
Qing Yue’er mendengar suara langkah kaki mendekat. Dia menoleh dan melihat Mo Feng yang berjalan membawa trisula miliknya. Tidak ada ekspresi khusus di wajahnya.
“Nona ….” Mo Feng menyerahkan trisula pada Qing Yue’er. “Maaf kami datang terlambat,” imbuhnya.
Qing Yue’er menggeleng. Dia menerima trisula yang kini memiliki sedikit retakan di beberapa bagian. Jadi setelah trisula terlempar entah ke mana, Mo Feng bergerak mengambilnya.
“Terima kasih, tapi bagaimana dengan Mo Yu?” Qing Yue’er bertanya dengan bingung. Dia tidak tahu harus melakukan apa pada tubuh Mo Yu.
“Aku akan membakarnya. Abunya akan kuserahkan pada tuan,” balas Mo Feng.
“Ini semua salahku.”
Mo Feng menggeleng. “Nona, jangan merasa menyesal atau bersalah. Sejujurnya hanya dengan cara seperti ini kami bisa membalas kebaikan-kebaikan tuan.”
Qing Yue’er tidak mengerti tentang apa yang terjadi di antara mereka. Namun, semuanya sudah terjadi. Dia tidak bisa memutar waktu atau menghidupkan Mo Yu.
Napasnya terhela. Dia pasti akan mengingat kebaikan pria itu.
“Kalau begitu lakukanlah. Namun, saat ini Mo Jingtian terluka. Aku ragu apakah dia sudah sadar atau belum,” ujar Qing Yue’er. “Mungkin kau harus menyimpan untuk sementara.”
Mo Feng terkejut mendengar penuturan Qing Yue’er. “Tuan terluka?” Dia baru mendengar tentang ini. Selama berada di alam bawah tidak ada seseorang yang memberi tahunya.
“Kau belum tahu? Dia bertempur dengan Baili Linwu dan mendapat belenggu ras iblis,” terang Qing Yue’er. Kemudian dia menghela napas. “Aku tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang.”
Kali ini Mo Feng terdiam. Setelah beberapa saat dia mendekati Mo Yu dan mengangkat tubuh dinginnya. “Nona, jangan khawatir. Tuan pasti baik-baik saja,” katanya.
Qing Yue’er hanya tersenyum kecut. “Mo Feng, kenapa kau tidak terlihat sedih sama sekali?” tanya Qing Yue’er sebelum Mo Feng pergi.
Tiba-tiba pria itu tersenyum. “Selama ratusan tahun ini berapa banyak orang yang kuangkat jazadnya? Nona, aku hanya sudah terbiasa.”
Bertahun-tahun mengikuti Mo Jingtian membuat Mo Feng terbiasa dengan kematian manusia. Entah itu yang hanya terkena tebasan pedang atau bahkan yang meledak menjadi genangan darah. Dia pernah melihat semuanya.
__ADS_1
Mungkin dia sedih, tetapi itu hanya aka berlangsung beberapa saat. Maju ke depan adalah pilihan satu-satunya yang dia miliki.
“Nona, aku akan menemuimu lagi nanti,” kata Mo Feng. Setelah itu dia langsung melangkah pergi.
Qing Yue’er diam menatap kepergian Mo Feng. Dia teringat pada Mo Jingtian. Mungkin pria itu juga sama seperti Mo Feng. Sudah terbiasa melihat kematian.
“Ah, aku ingin cepat menyelesaikan ini semua,” gumam Qing Yue’er. Setelah itu dia langsung melesat kembali ke langit. Dia harus segera menyelesaikan masalah Di Feng Xuan.
Ketika Qing Yue’er tiba di tempat semula, sosok Di Feng Xuan sudah diringkus oleh Taotie. Dua sosok kloningan Di Feng Xuan sudah lenyap seiring dengan Di Feng Xuan asli yang kehilangan kekuatan.
Qing Yue’er menatap pria itu dengan sinis. Dia benar-benar merasa kesal, marah, jengkel, benci dan perasaan-perasaan buruk lainnya. Sepertinya dia harus memberi pembalasan yang tepat.
“Katakan, apa yang terjadi pada ayahku? Kalian menyembunyikan di mana?” tanya Qing Yue’er.
Di Feng Xuan diam membisu tanpa mau menjawab. Sorot matanya menyiratkan banyak kebencian dan kebencian.
“Oh, kau tidak ingin mengatakan apa pun padaku.” Qing Yue’er mengambil belati kecil dan menunjukkannya di depan wajah Di Feng Xuan.
“Kau mengancamku?!” Di Feng Xuan membentak. “Dia ada di Pengadilan Surgawi dan kau tidak akan pernah bisa membebaskannya!”
Qing Yue’er sudah tahu ayahnya ada di sana. Dia hanya ingin tahu lebih detail. “Sepertinya kau tidak banyak berguna untukku,” ucap Qing Yue’er.
“Hmm, tapi aku akan menyimpanmu. Barangkali kau akan berguna untuk menakuti anak-anak Baili Linwu,” lanjutnya.
Kemudian belati di tangan Qing Yue’er langsung menancap ke perut Di Feng Xuan. Pria itu menjerit kesakitan seiring dengan darah merah yang mengucur deras.
“Dasar wanita iblis!” geram Di Feng Xuan penuh amarah. Wajahnya sudah pucat pasi antara menahan marah dan sakit.
“Heh! Kau benar-benar tidak sadar diri! Kau pikir perilakumu itu mencerminkan sikap Dewa?! Kau bahkan lebih busuk daripada iblis!” balas Ying Jun dengan teriakan. Dia sudah sangat muak pada orang-orang semacam itu.
“Aku wanita iblis ya?” Qing Yue’er menatap dingin pada Di Feng Xuan. “Mungkin kau memang harus merasakan sisi iblisku.”
__ADS_1
Dia mencabut rambutnya lalu seringaian keji muncul di wajah cantiknya. Rambutnya yang sehitam tinta dilapisi dengan kekuatan roh sebelum akhirnya melesat cepat seperti anak panah yang ditembakkan dari busur Dewa.
Benda tipis itu bergerak menembus masuk ke dalam pembuluh darah Di Feng Xuan dan menjelajah ke seluruh tubuh. Pria itu langsung menjerit kesakitan.
Rambut Qing Yue’er adalah senjata tersendiri. Meskipun itu hanya benda kecil, jika diberi kekuatan roh sedikit saja bisa diubah menjadi lebih tajam daripada jarum.
Di Feng Xuan menjerit-jerit. Tubuhnya gemetaran menahan rasa sakit yang ditimbulkan oleh gerakan rambut Qing Yue’er.
“Aku … bersumpah. Kau … kau … pasti akan mati!” desis Di Feng Xuan. Tangannya yang gemetaran menunjuk pada Qing Yue’er.
Entah kenapa Qing Yue’er merasa bulu kuduknya merinding. Dia segera berbalik mencoba mengabaikan sumpah Di Feng Xuan.
“Ying Jun, Jinlong, bawa pria itu ke dimensi. Kalian boleh melakukan apa saja padanya. Untuk sementara aku akan membiarkannya seperti itu.”
Dia sudah memiliki rencana. Di Feng Xuan adalah tangan kanan Baili Linwu. Dia akan menggunakannya nanti ketika pertempuran yang sebenarnya telah tiba. Jadi dia tidak akan membunuhnya sekarang.
“Baik.”
Ying Jun menyeret Di Feng Xuan pergi ke dimensi. “Kau harus senang karena gadis itu tidak melakukan penyiksaan lebih banyak,” ucapnya dengan suara lirih. Kemudian sosok mereka menghilang ke dalam kekosongan.
“Kau membiarkannya begitu saja?” Taotie berdecak. “Kau benar-benar terlalu baik.”
Qing Yue’er mendengkus. “Aku tidak akan mengotori tanganku lebih banyak. Kau bisa membantuku menyiksanya. Namun, yang paling penting adalah … cepat selesaikan pekerjaanmu!”
Taotie menggosok hidungnya. “Sudah tidak ada makanan lagi kurasa.”
Akhirnya Qing Yue’er mengamati dunia di bawah sana. Wilayah Tongxuan Timur sudah sepi, tidak ada iblis lagi yang tampak berkeliaran. Itu semua berkat Taotie yang sudah memakan semua iblis.
Sekarang langit di ufuk timur mulai sedikit merah. Sebentar lagi pagi akan tiba. Qing Yue’er menyudahi pencariannya untuk sementara. Mungkin dia akan menunggu Mo Feng untuk informasi lebih lanjut.
“Taotie, ayo kembali sekarang,” ajak Qing Yue'er. Dia pun langsung melesat kembali ke kerajaan Linxiang.
__ADS_1