Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Makhluk Jelek


__ADS_3

Qing Yue'er berlari cepat ke arah utara. Dia melewati iblis-iblis yang menghalangi langkahnya. Dengan semangat yang tiba-tiba bangkit, dia benar-benar kembali menjadi mesin pembunuh yang paling mematikan.


Bahkan Ying Jun dan Taotie yang berada di dalam dimensi benar-benar merasa tercengang. Kekuatan gila macam apa itu? Apa ini adalah salah satu wujud dari kekuatan cinta?


"Benar-benar tidak masuk akal. Aku menyuruhnya bangkit berkali-kali tapi dia tidak mendengarkanku. Ketika pria itu hanya mengatakan seadanya dia langsung kembali menjadi mesin pembunuh. Apakah dia telah benar-benar tunduk pada orang itu?" Ying Jun bertanya pada Taotie.


"Tidak diragukan lagi. Ini yang dinamakan jalinan asmara, orang sepertimu tidak akan pernah tahu hal seperti ini." Taotie menjawab dengan yakin. Dia menarik napas dalam-dalam. Namun sebelum benar-benar diembuskan, dia tiba-tiba membulatkan matanya.


"Tunggu dulu. Orang yang baru saja berbicara itu ... apa itu benar-benar suara Di Futian?" tanya Taotie dengan mata tidak percaya.


"Siapa lagi jika bukan dia? Apa kau baru mengetahuinya? Kemana saja kau selama ini?" Ying Jun mengejek Taotie. Sepertinya dia merasakan sedikit ketakutan pada wajah Taotie.


"Di Futian ... Di Futian ... surga! Bagaimana dia bisa terhubung dengan gadis itu?"


"Bukan hanya gadis itu, bahkan tempat ini juga terhubung dengannya," jawab Ying Jun.


"Kau pasti bercanda!"


"Itu terserah padamu jika tidak mau percaya. Nanti jika dia datang, bersembunyilah dengan baik. Dari awal aku sudah menyayangkanmu bisa tinggal di sini." Ying Jun berkata dengan nada acuh tak acuh.


Tiba-tiba Taotie ingin menangis. Namun dia tidak bisa melakukan apa-apa. Sekarang yang bisa dia lakukan hanyalah berdoa agar pria itu akan mengizinkannya tetap tinggal di sini dan tidak membuatnya merasakan derita.


***


Iblis-iblis yang menghalangi jalan Qing Yue'er langsung diubah menjadi potongan-potongan berdaging. Rasa letihnya sudah tak lagi menghalangi tekadnya.


Mungkin seseorang bisa mengatakan bahwa dia sudah melewati satu tahap ujian, yaitu mental. Jika dia memilih untuk tidak bangkit maka dia sudah mati dan tidak ada Qing Yue'er lagi di dunia ini.


Sekarang dia merasa hatinya menghangat. Sudah dibilang, Mo Jingtian akan diam-diam mengawasinya. Mungkin dia tidak lagi sendirian di tempat ini karena pria itu tetap bersamanya di mana pun dia berada.

__ADS_1


Sekarang dia harus mencari jalan keluar.


Kini gelombang iblis sepertinya telah berkurang, tidak sebanyak sebelumnya. Qing Yue'er berlari melintasi tubuh-tubuh yang ambruk di tanah.


Setelah berjuang dengan susah payah akhirnya dia bisa keluar dari gerombolan iblis. Langit utara terlihat berbeda dari tempat di mana dia berada. Mungkin ada jejak kemerahan di sana.


Entah kenapa dia merasa di sana juga tidak akan menjadi tempat yang nyaman. Namun itu adalah jalan satu-satunya. Tidak ada lagi tempat baginya untuk pergi. Lebih baik dia mencobanya.


Qing Yue'er menoleh ke belakang. Masih ada beberapa iblis yang mengejarnya, namun jumlahnya hanya ada sedikit dan jaraknya juga lumayan jauh. Mungkin dia bisa sedikit menghela napas lega.


Sekarang jalan yang dilewatinya tidak begitu bagus. Ada bebatuan terjal yang sewaktu-waktu bisa melukai kakinya. Dia juga melihat retakan tanah yang cukup lebar. Jika diamati dengan teliti, di dalam retakan itu ada celah merah yang berapi-api. Itu lebih seperti aliran lava yang menghanguskan apa pun.


Diam-diam dia bergidik ngeri. Ini sudah tidak pantas disebut Jurang Iblis, lebih tepatnya adalah neraka kedua yang mengerikan.


Qing Yue'er berlari dengan hati-hati. Gerakannya menciptakan bayangan putih yang bergerak lincah di tanah merah. Jika orang lain tidak tahu, mungkin mereka akan berpikir dia adalah makhluk suci yang mungil.


Napas Qing Yue'er menjadi memburu. Keringat kembali menetes di dahi dan punggungnya. Semakin jauh melangkah dia merasa suhu udara naik beberapa derajat. Namun sejauh ini belum ada bahaya yang mendatanginya.


Tiba-tiba dia mendengar suara geraman dari depan. Suara itu membuat tanah bergetar dengan hebat. Bahkan Qing Yue'er harus menghentikan langkahnya sesaat.


Dia merasa waspada. Pada saat itu dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan namun juga menakjubkan pada saat bersamaan.


Satu makhluk jelek yang mengerikan terduduk di tepi tebing sebelah kanan. Makhluk itu memiliki dua kepala serta ratusan mata yang menyebar di segala bagian tubuhnya. Ratusan mata itu bergerak-gerak dengan liar.


Tubuhnya tinggi menjulang, bahkan walaupun wakhluk itu hanya duduk di pinggiran, tingginya masih melebihin apa pun yang ada di sini.


Qing Yue'er tercengang. Dia tidak bisa bernapas untuk sementara waktu. Namun tiba-tiba dia melihat sesuatu di leher makhluk itu. Sebuah benda hitam ada di sana untuk membelenggunya.


Napas yang sempat tertahan akhirnya bisa terembus. Qing Yue'er yang sebelumnya merasa takut akhirnya bisa lega. Beruntung makhluk itu memiliki belenggu, jika tidak maka sudah dipastikan dia tidak akan bisa pergi dari sini.

__ADS_1


"Hahaha. Makhluk jelek, kamu tetaplah di sini dan jangan pergi ke mana-mana. Aku hanya akan numpang lewat," ucap Qing Yue'er sambil tertawa.


"Gadis, jangan pergi ke sana. Sangat berbahaya."


Qing Yue'er tertegun. Ternyata iblis itu bisa berbicara. Sudah bisa dipastikan bahwa iblis ini pasti memiliki kekuatan yang jauh lebih tinggi dari iblis-iblis sebelumnya. Pantas saja dia memiliki belenggu untuk membatasi pergerakannya.


"Sayangnya aku tidak akan mendengarkanmu," ucap Qing Yue'er.


"Bodoh. Aku sudah lama hidup di sini, kamu pikir siapa yang tahu lebih banyak? Kamu atau aku?"


"Lupakan saja. Lagipula mau kamu hidup atau mati, itu tidak akan mempengaruhiku," ucap iblis itu. Dia seperti telah menyesalkan sikap Qing Yue'er yang keras kepala.


"Jangan dengarkan dia. Makhluk sepertinya tidak akan beda jauh dengan Taotie," ucap Ying Jun pada Qing Yue'er.


Tentu saja Taotie tidak terima disamakan dengan makhluk jelek seperti itu. Dia langsung membalas perkataan Ying Jun dengan marah.


"Apa maksudmu?! Jangan berpikir karena kamu adalah binatang illahi lalu kamu bisa menghinaku dengan menyamakan dengan iblis rendahan seperti dia!" serunya.


Sebelum Ying Jun bisa membalas, Qing Yue'er langsung menghentikan perdebatan itu. Bahkan dalam suasana seperti ini mereka masih sempat-sempatnya untuk bertengkar?!


"Diamlah. Jangan membuatku menghukum kalian dengan hal-hal yang tidak manusiawi."


Mereka pun langsung terdiam. Akhirnya Qing Yue'er tersenyum puas. Dia memandang iblis jelek itu dengan tatapan ramah.


"Iblis jelek, aku akan pergi. Sampai jumpa!"


Setelah mengatakan itu, dia pun kembali berlari untuk pergi ke utara. Dia sama sekali tidak percaya dengan ucapan iblis itu. Kalau pun itu benar, dia masih akan mendatanginya. Setidaknya dia harus mencoba.


***

__ADS_1


Mohon maaf jika banyak typo.


Jangan lupa tetep vote, like dan komen.


__ADS_2