Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Chapter 44


__ADS_3

Platform kompetisi berada di tengah alun-alun. Di bagian depan terdapat beberapa kursi kehormatan untuk tamu undangan dan penguasa kerajaan Linxiang.


Di pinggiran alun-alun Bai Yin Xue telah tiba dan sedang menunggu kompetisi dimulai. Ji Fan dan Qi Rong juga berada disampingnya sambil berceloteh ria.


Seorang pria tinggi berdiri tidak jauh darinya. Disampingnya, Wei Yuzhen bergelayut dengan manja di lengannya.


Meskipun pria itu tampak muda, auranya terasa sangat kuat. Wajahnya menunjukkan ekspresi sombong dan arogan. Dia tidak lain adalah Wei Yuan, anak angkat dari Jenderal besar Wei.


Dibelakang mereka adalah sekelompok antek dari orang-orang keluarga Wei.


Ada juga beberapa generasi muda dari anak cucu para pejabat kerajaan. Mereka semua tampak sangat antusias menyambut kompetisi ini.


"Yin Xue, aku dengar Wei Yuan sudah menembus level ke 4 alam bumi." Ji Fan berkata dengan serius.


"Seorang penggosip sepertimu ck lebih mirip dengan seorang Nyonya besar." Qi Rong menanggapi dengan ejekan.


Ji Fan memukul kepala Qi Rong dengan kasar. "Tahu apa kamu? Ini bukan gosip tapi ini adalah informasi penting."


"Kamu memukulku lagi heh? Sepertinya kakek ini harus mendisiplinkanmu!" Qi Rong mulai menggulung lengan bajunya dengan marah.


Plakk!


Plakk!


Giliran tangan Bai Yin Xue yang memukul kepala mereka berdua. "Berhenti membuat keributan! Aku sedang menghitung."


"Ah? Apa yang kamu hitung?" Qi Rong bertanya dengan bodoh.


"Keberuntunganku."


"..."


Ji Fan tertawa terbahak-bahak. "Sejak kapan kamu menjadi peramal?"


"Aku hanya merasa bosan. Kapan ini akan dimulai?"

__ADS_1


Segera setelah itu seorang pria tua naik ke peron. Dia adalah orang yang akan menjadi wasit dalam kompetisi ini. Orang itu mengumumkan peraturan kompetisi.


Semua generasi muda yang telah menginjak level 7 alam mortal bisa mengikuti kompetisi. Mereka semua maju kedepan mengambil nomer undian.


Peserta yang mengikuti kompetisi ada sebanyak 50 orang. Mereka akan dibagi menjadi 10 kelompok yang terdiri dari 5 peserta. 5 peserta itu akan bertempur satu sama lain sampai seseorang berhasil menjatuhkan kelompoknya.


Selanjutnya untuk peserta yang lolos dari masing-masing kelompok akan berduel satu lawan satu. Dan pemenangnya akan mendapat hadiah yang sudah disediakan


Bai Yin Xue saat ini mendapatkan nomor terakhir. Dia akan menyaksikan 9 kelompok pertama bertempur.


Kelompok pertama kebetulan adalah milik Wei Yuan. 5 orang naik ke atas panggung. Mereka saling berhadapan menyilangkan permusuhan. Tapi saat mereka tahu di kelompoknya ada Wei Yuan, satu persatu secara suka rela pergi meninggalkan panggung untuk langsung menyerah.


Orang yang menyaksikan hal ini hanya tersenyum masam. Wei Yuan terlalu kuat untuk dihadapi. Walaupun empat orang mengepungnya, dia tidak akan mungkin kalah.


Akhirnya wasit langsung mengumumkan Wei Yuan lolos ke babak kedua tanpa pertempuran yang terjadi.


Para penonton bersorak dengan keras. Mereka mengagumi pemuda yang berbakat itu.


Wei Yuan menuruni panggung dengan mata yang sombong. Seolah ini memang sudah seharusnya terjadi.


Bai Yin Xue hanya mencibir dalam hatinya. Bagaimanapun dia telah memiliki konflik dengan Wei Yuzhen. Mereka tidak akan bisa berdamai.


Ling Wuji yang duduk dalam kursi kehormatan tersenyum miring.


"Yang Mulia, apa kamu pikir Wei Yuan ini akan memenangkan kompetisi?" Seorang pejabat bertanya pada Ling Wuji.


"Itu belum dipastikan. Mungkin saja ada orang lain yang bisa menjatuhkannya dengan mudah."


"Benarkah?" Pejabat itu ragu-ragu sejenak.


Ling Wuji tahu orang lain yang lebih menakutkan dari Wei Yuan. Dia merespon dengan senyuman misterius.


Kompetisi terus berlanjut sampai kelompok ke 4 maju. Ji Fan melangkah kedepan dengan percaya diri. "Ha ha ha aku akan memenangkan ini."


5 orang berdiri di atas panggung. Ji Fan adalah salah satunya. Dia memegang kipas lipat di tangannya. Ujung kipas itu sangat tajam sehingga bisa untuk memotong daging dengan mudah.

__ADS_1


"Yoh, si tukang masak ada di sini juga." Seorang pria dengan wajah yang kasar mengejek Ji Fan.


"Ada apa dengan tukang masak? Itu pekerjaan yang menakjubkan bukan?" Ji Fan membalas dengan bangga.


"Cihh, kalau begitu kembalilah ke dapur dan buatkan aku makan siang ha ha ha." Pria lain ikut mempermalukannya.


"Aku mungkin juga memotong hidungmu untuk membuat sup." Ji Fan menjawab dengan tajam.


Pria itu marah dengan nada Ji Fan yang berani. "Aku yang akan memotongmu!"


Perkelahian dimulai. 5 orang bersaing satu sama lain. Ji Fan membuka kipasnya lebar-lebar. Dia menyayunkan kipasnya dengan gesit. Goresan-goresan mulai muncul di kulit orang lain membuat mereka marah.


Akhirnya 4 peserta itu melawan Ji Fan bersama-sama. Ji Fan menyipitkan matanya dengan waspada. Dia adalah alam bumi level 1, yang lain berada di puncak alam mortal. Bagaimanapun juga dia harus hati-hati menghadapi serangan serentak.


Qi spiritual mengalir deras kedalam kipas. Dia mengayunkan kipasnya dengan kecepatan kilat. Cahaya warna warni beradu di diatas platform.


Bai Yin Xue melihat rekannya yang sedang berjuang. Dia menganggukkan kepalanya.


"Kenapa kamu mnganggukkan kepala?" Qi Rong bertanya padanya.


"Ji Fan pasti menang." Bai Yin Xue berkata dengan percaya diri.


"Ha ha tentu tentu, walaupun keahlian memasaknya sangat buruk hingga bisa meracuni orang lain, dia juga bukan individu yang lemah." Qi Rong menyetujuinya.


Bangg!!!


Ledakan terdengar dari atas panggung. Ji Fan berjongkok terengah-engah di atas platform, sedangkan yang lainnya sudah di terbangkan keluar dari arena.


Suaru tepukan tangan terdengar dari para penonton. Wasit segera mengumumkan kemenangan Ji Fan.


Dengan senyum berseri-seri pemuda itu menghampiri Bai Yin Xue dan Qi Rong.


"Kerja bagus kawan." Qi Rong menepuk punggung Ji Fan.


"Ha ha tentu."

__ADS_1


__ADS_2