
Jika kelompok Qing Yue'er masih terlihat santai, maka hal yang berbeda terjadi pada kelompok Ling Suyao. Kelompok yang berisi lima orang itu kini sedang bergerak dengan cepat. Mereka semua memiliki wajah yang berkeringat dan napas yang tersengal-sengal. Di belakang mereka dua ekor singa berlari cepat untuk mengejar. Singa-singa itu memiliki bentuk yang berbeda karena ukurannya yang mungkin tiga kali lipat dari ukuran singa normal.
"Kakak Ling, apa kau yakin ini sudah benar?" tanya seseorang yang tidak asing. Dia adalah Lan Ying, orang yang begitu membenci Qing Yue'er.
"Apa kamu meragukan kemampuanku? Kamu hanya perlu mengikutiku dan kita akan menemukan mereka," ucap Ling Suyao dengan percaya diri. Dia menyeringai sambil sesekali melihat ke belakang. Dia ingin memastikan kalau jaraknya tetap aman.
Singa yang mengejar kelompoknya adalah binatang roh dengan kekuatan yang menakutkan. Mungkin setara dengan ahli puncak alam langit. Namun, kekuatan Ling Suyao juga berada di puncak alam langit. Dia tidak perlu begitu takut pada singa itu, paling-paling itu adalah Lan Ying dan lainnya yang merasa takut karena kekuatannya berada di bawah singa-singa itu.
"Kalau begitu apa ini masih lama?" tanya Lan Ying dengan gelisah. Dia sudah merasa lelah karena terus melarikan diri seperti ini.
"Sebentar lagi. Bukankah ini sesuatu yang kalian mau?" Ling Suyao berbicara dengan begitu yakin.
Suara raungan singa membuat siapa pun penghuni hutan merasa takut. Kebanyakan mereka akan segera menyembunyikan diri dari keberadaan hewan besar itu. Suara itu bergema di seluruh hutan dan membuat beberapa murid merasa cemas. Antara senang dan juga takut.
Hal ini tidak jauh berbeda dari kelompok Qing Yue'er. Mereka menjadi waspada karena suara raungan singa itu seolah semakin dekat dalam setiap detiknya. Ini juga membuat Jing Ling dan Ming Yuxia merasa sedikit cemas. "Kenapa aku merasa singa itu menjadi semakin dekat? Bukankah begitu, Xinyu?"
Qing Yue'er mengerutkan keningnya. Dia mengedarkan kekuatan rohnya dan pada saat itulah kelompok Ling Suyao memasuki pandangannya. Dia melihat orang-orang itu begitu cemas ketika dua ekor singa mengejar mereka. Dia merasa tidak senang, bagaimanapun juga dia ragu apakah ini kebetulan atau skema mereka.
"Gggrrrr!"
__ADS_1
"Nona Luo, aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini. Aku tidak punya waktu untuk berbincang denganmu, tapi bisakah kamu membantuku? Singa-singa ini begitu merepotkan!" Ling Suyao sedikit memohon ketika dia akhirnya berlari menuju kelompok Qing Yue'er.
Luo Qingqi mengerutkan kening. Dia dan Ling Suyao bukan seseorang yang akrab, kenapa juga dia harus membantunya? Namun, dia tidak bisa mengelak jika kedatangan Ling Suyao telah membuat singa-singa itu menargetkan kelompoknya juga. Dia tidak mungkin membiarkan kedua singa itu melukai kelompoknya juga.
Ling Suyao dan kelompoknya langsung berlari ke belakang kelompok Qing Yue'er. Hal itu membuat kedua singa itu langsung menatap Qing Yue'er dan lainnya dengan permusuhan. Mungkin singa itu berpikir kalau kelompok Qing Yue'er adalah rekan-rekan Ling Suyao yang pantas dimusuhi. Kalaupun kedua gadis itu memilih pergi, mungkin singa itu tidak akan membiarkannya.
"Gggrrrr!"
Qing Yue'er menjadi tidak senang. Jika Ling Suyao memang meminta pertolongan maka seharusnya mereka tetap orang yang akan melawan singa, sedangkan Luo Qingqi hanya orang yang akan mengulurkan tangan sebagai upaya bantuan. Namun, ini sama sekali berbeda. Ling Suyao dan lainnya hanya bersembunyi dan membiarkan Luo Qingqi menghadapi kedua singa itu. Apa-apaan ini?!
"Jing Ling, Ming Yuxia, pergi ke utara dan tunggu aku di sana. Aku dan kakak Luo akan menghadapinya!" seru Qing Yue'er. Dia sedang memikirkan sesuatu sambil tetap menjaga kewaspadaannya.
Setelah kepergian mereka berdua, Qing Yue'er dan Luo Qingqi segera menyiapkan ancang-ancang untuk menyerang singa. Qing Yue'er mengambil tongkat rotannya, sedangkan Luo Qingqi menarik pedang dari sarungnya. Mereka berdua mulai bergerak maju dan melakukan pertempuran jarak dekat dengan singa-singa itu.
Qing Yue'er mengangkat tongkatnya dan memukulkan pada tubuh Singa. Namun, karena kekuatan singa juga tidak bisa dianggap remeh maka tidak akan begitu mudah untuk mengalahkan dalam sekali pukul. Dia berlarian demi mencari kesempatan untuk memukul singa itu berkali-kali.
Singa itu menggeram karena tubuhnya telah dipukul oleh manusia layaknya hama. Di hutan ini dia termasuk binatang roh yang banyak dihormati, siapa yang akan berani memukulnya seperti itu? Mungkin hanya gadis ini yang berani melakukannya.
Akhirnya karena dua singa itu sudah merasa geram, mereka mulai mengeluarkan kemampuannya sebagai binatang roh. Surai singa yang berwarna keemasan itu tiba-tiba menjadi kaku sebelum akhirnya meluncur seperti jarum panjang yang dilemparkan dengan begitu cepat.
__ADS_1
Qing Yue'er segera melompat untuk menghindari serangan surai-surai yang berterbangan. Dia memutar tongkatnya dan surai-surai itu langsung disingkirkan begitu saja. Sementara dia memutar tongkatnya, langkah kakinya tetap bergerak maju. Ketika jaraknya sudah dekat, dia memukulkan tongkatnya tepat di kepala singa.
Boomm!
Suara ledakan terdengar ketika singa itu langsung dipukul mundur. Pukulan tongkat Qing Yue'er memiliki kekuatan dari puncak alam langit yang begitu kuat. Selain itu kelemahan singa juga terletak pada bagian kepalanya. Itulah kenapa dengan satu pukulan yang kuat singa itu langsung bisa didorong mundur.
Qing Yue'er tidak bisa merasa puas. Dia melihat Luo Qingqi yang masih melawan singa itu dengan kesulitan. Dia ingin membantu tapi tiba-tiba ....
Whoosshh!
Boomm!
Qing Yue'er merasakan ledakan rasa sakit di dadanya ketika seseorang menyerangnya dari belakang. Pada saat itu dia sedikit lengah dan tidak mendeteksi bahaya dari sisi lain. Dia mundur beberapa langkah sebelum akhirnya memuntahkan seteguk darah. Dia menunduk, tangannya menyeka darah di sudut bibirnya.
"Xinyu! Apa kau baik-baik saja?" Luo Qingqi yang akhirnya berhasil mengalahkan singa pada titik kritis pun berlari mendekati Qing Yue'er. Dia benar-benar terkejut ketika tiba-tiba Ling Suyao menyerang Qing Yue'er. Dia ingin marah tapi dia lebih peduli dengan kondisi Qing Yue'er.
Ketika dia sudah semakin dekat, tiba-tiba dia merasa hatinya menjadi bergetar. Udara di sekitar Qing Yue'er telah menjadi lebih dingin. Dia bisa melihat kilatan mata gadis itu yang dipenuhi dengan kedinginan dan ketajaman. Bahkan dia tidak berani mendekat lagi. Apakah orang itu masih orang yang sama dengan Xinyu yang dia kenal?
Luo Qingqi mendadak diam di tempat. Dia merasakan sesuatu akan terjadi. Sekarang dia malah memilih untuk mundur, tiba-tiba dia merasakan insting untuk tidak menanyakan hal-hal lebih lanjut atau gadis itu akan melakukan sesuatu yang kejam padanya.
__ADS_1
Qing Yue'er menyeringai dengan dingin. Dia mengangkat kepalanya dan menatap Ling Suyao dengan tatapan datarnya. "Aku bahkan tidak membuat kesalahan apa pun, tapi kalian begitu membenciku dan ingin menghancurkanku? Apa kalian pikir aku tidak bisa melakukan hal yang sama?"