
Qing Yue'er pergi mengikuti Xie Song menuju sebuah bangunan yang terpisah dari bangunan utama. Bangunan itu tampak berukuran lebih kecil tapi suasananya sangat alami dan nyaman. Di halamannya ada banyak bunga prem yang bermekaran hingga berserakan di bawah.
Meskipun pemandangannya sangat indah Qing Yue'er tidak memiliki waktu untuk mengaguminya. Saat ini dia sedang mencemaskan ibunya. Seharusnya ibunya tidak akan terluka parah, 'kan?
Mereka bergerak hingga tiba di depan pintu yang tertutup. Xie Song langsung memanggil Xie Ying Fei dari luar. “Fei'er, apa kau baik-baik saja? Aku akan masuk,” katanya. Meskipun dia memiliki kekuasaan di sana tetapi istana Tianjun tetap memiliki etika kesopanan untuk tidak menerobos masuk ke ruang pribadi orang lain.
“Tidak, Ayah. Aku baik-baik saja,” jawab suara yang terdengar lembut di telinga, dari arah dalam.
Qing Yue'er menatap Xie Song untuk melihat apa yang akan dilakukan oleh kakeknya itu. Kemudian dia mendengar Xie Song berkata, “Tapi kita perlu berbicara. Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.”
“Siapa?” tanya Xie Ying Fei. Dia yang sudah tersungkur di lantai mencoba untuk berdiri. Ringisan kecil keluar dari bibirnya saat dia terlalu banyak bergerak. Namun, dia tetap memaksakan diri. Setelah beberapa usaha akhinya dia bisa berdiri dengan benar. “Bisakah dia menunggu sebentar? Aku akan keluar sebentar lagi.”
Qing Yue'er menatap pintu yang tertutup di depannya. Kemudian dia berkata, “Kalau begitu ... aku akan menunggu.”
Xie Ying Fei langsung tertegun setelah mendengar suara ini. Kedua matanya sedikit melebar tidak percaya. Suara itu ....
“Yue'er!”
Dia langsung berlari menuju pintu keluar. Rasa sakit di dadanya sudah tidak terasa lagi. Entah karena sudah hilang atau karena dia sudah tidak peduli. Yang terpenting sekarang adalah memastikan sendiri, apakah benar itu memang Qing Yue'er?
Brakk!
Qing Yue'er menatap wanita yang sudah lama sekali tidak dia temui. Wanita yang berdiri di ambang pintu dengan wajah terkejut. Meskipun wanita itu masih sama cantiknya tapi warna kulitnya tampak lebih pucat. Benar, ibunya pasti sedang terluka.
Xie Ying Fei langsung menarik Qing Yue'er ke dalam pelukannya. Dia memeluk gadis itu dengan erat. Air matanya sudah menggenang di pelupuk mata. Sudah berapa lama momen ini dia impikan? Dia menunggu, menunggu belasan tahun hanya untuk melihat putrinya kembali ke dalam klan. Bagaimana dia tidak terharu?
“Akhirnya kamu benar-benar datang,” ucap Xie Ying Fei dengan lirih. Meskipun dia sudah bertemu dengan Qing Yue'er sebelumnya, tetapi yang ini jelas sangat berbeda.
“Aku datang, Ibu. Sekarang Ibu percaya pada kemampuan putrimu, 'kan?” Qing Yue'er balas memeluk ibunya dengan lembut.
Xie Song dan Xie Wuqing melihat keduanya dengan senyum tipis. Sepasang ibu dan anak yang sudah lama terpisah dan sekarang menjadi waktunya untuk mengambil waktu yang hilang.
“Uhukk!”
Tiba-tiba Xie Ying Fei terbatuk hingga meludahkan darah merah. Dia menjauh dari Qing Yue'er dan tersenyum. “Jangan khawatir, aku baik-baik saja.”
“Bagaimana Ibu masih bisa mengatakan baik-baik saja? Ibu terluka, biarkan Yue'er mengantar Ibu masuk,” ucap Qing Yue'er dengan cemas. Dia langsung memapah ibunya masuk ke dalam kamar tanpa menunggu lama.
Akhirnya Xie Ying Fei membiarkan Qing Yue'er membantunya. Meskipun kondisinya memang tidak baik tapi dia tidak mau terganggu dengan hal itu. Dia tersenyum dan menikmati saat-saat seperti ini. Biarkan dia merasakan bagaimana dipedulikan oleh putrinya seperti bagaimana orang lain diperhatikan oleh anak mereka.
“Aku akan memanggil pamanmu dulu, biarkan dia memeriksa kondisi kakakmu,” ucap Xie Song pada Xie Wuqing. Dia tidak bisa membiarkan luka Xie Ying Fei begitu saja.
“Tidak perlu, Ayah. Yue'er bisa melakukannya,” ucap Xie Wuqing. Kemudian dia menarik ayahnya pergi dari sana.
“Apa? Tidak, tidak, bagaimana aku bisa membiarkan gadis itu mengatasi luka ibunya?”
“Aish, Ayah pasti tidak tahu ini. Gadis itu bisa melakukannya, sungguh. Biarkan saja, jangan ganggu mereka,” ucap Xie Wuqing lagi, mencoba untuk meyakinkan ayahnya. Dia juga masih menjauhkan pria itu dari kediaman Xie Ying Fei.
“Benarkah?” Xie Song tampak ragu sesaat. Namun, melihat bagaimana Xie Wuqing begitu yakin akhinya dia membiarkannya. Mungkin dia memang belum tahu kemampuan Qing Yue'er. Jadi, dia akan mempercayainya sekarang.
Qing Yue'er memeriksa kondisi ibunya sebentar. Rupanya ibunya itu mengalami luka dalam yang cukup serius. Hal ini pasti disebabkan oleh pertempuran hebat karena dia juga menemukan bekas pemukulan di sekitar dada ibunya.
__ADS_1
Dia tidak akan bertanya sekarang. Fokus utamanya adalah memulihkan keadaan ibunya. Jadi, apa yang selanjutnya dia lakukan adalah pergi ke dimensi untuk mengambil sesuatu.
“Ibu, tungge sebentar,” ucap Qing Yue'er. Tanpa menunggu respons ibunya, dia langsung menghilang.
Xie Ying Fei terkejut melihat hal ini. “Anak itu memiliki dimensi, ya?” Dia menjadi heran. Namun, itu tidak mustahil juga. Siapa yang membuatnya? Apa mungkin Qing Yue'er yang menciptakan dimensi sendiri?
Qing Yue'er tidak tahu apa yang dipikirkan oleh ibunya. Saat ini dia bergegas menemui Jinlong. Naga emas itu akan memiliki peran sekarang.
Setelah keluar dari gua akhinya dia menemukan Jinlong. Tanpa berbasa-basi dia langsung memerintah, “Jinlong, cepat muntahkan air liur sebanyak-banyaknya. Aku membutuhkannya.”
Jinlong yang diburu permintaan tiba-tiba seperti itu tentunya merasa terkejut. Selama ini gadis itu hampir tidak pernah mengurusnya, tapi sekarang dengan mudahnya Qing Yue'er menginginkan air liurnya? Tidak bisa! Gadis itu terlalu tidak tahu malu.
“Aku tidak bisa melakukannya. Aku kehabisan air liur!” Jinlong menggelengkan kepalanya dengan tegas. Dia menolak permintaan Qing Yue'er dengan begitu mudah tanpa peduli apa konsekuensinya nanti.
Qing Yue'er mendengus. “Jinlong, apa kamu ingin membangkang?”
Jinlong pura-pura tidak mendengar pertanyaan itu. Bagaimanapun juga sekarang orang yang sedang membutuhkan bantuannya adalah Qing Yue'er sendiri. Seharusnya gadis itu mau berbaik hati dengan memberikan sesuatu padanya, 'kan? Atau setidaknya dia ingin melihat gadis itu dengan sopan meminta padanya, sesekali.
Namun, tentu saja itu hanya mimpi yang akan menjadi mimpi semata. Bagaimana bisa gadis semacam Qing Yue'er mau bersikap baik seperti itu? Apa lagi dengan binatang kontraknya sendiri.
“Baiklah. Jika kamu tidak mau melakukannya maka biarkan aku yang melakukannya sendiri,” ucap Qing Yue'er dengan seringaian. Kemudian dia mengetuk tubuh Jinlong hingga naga itu tidak bisa bergerak. Dengan kecepatan kilat dia langsung menendang tubuh Jinlong hingga melesat ke langit.
Whoosshh!
“Aaaa!”
Seperti sebuah meteor, tubuh Jinlong melesat di langit membentuk lintasan cahaya emas. Namun, karena tubuhnya sudah dikunci oleh Qing Yue'er jadi dia tidak bisa terbang untuk menyeimbangkan diri. Setelah tiba di puncak ketinggian, tubuhnya mulai meluncur ke bawah dengan kecepatan cahaya.
Bulu Terang dan Bulu Gelap yang melihat hal itu langsung tertawa terbahak-bahak. Mereka mendengar Jinlong yang berteriak ketakutan dari atas langit. Itu terlihat sangat lucu.
“Bodoh,” ejek Ying Jun pada Jinlong. Lagi pula itu salah Jinlong sendiri, kenapa harus membantah permintaan Qing Yue'er.
“Aaahh, tidak! T—tolong aku!” teriak Jinlong dengan mulut yang terbuka lebar. Tubuhnya terus jatuh meluncur ke bawah dengan cepat. Tanpa sadar mulutnya terus terbuka hingga air liurnya jatuh menetes ke tumpukan salju di bawah.
Qing Yue'er tersenyum melihat ini. Air liur yang menetes itu kemudian menggumpal dengan sendirinya sebelum akhirnya berubah menjadi padat, terlihat seperti batu yang antik. Qing Yue'er tahu, akan sulit untuk menumbuhkan tanaman air liur naga di tempat seperti ini. Jadi, dia memutuskan untuk menyempurnakan batu yang penuh dengan energi spiritual itu.
Baamm!
Akhirnya Jinlong yang malang benar-benar jatuh. Tanah di bawah langsung terguncang dengan keras. Saljunya pun berhamburan kemana-mana. Benar-benar tidak ada yang menolongnya.
Qing Yue'er berlalu memungut batu-batu yang berwarna kuning keemasan. Wajahnya sedikit berseri. “Nah, bukankah aku hanya meminta hal yang begitu sederhana? Kenapa kamu harus menolakku?”
Jinlong merasa ingin menangis sekarang. Seharusnya dia langsung mengabulkan permintaan Qing Yue'er saja. Gadis itu memang tidak bisa mengalah selama masih bisa melakukan hal yang diinginkan dengan tangannya sendiri. Beruntung dia tidak mengalami luka serius karena sudah jatuh dari langit. Tetap saja tulangnya merasa tidak baik-baik saja.
“Yah, seharusnya aku memang menuruti permintaanmu,” rintih Jinlong yang menyesal.
“Bagus kalau kamu sudah paham.” Qing Yue'er berkata dengan acuh tak acuh. “Aku akan pergi lagi. Ah, baik-baiklah kalian, jangan bertengkar. Ying Jun, jangan lupa bantu aku menyiram tanaman persik itu,” ucap Qing Yue'er sebelum keluar dari dimensi.
Ying Jun hanya menganggukkan kepalanya. Dia tidak mau dipusingkan oleh masalah barusan. Jadi, dia hanya akan melakukan apa yang memang seharusnya dia lakukan. Itu semua untuk mencegahnya mendapat hukuman dari Qing Yue'er.
Sementara itu Xie Ying Fei yang sudah menunggu Qing Yue'er, akhinya menjadi heran setelah melihat kedatangan gadis itu yang membawa bebatuan ditangannya. Namun, setelah memperhatikan lebih baik dia langsung terkejut.
__ADS_1
“Bagaimana kamu bisa memiliki ini? Apa mungkin ... kamu memiliki seekor naga?” tanya Xie Ying Fei sedikit tidak percaya. Meskipun itu bukan hal yang mustahil tapi menemukan naga di alam bawah adalah sesuatu yang sulit.
Qing Yue'er tersenyum. Dia duduk di sebelah ibunya. “Sempurnaka ini dulu. Lain kali Yue'er akan menceritakannya pada Ibu,” ucapnya dengan lembut.
Akhirnya Xie Ying Fei mengangguk setuju. Dia mulai mengambil batu kuning keemasan itu dan menyerap energi yang terkandung di dalamnya. Energi spiritual yang ada di dalamnya begitu melimpah. Namun, itu memang lebih cocok untuk pemulihan bukan untuk menerobos level kultivasi.
Hanya dalam beberapa saat dia sudah merasa lebih baik. Rasa sakit yang menggerogoti tubuhnya terasa semakin berkurang dan menghilang. Metode pengobatan tidak terbatas pada penggunaan pil atau obat. Justru akan lebih baik jika bisa menggunakan harta seperti air liur naga ini.
Xie Ying Fei menatap Qing Yue'er dengan lembut. “Seberapa banyak hal yang tidak kuketahui tentangmu? Sepertinya aku harus mulai mengenalmu,” ucapnya.
“Seperti bagaimana aku juga harus mengenalmu lebih banyak, Ibu,” ucap Qing Yue'er, tersenyum manis. Namun, dia langsung membuang senyum itu dan bertanya, “Siapa yang sudah melukai Ibu?”
Xie Ying Fei mengembuskan napas panjang. “Siapa lagi jika bukan orang-orang dari klan Liu.”
“Bagaimana mereka bisa melukai Ibu?”
“Aku datang memeriksa Pulau Langit. Di sana aku bertemu dengan beberapa orang dan yaa ... kamu pasti bisa memperkirakan apa yang terjadi selanjutnya.”
Kedua mata Qing Yue'er langsung berkilat dengan ketidaksenangan. Kebenciannya tumbuh semakin banyak lagi. Mendengar mereka ingin merebut harta klan Xie saja sudah membuatnya marah. Sekarang melihat ibunya terluka oleh mereka tentu membuatnya semakin marah.
Meskipun demikian, Qing Yue'er menyembunyikan semua perasaannya. Dia hanya tersenyum dan membiarkan ibunya beristirahat. “Jangan terlalu lelah. Ibu harus memulihkan diri.”
Xie Ying Fei mengangguk. “Kamu tidak akan pergi ke mana-mana, 'kan?” Sepertinya dia sedikit takut jika Qing Yue'er akan berjalan jauh dan keberadaannya bisa diketahui oleh klan Liu. Bisa saja mereka menangkap Qing Yue'er untuk dijadikan sandera, siapa yang akan tahu?
“Tidak. Ibu jangan khawatir,” ucap Qing Yue'er. Setelah itu akhirnya dia keluar dari peristirahatan ibunya.
Setelah dia sampai di koridor, seseorang yang mengaku sebagai pelayan di istana Tianjun datang menghampirinya. “Nona Qing, mari saya tunjukkan kediaman Nona.”
Qing Yue'er mengangguk. Dia mengikuti ke mana orang itu membawanya. Setelah beberapa saat mereka sampai di kediaman yang hampir sama dengan milik ibunya. Dia berpikir, pasti kakeknya yang sengaja mengatur ini semua.
“Nona, sebagai seorang pendatang, saya harap Nona tidak akan membuat keributan. Apalagi dalam situasi yang seperti ini.” Dengan beraninya pelayan itu memperingatkan Qing Yue'er. Itu benar-benar mengejutkan.
Qing Yue'er hanya mengangkat kedua alisnya. Sepertinya kakeknya benar-benar belum membuka identitasnya. Namun, ini tidak berarti banyak. Mungkin untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang mungkin saja terjadi.
“Aku tahu. Bisakah kamu pergi? Aku ingin sendiri sekarang,” ucap Qing Yue'er sambil berjalan masuk.
Pelayan itu sedikit tidak senang. Dia heran karena gadis ini mendapat perlakuan yang istimewa oleh kepala klan. Memangnya siapa dia? Namun, dia juga tidak bisa menjadi terlalu lancang. Mungkin dia akan menyelidikinya sedikit demi sedikit.
Qing Yue'er menutup pintu setelah pelayan itu benar-benar pergi. Setelah memastikan tidak ada seseorang yang mengawasinya, dia langsung memanggil Mo Jingtian.
“Jingtian, aku ingin melihat Pulau Langit,” katanya.
Sosok Mo Jingtian akhinya muncul. “Eh, sekarang semakin membutuhkanku?”
Qing Yue'er mengerutkan bibirnya. Dia hanya ingin seseorang membawanya keluar dari istana Tianjun. Sepertinya akan sulit jika dia melakukannya seorang diri. Kakeknya atau ibunya bisa saja mengetahui kepergiannya. Sedangkan dia ingin pergi secara diam-diam.
“Bantu aku, bantu aku,” ucap Qing Yue'er. Mata bulatnya berkedip beberapa kali, membuatnya terlihat begitu menggemaskan. Di mana citra dinginnya? Di mana aura kejamnya?
“....”
Bagaimana Mo Jingtian bisa tahan dengan ekspresi itu? Akhirnya tanpa menunggu lebih lama dia langsung membawa Qing Yue'er keluar dari klan Xie. Tentu saja tidak ada yang tahu tentang kepergian mereka.
__ADS_1
Diam-diam Qing Yue'er menyeringai. Kilatan kejam terlintas di matanya. Baiklah. Liu, biarkan aku datang dan mematahkan kaki kalian dengan baik.