Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Bunga Kelabu


__ADS_3

Ketika Qing Yue'er sudah semakin masuk ke dalam celah batu, dia melihat sesuatu yang sangat menakjubkan. Ternyata di dalam celah itu ada sebuah lubang besar yang lebih pantas disebut gua kecil. Dan dari sanalah bau harum madu semakin pekat tercium. Itu berarti sarang lebahnya ada di dalam gua tersebut.


Sebelum masuk ke dalam gua, Qing Yue'er melindungi tubuhnya dengan lapisan kekuatan roh. Karena qi spiritual tidak begitu berguna, maka dia akan menggunakan kekuatan rohnya dengan baik. Seharusnya itu bisa melindungi tubuhnya jika sewaktu-waktu lebah-lebah itu datang untuk menyengatnya.


Setelah dia merasa siap barulah dia melangkah masuk ke dalam. Suasana di dalam sangat gelap, tidak ada pencahayaan dari matahari atau apa pun. Dia menjadi heran, sebenarnya kenapa ada gua di dalam batu? Apa mungkin ini perbuatan seseorang? Atau memang ini ciptaan dari alam?


Tidak ada banyak kesempatan baginya untuk memikirkan hal ini. Pada saat ini dia bisa melihat banyak mata kecil yang menyorot ke arahnya. Mata itu bersinar dengan cahaya berwarna kuning lembut. Jumlahnya ada begitu banyak, mungkin puluhan atau ratusan, dia tidak menghitungnya.


Qing Yue'er merasa lebih waspada. Dia mengedarkan kekuatan rohnya untuk memastikan apa itu. Ternyata itu adalah lebah-lebah yang sudah mendeteksi kedatangannya. Mereka memiliki permusuhan yang kuat ketika melihatnya. Itu pasti karena mereka sudah mendapat informasi dari rekannya yang baru saja membawanya masuk ke sini.


"Yoo, jadi lebah itu sengaja membawaku ke sini?" Qing Yue'er bergumam dengan takjub. Ternyata lebah itu memiliki akal yang cerdas juga. Mungkin lebah itu berpikir untuk membalas dendam dengan cara menggunakan rekan satu sarang untuk melawannya.


Qing Yue'er menyalakan api dengan qi spiritual di tangannya. Api sebesar kepalan tangan cukup membuat ruangan menjadi terang. Dia juga tahu kalau lebah biasanya takut pada api, jadi dia pikir lebah-lebah ini juga akan takut ketika melihatnya membawa api. Namun, lagi-lagi mereka berbeda. Mereka tidak takut dengan api spiritual yang dia ciptakan.


"Hmm!" Qing Yue'er mendengus. "Apa kalian ingin melawanku dengan cara keroyokan? Ayo ayo, aku akan menyambut kalian dengan baik."


Suara dengungan lebah mulai bergema di udara. Mereka mulai bergerak untuk mendekati Qing Yue'er. Sorot mata lembut mereka berubah menjadi lebih tajam. Siapa pun dapat merasakannya.


Qing Yue'er memikirkan sebuah cara. Ada baiknya dia tidak memusnahkan mereka, melainkan membuat mereka takluk padanya, tapi dengan cara apa? Otaknya bekerja dengan keras tapi kakinya tetap melangkah maju dan dengan beraninya dia membiarkan lebah itu menyerangnya.


Tubuh Qing Yue'er sudah dilapisi dengan kekuatan roh. Dia ingin melihat apakah itu bisa melindunginya dengan baik atau tidak. Lebah-lebah itu langsung berhamburan untuk menyerangnya. Jumlahnya begitu banyak, bahkan mungkin itu bisa menutupi tubuh Qing Yue'er dengan sempurna. Jika orang lain melihatnya mungkin mereka akan berpikir gadis itu begitu gila.


Namun, semuanya tidak harus dikhawatirkan karena pertahanan kekuatan rohnya tidak bisa dianggap remeh. Lebah itu tidak bisa menyengatnya bahkan jika sudah berusaha semaksimal mungkin.


Qing Yue'er tersenyum puas. Jadi, lebah-lebah itu tidak bisa melawan kekuatan roh, baiklah sepertinya dia sudah memiliki cara untuk menaklukkan mereka. Dia mengangkat tangannya dan seketika api yang tercipta dari kekuatan roh pun berkobar di tangannya. Jika sebelumnya lebah itu tidak takut maka sekarang mereka langsung beringsut dan menjauh dari tubuh Qing Yue'er.


"Hahaha, jadi seperti itu. Tenang, aku tidak akan melukai kalian tapi aku hanya ingin kalian ikut denganku," ucap Qing Yue'er. Dia tidak tahu apakah lebah-lebah itu bisa memahaminya atau tidak.


Tiba-tiba satu lebah yang ukurannya paling besar dari yang lain, keluar dari kelompoknya dan maju ke depan untuk menghadapi Qing Yue'er. "Nona, kenapa kamu datang ke sini?"


Qing Yue'er cukup terkejut karena lebah itu ternyata bisa bicara. Dari suaranya itu jelas kalau dia adalah betina. Sepertinya itu adalah ratu lebah di sini. "Kamu bisa bicara?"


"Aku adalah ratu dari lebah-lebah ini dan aku memiliki keistimewaan dapat berbicara bahasa manusia," ucap lebih itu.


"Itu bagus kalau begitu." Qing Yue'er berkata dengan puas. Setidaknya mereka hanya perlu membicarakannya dengan baik. "Kau tahu kan lebah yang baru saja masuk? Dia menyengat temanku dan aku tidak bisa membiarkan ini berlalu begitu saja."

__ADS_1


"Apa kamu ingin menyembuhkannya? Itu sangat sederhana, aku akan memberikan kamu setetes madu dari sarang kami dan itu hanya perlu diberikan pada temanmu. Pasti dia akan segera sembuh." Ratu lebah berkata dengan cara yang meyakinkan. Gadis itu memiliki api roh dan mereka bisa dimusnahkan kapan saja. Ini terlalu berbahaya.


"Kalau begitu kamu bisa memberikannya sekarang," ucap Qing Yue'er.


Ratu lebah itu langsung memerintahkan lebah yang lain untuk mengambilkan madu menggunakan daun yang cukup lebar. Ini tidak masuk akal tapi sebagai binatang roh, banyak hal yang keluar dari akal manusia. Mereka bisa melakukannya dengan baik.


Qing Yue'er tersenyum melihat madu yang ada di tangannya. Madu itu memiliki butiran halus berwarna emas di dalamnya. Baunya lebih harum daripada madu biasa. Ini memang luar biasa.


"Nona, kami sudah memberikannya. Jadi, bisakah kamu pergi sekarang?" tanya si ratu lebah.


"Tidak," ucap Qing Yue'er. "Aku ingin kalian ikut denganku."


"...."


Ratu lebah itu terkejut. Jika dia adalah manusia maka ekspresinya pasti sudah berubah begitu banyak. "Tidak bisa, kami hanya ingin hidup jauh dari manusia."


"Apa kamu tahu apa ini?" Qing Yue'er mengangkat bola api di tangannya. Lagi-lagi dia menggertak binatang lemah lainnya. Sepertinya sekarang dia memiliki kebiasaan buruk yang baru.


Lebah-lebah itu kembali merasa takut. Sang ratu berbalik dan langsung melakukan diskusi dengan lebah-lebah yang lain. Tidak tahu apa yang mereka diskusikan, Qing Yue'er malah mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Dia akan membiarkan lebah itu berdiskusi dulu sedangkan dia menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya. Dia masuk ke gua yang lebih dalam.


Qing Yue'er tertegun. Dia langsung menjadi waspada. Pandangannya diedarkan untuk melihat ke sekililing. Matanya yang tajam kemudian menemukan sesuatu. Di sudut bebatuan, dia melihat sebuah bunga hitam yang ukurannya cukup besar. Bunga itu seperti bunga yang tertancap begitu saja di atas batu karena tidak ada dedaunan maupun batang pohon layaknya bunga pada umumnya.


Qing Yue'er mengerutkan kening. Tiba-tiba saja pandangannya menjadi berkunang, kepalanya pun terasa berat. "Tidak baik!" Qing Yue'er segera mundur dan berlari keluar. Tangannya bergerak untuk meraup semua lebah yang ada di sana. Bahkan sarang yang berisi madu pun tidak ia lewatkan. "Sialan! Kalian tidak mengatakan ada bunga apa itu di sana? Apa kalian bermaksud untuk mencelakaiku?!"


Ratu lebah menjadi bergetar. Dia tidak tahu kalau gadis itu akan tahu ada bunga itu di sana. Awalnya dia memang berniat untuk melepaskan Qing Yue'er pergi begitu saja. Namun, siapa yang akan tahu kalau gadis itu ternyata memiliki niat untuk membuat seluruh lebah menjadi binatang yang tunduk padanya. Mereka tidak mau melakukan hal itu. Akhirnya dengan alasan diskusi singkat dia sengaja menunda waktu lebih lama.


Jika gadis itu terlambat menyadarinya maka kemungkinan besar dia sudah mati seperti pendatang-pendatang sebelumnya. Namun, gadis itu sepertinya lebih teliti dari orang lain. Bunga yang ada di dalam gua adalah bunga Kelabu. Bunga itu memiliki racun yang menguar di udara. Jika seseorang menghirup udara terlalu lama maka racun itu akan memasuki tubuh dan menyebabkan kematian singkat.


Qing Yue'er terduduk di depan batu besar dengan napas yang terengah-engah. Dia melemparkan lebah-lebah ke dalam dimensinya. "Ying Jun, beri mereka hukuman! Biarkan mereka tahu apa akibatnya bermain-main denganku," ucapnya dengan dingin.


Ying Jun segera menjalankan perintah Qing Yue'er. Kemudian dia pun bersiap untuk memberikan hukuman yang kira-kira pantas untuk lebah-lebah itu.


Sementara itu para lebah tidak tahu ke mana mereka berakhir. Namun ketika menyadari hukuman yang sudah menanti itu benar-benar membuat perasaan mereka menjadi kalut. Sepertinya menyinggung gadis itu adalah kesalahan terberat dalam hidup mereka.


Qing Yue'er menatap ke pintu masuk gua. Dia tidak tahu kenapa Mo Jingtian mengatakan ada hal yang luar biasa di dalam sana. Itu hanya bunga yang mematikan, apanya yang luar biasa?

__ADS_1


Tiba-tiba sosok Mo Jingtian muncul di depannya. Qing Yue'er tidak menyangka kalau pria itu mau keluar ke tempat seperti ini. "Apa kamu meragukanku?" tanya Mo Jingtian.


"Tidak, aku hanya tidak mengerti. Bukankah seharusnya kamu menunjukkan sesuatu padaku?" jawab Qing Yue'er yang diakhiri dengan pertanyaan.


Mo Jingtian sedikit tersenyum, kemudian dia mengajak Qing Yue'er untuk kembali masuk ke dalam gua. Tentu saja Qing Yue'er mengikutinya. Dia ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh pria itu.


Mereka berdua akhirnya kembali masuk ke dalam. Mo Jingtian berjalan untuk mendekati bunga hitam yang bernama Kelabu. Namanya memang cukup aneh, bahkan tidak memiliki keindahan sedikit pun. Dan siapa yang mendengarnya pasti dapat merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan darinya.


Dengan gerakan yang sederhana, Mo Jingtian menarik bunga itu dari udara. Tanpa menyentuhnya bunga itu pun langsung tercabut dari batu di bawahnya dan bergerak untuk jatuh ke telapak tangannya. "Kamu tahu kenapa bunga ini dinamakan Kelabu?"


Qing Yue'er menggelengkan kepala. "Apa itu baik-baik saja kamu menyentuhnya?"


"Ini hanya masalah sepele. Aku akan memberitahu sesuatu. Bunga Kelabu memiliki warna yang hitam, tapi kenapa itu tidak dinamakan Hitam alih-alih Kelabu?"


Qing Yue'er merenung untuk memikirkan jawabannya. "Kelabu merupakan sesuatu yang tidak konsisten. Seseorang pernah mengatakan bahwa kelabu adalah sebutan untuk warna hitam muda dan mungkin juga putih tua. Akan tetapi bunga ini memiliki warna hitam, jadi ada kemungkinan dia bisa berubah menjadi putih? Atau mungkin dia memiliki warna putih sebelum akhirnya berubah menjadi hitam?"


Mo Jingtian tersenyum. "Analisismu sangat bagus. Ya, bunga ini berwarna hitam jika dia masih memiliki racun." Mo Jingtian menjentikkan bunga itu ke udara. Pada saat berikutnya bunga itu telah berubah menjadi warna putih. "Namun, bunga ini akan berubah putih ketika racun itu mengubah dirinya menjadi suntikan kekuatan roh."


Qing Yue'er menatap takjub pada bunga putih yang saat ini berada di telapak tangan Mo Jingtian. Dia mengambilnya dan mengamati dengan baik. Jika sebelumnya bunga itu memiliki penampilan yang begitu buruk maka saat ini kecantikannya benar-benar nyata. Bunga Kelabu telah berubah menjadi begitu terbalik.


Selain itu dia juga merasa bahwa racun yang ada di sana sudah sepenuhnya menghilang. Sebagai gantinya dia bisa merasakan ada aliran kekuatan roh yang begitu melimpah di dalamnya. Ini benar-benar luar biasa.


"Gunakan baik-baik, seharusnya ini cukup untuk melakukam terobosan kekuatan roh," ucap Mo Jingtian.


Qing Yue'er tersenyum dengan manis. "Aku pasti akan menggunakannya, tapi itu nanti. Sekarang aku ingin kembali dulu, Jing Ling mungkin tidak bisa bertahan sampai sore."


"Ya, lakukan sesukamu." Mo Jingtain tersenyum sebelum akhirnya kembali ke dalam dimensi.


"Jingtian, aku masih tidak mengerti, kenapa lebah-lebah itu tidak mati meskipun mereka hidup di sekitar bunga Kelabu?" Qing Yue'er kembali bertanya ketika dia dalam perjalanan untuk menemui kelompoknya.


"Lebah-lebah itu menyerap racun dari bunga Kelabu. Itulah kenapa mereka memiliki racun yang cukup membahayakan manusia pada sengatannya."


"Bukankah itu berarti selama ada lebah roh jenis ini, maka bunga Kelabu pasti dapat ditemukan di dekat sarangnya?"


"Kamu benar."

__ADS_1


Qing Yue'er akhirnya mengerti. Dia merasa bahagia, kali ini dia benar-benar menemukan keberuntungan. Setidaknya dia akan melakukan terobosan kekuatan roh segera.


__ADS_2