetahui keraguan gadis itu.
Qing Yue’er berdeham. “Mo Jingtian pergi tanpa memberi tahuku apa-apa. Apakah Tuan ini tahu ke mana dia pergi?”
Di Moxie menggeleng. Jika Mo Jingtian tidak ingin memberi tahu Qing Yue’er, maka dia tidak memiliki alasan untuk memberi tahunya. Itu adalah urusan mereka.
“Nona Qing, karena urusanku sudah selesai, aku tidak akan tinggal lagi. Semoga kau berhasil.”
“Tunggu!” Qing Yue’er mencoba menghentikannya. “Bagaimana mungkin aku bisa menerima kebaikan ini tanpa mengetahui namamu? Tuan, biarkan gadis rendahan ini mengetahuinya.”
“Di Moxie.” Pria itu tersenyum lalu dalam sekejap menghilang dari pandangan.
__ADS_1
Qing Yue’er sekali lagi membungkuk hormat pada sosoknya yang sudah pergi. “Aku pasti akan selalu mengingat kebaikanmu.”
Dia menatap mutiara putih dalam genggamannya. Kedua matanya memicing. “Malam ini juga aku harus menerobos.”