Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Pasukan Susulan


__ADS_3

Qing Yue'er hanya menatap Liu Shaoqing dengan tanpa ekspresi. Dia tidak tahu apa yang dimaksud dengan penyesalan yang orang itu katakan. Namun, kata-kata itu tidak akan bisa menghentikan niatnya untuk melenyapkan klan Liu.


Dia mengangkat tangannya dan trisula itu langsung kembali ke tangannya. Kemudian dia menghilangkan darah di sana hanya dengan menggumamkan mantra ringan. Ketika dia ingin berbalik tiba-tiba bayangan hitam melesat ke arahnya.


Whosshh.


Dengan sigap Qing Yue'er langsung mundur untuk menghindari bayangan itu. Sesosok pria yang sudah pernah dia lihat sebelumnya, kini berdiri dengan bilah pedang yang teracung tepat di depan wajahnya. Pria itu menyeringai dengan dingin.


“Aku tidak menyangka kamu masih berani datang ke sini lagi. Jadi benar kamu adalah seseorang yang berasal dari klan Xie. Kali ini jangan harap kamu akan lolos dari cengkeraman tanganku,” ucap Liu Junlai dengan kejam.


Sorot matanya terlihat begitu tajam. Tangan kanannya menjulur ke depan sambil mengacungkan pedang tepat di depan wajah Qing Yue'er. Baginya ini adalah hal yang menyenangkan karena memiliki kesempatan untuk membalas perbuatan Qing Yue'er kemarin.


Jika Liu Junlai merasa sangat senang maka Qing Yue'er menatap ujung pedang itu dengan cemberut. Dia paling tidak suka jika ada seseorang yang begitu mudahnya mengacungkan pedang di hadapannya. Itu namanya tidak sopan, bukankah begitu?


“Kemarin kamu belum menerima pemukulan apa pun, bukan? Apa kamu ingin mencobanya sekarang?” tanya Qing Yue'er.


Liu Junlai tertawa terbahak-bahak. Dia menatap Qing Yue'er seperti sedang melihat seorang idiot. Bagaimanapun juga gadis itu hanya unggul karena trisulanya yang bisa memanipulasi orang lain. Sedangkan kekuatannya saja hanya berada di ... level 3 alam surgawi?


Ekspresi Liu Junlai sedikit berubah. Bagaimana gadis itu bisa berada di level 3? Bukankah kemarin hanya level 1? Dia sedikit tidak mengerti. Namun, dia segera mengambil kesimpulan, mungkin kemarin Qing Yue'er hanya sedang menyembunyikan level kultivasinya.


Jadi, dia tidak merasa begitu terganggu. Bagaimanapun juga dia sudah mendapat pelajaran dari kejadian kemarin. Kali ini dia tidak akan mungkin bisa dimanipulasi lagi oleh gadis licik itu. Dia sudah memiliki mantra penangkalnya dari Liu Wen.


“Jangan terlalu percaya diri. Kamu sudah membunuh Liu Shaoqing, kami tidak akan pernah membiarkanmu bernapas dengan lega,” ucap Liu Junlai dengan disertai nada ancamannya.


“Banyak omong,” gumam Qing Yue'er. Kemudian dia segera menyingkirkan pedang yang masih berada di depannya dengan menggunakan trisulanya. Dia tidak terlihat takut sama sekali. Ya, jika Liu Shaoqing saja bisa dia lenyapkan, maka Liu Junlai seharusnya juga bisa dia kalahkan dengan mudah.


Dengan cepat di pun mengayunkan trisulanya untuk menyerang Liu Junlai. Qi spiritual yang besar langsung terhempas keluar dan bergerak ke arah Liu Junlai. Pria itu dengan cekatan bergerak untuk menghindarinya. Sebaliknya dia pun melemparkan serangan qi pedang pada Qing Yue'er.


Boomm!


Qi pedang dengan qi spritual trisula langsung bertumbukan di udara dan menghasilkan suara ledakan yang keras. Mereka pun mulai bertarung satu sama lain, menciptakan kekacauan yang semakin besar.


Semua orang di wilayah istana Shenghuo ini tidak ada yang hanya tinggal diam. Mereka memiliki lawan masing-masing. Pertempuran ada di mana-mana dan ledakan yang memilukan terdengar dari segala arah. Di antara mereka semua, ada beberapa yang cukup mencolok, yaitu pertempuran Xie Song dengan Liu Wen.


Keduanya sama-sama kuat. Tingkat kultivasinya pun sama, yaitu level 7 alam surgawi. Pertempuran mereka tentu saja membuat tanah terguncang hebat. Orang-orang berusaha menjauh dari mereka atau dampaknya akan mencelakai siapa saja yang berada di dekatnya.


Xie Song mengangkat kapak besarnya tinggi-tinggi. Matanya menatap Liu Wen dengan serius. Bibirnya menggumamkan mantra yang tidak bisa dibaca atau didengar oleh orang lain. Dia memutar kapaknya yang ada di udara lalu sesuatu yang mengejutkan terjadi.


Langit di atas tiba-tiba berubah menjadi gelap. Sebuah pusaran awan gelap yang sangat besar akhinya terbentuk secara perlahan. Pusaran itu bergerak selaras dengan kapak besar milik Xie Song.


Setelah pusaran terbentuk, itu tidak berhenti sampai di sana. Cahaya kilat mulai bermunculan di langit dan siap untuk melahap siapa pun yang mungkin dikehendaki oleh Xie Song.

__ADS_1


Semua orang yang ada di sana langsung mengalihkan perhatian pada perubahan situasi di langit. Tentu saja mereka harus berhenti sejenak hanya untuk terkejut dan tercengang pada teknik bela diri yang digunakan oleh Xie Song.


Xie Ying Fei yang melihat ini menjadi sedikit cemas. Dia tahu teknik itu adalah teknik pamungkas. Jika ayahnya memutuskan untuk menggunakan teknik tersebut, itu hanya berarti bahwa situasinya sedikit terpojok. Entah karena ayahnya yang ingin segera mengakhiri pertempuran ini atau karena dia tidak bisa bertarung lebih lama lagi.


Xie Ying Fei mengalihkan pandangannya pada Qing Yue'er. Gadis itu tidak begitu buruk, tapi dia juga tidak bisa mengandalkannya. Lagi pula gadis itu hanya peringkat 3 alam surgawi. Jika tidak memiliki trisula atau phoenix, maka kekalahan mungkin berpihak padanya.


Kemudian dia mengalihkan perhatiannya lagi pada pasukan klan Xie. Meskipun pasukan klan Liu semakin habis tapi pasukan klan Xie juga mulai tumbang. Ini hanya bisa diartikan sebagai kesetaraan. Belum lagi dia tidak tahu apakah klan Liu memiliki sebuah kartu truf tersembunyi atau tidak. Apa yang harus dia lakukan sekarang?


Liu Wen yang melihat tindakan Xie Song akhirnya berubah menjadi lebih serius. Ini adalah teknik bela diri milik Xie Song yang katanya memiliki kekuatan penghancur paling dahsyat. Dia belum pernah melihat Xie Song menggunakannya. Namun, dari desas-desus yang beredar dia bisa memperkirakan seberapa tingkat destruktifnya.


Mungkin dia merasa lebih waspada. Namun, dia juga tidak akan menyerah. Dia masih akan menghadapi Xie Song ini dan membuktikan kalau dia lebih unggul dari klan Xie. Harta yang dikejarnya selama bertahun-tahun itu harus bisa menjadi miliknya. Ya, dia tidak akan pernah mundur.


“Liu Wen, mari kita akhiri semuanya di sini. Janga bertele-tele,” ucap Xie Song dengan suara yang berat.


“Jika kamu menginginkan titik akhir, maka aku akan membantumu untuk mengakhirinya,” balas Liu Wen tanpa merasa takut. Kemudian dia mengambil sikap siaga. Tangannya mulai membentuk segel tangan dan udara di sekitarnya tiba-tiba berubah.


Xie Song memutar kapaknya di udara. Dengan satu gerakan dia mengentakkan kapaknya ke bawah. Kilat petir yang sangat besar tiba-tiba muncul di antara pusaran awan hitam. Kemudian kilat itu tiba-tiba bergerak dengan kecepatan gila ke arah Liu Wen.


Kemunculan kilat petir besar itu langsung mengubah warna langit yang gelap menjadi lebih terang. Semua orang langsung menatap ngeri ketika kilat itu memotong jarak menuju Liu Wen.


Dengan gerakan yang tak kalah cepat Liu Wen berhasil menciptakan dinding transparan yang dibuat dari kekuatan roh. Seketika benang kilat itu langsung menghantam dinding formasinya dengan kuat.


Boomm!


“Aih, dari dulu mereka tidak pernah berubah.”


“Aku rasa ini akan menjadi titik akhir. Baru kali ini klan Xie memuntahkan keberanian seperti itu.”


“Ini hal baik. Semua orang akan berhenti merasa resah jika salah satu dari mereka akhirnya gugur.”


***


Qing Yue'er berhenti dari pertarungannya. Sekarang dia lebih peduli pada kakeknya. Ledakan yang baru saja terjadi itu membuat tanah di bawah kakinya terguncang. Kabut asap langsung melingkupi area pertempuran kakeknya dan Liu Wen. Setelah beberapa saat barulah kabut asap itu menghilang dan penampakan selanjutnya membuat Qing Yue'er merasa sedikit lega.


Dia bisa melihat Liu Wen yang jatuh ke tanah hingga membentuk lubang yang cukup besar. Itu benar-benar mengerikan. Sayangnya meskipun Liu Wen didorong ke dalam kondisi seperti itu, kehidupannya masih belum terancam. Memang tidak bisa dipungkiri kekuatan roh Liu Wen adalah sesuatu yang tidak bisa diremehkan.


“Hahaha. Xie Song, kamu masih tidak berhasil membunuhku! Teknik bela dirimu ini hanya omong kosong!” Liu Wen tertawa penuh dengan kemenangan. Penampilannya yang berubah berantakan membuat dia terlihat seperti orang yang tidak waras.


Di sisi lain, Xie Song juga tidak terlihat baik-baik saja. Meskipun dia masih berdiri dengan kokoh tetapi wajahnya terlihat pucat. Sudah pasti dia mengeluarkan banyak energi hanya untuk menggunakan satu serangan.


“Itu mungkin belum,” ucap Xie Song dengan tenang.

__ADS_1


“Hahaha.” Liu Wen kembali tertawa terbahak-bahak. Kemudian dia menatap Xie Song dengan penuh percikan kebencian. “Kamu datang ke tempat ini untuk menumpahkan darah bukan? Untuk menghentikanku merebut harta klanmu? Itu tidak akan pernah terjadi, Xie Song!”


Tawanya kembali meledak. Tiba-tiba dengan gerakan yang cepat dia meninju tanah di bawahnya dengan kekuatan super. Tinju itu dilakukan seolah-olah sedang memukuk musuhnya sendiri.


Boom!


Qing Yue'er memperhatikan ini dengan mata menyipit. Dia bisa merasakan getaran samar setelah Liu Wen meninju tanah di bawah. Meskipun dia tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh orang tua itu, tapi sepertinya ini bukan hal sepele. Apa itu?


Ketika dia sedang berpikir, tawa Liu Junlai yang terdengar sangat menjengkelkan tiba-tiba meledak. Dari arah belakang dia berseru dengan antusias, “Woah, aku tidak menyangka kepala klan akan memanggil mereka!’


Liu Junlai menatap Qing Yue'er dengan tatapan mengejek. Kemudian mulutnya tidak bisa diam untuk mencemooh Qing Yue'er. “Gadis, kamu akan segera tahu. Ini baru permulaan karena pertempuran yang sesungguhnya baru akan datang!”


Qing Yue'er mengerutkan keningnya. Dia tidak mengerti apa maksud Liu Junlai. Namun, mulut orang itu berhasil membuatnya merasa jengkel. Akhirnya dengan gesit dia melemparkan trisulanya ke arah Liu Junlai.


Whoosshh!


Cahaya emas melesat mendekati Liu Junlai. Pria itu sedikit kelabakan dan bergerak mundur untuk menghindari trisula itu. Sayangnya secepat apa pun dia bergerak, trisula itu masih berhasil menyusulnya hingga akhirnya ujung trisula yang runcing menikam tenggorokannya dengan mantap.


“Aarrgghh!”


Qing Yue'er tidak memiliki waktu untuk menangani Liu Junlai. Dia segera mengambil kembali senjatanya lalu bergerak melesat ke arah ibunya. Wanita yang saat ini sudah memiliki noda darah pada bajunya langsung menatap kedatangannya.


“Yue'er, apa kau baik-baik saja?” tanya Xie Ying Fei pada Qing Yue'er. Kemudian dia memeriksa keadaan Qing Yue'er yang sepertinya tidak mengalami cedera apa pun.


“Ibu, jangan khawatir,” ucap Qing Yue'er dengan tenang. Dia bisa melihat mayat-mayat yang bergelimpangan di belakang ibunya. Pasti wanita itu sudah membunuh banyak orang dari klan Liu.


Pada saat itulah tiba-tiba dia mendengar suara gemuruh dari kejauhan. Tanah di bawah kakinya terasa bergetar samar. Awalnya itu tidak begitu jelas tapi semakin lama gemuruh dan getaran itu menjadi semakin keras.


Qing Yue'er menatap ibunya lekat-lekat. Xie Ying Fei pun menatap Qing Yue'er dengan serius. Tatapan mereka terpaut seakan sedang mendiskusikan sesuatu. Setelah beberapa saat mereka secara bersamaan mengalihkan pandanga ke arah gerbang istana.


Debu-debu tampak bertebaran. Bunyi gemuruh menjadi semakin dekat. Beberapa saat kemudian akhirnya sesuatu yang menggetarkan perasaan mulai memasuki pandangan semua orang.


Ribuan pasukan bergerak serentak menuju istana Shenghuo. Pasukan-pasukan itu memiliki penampilan yang serupa. Wajah mereka sama, ukuran tubuh mereka pun semuanya sama.


Sorot mata Xie Ying Fei langsung menyusut. Tangannya terkepal erat penuh dengan kebencian. Rupanya klan Liu ini memiliki kartu truf yang tidak bisa diremehkan. Apakah selama ini klan itu telah diam-diam membangun pasukan khusus yang terdiri dari boneka wayang?


Benar, apa yang dipanggil oleh Liu Wen adalah ini, ribuan pasukan yang terdiri dari barisan boneka buatan. Selama bertahun-tahun klan Liu mempersiapkan ini dengan sangat baik. Mereka membuat boneka wayang dalam jumlah besar untuk sewaktu-waktu digunakan dalam upaya penyerangan.


Bukan hanya untuk menyerang klan Xie, tetapi klan Liu pasti akan ditakuti apabila memiliki pasukan sebanyak itu. Sekarang berhubung klan Xie menyerahkan diri di depan pintunya maka dia tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan yang ada, bukan? Ini adalah waktu yang tepat untuk mulai menggunakan boneka buatannya.


Liu Wen tertawa terbahak-bahak. Tentunya dia tidak menyangka jika pasukan boneka itu akan dikeluarkan olehnya sekarang. Selama ini dia selalu menyembunyikan masalah boneka wayang dengan sangat baik. Jadi, tidak ada seorang pun dari klan lain yang mengetahuinya. Ini baik-baik saja. Kalau begitu dia akan menunjukkan kekuatan klan Liu yang sesungguhnya!

__ADS_1


__ADS_2