Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Misi Selanjutnya


__ADS_3

Ini sudah beberapa minggu sejak Qing Yue'er menghabiskan waktunya dengan memperbanyak pelatihan. Namun, percuma saja, dia terlalu sulit mencapai terobosan. Bahkan tidak ada tanda-tanda yang menyenangkan. Sepertinya dia harus segera mencari sumber daya untuk meningkatkan kekuatannya.


Seperti biasanya, pagi hari merupakan jadwal bagi murid senior untuk mendengarkan ceramah. Guru yang berceramah kali ini adalah pria tua yang sudah bau tanah. Murid-murid akan berpikir seperti itu karena guru itu memang sudah tua.


Namanya adalah Sun Quan. Guru Sun memiliki mata yang sudah mengecil. Meskipun dia sudah membuka matanya, itu masih terlihat seperti masih tertutup. Kadang-kadang ketika berbicara suaranya terdengar bergetar. Atau dia akan berbicara dengan sangat pelan sehingga membuat siapa pun yang mendengarkan akan merasa mengantuk.


Seperti sekarang, Luo Qingqi berkali-kali menguap dengan mata yang berair. Dia menoleh pada Qing Yue'er yang ternyata mengalami hal yang sama. “Dia sangat membosankan bukan?”


Qing Yue'er mengangguk. Sebenarnya dia tidak begitu peduli dengan suaranya. Namun, kadang-kadang dia merasa jengkel karena topik pembicaraan guru Sun itu sangat membosankan.


Ya, orang tua itu biasanya akan menceritakan tentang kehebatannya di masa lalu dan bagaimana perbedaannya dengan generasi sekarang. Orang tua itu pasti akan berbicara seperti ini, “Hidup itu tidak ada yang adil. Anak muda jaman sekarang terlalu banyak mengeluh. Coba saja kalau kalian hidup di zamanku, ada banyak sekali ....”


Seperti itulah semua akan berakhir dengan membangga-banggakan dirinya sendiri. Itu memang bagus untuk diambil sebagai pelajaran, tapi jika harus mendengarnya setiap saat bukankah itu akan sangat membosankan?


“Mungkin dia tidak ingin masa mudanya yang dia pikir sangat menakjubkan itu akan terlupakan begitu saja. Dia ingin orang lain mengakui kehebatannya bahkan ketika dia sudah mati,” ucap Qing Yue'er.


Luo Qingqi mengangguk setuju. “Lupakan saja. Seharusnya ini akan segera berakhir.”


Benar saja, tak selang lama akhirnya ceramah pun selesai. Murid-murid langsung merubah ekspresinya. Wajah yang suram akhirnya berubah menjadi cerah. Mereka semua berbondong-bondong untuk pergi dari tempat itu.


Qing Yue'er melakukan hal yang sama. Dia dan Luo Qingqi bersiap untuk kembali ke asrama. Akhirnya penderitaan itu sudah berakhir. Mereka berjalan di koridor yang cukup ramai. Tiba-tiba seseorang menghentikan langkah mereka berdua. Itu adalah murid perempuan yang masih terlihat asing.


“Xinyu, ada orang yang sedang menunggumu di aula akademi,” ucap murid itu.


“Siapa dia?” tanya Qing Yue'er.


“Kamu harus ke sana sendiri jika ingin tahu. Aku rasa itu sesuatu yang penting.” Murid itu tersenyum. Sebelum Qing Yue'er sempat menjawab, orang itu sudah terlebih dahulu pergi.


Qing Yue'er sedikit tertegu. Pasti ini sesuatu yang bersangkutan dengan petinggi akademi. Namun, apa yang membuatnya memiliki urusan dengan mereka. Sepertinya tidak ada yang penting.

__ADS_1


“Kamu harus cepat pergi ke sana. Siapa tahu seorang penatua, guru atau siapa pun itu memiliki hal-hal yang ingin dibicarakan denganmu,” ucap Luo Qingqi.


Akhirnya Qing Yue'er mengangguk. Dia pun berangkat menuju aula akademi. Jaraknya tidak begitu dekat. Setelah beberaa saat akhirnya dia pun tiba di luar aula yang terlihat besar. Tanpa ragu-ragu dia pun berjalan masuk ke aula itu.


Dia pikir ada banyak orang yang ada di sana, tapi ternyata hanya ada beberapa orang saja. Mereka semua tersenyum ketika melihat kedatangannya. Tidak ada permusuhan atau sesuatu. Namun, Qing Yu'er juga tidak bisa berpikir terlalu polos.


Qing Yue'er segera memberi salam pada semua orang. Kemudian dia menatap pada kursi yang ada di pusat para guru dan penatua. Di sana ada seorang pria yang masih terlihat sehat dan juga segar. Wajahnya memiliki sedikit kemiripan dengan Niu Ren. Sepertinya itu adalah ayah biologisnya yang juga adalah kepala akademi.


“Xinyu memberi salam pada Kepala Akademi Niu,” ucap Qing Yue'er sambil menangkupkan tangannya.


Kepala akademi yang bernama Niu Longhao tersenyum dan membiarkan Qing Yue'er duduk. Dia sudah banyak mendengar tentang gadis ini dan saat ini dia cukup tertarik untuk mencari tau lebih banyak. Kematian He Jin cukup membuatnya terkejut dan tentunya ada sedikit rasa penyesalan. Akan tetapi semanya akan sepadan dengan kehadiran seorang jenius seperti Qing Yue'er.


Dia sendiri orang yang berpikir jauh ke depan. Daripada semakin memperbanyak kematian lebih baik dia mengambil peluang yang lebih menguntungkan. Seperti ini contohnya. Gadis ini sudah dapat dinilai sebagai ‘tidak biasa’ sejak pertama kali dia melihatnya. Dia benar-benar harus diperlakukan dengan baik.


“Gadis, namamu adalah Xinyu?” tanya Niu Longhao.


Qing Yue'er yang sudah duduk pun mengangguk. Meskipun dia tidak tahu apa yang sebenarnya sudah direncanakan oleh orang-orang tua itu tapi dia tidak merasa cemas.


“Kepala Akademi Niu harus berterima kasih pada guru Han karena dialah yang sudah membawaku ke sini,” ucap Qing Yue'er dengan tenang.


“Tentu saja. Han Qiong seharusnya diberi penghargaan yang pantas.” Niu Longhao terkekeh sedikit dan menatap Qing Yue'er dengan serius. “Sebenarnya ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu.”


“Xinyu akan mendengarkan dengan baik.”


Niu Longhao berdehem. “Begini, Xinyu. Akhir-akhir ini ada banyak kejadian yang tidak menyenangkan di luar sana. Kalian mungkin tidak tahu tapi kami guru-guru mengetahuinya dengan pasti.”


Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya. Mendengar kata 'kejadian yang tidak menyenangkan' telah membuat minatnya terusik. “Kejadian tidak menyenangkan? Apa itu?”


“Tanah di pusat Dataran Tengah adalah tanah yang cukup misterius. Mungkin di luar tidak akan terlihat mencurigakan. Namun, di dalamnya tidak akan ada yang tahu,” ucap Niu Longhao.

__ADS_1


“Kenapa tidak ada yang tahu?” Qing Yue'er bertanya dengan heran.


Niu Longhao menghela napasnya. “Begini, Xinyu. Daerah pusat Dataran Tengah telah dihuni oleh masyarakat dan beberapa kekuatan lainnya. Mereka semua hidup dengan damai, sebenarnya ada beberapa perselisihan tapi itu bukan masalah yang begitu serius. Lalu, beberapa hari ini tiba-tiba ada banyak korban berjatuhan."


Qing Yue'er mendengarkan dengan saksama. Dia tidak akan menyela ucapan Niu Longhao. Akhirnya orang itu pun melanjutkan. "Tidak ada jejak yang begitu jelas. Awalnya hanya satu atau dua orang lalu semakin hari korban itu menjadi bertambah. Sekarang satu hari akan memakan korban hingga belasan orang.”


Niu Longhao menatap Qing Yue'er lekat-lekat. “Aku tidak bisa mengatakan banyak hal. Jika seseorang tidak datang ke sana dan melihatnya dengan mata kepalanya sendiri maka mereka mungkin akan merasa ini hanya omong kosong.”


Karena Qing Yue'er tidak mengatakan apa-apa akhirnya dia pun melanjutkan. “Jadi begini. Aku ingin mengirim beberapa orang untuk menyelidiki masalah ini. Niu Ren dan kamu akan pergi ke sana. Jangan khawatir, aku juga akan menyertakan beberapa orang lagi.”


Sampai di sini akhirnya Qing Yue'er mengerti. Dia cukup senang karena telah dipercaya untuk ikut menyelidiki masalah ini. Selain itu dia sudah merasa bosan karena terlalu lama berada di akademi. Bukan hanya itu, dia juga berharap semoga dengan terjun ke dalam masalah ini dia akan menemukan sumber daya apa pun itu untuk meningkatkan kekuatannya.


“Jadi apa kamu menyetujuinya?” tanya Niu Longhao.


“Tentu saja. Dengan senang hati aku akan melakukan tugas ini." Qing Yue'er mengangguk dengan senang.


“Bagus. Niu Ren sudah mengetahui tentang masalah ini lebih dalam. Jika kamu merasa kurang jelas, kamu juga bisa menanyakan hal-hal padanya,” ucap Niu Longhao.


Qing Yue'er hanya mengangguk saja. “Kapan kami harus berangkat?”


“Tiga hari dari sekarang. Itu jika kamu merasa siap.”


“Baik, jadi tiga hari lagi. Aku tidak merasa keberatan.”


Niu Longhao mengangguk dengan puas. Dia tidak menyangka kalau gadis itu akan langsung setuju begitu saja. Biasanya anak muda jenius akan merasa hebat dan sangat sombong. Mereka akan sulit jika diajak berkompromi. Namun, gadis ini tidak berpikir seperti itu. ‘Ah, bagus bagus.’


Qing Yue'er menanyakan apakah ada hal lain yang ingin dibicarakan, tapi mereka semua menggelengkan kepala. Akhirnya dia pun berpamitan untuk kembali ke asrama. Dia mungkin juga akan melakukan persiapan. Tidak ada yang akan tahu apakah itu masalah yang serius atau bukan.


Namun, karena akademi Surgawi yang besar ini sudah menerima kabar tersebut, itu berarti masalahnya memang tidak akan sederhana. Bagus, ini cukup menarik. Semoga semuanya tidak akan mengecewakannya.

__ADS_1


***


Jangan lupa vote, like dan komen, ya.


__ADS_2