
Kelompok ke 7 memasuki platform. Qi Rong juga berdiri disana. Dia masih sama santainya seperti biasa. Memeluk tangannya dan tersenyum dengan malas.
"Ayo cepat datang semuanya. Jangan menghabiskan tenagaku. Itu sangat disayangkan." Qi Rong berkata dengan malas.
"Sangat sombong." Seseorang mencibir tidak senang.
Qi Rong mengambil seruling bambu dari pinggangnya. Dia mulai meniupnya dengan sembarangan. Nada kasar keluar dari lubang seruling.
"Apa-apaan orang ini! Kenapa dia malah bermain musik?" Peserta lain berkomentar.
"Heyy itu suara yang sangat jelek! Berhenti!!"
"Berhenti meniup! Itu menyakiti telingaku!"
Qi Rong mengabaikan suara-suara yang memprotes. Dia menutup matanya dan mulai dengan serius menyalurkan qi spiritual ke lubang seruling.
Peserta lain datang menyerang Qi Rong. Tapi saat pedang akan menyentuhnya, pihak lain sudah mengerang kesakitan. Darah menyembur dari mulutnya, dan terjatuh tidak sadarkan diri.
4 orang secara beruntun mengalami hal yang sama. Suara seruling itu menyebabkan mereka mengalami cedera internal.
"F*ck! Senjata macam apa itu?" Orang-orang mulai bertanya-tanya.
Qi Rong menghentikan tiupan serulingnya dan menyelipkan kembali di pinggangnya. Wajahnya sedikit pucat tapi dia masih berdiri dengan tenang.
Dia telah menang dengan sangat mudah!
Wasit mengumumkan kemenangannya, dan orang lain melihatnya dengan kagum.
Saat dia kembali, Bai Yin Xue bertanya padanya. "Kenapa kamu memilih senjata semacam itu?"
"Apa lagi? Dia hanya malas bergerak." Ji Fan memberikan jawaban.
Qi Rong mengangguk. "Ya, jika seperti ini aku hanya perlu berdiri diam. Tidak seperti kalian yang berlarian melompat kesana kemari. Huh menyia-nyiakan energi."
"...."
Mungkinkah orang ini memiliki kanker kemalasan stadium akhir?
"Aku bahkan ingin memiliki teknik pernafasan penyu." Qi Rong berkata dengan mata berbinar.
__ADS_1
"Teknik pernafasan penyu?" Bai Yin Xue mengangkat alisnya.
"Ya, aku hanya perlu bernafas 1 kali dan itu bisa bertahan selama dua hari. Ohh bukankah itu menakjubkan?"
Bai Yin Xue "...."
Ji Fan "...."
"Hey kenapa kalian menatapku seperti itu?" Qi Rong bertanya dengan heran.
Bai Yin Xue mengabaikannya dan kembali fokus pada pertandingan selanjutnya.
Pertandingan ke 8 dan 9 berjalan sangat normal. Tidak ada yang begitu menakjubkan. Bai Yin Xue menguap menunggu gilirannya tiba.
Saat pertandingan ke 9 berakhir, Bai Yin Xue kembali bersemangat. Gilirannya akhirnya datang.
Paman Wuqing menghampirinya dari jauh. "Yin Xue, kamu harus menang."
"Lihat saja hasilnya paman." Bai Yin Xue tersenyum kemudian berjalan keatas platform.
Seperti kata pepatah 'musuh bertemu di jalan yang sempit.' Wei Yuzhen dan Bai Fu'er berdiri di peron menatap tajam pada Bai Yin Xue. Ternyata mereka memasuki kelompok ke 10 yang sama dengan Bai Yin Xue.
Bai Fu'er dan Wei Yuzhen sepertinya telah membuat kesepakatan untuk menjatuhkan Bai Yin Xue. Mereka menatap satu sama lain dan menganggukkan kepalanya.
Dua peserta lainnya juga memperhatikan interaksi mereka berdua dan diam-diam memahami.
Bai Yin Xue dikelilingi 4 peserta. Dia tidak memiliki banyak reaksi hanya menajamkan pandangannya.
Ling Wuji yang menyaksikan hal ini berkomentar lirih, "mereka bukan apa-apa didepannya."
"Mungkinkah gadis itu sangat luar biasa?" Pejabat di sampingnya bertanya penasaran.
"Kamu akan tahu nanti."
Bai Fu'er dan Wei Yuzhen mengeluarkan senjatanya. Peserta lain juga mengikutinya.
Bai Yin Xue tetap tidak banyak bereaksi. Matanya bersinar penuh kegilaan.
Mereka berempat maju menyerang bersama-sama. Kilatan pedang datang bersilangan. Bai Yin Xue memiringkan tubuhnya untuk menghindarinya.
__ADS_1
Bai Yin Xue tidak mau membuang waktu lama untuk mereka. Tubuhnya melompat tinggi-tinggi di udara. Jari-jarinya membentuk segel ringan saat tangannya dilemparkan di udara.
Jubah putihnya berkibar tertiup angin sangat kontras dengan rambut hitamnya yang panjang. Butiran salju turun dari langit membekukan orang di bawahnya.
Penonton menatap kejadian ini dengan takjub. Keindahan itu benar-benar bisa menjatuhkan kota!
Sekelompok peserta yang menyerang segera menggigil kedinginan. Serangannya segera lumpuh. Bai Yin Xue turun dari langit dan menendang mereka satu per satu. Dalam sekejap mereka semua diterbangkan menjauh.
Teknik yang digunakan adalah variasi dari teknik manifestasi es. Dia sedikit berbaik hati dengan tidak membunuh musuhnya.
Ling Wuji yang sudah menduga hal ini hanya menganggukkan kepalanya.
Wei Yuan menatap profil cantik Bai Yin Xue. Dia terpesona oleh kecantikan gadis itu. Diam-diam mengutuk dalam hatinya. "Sial! Bagaimana bisa ada gadis secantik itu."
Empat peserta yang terkena hujan salju benar-benar tidak bisa bergerak. Mereka merasakan mati rasa di seluruh ototnya. Perasaan lumpuh membuat mereka takut.
"Bai Yin Xue, apa yang telah kamu lakukan! Kamu melumpuhkanku!" Bai Fu'er berteriak dengan marah.
Wei Yuan tertegun. "Dia Bai Yin Xue?"
Wasit segera mendekati tubuh mereka untuk pemeriksaan. Matanya menyipit saat menemukan kondisi yang aneh.
"Nona kedua Bai, apa yang terjadi disini?" Wasit itu bertanya.
"Oh, itu hanya kelumpuhan sementara. Dalam tiga hari itu akan pulih dengan sendirinya." Bai Yin Xue menjawab dengan acuh.
"Bajingan! Kamu berani?!" Wei Yuzhen segera meledak dengan kemarahan.
"Kenapa tidak?" Bai Yin Xue terkikik geli. "Hah bagaimana wasit, apa aku menang?"
"Yaa kamu menang." Wasit menganggukkan kepalanya dengan cepat.
Wei Yuzhen dan Bai Fu'er menatap Bai Yin Xue dengan penuh kebencian. Seseorang menopangnya untuk dibawa ke keluarganya.
Wei Yuan mengepalkan tangannya. Dia pergi menemui adiknya yang tidak bisa bergerak. Ayahnya juga ada di sana, berdiri dengan wajah gelap.
"Yuan'er kamu harus mengalahkan gadis itu. Melumpuhkannya bahkan lebih dari adikmu sendiri." Jenderal Wei berkata dengan dingin.
"Baik ayah."
__ADS_1