
Malam akhinya tiba. Bai Su merasa terkejut karena ternyata ada banyak tamu yang datang. Padahal dia tidak mengundang mereka semua. Sebenarnya dia memang tidak berniat membuat perjamuan besar, hanya untuk keluarga Bai saja. Namun, ternyata banyak orang yang datang ke sana.
Dia berdiri sambil terus-menerus memamerkan giginya. Di sampingnya ada Nyonya Bai yang mendampinginya. Sepasang suami istri itu tampak bahagia dengan hal yang tidak terduga itu.
“Suami, berhenti memamerkan gigimu sepanjangmalam,” ucap Nyonya Bai.
“Istri, kalau begitu kamu juga harus berhenti menyunggingkan senyum pada mereka semua,” balas Bai Su. Saat dia sedang berbicara tiba-tiba dia melihat seorang bawahan berlari menemuinya.
“Tuan, Yang Mulia tiba di depan gerbang.”
“Apa? Yang Mulia datang?!” Bai Su berseru dengan refleks. Baginya kedatangan seorang raja adalah suatu kehormatan. Itu berarti dia harus segera menyambut kedatangannya dengan sangat baik.
Belum juga dia selesai terkejut tiba-tiba seorang bawahan lain berlari. “Tuan, Penatua Su datang bersama dengan Kepala Perserikatan Alkemis.”
Bai Su langsung menelan ludahnya. “Baik, baik, aku akan menyambut mereka.” Dia pun berjalan cepat menuju gerbang kediaman.
Qing Yue'er yang saat ini sedang duduk sambil menggigit Tanghulu, menatap ayahnya yang pergi. Dia tidak terkejut jika Ling Wuji datang. Lagi pula orang itu sepertinya orang yang senang menempel pada nama orang lain. Namun, mendengar Guru Su akan datang, dia menjadi lebih bersemangat. Bagaimanapun mereka sudah lama tidak bertemu.
“Jingtian, kamu harus mencoba ini sebelum mereka datang,” ucap Qing Yue'er sambil memegang batang Tanghulu dan mengulurkannya pada Mo Jingtian.
“Aku sudah pernah memakannya,” kata Mo Jingtian.
“Tapi itu di masa lalu. Jadi, kamu harus memakannya sekarang, saat bersamaku.”
Mo Jingtian menatap Qing Yue'er dengan lembut. Di masa lalu dia pernah begitu kesulitan hanya untuk memakan satu tusuk Tanghulu. Bukan karena dia tidak menyukainya tapi karena dia tidak memiliki uang untuk membelinya.
“Aku akan memakannya.” Mo Jingtian akhinya menerimanya dan memakan Tanghulu itu perlahan.
Qing Yue'er sedikit terkekeh. “Kamu terlihat lebih manusiawi jika seperti ini.”
Pada saat itu akhirnya Ling Wuji dan Penatua Su tiba di halaman perjamuan. Mereka langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok gadis yang ingin mereka temui itu.
“Di mana Qing Yue'er? Di mana gadis itu?” tanya Penatua Su dengan tidak sabar. Kemudian tatapannya mendarat pada gadis yang saat ini sedang duduk berdekatan dengan seorang lelaki asing.
__ADS_1
“Gadis itu ... dengan siapa dia duduk? Bahkan dia tidak menyambutku sama sekali?”
“Penatua Su, Tuan Ji, silakan duduk dulu. Aku akan memanggil gadis itu ke sini,” ucap Bai Su untuk mencegah Penatua Su berbicara yang tidak-tidak. Kemudian dia juga mempersilakan Ling Wuji untuk duduk di kursi yang terhormat.
Ling Wuji sendiri tidak banyak bicara. Sejujurnya dia kagum dengan perubahan Qing Yue'er. Gadis itu terlihat semakin sempurna saja. Penampilannya begitu luar biasa, kekuatannya juga tidak bisa dideteksi olehnya. Jelas, gadis itu pasti sudah berada pada tingkat yang sama sekali berbeda.
“Nona, Penatua Su dan Yang Mulia sudah tiba,” lapor seorang bawahan pada Qing Yue'er.
Qing Yue'er akhirnya mengangguk. Dia menarik Mo Jingtian untuk ikut dengannya. Mereka berdua pun langsung berjalan mendekati kelompok orang yang sudah menunggu.
Ba Fu'er dan Ji Fan juga tidak luput dari perjamuan ini. Mereka berdua langsung datang menemui Ling Wuji serta kelompok Penatua Su yang sudah berkumpul.
“Murid ini menyapa Guru.” Qing Yue'er membungkuk pada gurinya yang sudah lama tidak berjumpa itu.
“Heh, bangunlah. Aku pikir kamu tidak akan menemuiku,” kata Penatua Su.
“Bagaimana mungkin?” Qing Yue'er menggelengkan kepalanya. Kemudian dia beralih menatap Ling Wuji. Dia hanya tersenyum sedikit tanpa melakukan penghormatan yang layak. “Bagus, kamu memimpin kerajaan dengan Baik.”
Ling Wuji tentu saja tidak tersinggung dengan sikap itu. Dia malah menganggukkan kepalanya. “Ini semua karena bantuanmu di masa lalu. Aku harus berterima kasih padamu.”
“Aku akan menerimanya.” Kemudian Qing Yue'er menyuruh seseorang untuk menerima hadiah itu dan membawanya masuk. Seandainya itu tidak berguna baginya, dia akan memberikannya pada orang lain. Sederhana bukan?
Mo Jingtian berjalan lalu duduk di salah satu kursi yang ada di sana. Dia terlihat seperti tidak peduli pada orang-orang di sekitar. Jika itu hanya rakyat kecil maka tidak akan ada orang yang peduli. Namun, yang ini adalah Mo Jingtian. Siapa yang tidak akan tertarik?
Semua orang pun begitu. Mereka mencuri pandang pada sosok Mo Jingtian yang asing itu. Diam-diam mereka bertanya-tanya tentang identitasnya. Meskipun begitu tidak ada yang berani bertanya atau berkomentar. Udara di sekitarnya sudah membuat orang lain merasa sedikit terintimidasi.
“Saudara-saudaraku, untuk menyambut kepulangan muridku, mari kita minum sampai puas!” teriak Penatua Su tanpa peduli pada kehadiran Ling Wuji. Dia memang selalu bertindak sesukanya.
“Apakah kedatanganku terlambat?” Tiba-tiba ada suara lain yang datang dari arah gerbang. Semua orang tentu saja langsung mengalihkan perhatiannya pada suara tersebut.
Qing Yue'er melebarkan matanya. Dia melihat seorang pria tua berjalan dengan wajah sumringahnya. Pria tua itu menyunggingkan senyum saat memasuki halaman perjamuan.
“Zu Tua!” Qing Yue'er berseru dengan suara yang cukup keras. Sementara orang lain maih belum yakin apakah orang ini adalah Guru Zu yang merupakan guru Qing Yue'er di akademi Xinfeng.
__ADS_1
Zu Tiankong tertawa terbahak-bahak. Setelah itu dia pun tersenyum. “Semuanya, aku adalah Zu Tiankong. Karena aku sudah mendengar semuanya jadi aku datang ke sini sekarang.”
Akhirnya semua orang langsung yakin. Mereka merasa sangat terhormat dengan kedatangan Zu Tiankong. Tentu saja karena raja keraan Linxiang pun harus hormat pada orang seperti Zu Tiankong. Belum lagi dia adalah seorang spiritualis dunia yang harus diperlakukan dengan cara berbeda.
Qing Yue'er menghampiri gurunya itu. Dia juga membungkuk, sama seperti bagaimana dia memperlakukan Guru Su.
“Aiyaa, jangan seperti itu. Bangun sekarang. Aku hanya ingin tahu apakah kamu masih sama seperti Qing Yue'er yang dulu?” Zu Tiankong memegang kedua pundak Qing Yue'er dan mengamatinya baik-baik.
“Zu Tua, kamu pikir apa yang berubah?” tanya Qing Yue'er.
“Kamu sudah dewasa! Hahaha.” Zu Tiankong tertawa terbahak-bahak sambil menepuk pundak Qing Yue'er berkali-kali.
Qing Yue'er tersenyum kecil. Kemudian dia membawa Zu Tiankong dan memperkenalkan pada orang-orang yang ada di sana. Dia sangat yakin kalau orang tua ini tidak datang saat pernikahan Bai Fu'er. Jadi, mereka masih belum saling mengenal.
Zu Tiankong akhinya tiba di depan Penatua Su. Dia tahu orang tua di depannya adalah guru lain dari Qing Yue'er. Sedangkan Penatua Su sendiri ingin tahu seperti apa Zu Tiankong sebenarnya. Mereka berdua saling menatap dengan intens.
Qing Yue'er yang melihat ini menjadi penasaran, kira-kira apa yang akan terjadi. Namun, tiba-tiba keduanya malah tertawa terbahak-bahak, membuatnya merasa cukup terkejut.
“Jadi kamu Zu Tiankong itu? Senang sekali bisa bertemu denganmu!”
“Aku juga senang bisa bertemu dengan Guru Su ini. Hahaha.”
“Bagaimana? Apa kau senang menjadi gurunya?”
“Tentu saja. Bukankah kau juga begitu?”
“Ya, ya. Begini, begini, biarkan aku ceritakan bagaimana Qing Yue'er di masa lalu ....”
“....”
Qing Yue'er akhirnya mengembuskan napasnya. Baiklah, biarkan kedua orang tua itu menggosipkannya sekarang.
***
__ADS_1
Scene ini masih ringan ya. Aku sedang mempersiapkan konflik untuk alam Celestial. Semakin ke sana semakin membutuhkan banyak ide 🤣