Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Kebahagiaan Kecil


__ADS_3

Di dalam dimensi, putaran energi spiritual mengelilingi sosok Qing Yue'er. Sangat cepat dan bertahan hingga beberapa saat. Tak lama setelah itu matanya yang terpejam selama beberapa waktu akhirnya terbuka. Sorot matanya bersinar dengan aura yang lebih kuat beberapa tingkat dari sebelumnya.


Qing Yue'er merasa tubuhnya menjadi sangat ringan. “Level 8 alam surgawi!” Keterkejutan lalu senyum puas mengembang di bibirnya. Ini hasil yang sangat menakjubkan. Jumlah Persik Surgawi yang diberikan Mo Jingtian sudah membuatnya menerobos hingga beberapa tingkat dalam satu waktu. Jika orang lain tahu maka mereka pasti akan menyalahkan dunia yang tidak adil.


Pandangan Qing Yue'er beredar hingga melihat pria yang dia cari sedang berjalan mendekatinya. Mo Jingtian terlihat sangat tampan dalam penampilan aslinya. Tidak peduli seberapa bagus penampilan pria itu dalam samarannya, Qing Yue'er selalu lebih menyukai Mo Jingtian dengan rambut putih dan mata emasnya.


“Aku ada di sini,” ucap Mo Jingtian.


Qing Yue'er mengangkat kedua sudut bibirnya. Pria itu memang selalu menepati ucapannya. Kemudian dia segera berdiri, lalu berlari melompat naik ke tubuh Mo Jingtian. Qing Yue'er melingkarkan kakinya di pinggang pria itu, tangannya dikalungkan di lehernya. Dia benar-benar terlihat seperti gadis manja.


Tindakan itu membuat Mo Jingtian terkejut. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum akhirnya menahan Qing Yue'er agar tidak jatuh. “Kamu terlihat sangat bahagia,” ucapnya. Dia sedikit mendongak saat menatap Qing Yue'er.


“Tentu saja. Kau lihat? Ini level 8, Jingtian! Dua langkah lagi aku bisa memasuki roh perak!” ekspresi wajah Qing Yue'er terlihat sangat antusias.


Mo Jingtian tersenyum tipis. “Aku senang melihatnya. Kamu melakukannya dengan baik,” ucapnya. Kemudian dia merasakan topeng peraknya yang terlepas dari wajahnya. Itu Qing Yue'er yang melakukannya.


“Kenapa kau memakai ini?” Qing Yue'er bertanya penasaran. “Apa kau baru saja bertemu dengan orang lain?”


“Yaa, tamu tak diundang,” jawab Mo Jingtian.


“Siapa itu?” tanya Qing Yue'er. “Jingtian, turunkan aku.”


Mo Jingtian menyeringai. Dia tidak membiarkan Qing Yue'er turun dan sebaliknya justru semakin mengeratkan pelukannya. Dia menatap kedua mata Qing Yue'er lekat-lekat. Untuk pertama kalinya dia ingin Pesona Surgawinya bekerja pada seseorang. Ya, dia ingin gadis itu jatuh semakin dalam kepadanya.


“Jingtian ... jangan tatap aku seperti itu,” ucap Qing Yue'er yang langsung mengalihkan pandangannya. Dia takut tidak bisa menahan diri. Demi apa pun, pria di depannya ini memiliki pesona yang akan membuat siapa pun bertekuk lutut.

__ADS_1


“Ibumu ada di sini,” ucap Mo Jingtian tiba-tiba.


Qing Yue'er yang terkejut pun langsung menatap Mo Jingtian lagi. “Di sini? Di mana?” Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling dengan waswas, tetapi ternyata tidak ada siapa pun di sana.


“Di Pulau Langit.” Mo Jingtian membenarkan kalimatnya.


Qing Yue'er memukul lengan Mo Jingtian. “Cepat turunkan aku! Jangan mengajakku bertengkar, Jingtian. Saat ini aku sudah berada di level 8.” Ada sedikit kesombongan dalam nadanya. Namun itu hanya membuat Mo Jingtian ingin bermain lebih lama lagi.


“Kalau begitu cobalah untuk lepas dariku”


Qing Yue'er mendengus. Kemudian dia mengumpulkan qi spiritual di kedua telapak tangannya. Gerakannya terlihat seperti dia ingin menyerang Mo Jingtian, tetapi apa yang dia lakukan bukan itu. Kedua tangannya bergerak cepat dan mendarat di rahang Mo Jingtian. Kemudian dia menariknya mendekat, lalu dengan begitu saja dia mempertemukan bibir mereka.


Waktu seakan terhenti. Mo Jingtian merasa jantungnya seperti berhenti berdetak selama beberapa saat sebelum akhirnya mulai berdegup kencang. Tangannya yang berada di pinggang Qing Yue'er menegang dan terlepas begitu saja. Hal ini membuat tubuh Qing Yue'er turun seperti yang diinginkan.


“Aku tahu itu.” Qing Yue'er terkekeh. Wajahnya sedikit memerah tetapi dia segera menyembunyikan dengan tawanya. Tanpa mengatakan apa-apa lagi dia pun berbalik pergi.


Qing Yue'er menekan dadanya yang terasa sangat bergemuruh. “Ini tidak baik untuk kesehatan jantungku,” gumamnya setelah meninggalkan dimensi Persik Surgawi.


Sementara itu, Mo Jingtian telah ditinggalkan tanpa bisa berkata-kata. Dia menatap Qing Yue'er yang menjauh dan menghilang dari pandangannya. Tangannya menyentuh bibirnya sesaat, lalu dia segera menggelengkan kepala beberapa kali. Ini bukan pertama kalinya untuk mereka, tapi kenapa rasanya begitu berbeda?


***


Qing Yue'er keluar dari danau dan langsung disambut dengan pemandangan pagi yang mencengangkan. Pulau Langit yang awalnya terlihat sangat indah, kini telah berubah menjadi lahan kekacauan. Jejak-jejak ledakan tersebar di banyak titik. Penampilan hijau dan suburnya sudah digantikan dengan warna-warna suram.


“Apa yang terjadi?” Dia berjalan beberapa langkah sambil mengamati keadaan yang sangat berbanding terbalik dengan terakhir kali dia melihat. Apakah segala gangguan yang terjadi saat dia mencoba menerobos adalah pengaruh dari kekacauan ini?

__ADS_1


Qing Yue'er hendak menanyakan ini pada Mo Jingtian, tetapi dia tiba-tiba melihat sosok wanita yang tengah berlutut di kejauhan. Dia terkejut melihat ini dan segera bergerak mendekati sosok itu.


“Ibu ...,” panggil Qing Yue'er dengan ragu. Kemudian dia melihat ibunya yang langsung mendongak menatapnya. Matanya memerah, penampilannya sedikit berantakan. Penampilan itu membuat Qing Yue'er bingung.


“Apa yang Ibu lakukan? Cepat bangun.” Qing Yue'er menarik Xie Ying Fei untuk berdiri. Namun wanita itu segera menolaknya.


“Tidak, Yue'er. Aku ... aku telah melakukan kesalahan besar. Pria itu, dia ....” Xie Ying Fei menggelengkan kepalanya berkali-kali. Dia tidak sanggup mengatakan apa yang sudah diketahui.


Semalam dia sudah melihatnya sendiri. Mo Jingtian, pria yang telah dia coba jauhkan dari Qing Yue'er merupakan seorang dewa. Lebih penting lagi dia adalah dewa yang bahkan selama ini dijunjung tinggi oleh klannya sendiri. Sayangnya sebelum-sebelumnya dia justru bersikap dan berprasangka buruk pada pria itu. Xie Ying Fei benar-benar tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.


“Ibu, apa yang sudah terjadi? Siapa pria yang Ibu maksud?”


Xie Ying Fei langsung menatap Qing Yue'er. “Di Futian .... Yue'er, pria yang bersama denganmu adalah Di Futian! Apa yang harus aku lakukan? Apakah dia akan menghukum kami?” tanya Xie Ying Fei sambil mengguncang kedua pundak Qing Yue'er. Dia benar-benar terlihat kacau sekarang.


Qing Yue'er tidak menduga akan ada hal seperti ini. Dia benar-benar terkejut, tetapi segera mengelus punggung ibunya untuk menenangkannya. “Tidak apa-apa, Ibu. Jangan pikirkan itu. Apa dia menyalahkanmu? Atau mungkin memarahimu?”


Xie Ying Fei menggelengkan kepalanya dengan keras. Mo Jingtian tidak menyalahkannya, bahkan sejak pertempuran semalam mereka belum bertemu lagi. Pria itu langsung menghilang begitu saja. Pikiran ketakutan menyergapnya, mungkin pria itu tidak ingin bertemu dengannya atau dengan klannya lagi. Bukankah ini benar-benar buruk?


“Ibu, kau harus tenang,” ucap Qing Yue'er. “Sebenarnya sejak awal aku sudah mengetahuinya, tentang siapa dia aku sudah tahu.”


Xie Ying Fei langsung menatap Qing Yue'er tidak percaya. Jadi Qing Yue'er sudah tahu jika pria yang bersamanya adalah seorang dewa? Dia benar-benar tidak menyangka hal seperti ini terjadi. “Kenapa kamu tidak mengatakannya padaku?”


Qing Yue'er tersenyum, lalu berkata, “Sama seperti bagaimana Ibu tidak mengatakan identitas ayah pada kakek.”


“Aku benar-benar ....” Xie Ying Fei menutup matanya dan tetesan air mata jatuh membasahi pipinya. “Maafkan aku, Yue'er.” Dia langsung menarik Qing Yue'er kedalam pelukannya. Sekarang dia menyadari bahwa apa yang dia lakukan memang salah. Dia tidak bisa dengan mudahnya memutuskan jalan hidup putrinya.

__ADS_1


“Tidak apa-apa, semuanya baik-baik saja,” balas Qing Yue'er.


Saat ini Mo Jingtian baru keluar dari danau dan langsung disuguhi dengan pemandangan ibu dan anak itu. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis. Dia tidak berharap Xie Ying Fei akan mengetahui identitasnya sekarang. Namun ini cukup baik juga untuk Qing Yue'er. Setidaknya Xie Ying Fei tidak akan lagi membuat masalah untuknya.


__ADS_2