
Qing Yue'er melihat keadaan ibunya sebentar. Wanita itu masih dalam meditasi untuk pemulihan diri. Karena tidak ingin mengganggu akhirnya Qing Yue'er pergi keluar untuk melihat-lihat. Dia ingin tahu lebih detail mengenai Puncak Awan Abadi.
Kedua kaki Qing Yue'er melangkah mengikuti jalan yang dibentuk dari bebatuan kecil. Ada banyak tanaman berbunga di kedua sisi jalan. Beberapa kali dia berpapasan dengan wanita lain dan mereka terlihat cukup sopan padanya.
Qing Yue'er terus berjalan hingga tiba di tepi danau kecil. Letaknya sedikit jauh dan tersembunyi dari tempat yang ramai. Ada satu gasebo dan itu pun terlihat dingin. Mungkin karena jarang dipakai.
“Sssstt!” Tiba-tiba Qing Yue'er mendengar ada seseorang yang memanggilnya. Dia menoleh dan melihat gadis kecil yang sedang melambaikan tangan padanya dari balik semak-semak. Umurnya mungkin baru 9 atau 10 tahun. Kulitnya putih, wajahnya mungil dan cukup cantik.
“Kau memanggilku?” tanya Qing Yue'er.
Gadis itu mengangguk dan melekatkan telunjuknya di bibir. Maksudnya agar Qing Yue'er tidak berbicara terlalu keras. Hal ini membuat Qing Yue'er sedikit tertarik. Dia berjalan mendekat dan berbisik, “Apa kau ingin memberi tahu sesuatu?”
“Kakak cantik, apa kau ingin menangkapku?” tanya gadis itu.
“Kenapa aku harus menangkapmu?” Qing Yue'er bertanya balik.
“Biasanya mereka mencariku ke sini untuk menangkapku. Sepertinya Kakak tidak. Kalau begitu aku akan menunjukkan sesuatu.” Gadis itu melompat keluar dari semak-semak dan langsung menggandeng tangan Qing Yue'er.
“Apa kau tidak takut padaku? Kita tidak saling mengenal,” ucap Qing Yue'er ketika dia mengikuti gadis itu entah ke mana.
“Karena Kakak cantik jadi pasti tidak akan jahat, seperti Nona Lin,” jawab gadis itu dengan polos. “Oh, itu pertanyaan yang bagus juga untuk Kakak. Apa Kakak tidak takut kalau aku akan membawa Kakak pada penyihir jahat?”
Qing Yue'er cukup terkejut melihat kepolosan dan juga cara bagaimana gadis itu membalikkan pertanyaan. Dia terkekeh sebentar, lalu menjawab, “Aku pasti bisa mengalahkan penyihir jahat itu.”
“Sepertinya Kakak ini pendatang baru ya?” tanya gadis itu. Mungkin karena wajah Qing Yue'er masih sangat asing baginya.
“Benar.” Qing Yue'er mengangguk.
Gadis itu tidak mengatakan apa-apa lagi dan terus menarik Qing Yue'er untuk mengikutinya. Mereka terus bergerak hingga tiba di sisi lain danau. Gadis itu berhenti dan menunjuk pada air di danau. “Apa Kakak bisa melihat sesuatu?”
Qing Yue'er mengikuti arah telunjuk gadis itu. Dia melihat ada titik cahaya yang bergerak berputar beberapa kali hingga akhirnya masuk ke dalam air. Namun beberapa saat kemudian titik itu kembali muncul dan melakukan hal yang sama hingga berulang-ulang seperti itu.
Meskipun Qing Yue'er melihat, tetapi dia tidak langsung memberikan jawaban yang benar. “Maksudmu ikan hitam itu?”
Gadis yang awalnya menatap Qing Yue'er dengan penuh harap tiba-tiba berubah menjadi kecewa. “Kakak hanya melihat ikan itu? Apa tidak ada hal lain? Ayo, lihat baik-baik ....”
“Memangnya apa yang bisa aku lihat?” tanya Qing Yue'er.
“Sesuatu seperti cahaya atau apa pun itu. Bisakah Kakak melihatnya?” Gadis itu benar-benar memberikan harapan besar padanya. Itu membuat Qing Yue'er tidak bisa berbohong . Akhirnya dia berpura-pura memfokuskan pandangannya.
“Ah, aku melihatnya.”
__ADS_1
“Benarkah? Benar-benar melihat itu?” Gadis itu menjadi sumringah. Dia sudah sangat lama menunggu di sini, menunggu seseorang bisa melihat apa yang dia lihat. Namun walaupun dia mengundang beberapa orang, tidak ada satu pun yang bisa melihatnya. Hanya dia saja.
Sudah berbulan-bulan dia datang ke tempat ini secara diam-diam. Namun kadang-kadang seniornya tahu dan menyeretnya kembali untuk mengikuti pelajaran dari guru yang menurutnya sangat membosankan. Setelah semua yang terjadi, akhirnya dia berhasil menemukan orang lain yang bisa melihat benda itu. Tentu saja dia merasa sangat senang.
“Apa ini sesuatu yang sangat penting untukmu?” tanya Qing Yue'er.
“Kakak harus menyelidiki benda itu! Tidak ada yang bisa melihatnya kecuali kita. Siapa tahu ada sesuatu yang menarik di dalam sana bukan?”
Qing Yue'er terdiam. Kenapa tidak ada orang lain yang bisa melihat cahaya itu? Akhirnya dia bertanya, “Apa guru-guru di sini tidak tahu? Kau tidak memberi tahu mereka? Atau Nona Lin juga tidak tahu?”
Gadis itu menggeleng. “Bagaimana mungkin aku bisa menemui Nona Lin? Aku hanya murid biasa di sini. Guruku juga tidak ada yang mau mengindahkan ucapanku.” Sebenarnya dia sudah pernah mencoba menceritakan ini pada gurunya, tetapi mereka hanya berpikir jika dia adalah gadis nakal yang suka mencari masalah.
“Siapa namamu?” tanya Qing Yue'er.
“Kakak bisa memanggilku Ke'er.”
“Baiklah. Ke'er, aku akan membantumu memeriksa ke dalam.” Qing Yue'er tersenyum simpul. Kemudian dia mengedarkan kekuatan rohnya untuk mendeteksi apakah ada bahaya atau tidak di sekitar sana. Setelah beberapa saat dia tidak bisa menemukan apa-apa. Akhirnya dia langsung melompat masuk ke dalam danau.
“Hati-hati!” seru Ke'er dari tepi danau.
Qing Yue'er mencoba menangkap cahaya yang bergerak-gerak di air. Ketika dia menyentuh cahaya itu, ada perasaan dalam hatinya yang mulai tergerak. Perasaan itu menuntunnya untuk masuk lebih dalam ke danau. Tanpa merasa ragu, dia pun turun lagi ke bawah.
Benar. Qing Yue'er dituntun ke sana, lubang hitam di dinding danau yang juga dialiri air. Tangannya diangkat dan memancarkan cahaya terang. Dia menggunakannya untuk melihat kira-kira ada apa di dalam lubang itu. Ternyata itu adalah lorong gelap yang entah mengarah ke mana.
Dengan hati-hati Qing Yue'er pun bergerak masuk. Ada banyak tumbuhan air yang tumbuh di dinding lorong. Air di sana terasa lebih dingin dari air danau sebelumnya. Mungkin karena tidak ada sedikit pun cahaya matahari yang masuk.
Itu sama sekali tidak mengurangi keberanian Qing Yue'er, justru membuatnya semakin penasaran. Dia terus bergerak masuk menyusuri lorong air yang gelap. Sampai beberapa meter kemudian dia akhirnya melihat pendar cahaya merah di depan sana.
Qing Yue'er meningkatkan kewaspadaan untuk berjaga-jaga. Dia bergerak maju semakin dekat dan cahaya merah itu menjadi lebih terang dan jelas. Setelah keluar dari lorong, dia segera dibuat terkejut oleh tempat yang ada di depannya. Itu benar-benar sesuatu yang luar biasa.
***
Sementara itu di luar danau, Ke'er masih menunggu Qing Yue'er. Perasaannya sedikit tidak sabar tetapi juga sedikit cemas. Dia berjongkok di tepi danau untuk bermain air sembari menunggu Qing Yue'er muncul.
“Ke'er! Sudah kuduga pasti kau ada di sini.” Seseorang tiba-tiba datang dan mengagetkannya.
“Kakak Shen.” Ke'er terkesiap. Kemudian dia berseru, “Aku tidak mau pergi! Aku mau di sini!”
Wanita yang dipanggil Kakak Shen itu mendengkus kesal. “Harus berapa kali aku mengingatkanmu? Bukankah kemarin kamu ingin bertemu dengan Nona Lin? Ayo, kamu harus belajar. Jika kamu memiliki banyak kemajuan aku akan membantumu bertemu dengannya.”
“Itu ... aku tidak bisa ditipu lagi. Kalian pasti membohongiku. Lagi pula aku sudah tidak membutuhkan Nona Lin lagi karena aku sudah bertemu dengan kakak cantik yang mau mendengarkanku.” Ke'er menyilangkan tangannya di dada, wajahnya terlihat begitu enggan menatap Shen Miao.
__ADS_1
“Kakak cantik siapa yang kau maksud? Ke'er, tidak ada orang lain di sini. Ayo pergi.” Shen Miao hendak menarik tangan Ke'er, tetapi gadis itu sudah berlari menghindar.
“Sudah kubilang, aku tidak mau pergi!” seru Ke'er.
Shen Miao benar-benar dibuat kesal. Dia sudah bosan dengan sikap Ke'er. Kadang-kadang dia heran, kenapa gadis itu tidak sedikit pun mendengarkannya? Biasanya gadis seumurannya tidak akan sesulit itu untuk dihadapi.
“Ke'er, jika kau masih membantah aku benar-benar akan menggunakan kekuatan untuk menghukummu!” ancam Shen Miao.
“Aku tidak takut!”
Shen Miao benar-benar hendak mengeluarkan kekuatan ketika tiba-tiba tanah bercuncang satu kali. Ini membuatnya terkejut dan mengurungkan niatnya. “Apa yang terjadi?” gumamnya dengan bingung. Sebelum dia mendapat jawaban tiba-tiba tanah kembali terguncang selama beberapa kali.
Ke'er yang melihat ini menjadi khawatir. Dia menatap danau dan melihat pendar cahaya merah dari dalam danau. “Kakak Shen, bisakah kau masuk dan melihat apa yang terjadi? Kakak cantik itu ada di dalam, bagaimana jika dia terluka?”
Shen Miao mengerutkan keningnya dalam-dalam. Dia tidak tahu ‘kakak cantik’ siapa yang dimaksud Ke'er dan kenapa juga dia harus masuk ke dalam? Jika itu adalah hal-hal yang berbahaya, bukankah itu akan membuat dirinya ikut celaka?
“Ke'er, kau lihat ini adalah pertanda buruk. Kita harus pergi dari sini sebelum ada bahaya yang mungkin keluar dari dasar danau!” Shen Miao berseru. Akhirnya dia bisa menangkap tangan Ke'er dan menariknya pergi.
“Lepaskan aku, Kakak Shen!”
Saat itu tiba-tiba ledakan cahaya merah yang kuat keluar dari danau. Ledakan cahaya itu melesat sampai ke langit dan membuat penghuni Puncak Awan Abadi melihatnya. Mereka semua mulai bertanya-tanya dari mana asal cahaya itu dan apa penyebabnya.
“Apa kau melihatnya? Cahaya apa itu?”
“Ayo pergi. Kelihatannya itu berasal dari arah danau.”
Orang-orang akhirnya tertarik dari mana asal cahaya itu dan mulai bergerak menuju ke danau. Sementara itu Shen Miao masih tertegun di tempat. Dia mengucek matanya beberapa kali karena pandangannya sedikit berkunang.
Setelah merasa lebih baik, dia langsung menatap Ke'er dengan serius. “Apa yang sebenarnya terjadi? Ini tidak baik, pasti akan ada banyak orang ke sini.” Shen Miao menjadi cemas sendiri.
“Itu ....” Ke'er tidak tahu harus menjawab apa.
Saat itu juga ada banyak orang yang datang mendekati Shen Miao dan Ke'er. Mereka merasa penasaran dan ingin bertanya langsung. Namun sebelum itu terjadi, Shen Miao langsung mengangkat tangannya sambil berkata, “Aku benar-benar tidak tahu. Itu datang dari dalam danau.”
“Benarkah? Apa ada orang di dalam?” tanya Meng Xuanyi, salah satu senior di Puncak Awan Abadi.
Shen Miao melirik Ke'er. Gadis itu terus mengatakan tentang ‘kakak cantik’, tetapi dia tidak tahu apa pun tentang itu. Jadi dia menggeleng. “Aku tidak tahu.”
Celepuk.
Tiba-tiba seseorang muncul dari dalam air. Kehadirannya yang tiba-tiba langsung membuat orang yang ada di sana merasa terkejut. Dalam situasi itu, Qing Yue'er yang baru keluar juga tidak kalah terkejut. Dia tidak tahu ternyata sudah ada banyak orang di tepi danau. Sepertinya dia sudah membuat keributan di sini.
__ADS_1