
Qing Yue'er memikirkan cara yang lebih cepat untuk mengalahkan makhluk besar itu. Tiba-tiba sebuah ide masuk ke otaknya. Kera ini hanyalah binatang liar tanpa pangkat status apa pun jika dibandingkan dengan binatang roh. Sedangkan dia memiliki Ying Jun yang sudah kontrak dengannya.
Akhirnya Qing Yue'er pun mengeluarkan aura blue phoenix dari tubuhnya. Dia menggunakan aura illahi dari phoenix untuk menekan keberadaan kera hitam. Apa yang dilakukan adalah cara paling instan yang dia bisa.
Seperti yang dia duga, ketika kera hitam merasakan aura illahi phoenix dari tubuh Qing Yue'er akhirnya tubuh kera itu mulai bergetar. Kera itu memiliki ketakutan naluriah yang akan dirasakan oleh binatang kelas rendah pada binatang yang jauh lebih kuat. Ini adalah hal yang sudah diatur oleh alam.
"Pergi dari sini dan jangan lukai orang lain!" Qing Yue'er berbicara dengan dingin. Dia khawatir kalau kera itu akan mengacaukan murid-murid lain yang sedang mencari hebal spiritual.
Kera hitam itu pun bergerak untuk melarikan diri. Dia terlihat begitu ketakutan seolah baru saja melihat dewa kematian. Mungkin dalam otaknya dia berpikir untuk tidak akan menemui orang seperti itu lagi.
Qing Yue'er tertawa keras. Dia tidak merasa senang, tapi dia merasa lucu dengan tindakannya sendiri. Menggertak seekor binatang rendahan itu seperti bukan dia sama sekali. Namun tidak ada cara lain yang jauh lebih baik karena dia sedang terburu-buru.
Akhirnya setelah merasakan bahwa semuanya sudah beres dan aman, dia pun memutuskan untuk kembali menemui teman-temannya. Semoga mereka semua belum bangun, atau mereka pasti akan mencari-cari keberadaannya.
__ADS_1
Ketika Qing Yue'er tiba di tempat teman-temannya beristirahat, akhirnya matahari benar-benar terbit. Teman-temannya masih belum bangun, ini membuat Qing Yue'er merasa lebih nyaman.
Dia kembali ke dahan yang ditempatinya dan pura-pura untuk tidur. Setelah beberapa saat akhirnya rekan-rekannya pun terbangun. Saat itulah Qing Yue'er ikut terbangun. Mereka semua mencari keberadaan sumber air untuk sekadar membersihkan diri.
Setelah selesai, mereka pun mulai menyiapkan untuk sarapan. Pikir orang lain mereka harus melanjutkan perjalanan untuk mencari herbal spiritual lagi. Qing Yue'er memang belum membagikan hasil panennya.
***
Di sisi lain, kelompok lain sudah bergerak cepat menuju kedalaman hutan. Mereka sengaja berangkat lebih awal agar mendapat bagian herbal lebih banyak dari kelompok lainnya.
Mereka menjadi sangat marah. Hal-hal benar-benar keluar dari prediksi.
"********! Siapa yang melakukan ini?!" Seorang pria yang terlihat berusia 20 tahun berteriak marah. Aura kekejaman dengan liar menyebar di sekitarnya. Dia tidak pernah menyangka akan ada orang lain yang telah menangkap habis herbal spiritual di bagian hutan paling dalam tanpa sisa sedikit pun.
__ADS_1
Kelompoknya sudah lelah berjalan dan berjuang untuk sampai lebih awal. Namun, tetap saja ternyata mereka masih terlambat. Siapa kira-kira yang bisa bergerak begitu cepat?
"Tidak, pasti orang itu masih berada di dekat sini. Cepat cari mereka!" Pria itu berteriak untuk menyuruh teman-temannya melakukan pencarian.
Kelompok itu pun akhirnya segera membubarkan diri dan mencari kelompok paling dekat dengan keberadaan hutan. Pasti seseorang yang memanen herbal masih belum melangkah jauh.
***
Sementara itu Qing Yue'er sudah selesai dengan sarapannya. Dia bersiap untuk membagikan herbal yang baru saja dipanen. Tas yang sudah menjadi besar pun dikeluarkan. "Aku akan memberitahu sesuatu," ucapnya.
Zu Ruochu dan yang lainnya pun menjadi penasaran. Qing Yue'er bersikap serius jadi mereka ikut menjadi serius. "Apa kalian percaya aku sudah memanen herbal spiritual yang ada di pusat hutan?" tanya Qing Yue'er.
"Apa kamu serius?" Zu Ruochu bertanya sedikit tidak percaya.
__ADS_1
Qing Yue'er ingin menjelaskan, tapi tiba-tiba orang lain datang tanpa diundang. Mereka menatap kelompoknya dengan penuh kebencian. Qing Yue'er langsung mengerutkan kening. Apakah kelompok ini sudah mengetahui perbuatannya dan ingin menuntutnya?