
“Hahaha ....”
Xie Ying Fei langsung mengangkat kepalanya menatap langit. Keningnya berkerut dalam saat mendengar suara tawa yang tiba-tiba muncul. Namun di langit senja itu dia hanya melihat awan gelap yang bergelombang.
“Siapa?!” tanya Xie Ying Fei dengan keras. Dengan cepat dia mengedarkan kekuatannya untuk mendeteksi keberadaan orang lain. Sayangnya dia tidak bisa merasakannya. Kemungkinan kekuatan orang itu berada di atasnya.
“Coba tebak. Apa kamu tidak mengenal suaraku?” tanya suara itu.
Xie Ying Fei mengerutkan keningnya. Sepertinya dia belum pernah mendengar suara itu. “Keluarlah. Aku tidak mengenalmu dan tidak tahu apa tujuanmu datang ke sini.”
“Hahaha ....” Suara itu tertawa lagi. Namun, tawanya tiba-tiba terhenti ketika menyadari sesuatu. “Apa aku tidak salah melihat? Bukankah ini peri jamur yang selalu aku cari? Sungguh kebetulan yang membawa keberuntungan!”
Peri jamur yang masih ada di sana tidak bisa tetap tenang. Mereka mulai mundur secara perlahan hingga bersembunyi jauh di belakang Mo Jingtian. Tentu saja mereka tahu suara siapa itu. Seseorang yang selama ini selalu mereka hindari sebaik mungkin.
Ya. Itu adalah Pei Qinghai. Mereka tidak pernah menyangka kalau orang tak berperasaan itu ternyata bisa menemukan keberadaan mereka. Ini adalah ketakutan terbesar yang selalu menghantui mereka.
__ADS_1
“Jangan takut, aku tidak akan langsung menangkap kalian. Aku lebih tertarik pada kipas itu. Hahaha.”
Mo Jingtian mengamati ini sambil menyilangkan tangannya. Wajahnya berubah menjadi sangat polos. “Nyonya Xie, aku rasa kamu harus menghadapinya. Aku takut kekuatanku tidak bisa memberi banyak bantuan,” ucapnya dengan nada penyesalan.
Xie Ying Fei tidak membalas ucapan Mo Jingtian. Dia sendiri tidak tahu seberapa tinggi kekuatan Mo Jingtian. Ini membuatnya merasa buruk. Dia tidak tahu kalau hasilnya akan seperti ini.
Kipas itu hanya keluar dalam waktu yang sangat singkat. Namun, seseorang sudah langsung datang untuk menargetkan benda itu. Tidak bisa dibayangkan apa jadinya jika dia menggunakan kipas itu dalam jangka waktu yang panjang.
“Aku tidak peduli siapa kamu, tapi jangan berharap untuk mengambil benda itu dariku,” ucap Xie Ying Fei dengan dingin. Ini benar-benar kecerobohannya. Sepertinya dia terlalu buru-buru mengeluarkan benda itu.
Melihat siapa yang muncul membuat Xie Ying Fei semakin heran. Dia menghubungkan dugaan-dugaan yang sebelumnya muncul di kepalanya.
Sebelumnya dia pernah mendengar sedikit tentang seseorang yang memburu keberadaan ras peri. Itu adalah hal yang cukup rahasia, tidak banyak yang mengetahui kejadian persisnya.
Namun, dia pernah mendengar dari suaminya jika pengejaran itu dilakukan oleh seorang pria yang bernama Pei Qinghai. Dia juga mendengar jika keberadaan Pei Qinghai ini tidak hanya berdiri sendiri. Dalam artian, ada orang lain di belakangnya.
__ADS_1
Jika, benar pria ini adalah Pei Qinghai maka dia benar-benar dalam situasi yang serius. Dia tidak tahu siapa orang yang berada di belakang Pei Qinghai. Jika Pei Qinghai sendiri sudah ditakuti, lalu akan seperti apa kekuatan orang yang ada di belakangnya?
Xie Ying Fei menarik napas dalam-dalam. Ini benar-benar kesalahannya. Tiba-tiba dia merasa menyesal sudah menggunakan kipas Sheng Feng. Sayangnya tidak ada banyak waktu baginya untuk meratapi penyesalan itu. Apa yang harus dia lakukan adalah menyelesaikannya.
“Kenapa kamu diam saja? Apa kamu tidak ingin bertempur melawanku? Oh, atau mungkin kamu sudah merasakan firasat kekalahan jadi akan menyerahkan kipas itu begitu saja?” Pei Qinghai tertawa terbahak-bahak.
“Hmm!” Xie Ying Fei mendengus. “Aku rasa kamu harus mengetahui tentang kipas itu. Tidak sembarang orang bisa menggunakannya.”
“Tentu saja aku tahu, bahkan tahu lebih banyak darimu. Hahaha!”
“Itu adalah kipas Sheng Feng, senjata kedewaan milik Dewa Angin. Bukankah aku benar?” lanjutnya.
Rahang Xie Ying Fei menjadi ketat. Namun dia tidak bisa mengangguk ataupun mengelak. Itu memang sebuah kebenaran.
“Bukankah kekuatannya akan sangat luar biasa? Tentu saja aku tidak bisa melewatkannya begitu saja!” Pei Qinghai kembali tertawa. Pria itu benar-benar sangat senang tertawa.
__ADS_1