Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Berhasil


__ADS_3

Hari berikutnya, Qing Yue'er sangat memperketat dirinya sendiri. Siang hari dia melatih teknik Tinju Bayangan. Kemudian setelah selesai dia kembali ke asrama untuk melatih Teknik Budidaya Formasi Roh.


Saat dia membuka pintu, dia melihat Mo Jingtian sedang duduk dalam meditasi. Qing Yue'er tersenyum samar dan tidak mengganggunya. Kemudian dia mulai membuka bukunya.


Untuk menggunakan formasi roh, spiritualis dunia harus bisa menghubungkan dirinya sendiri kedalam Dunia Roh. Dunia Roh adalah dunia misterius dimana kekuatan roh berasal. Semakin banyak kekuatan roh diserap, maka spiritualis dunia akan menjadi semakin kuat.


Baru saja dia akan memulai meditasi, seseorang mendobrak pintu dari luar. Qing Yue'er mengerutkan keningnya tidak suka. Apalagi sekarang Mo Jingtian ada disini. Dia tidak mungkin mengekspos keberadaannya.


"Kamu bocah! Beraninya kamu melukai nona muda Jiang!! Apa kamu mencari kematian?!"


Seorang pria paruh baya berteriak dari ambang pintu. Auranya terasa begitu mengesankan. Qing Yue'er tidak tahu lagi harus berkata apa. Dia hanya ingin bertindak rendah hati, oke?


Pria itu melotot kepada Qing Yue'er. Tapi saat matanya menyapu sosok Mo Jingtian, tubuhnya menjadi tidak berdaya dan langsung berlutut di tanah. Memang saat ini Mo Jingtian tidak memakai topeng. Pesona Surgawi miliknya menjadi tidak terbatas.


Qing Yue'er menyeringai. "Apa hah? Kenapa kamu berlutut disana?"


Pria itu memiliki wajah yang merah. Tubuhnya mulai berkeringat dingin karena melawan gejolak didalam dirinya sendiri. "Kamu... kamu!"


"Aku apa hah? Bicara dengan benar!"


Qing Yue'er melompat kedepan pria itu. Kemudian dia mengamati orang yang sedang berusaha melawan hasrat dalam dirinya sendiri.


"Apa yang kamu pikirkan tentang dia, hm?"


Qing Yue'er menunjuk pada Mo Jingtian yang masih menutup matanya. Dia tahu, pria tua ini pasti sudah memikirkan hal yang tidak bermoral mengenai Mo Jingtian. Jadi dia harus menghukumnya.


Pria tua itu menggelengkan kepalanya. Tapi tidak berbicara lebih lanjut.


Qing Yue'er terkekeh kemudian dia berjalan mendekati Mo Jingtian. Dia mulai membelai wajah halusnya. Tapi matanya tetap melekat pada pria tua yang berlutut.

__ADS_1


"Bagaimana? Bukankah dia sangat tampan?"


Pria tua itu menelan ludahnya. Keringat di dahinya mulai meluncur turun.


Qing Yue'er tidak berhenti. Dia mengendus leher putih Mo Jingtian. Wangi cendana segera menyeruak kedalam hidungnya. Wajahnya langsung memerah tapi dia tetap melanjutkan aksinya.


Pria tua itu melihat kelakuan Qing Yue'er dengan berdegup kencang. Wilayah bawahnya mulai terasa sempit. Tubuhnya terasa terbakar ingin melakukan hal yang sama seperti gadis itu.


Qing Yue'er menyadari kegelisahan pihak lain. Dia bahkan memberanikan diri untuk mulai mencium bibir merah Mo Jingtian. Entah setan apa yang sudah mempengaruhi otaknya.


Sudut mulut Mo Jingtian sedikit terangkat tanpa di sadari oleh Qing Yue'er.


"Berhenti! Jangan lakukan hal seperti itu didepanku!" Pria tua sudah tidak tahan lagi. Tongkatnya sudah berdiri dengan sempurna. Dia bergerak cepat untuk mendatangi Mo Jingtian. Hasrat seksualnya tidak bisa ditahan lagi.


Tapi sebelum dia sampai di depan Mo Jingtian, dia sudah terlempar ke belakang. Darah mengalir dari ketujuh lubang di kepalanya.


Qing Yue'er melihat apa yang telah terjadi. Dia segera melepaskan pagutannya dari bibir Mo Jingtian. Dia hendak berdiri ketika tangannya ditarik oleh orang lain. Tubuhnya terjatuh kedalam pelukan Mo Jingtian.


Mo Jingtian menatap datar pada Qing Yue'er, kemudian mendorongnya kebawah.


"Ap-apa yang kamu lakukan?" Tubuh Qing Yue'er berada dibawah Mo Jingtian. Jantungnya mulai berdetak dengan ritme yang sangat cepat.


"Apa yang kamu pikirkan, hm?" Mo Jingtian membelai wajah merah gadis itu. Dia sangat lemah, masih jauh dari kata kuat. Namun entah kenapa dia sangat mempesona baginya.


"Aarrgghh!"


Pria tua yang diterbangkan oleh Mo Jingtian mengerang kesakitan. Dia seperti sekarat di ambang kematiannya.


Dengan bersusah payah, dia berkata, "Kamu, siapa kamu sebenarnya?"

__ADS_1


Dia bisa merasakan kekuatan tersembunyi yang ada di dalam tubuh Mo Jingtian. Lalu pesona itu, cih! Bagaimana dia bisa tertarik pada seorang pria?! Apakah karena ketampanannya? Tapi semua tubuhnya benar-benar bergejolak ketika melihat Mo Jingtian.


Mo Jingtian tidak mendengar pertanyaan yang datang. Dia mendekati bibir mungil yang tepat didepan wajahnya. Lalu sensasi manis langsung datang ketika dia mulai mengulum bibir gadisnya.


Qing Yue'er tidak tahu harus berbuat apa. Dia menahan nafasnya ketika pria itu menciumnya. Jantungnya berpacu dengan kecepatan liar. Oh, sensasi ini seperti memiliki jutaan kupu-kupu diperutnya.


Setelah beberapa saat, dia menyadari Qing Yue'er bahkan tidak bernafas. Mo Jingtian melepasnya. Lupakan, gadis ini terlalu pemalu, bahkan dia menahan nafasnya saat dicium.


"Aku akan mengajarimu untuk dapat terhubung dengan Dunia Roh." Mo Jingtian mengetuk dahi Qing Yue'er.


Qing Yue'er berkedip.


"Tuangkan kekuatan rohmu di dalam otak. Kemudian ketika kamu merasakan dinding menghalangi kebebasanmu, hancurkan itu."


Qing Yue'er mengangguk, kemudian dia duduk dalam posisi lotus. Kekuatan rohnya yang hanya seperti sehelai rambut mulai bergerak ke otaknya.


Namun saat dia hendak menuju pusat kedalaman, dia menemukan sebuah dinding penghalang. Itu terasa sangat kokoh, hampir tidak mungkin untuk dihancurkan oleh kekuatan roh yang sangat lemah.


Namun dia masih harus menghancurkannya. Qing Yue'er mengerahkan seluruh kekuatan rohnya untuk menghancurkan dinding penghalang. Percobaan pertama gagal. Dia terus menerjang dinding penghalang tanpa henti. 10 kali, 50 kali, 100 kali.


Keringat dingin membasahi bajunya. Wajahnya mulai memucat ketika kelelahan menyerang tubuhnya. Menggunakan kekuatan roh berlebihan memang menghabiskan banyak energi.


Setelah ratusan kali dia menyerang dinding, akhirnya tanda-tanda kehancuran mulai muncul. Dinding penghalang mulai menderita retakan yang semakin luas. Qing Yue'er semakin bersemangat. Dia menjadi semakin cepat melepaskan serangannya.


Mo Jingtian tersenyum menyadari ketekunan Qing Yue'er. Jika itu orang lain, setelah mencoba puluhan kali tidak berhasil, pasti mereka akan menyerah. Namun gadis ini tidak, bahkan ratusan kali dia masih mencobanya.


Retakan menjadi semakin lebar. Qing Yue'er memberikan satu serangan terakhir sebelum dinding penghalang langsung runtuh.


Mo Jingtian menatap gadis itu dengan takjub. Hanya dalam beberapa jam dia berhasil melakukannya. Bahkan dia bisa mengalahkan rekor jenius yang muncul dalam ribuan tahun. Hanya saja dia sedikit menyesalkan sesuatu.

__ADS_1


Tubuh Qing Yue'er telah mencapai batasnya. Dia meludahkan seteguk darah segar sebelum kemudian membuka matanya.


"Aku berhasil." Dia tersenyum pada Mo Jingtian.


__ADS_2