Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Konfrontasi Dewa


__ADS_3

Xie Ying Fei menarik napasnya dalam-dalam. Dia tidak pernah berpikir akan bertemu dengan Dewa Alkimia. Atau setidaknya tidak untuk saat ini. Perasaannya mulai takut. Bagaimana jika Dewa Alkimia akan membalaskan kehancuran klan Liu? Dia juga tidak menyangka jika Pei Qinghai merupakan bawahan seorang dewa. Apa yang harus dia lakukan sekarang?


Pei Qinghai memang orang yang misterius. Tidak banyak orang yang tahu tentang identitas sesungguhnya, tentang siapa tuannya dan dari mana asal-usulnya. Sekarang akhirnya informasi itu terbuka. Tentu saja Xie Ying Fei dan para peri jamur merasa terkejut.


“Ya Dewa, tolong balas keluhanku!” Pei Qinghai merangkak mendekati Dewa Alkimia dan berlutut dengan hormat. Sejak tuannya datang dia merasa kelegaan yang luar biasa.


Dewa Alkimia menatap Mo Jingtian sejenak. Tidak ada banyak ekspresi yang ditampilkan di wajahnya. Kemudian dia beralih menatap Xie Ying Fei. Senyum tipis muncul di bibirnya, lalu dia berkata, “Putrimu sudah kembali ke Celestial. Aku ingin bertemu dengannya.”


Lidah Xie Ying Fei menjadi kelu. Bagaimana mungkin Dewa Alkimia langsung berbicara seperti itu? Dia tidak ingin mempertemukan Qing Yue'er dengan Dewa Alkimia. Tidak akan. Namun bagaimana dia harus menjawab permintaan ini? Ini adalah dewa, Xie Ying Fei tidak mungkin bisa bersikap semena-mena.


“Apa kau tahu kesalahan apa yang dia buat?” tanya Dewa Alkimia. Xie Ying Fei tidak bisa menjawabnya. Dia tidak tahu harus berkata apa.


“Dia membebaskan Taotie. Itu adalah perbuatan yang menentang Pengadilan Surgawi!” Dewa Alkimia menatap Xie Ying Fei dengan tajam hingga wanita itu menggigil. Keringat dingin langsung turun membasahi punggungnya.


“Aku akan menyela,” ucap Mo Jingtian.


“Tidak sopan!” Pei Qinghai menatap tajam pada Mo Jingtian. Jika sebelumnya dia takut pada pria itu, sekarang sudah tidak takut lagi karena ada tuannya di sana.


“Sebelum seorang dewa berpura-pura menegakkan kebaikan, bukankah lebih baik jika dia melihat pada dirinya sendiri?” Mo Jingtian tersenyum, tetapi senyumnya sama sekali tidak mencapai matanya.


“Kurang ajar! Apa kau mengatakan tuanku tidak pantas menghakimi manusia yang bersalah?!”


“Itu benar.” Mo Jingtian mengangguk, lalu menyilangkan tangannya di dadanya. “Kalian tidak ingin aku menyebutkan satu persatu tentang kejahatan kalian, kan?”


Dewa Alkimia menyipitkan matanya. Auranya keluar menyelimuti sosok Mo Jingtian untuk mencari tahu identitasnya. Namun hingga beberapa saat dia tidak bisa melihat apa-apa. Ini membuatnya merasa heran. Seharusnya tidak ada yang bisa lolos dari kemampuan identifikasinya, tetapi pria di depannya itu menjadi pengecualian.


“Ini adalah urusan dewa. Jika tidak ada sangkutannya denganmu maka jangan ikut campur.” Dewa Alkimia mencoba memperingatkan.


Tatapan Mo Jingtian berubah menjadi datar. Ini adalah salah satu hal yang dia benci dari penyandang dewa di Pengadilan Surgawi. Tangannya mengepal erat, tetapi segera dilepaskan. Dia akan menunggu sebentar lagi.


Pei Qinghai berdecih melihat Mo Jingtian yang hanya berdiam diri. Tatapannya menyiratkan ejekan yang begitu banyak. “Apa kau merasa takut? Berlutut sekarang?!”


Dewa Alkimia mengangkat tangannya untuk menghentikan Pei Qinghai. Tindakannya terlihat seperti sedang berbelas kasihan dan memaklumi perilaku Mo Jingtian. “Beruntung tuanku tidak mempermasalahkan tindakanmu,” sindir Pei Qinghai.


Mo Jingtian mengangkat salah satu sudut bibirnya. Dia akan melihat dulu sampai mana mereka akan melakukan hal bodoh di depannya. Sementara itu Xie Ying Fei masih bergelut dengan pikirannya. Tubuhnya masih terkunci jadi dia tidak bisa melakukan apa-apa.


“Apa kau masih ingin diam?” Dewa Alkimia kembali pada topik sebelumnya. Dia menatap Xie Ying Fei dengan sorot mata yang redup. “Aku tidak peduli dengan identitas kalian. Putrimu memang keturunan Dewa Angin, tetapi jika Pengadilan Surgawi mempermasalahkan kebebasan Taotie, lalu apa yang bisa kau lakukan?”

__ADS_1


Xie Ying Fei menarik napasnya dalam-dalam. “Apakah ini semua karena kehancuran klan Liu?”


Dewa Alkimia menggelengkan kepalanya dengan tenang, lalu ia menjawab, “Aku tidak akan ikut campur tentang masalah klan.”


Tidak ada yang percaya dengan jawaban itu, termasuk Xie Ying Fei. Dia sangat yakin ini semua berhubungan dengan klan Liu yang sudah dihancurkan oleh klan Xie. Bahkan dia mulai curiga jika kedatangan Pei Qinghai sejak awal sudah direncanakan oleh Dewa Alkimia.


“Katakan sekarang! Jangan membuat Dewa menunggu lebih lama!” Pei Qinghai berteriak pada Xie Ying Fei.


“Aku tidak akan membiarkan putriku bertemu dengan siapa pun,” ucap Xie Ying Fei penuh tekad. Dia menggertakkan giginya dengan kuat. Tatapannya jatuh pada Mo Jingtian, penuh dengan isyarat. Dia tidak tahu di mana keberadaan Qing Yue'er, hanya Mo Jingtian yang mengetahuinya.


“Mencoba menentang dewa!” Dewa Alkimia mulai menunjukkan ketidaksabaran. Auranya berubah menjadi lebih tajam. Kemudian tangannya terangkat dan sebuah telapak tangan dikirim terbang ke arah Xie Ying Fei.


Sebelum telapak tangan itu menyerang target, Mo Jingtian mulai bergerak. Sosok ibu Qing Yue'er itu tiba-tiba menghilang dan muncul lagi di tempat yang berbeda. Sekarang Xie Ying Fei sudah bersama dengan para peri jamur.


Tindakan ini membuat Dewa Alkimia semakin marah. Dia menatap Mo Jingtian dengan tajam. “Siapa kamu?! Berani menentangku maka hidupmu akan segera berakhir!”


Mo Jingtian menyeringai. “Apa kau tahu siapa pemilik Pulau Langit ini?”


Dewa Alkimia mengerutkan keningnya. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan itu. “Sayang sekali sepertinya kau tidak mengetahuinya,” ucap Mo Jingtian dengan nada ejekan yang sangat jelas. “Pergi dari sini. Aku tidak ingin melihatmu lebih lama lagi.”


“Ya Dewa! Manusia ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Berikan hukuman untuknya!” Pei Qinghai berlutut dan mulai meminta pada Dewa Alkimia. Dia merasa benar-benar marah, tetapi tanpa diminta pun sebenarnya Dewa Alkimia juga tidak akan tinggal diam.


“Seseorang yang tidak menghormati dewa memang pantas mendapat hukuman.” Dewa Alkimia mengangkat tangannya dan sebuah cambuk tiba-tiba muncul di genggamannya. Aura keagungan langsung menyebar dari tubuhnya dan mengintimidasi seluruh makhluk hidup yang ada di Pulau Langit.


“Menentang dewa bukanlah hal yang bijak. Aku akan mendisiplinkanmu sekarang!” Dewa Alkimia mengangkat cambuknya dan bersiap untuk melayangkan ke arah Mo Jingtian. Ketika cambuk diangkat, petir di langit mulai muncul dan saling menyambar. Angin dingin bertiup dengan arah yang tidak menentu. Suasana berubah menjadi sangat menakutkan.


Orang-orang di Celestial mulai merasa ketakutan. Mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi di Pulau Langit, tetapi aura dominasi yang kuat bisa mereka rasakan. Ini tdak seperti ketika Taotie muncul. Kali ini lebih menakutkan dari itu. Langit yang berkilat-kilat terlihat seperti penanda kemarahan dewa. Ini membuat mereka bergidik ngeri.


“Ini adalah kemarahan dewa!” pikir mereka.


Mo Jingtian tidak terkejut dengan suasana ini. Dia menutup matanya dan mulai menikmati sensasinya. Sepertinya sudah lama sejak dia melakukan konfrontasi langsung dengan dewa lain. Mungkin ini saat yang bagus untuk sedikit bermain-main.


Senyumnya mengembang. Darahnya yang sudah lama berhenti kini mulai bergejolak. “Kau yang akan mendisiplinkanku atau sebaliknya ...,” gumam Mo Jingtian.


Cetarr!


Suara cambukan bergema di bawah langit malam. Udara terbelah menciptakan celah hitam yang merambat dengan kecepatan menakutkan menuju di mana Mo Jingtian berada.

__ADS_1


Cermin kecil berbingkai merah muncul di tangan Mo Jingtian. Dia mengangkatnya ke depan, lalu serangan Dewa Alkimia langsung diserap oleh cermin itu.


Woosshh!


Aaarrrgghhh!


Suara jeritan yang menyakitkan telinga tiba-tiba keluar dari dalam cermin. Itu adalah Hong Jing. Dewa Alkimia yang melihat ini langsung menghentikan serangannya. Dia menatap cermin itu dengan wajah berkerut. Hong Jing adalah nama cermin merah yang bisa merubah wujudnya menjadi manusia. Sudah lama sejak cermin itu menghilang, bagaimana mungkin sekarang muncul di tangan pria itu?


“Apa kau ingin tahu kenapa Hong Jing berada di tanganku?” Mo Jingtian terkekeh. “Itu karena kalian tidak bisa mengurus masalah ini dengan benar!”


Woosshh!


Boomm!


Mo Jingtian melayangkan cerminnya, lalu cahaya merah seperti laser menyorot keluar. Benda apa pun yang dilewati oleh sinar Hong Jing langsung meledak begitu saja. Bukan hanya itu, sinar merah juga memiliki ketajaman luar biasa yang bisa memotong udara. Celah-celah spasial berwarna hitam pun muncul di udara yang dilewatinya.


Dewa Alkimia segera menghindar. Dia tidak tahu jika Hong Jing ternyata bisa menjadi senjata yang menakutkan seperti itu. Perasaannya menjadi tidak tenang. Dia tidak diberi banyak waktu untuk berpikir sebelum sinar merah lain datang berturut-turut menyerangnya.


Boomm, boomm, boomm!


Ledakan berkali-kali terdengar akibat serangan Hong Jing. Suasana yang sebelumnya sudah menakutkan kini berubah menjadi lebih menakutkan lagi. Peri jamur dan Xie Ying Fei sudah lama meninggalkan lokasi pertempuran. Mereka bisa mati secara cuma-cuma jika tetap berada di sana.


“Surga! Apa yang sedang terjadi?!” Orang-orang di Celestial berteriak dengan seluruh kebingungan dan ketakutan. Tanah dan langit terguncang. Angin dan petir terus bersahutan di langit.


“Apakah bencana akan datang?!”


“Tidak! Ini adalah kemarahan dewa!”


“Pergi masuk ke kediaman. Jangan ada siapa pun yang keluar!”


Duan Mu melihat ke langit dan Pulau Langit yang terguncang. Wajahnya menjadi gelap. “Ini adalah pertempuran dewa. Siapa yang melakukannya?” Meskipun merasa ingin tahu, Duan Mu tidak berani pergi ke Pulau Langit. Belum tentu dia akan selamat setelah tiba di sana.


Di sisi lain, Di Moxie menatap Pulau Langit yang berada tepat di atasnya. Saat ini kakinya berjejak di permukaan air laut. Tatapannya menerawang ke atas. Beberapa saat kemudian dia menghela napas panjang. “Jingtian, Jingtian. Melihat apa yang terjadi, kurasa apa yang kau katakan memang benar.”


Di Moxie bisa melihat apa yang terjadi. Pei Qinghai adalah bawahan Dewa Alkimia. Itu berarti Dewa Alkimia yang secara tidak langsung sudah memberantas ras peri. Hal keji seperti ini seharusnya tidak dilakukan oleh dewa. Di Moxie mulai ragu apakah selama ini hal-hal sudah berjalan dengan semestinya atau tidak. Bagaimana jika semuanya tidak sesederhana yang dia tahu?


Pengadilan Surgawi adalah tempat yang penuh dengan misteri.

__ADS_1


__ADS_2