Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Ujian


__ADS_3

Sudah beberapa saat sejak Ying Jun pergi. Qing Yue'er menghela nafasnya dengan gelisah. Suara yang memekakkan telinga sudah tidak terdengar lagi, namun Ying Jun masih belum keluar juga. Mungkinkah sesuatu telah terjadi?


Qing Yue'er mengepalkan tangannya. Setelah berpikir dengan hati-hati, dia memutuskan untuk melihat keadaan bocah itu. Dengan cepat dia meluncur memasuki kolam.


Kesegaran yang biasanya dia rasakan kini telah berubah menjadi hambar. Rasa tidak nyaman memasuki kulitnya. Itu membuatnya ruam kemerahan. Namun dari kelihatannya, itu tidak terlalu membahayakan tubuhnya.


Setelah masuk kedalam, Qing Yue'er melihat tubuh kecil Ying Jun yang melayang di dalam air dengan mata yang terpejam. Saat dia melihat ke dasar kolam, dia tidak menemukan sesuatu yang lain. Perasaan ancaman yang sebelumnya dia rasakan sudah menghilang begitu saja.


Mungkin Ying Jun sudah menanganinya. Dia tidak mau memikirkan hal lain. Keselamatan Ying Jun jauh lebih penting dari pada rasa penasarannya. Dengan cepat dia meraih tubuh Ying Jun dan membawanya ke darat.


Qing Yue'er memeriksa keadaan Ying Jun. Wajahnya terlihat sangat pucat. Namun sepertinya pria kecil itu tidak memiliki masalah yang serius, hanya kehabisan qi spiritual dalam tubuhnya. Qing Yue'er segera menyalurkan qi spiritual kedalam tubuh Ying Jun. Warna wajah yang sebelumnya pucat, sedikit demi sedikit mulai memiliki kemerahan normal.


Setelah dirasa cukup, dia menghentikan aksinya. Tubuhnya juga ikut merasa lelah setelah menyalurkan qi spiritual. Dengan ketenangan yang ada, Qing Yue'er mengeluarkan batu roh yang telah dia dapatkan. Setelah itu dia mulai menyerap energi spiritual dari ribuan batu roh, mengubahnya menjadi tumpukan bubuk sampah.


Dantian yang awalnya kosong mulai terisi secara bertahap. Setelah kira-kira dua jam, Qing Yue'er merasakan terobosan yang hendak dicapai. Dia mulai mengumpulkan konsentrasi sepenuhnya.


Tidak lama kemudian Qing Yue'er berhasil melakukan terobosan ke puncak alam bumi. Dia menghela nafasnya dengan sedih. Ternyata dari 1500 batu roh, dia tidak dapat menerobos alam langit. Sepertinya dia harus rajin mencari sumber daya untuk kultivasinya.


***


Di salah satu sembilan puncak, Ouyang Feng sedang berdiri menatap punggung seorang pria yang saat ini menghadap ke luar jendela. Punggung itu terlihat kokoh namun juga sangat rapuh. Kadang-kadang dia merasa iba saat melihatnya.


"Aku yakin dengan hal itu. Setidaknya dia bukan anak yang sederhana," ucap Ouyang Feng.


Pria itu berbalik menatap Ouyang Feng. Wajahnya yang gagah terlihat sangat suram. "Hmm kamu benar-benar tidak bisa melakukan hal dengan benar!"


Pria itu melambaikan tangannya. Ouyang Feng langsung dilemparkan ke belakang menghantam dinding. Darah segar keluar dari mulutnya. Namun dia tidak berani melawan orang ini, orang paling kejam yang pernah dia tahu.

__ADS_1


Dengan cepat dia berlutut di depan orang itu. Dia tidak mau melihat pria itu marah. "Maafkan orang tua ini. Aku tidak akan berani melakukannya lagi!"


Pria itu mendengus dingin. "Hmm! Pergi awasi jalang itu!"


Ouyang Feng tidak tahu kenapa pria ini menginginkan dia untuk mengawasi wanita itu. Namun dia tidak berani untuk mempertanyakannya. Dia membungkuk dengan hormat sebelum berlalu pergi.


Setelah Ouyang Feng pergi, pria itu mendengus. Ingatannya kembali pada saat-saat usianya masih muda. Saat itulah dia mengenal wanita yang sangat luar biasa. Wanita yang pernah mengajarinya untuk mengasihi orang lain.


Mereka pernah saling mencintai. Namun hanya karena kesalahannya yang tidak disengaja, wanita itu tidak mau lagi mengenalnya. Meninggalkannya dengan luka yang tidak bisa disembuhkan lagi.


"Aku akan membuatmu menderita sepertiku!"


***


Qing Yue'er menatap Ying Jun yang masih terpejam. Apakah meninggalkannya disini tidak akan berbahaya baginya? Dia tidak tahu apakah sesuatu yang ada di dalam kolam bisa bereaksi lagi atau tidak. Sepertinya dia harus membawa Ying Jun keluar untuk memastikan keamanannya.


Dia mengangkat Ying Jun dan membawanya ke kamarnya sendiri. Namun baru saja dia akan membaringkan tubuh mungilnya, Ying Jun sudah membuka matanya.


Qing Yue'er memutar bola matanya. "Bisakah kamu mengendalikan mulutmu? Ini sudah malam, bagiamana jika orang lain mendengarnya?"


Ying Jun akhirnya melihat sekeliling. Dia baru menyadari kalau ini bukanlah dimensinya. Dia terbatuk sekali. "Em, memangnya apa yang akan terjadi jika orang lain mendengar? Lagi pula tidak ada yang bisa melawanku."


Qing Yue'er hanya menatap datar pada Ying Jun. Kemudian dia mulai bertanya tentang kejadian di kolam. "Sebelumnya apa yang terjadi?"


"Em, bagaimana aku harus menceritakannya ... sebenarnya ini sesuatu yang sudah lama dikubur oleh Mo Jingtian. Tapi aku tidak pernah berpikir kalau hal itu masih berani memberontak," jawab Ying Jun.


"Lalu hal apa itu? Apakah sesuatu seperti benda? Atau mungkin makhluk yang kuat?" Qing Yue'er bertanya dengan penasaran.

__ADS_1


Hal apa yang telah dikubur oleh pria itu? Mungkinkah Mo Jingtian benar-benar tidak bisa menaklukkannya? Jika seperti itu, maka hal itu harus memiliki kekuatan yang benar-benar menakutkan.


"Aku hanya ditugaskan untuk mencegah hal itu keluar. Selebihnya aku tidak tahu apa-apa," ucap Ying Jun.


Qing Yue'er mengerutkan bibirnya. Ying Jun pasti tahu tentang hal itu. Hanya saja mungkin dia tidak berani untuk memberi tahu kepadanya. "Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi."


Setelah itu dia melompat masuk kedalam selimut. "Ah, tapi aku ingin tahu sesuatu."


"Apa itu?"


Qing Yue'er menatap serius pada pria kecil yang sedang duduk di kursi. "Berapa kira-kira usia Mo Jingtian? Dan seberapa kuat dia?"


Sebenarnya hal ini sudah menjadi pertanyaan yang dia simpan sejak lama. Dia ingin menanyakan langsung kepada Mo Jingtian. Tapi entah kenapa jika dia sudah ada di dekatnya, semua pertanyaan-pertanyaan yang dia simpan akan terlupakan begitu saja.


Ying Jun terbahak mendengar pertanyaan tuannya. Mungkin tuannya mulai peduli tentang hal-hal yang menyangkut Mo Jingtian. "Apa kamu sangat ingin tahu?"


Qig Yue'er terbatuk beberapa kali. Pertanyaan Ying Jun terdengar seperti sedang menggodanya. "Ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku hanya ingin tahu. Lupakan, anggap saja aku tidak pernah bertanya apapun."


Setelah itu dia memejamkan matanya tidak mempedulikan tawa Ying Jun yang bergema di kamarnya.


Tiga hari kemudian Qing Yue'er pergi menemui Zu Tiankong di puncak kelima. Sepanjang perjalanan, dia menerima banyak sapa dan salam dari murid lain. Hal ini sudah terjadi sejak dia menerima Zu Tiankong sebagai gurunya. Ini bukan hal yang asing, siapapun yang memiliki kekuatan di belakangnya pasti akan menerima penghormatan dari orang lain.


Menghadapi hal seperti ini, Qing Yue'er hanya tersenyum samar. Dari sekali lirik, dia tahu bagaimana pikiran orang lain. Jika suatu saat dia mendapat musibah, orang-orang ini pasti tidak akan mengulurkan tangan. Untuk para penjilat seperti mereka, tidak ada rasa hormat yang layak darinya.


Kediaman Zu Tiankong berbeda dari tempat lainnya. Di sana udara terasa sangat sejuk dengan pepohonan yang ditanam lebih padat. Tidak ada gerbang atau apapun yang terlihat mewah. Semuanya terlihat sangat sederhana.


Qing Yue'er berjalan memasuki pekarangan. Sebelum dia masuk lebih dalam, dia merasakan cahaya seperti benang rumit yang menghalangi jalannya. Dia mengerutkan keningnya dalam-dalam.

__ADS_1


"Hoho ini adalah ujian masuk untukmu. Aku akan melihat bagaimana kamu akan melewatinya." Zu Tiankong berkata dari bawah pohon. Dia sedang duduk dengan makanan ringan yang ada di tangannya. Dia terlihat sangat nyaman seperti akan menikmati sebuah pertunjukan.


Qing Yue'er tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis. Memang benar orang tua ini terlihat sangat eksentrik jika dibandingkan dengan tetua lain.


__ADS_2